Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Buatlah Dia Jatuh Cinta


__ADS_3

Braaak...


"Tjhin hentikan, kau bisa membunuhnya!!!, teriak seseorang dari balik pintu.


Namun Tjhin masih tidak menyadari nya, dia mencengkram Leher wanita itu semakin keras.


"Tjhin hentikan, lepaskan Diya, redakan amarahmu", Jhon mendorong mundur tubuh temannya itu.


Akhirnya Tjhin pun tersadar lalu segera melepas cengkraman nya, dan segera pergi ke dalam kamar mandi.


Lediya pun terlepas dari cengkraman pria itu, kakinya lemas tubuhnya merosot ke bawah.


"Uhuk...uhuk....".


Jhon segera mengambil air putih untuk Lediya.


"Diya, kau tidak apa-apa".


Jhon membantu wanita itu bangkit, dan mendudukkan nya ke atas ranjang.


"Jhon, apa yang terjadi dengan Tjhin?, apa dia sudah gila, kalau kau tidak datang tepat waktu, mungkin aku sudah menjadi mayat di cottage ini", ucap Lediya kesal sembari terus memegang leher nya.


Jhon hanya terdiam, lalu pergi mengambil kotak P3K, yang berada didalam lemari dapur.


"Maaf bolehkah aku memakai kan salep ini ke lehermu?, kalau tidak lehermu bisa membiru", ucap Jhon.


Lediya tidak menjawab, hanya menanggukkan kepalanya tanda setuju.


"Maafkan Tjhin, dia berlaku seperti itu karena trauma atas kematian wanita yang dicintai nya", ucap Jhon sembari mengoleskan salep ke leher wanita itu perlahan.


"Maksud mu trauma akan apa?", tanya Lediya.


"Diya ikutlah aku, seperti nya ada beberapa yang harus ku jelaskan kepada mu tentang Tjhin", ucap Jhon.


Lalu Jhon meletakkan kembali kotak P3K ketempat nya semula.


"Mari ikut aku keluar, ada sesuatu yang ingin ku jelaskan padamu".


Jhon melangkahkan kakinya keluar cottage, lalu diikuti oleh wanita itu.

__ADS_1


Dalam kamar mandi, Tjhin menyiramkan kepalanya di bawah shower, untuk mendinginkan kepalanya.


"Sebenarnya apa yang telah terjadi pada diriku?, ham... hampir saja aku membunuh wanita itu, kalau sampai Jhon tidak datang, mung... mungkin.... haaaah!".


Tjhin membersihkan dirinya, setelah mematikan shower, ia melilitkan handuk ke pinggangnya, lalu berdiri didepan kaca wastafel, ia melihat pantulan dirinya disana.


Crack!


Tjhin meninju kaca dihadapannya hingga terlihat retakan, lalu menetes lah darah segar dari tangan nya.


Tes... tes..


Tjhin tidak mempedulikan tetesan darah dipunggung tangannya, ia terduduk diatas kloset dan merenung dalam diam, pikirannya sungguh kacau, disisi lain ia ingin melampiaskan dendam nya kepada putri dari pembunuh kekasih nya, tetapi disisi lain desiran aneh mulai muncul dihatinya yang sering membuat nya merasa bersalah dan peduli pada wanita itu.


Skip


Di pinggir pantai diatas pasir putih, duduklah Jhon dan juga Lediya.


"Diya maaf, tadi saat aku ingin membangun kan kalian, didepan pintu aku sempat mendengar sedikit pertengkaran kalian, apa yang membuat mu berpikir kalau kekasih Tjhin bunuh diri?, bukankah aku sudah pernah bercerita kalau kekasih nya mengalami kecelakaan?".


"Soal itu, siapa tau kau berbohong demi menutupi kelakuan buruk bos mu itu, kau kan asistennya. wanita mana yang ingin berbagi cinta pasangan nya dengan wanita lain".


"Apa maksud mu?", Jhon menatap Lediya dengan heran.


"Kau salah paham, Jeje dan Jenifer itu hanya 1 wanita, namanya Jenifer Young, Jeje adalah panggilan kesayangan Tjhin kepada kekasih nya itu".


Jhon pun menceritakan mengapa Tjhin bisa begitu mencintai Jeni dan tidak bisa melupakan nya begitu saja, biarpun wanita itu sudah tiada didunia ini, dan sangat berpengaruh dengan sifatnya saat ini yang begitu dingin dan terkadang kejam.


Flashback On


Selama ini Tjhin tidak pernah mau berhubungan dengan wanita manapun, saat itu Jeni teman kampus Jhon namun beda jurusan, Jhon yang mengenalkan mereka berdua, setelah perkenalan itu Jeni langsung menyukai Tjhin, dan terus memaksa Jhon untuk mendekatkan dirinya dengan Tjhin, akhirnya kemana pun mereka pergi selalu bertiga, lama kelamaan mereka berdua semakin dekat, dan memutuskan untuk berpacaran.


Di saat Tjhin harus melanjutkan kuliah S2 nya di JM, akhirnya mereka pacaran LDR, Jeni maupun Tjhin saling setia, tidak pernah ada orang ke 3 diantara mereka, 3 bulan sebelum Tjhin balik ke IND tiba-tiba mereka hilang kontak, setelah menyelesaikan studynya di JM Tjhin segera kembali ke IND, ia pergi kesana kemari bersama Jhon untuk mencari Jeni, namun tidak menemukan nya.


Tjhin pun memutuskan untuk tinggal menetap dan mengelola hotel di IND, supaya bisa mencari Jeni kekasihnya itu, 3 tahun kemudian karena keuletan dan kerja kerasnya, hotel yang dikelola Tjhin berkembang pesat, dan mulai membuka cabang di beberapa daerah di IND.


Tjhin membuka lowongan untuk para Chef profesional untuk ditempatkan di beberapa cabangnya itu, saat itulah pertemuan kembali ke duanya.


Ternyata takdir mempertemukan mereka kembali, kepala chef membawa Jeni untuk membantunya menjadi asisten chef, karena ia lulusan seni kuliner yang cukup terkenal di IND, dan memperkenalkannya kepada Tjhin.

__ADS_1


Selama ini Jeni bena-benar menjaga hati juga dirinya, ia masih setia menunggu Tjhin, dan tak pernah berhubungan dengan pria lain selain Tjhin, begitu juga sebaliknya.


Merekapun memutuskan untuk kembali bersama dan berjanji kalau cinta mereka berdua selamanya tidak akan pernah berubah satu dengan yang lainnya.


Lalu mereka bersepakat untuk merahasiakan hubungan percintaan mereka, dan berjanji akan mengumumkan kepada orang tua Tjhin dan semuanya, saat Jeje siap menerima lamarannya.


Jeni bercerita saat lost kontak dengan Tjhin, ia sedang mengalami berbagai persoalan, dan harus menata dirinya, dan kepala chef yang telah menolong dan menjaga mereka selama ini, namun ia tidak menjelaskan dengan detail.


Masalah utamanya hanya dalam hal keuangan, karena saat itu Tjhin sudah menjadi pemuda yang sukses hasil dari jerih payahnya sendiri mengembangkan hotel di IND, Tjhin pun berjanji untuk membiayai seluruh keperluan Jeni dan juga adiknya, termasuk apartemen mewah, mobil, kuliah adiknya, dan kebutuhan lainnya, Tjhin semua yang menanggungnya.


Biarpun Tjhin menanggung semuanya itu, tidak sedikit pun ada dipikirannya ingin merebut kesucian Jeni, karena Tjhin selalu memegang teguh prinsipnya, dia melakukan itu semua karena tulus mencintai Jeni, bagi dia anggap saja itu kompensasi untuk kekasihnya itu, karena telah setia menunggu nya selama ini.


Flashback off


"Kau harus mengetahuinya, Jeni mati tepat didepan mata Tjhin, sejak saat itu ia memiliki trauma, rasa bersalahnya itu terus tertanam dalam dirinya karena tidak bisa menyelamatkan Jeni, mimpi buruk terus menghantuinya setiap hari, bahkan dia selalu mengkonsumsi obat setiap malam, supaya dia bisa tidur dengan tenang, karena itu jangan pernah sedikitpun mengungkit soal Jenifer dan kematian nya, dia bisa lepas kendali, seperti tadi", ucap Jhon dengan wajah serius.


"Baiklah Jhon, terimakasih karena kau telah menceritakan semuanya kepadaku, aku mengaku salah, karena mengatakan hal seperti itu dihadapan Tjhin, dia memang pantas marah dan benci kepadaku".


"Mungkin saat ini, kemarahan Tjhin sudah mereda, sebaiknya kalian berdua menyelesaikan kesalahpahaman ini, aku akan kembali ke cottage ku".


Saat hendak melangkah pergi, Jhon kembali membalikkan tubuhnya menghadap Lediya.


"Diya, aku boleh meminta bantuanmu?".


"Bantuan?, kalau aku memang bisa dan sanggup, tentu saja aku akan membantumu, apa itu?".


"Buatlah Tjhin jatuh cinta padamu, dan melupakan Jenifer, itulah satu-satunya obat untuk menghilangkan mimpi buruk, dan dendamnya", Ucap Jhon dan berlalu pergi.


"Hah dendam, maksudmu apa Jhon, woi...", teriak Lediya.


Namun Jhon sudah jauh melangkah pergi meninggalkan wanita itu.


"Dendam, maksudnya dendam apa?, dia tidak menceritakan nya tadi", ucap Lediya penuh tanda tanya.


Lediya memejamkan matanya, merasakan angin laut menerpa wajahnya, ada kesedihan sekaligus luka di hatinya saat mendengar kisah cinta Tjhin dan Jenifer.


"Cinta mereka berdua sangatlah kuat, apalagi mereka sudah menjalani hubungan selama 5 tahun, sedangkan aku hanya perempuan yang menikah dengan nya beberapa hari yang lalu, dan hanya berdasarkan kesepakatan, sewaktu-waktu bisa diceraikannya, maaf Jhon sepertinya aku tidak bisa membantu untuk soal itu, aku harus tau diri dan menyerah, daripada Tjhin semakin membenciku nantinya". gumamnya.


Tanpa disadari wanita itu, ada sesosok pria menghampiri nya dan menepuk pundaknya.

__ADS_1


"Hey Diya, mengapa kau melamun sendirian disini?".


Bersambung....


__ADS_2