
Pria itupun bangkit dari kursinya dan...
Cup
Lediya langsung tersadar dari lamunan, matanya terbelalak karena pria itu tiba-tiba mengecup singkat bibirnya.
"Apa yang sedang kau lamunkan?", tanya pria itu.
Pipi wanita itupun merona, jantung nya mulai ber dag dig dug ria, mengingat kecupan yang dia terima barusan.
-Maksudnya apa nih orang, main cium-cium sesuka hati, sandiwara sih sandiwara, tapi gak gitu juga keles, beruntung orang suruhan ibu ada disini, dan juga lagi banyak orang di sekeliling kita, kalau kagak udah aku gampar nih laki. (batin Lediya).
"Kau ini, selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan ya, dasar m*s*m!", jawab wanita itu kesal.
"Siapa suruh kau tidak mendengar panggilanku, buktinya itu cara paling cepat membuatmu tersadar, cepat habiskan makanan mu, jangan salahkan aku kalau nanti toko Krisna nya keburu tutup!", ucap Tjhin datar tanpa ekspresi.
"Cih, bisa-bisanya dia berbicara datar dan tanpa ekspresi seperti itu, setelah menciumku!", gumam Lediya.
Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Tjhin segera menuju kasir untuk membayarnya, sedangkan wanita itu mengikuti dibelakang nya, setelah selesai melakukan pembayaran, pria itu kembali melingkar kan tangannya kepinggang wanita itu.
"Tuan muda Tjhin yang terhormat, tolong lepasin tanganmu risih tau!", ucap Lediya dengan wajah cemberut.
"Orang suruhan ibuku masih terus memantau, kita harus mengumbar kemesraan sepanjang jalan, kalau bukan karena takut ibuku curiga, aku tidak akan mau melakukan hal ini, sungguh aku sendiri saja mau muntah, harus terus bermesraan denganmu", Tjhin berbisik ditelinga wanita itu.
"Apa kau bilang, mau muntah!".
Wajah wanita itu berubah merah padam, ia mengepalkan tangan nya.
-Ingin rasanya aku meninjumu sekarang juga, dasar pria tidak berperasaan, hah.., dia bilang mau muntah, begitu menjijikkan nya kah diriku baginya, aku memang harus segera menghentikan rasa cintaku ini sebelum semakin dalam, atau nanti nya aku yang akan terluka. (batin Lediya).
Lediya segera melepaskan tangan pria itu dari pinggang nya.
"Aku mau ke mini market sebentar, kau duluan saja ke mobil", ucapnya.
Tjhin mengerut kan alisnya, ia menatap heran.
"Apa yang ingin kau beli?, biar aku temani".
"Tidak perlu, kau tunggu saja di mobil, aku hanya ingin membeli air mineral".
Wanita itu mempercepat langkahnya untuk segera menjahui pria itu, dan melangkah menuju mini market yang berada dekat dengan restoran itu.
Sepanjang perjalanan hatinya serasa sakit mendengar perkataan suami nya itu, ia menahan air matanya untuk tidak keluar.
"Jangan menangis Diya, ingat pernikahan ini hanya berdasarkan kesepakatan, sewaktu-waktu kau bisa diceraikan nya, jangan pernah mengharapkan lebih, pria itu hanya mencintai Jenifer cinta pertama nya itu, tidak ada celah untuk kau masuk kedalam hatinya, menyerahlah...sampai kapanpun kau tidak akan pernah bisa menggantikan wanita itu", gumamnya.
Lediya terus bergumam berusaha menguatkan hatinya sendiri, ia menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya, dilakukan berkali-kali.
Sesampainya di mini market, wanita itu segera mengambil 2 botol air mineral, dan kripik untuk dia makan di dalam mobil nanti.
__ADS_1
Selesai membayar, wanita itu segera keluar, ia melihat mobil porsche merah sudah berada didepan parkiran mini market, ia segera membuka pintu dan masuk kedalam mobil.
"Nih simpanlah untuk kamu berbelanja, pinnya tanggal pernikahan kita".
Pria itu memberikan sebuah kartu black card.
Ada sedikit perasaan senang dihati wanita itu, karena suaminya, menggunakan pin tanggal pernikahan mereka, namun wanita itu segera menepis pikirannya itu.
-Ingat Diya, jangan banyak berharap, pasti ibu Almira yang menyuruh anaknya, memberikan ku kartu dengan pin tanggal pernikahan kita, ia melakukan itu demi ibunya. (batin Lediya).
"Tidak usah, aku juga memiliki uang".
"Ambil tidak ada penolakan!, kartu ini khusus buat kamu berbelanja, sesuai perjanjian kita no. 1, Pihak A akan melakukan kewajiban nya sebagai seorang suami dengan memberi nafkah setiap bulannya kepada sang istri yaitu pihak B", ucap Tjhin dingin.
"Ish, ikhlas kagak sih ngasihnya, masa ekspresi nya dingin begitu, senyum dikit kek", gumam Lediya.
Wanita itupun segera mengambil kartu itu dan segera memasukkan ke dalam dompetnya.
"Terima kasih", ucapnya singkat.
Tjhin pun menstarter, dan segera melajukan mobilnya, sepanjang perjalanan sungguh hening, tidak ada yang mau memulai pembicaraan, karena merasa canggung Lediya segera membuka camilan kripiknya, dan segera memakannya sembari melihat pemandangan tanpa menawari pria di sebelah nya, karena memang ia sedang malas berbicara dengan suami menyebalkannya itu.
Lediya memakan kripik nya dengan lahap, tanpa henti, karena hatinya yang gondok, ia memasukkan kripik tiada henti sampai kanan kiri pipinya mengembung.
Ketika melihat mulut Lediya yang penuh dengan makanan sampai pipinya mengembang, membuat Tjhin tertawa.
Wanita itu tertegun menatap Tjhin yang sedang tertawa, baru kali ini ia melihat pria disamping nya itu tertawa, begitu sangat amat tampan, lesung pipitnya benar-benar menambah ketampanan nya.
Lediya berusaha menelan semua makanan yang berada didalam mulutnya, namun tersedak.
"Uhuk... uhuk... uhuk".
Lediya segera mengambil sebotol air mineral, membuka dan segera meminumnya,
Byuuur...
Air mineral nya mengguyur wajahnya tak sengaja, karena mobil yang dikendarainya sedang melewati polisi tidur.
" Buahahaha ".
Pria itu kembali tertawa terbahak-bahak melihat kejadian itu.
"Yaa, kau sengaja ya, dasar wong gemblung", ucap Lediya jengkel.
"Siapa yang sengaja, kau sendiri yang tidak hati-hati".
"Terus gimana ini, wajah dan badanku jadi basah".
Tjhin segera meminggirkan dan memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, ia membuka laci dashboard, lalu mengambil handuk kecil, setelah itu mengusap lembut wajah wanita itu dengan handuk kecil itu.
__ADS_1
"Kau memang wanita ceroboh", ucap Tjhin tersenyum.
Sejenak Lediya tertegun melihat senyuman Tjhin yang sangat mempesona baginya, lalu ia pun membalas senyuman pria itu, mereka berdua saling bertatapan, dan tersenyum.
"Kau sungguh cantik", ucap Tjhin tanpa sadar.
Tiba-tiba atap mobil yang terbuka tadi perlahan menutup, setelah tertutup sempurna, pria itu segera meraih tengkuk wanita itu dan mengecup bibir ranum berwarna pink itu, lalu ********** dengan lembut, wanita itu menikmatinya, tak sedikit pun berusaha untuk menolak, semakin lama Tjhin semakin memperdalam ciuman mereka.
Karena merasa Lediya tidak membalas, kali ini Tjhin dengan sengaja menggigit bibir bawah Lediya, hingga sedikit memaksakan lidahnya menerobos masuk kedalam rongga mulut wanita itu.
Merasakan sensasi yang berbeda, akhirnya Lediya pun membalas ciuman Tjhin dengan sedikit kaku, sampai akhirnya pria itu melepaskan pangutan mereka, memberikan wanita itu kesempatan untuk menghirup oksigen, sebanyak-banyaknya.
Tak berapa lama kemudian, Lediya merasakan lengan Tjhin, merengkuh tubuh mungilnya, memeluk dengan erat.
Menyadari perbuatan sang suami sudah terlampau jauh, Lediya berusaha keluar dari pelukan pria itu.
"Eh, Tjhin kumohon lepaskan".
Tjhin paham maksud istrinya, namun ia semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku hanya ingin memelukmu sekali ini saja, kumohon".
Mendengar permohonan Tjhin, Lediya membiarkan tubuhnya kembali di rengkuh erat oleh suaminya, wanita itu menyandarkan kepalanya pada dada pria itu, merasakan detak jantung Tjhin yang awalnya kencang perlahan mulai berdegup seirama.
Ada perasaan tenang dan nyaman menyelimuti hati Tjhin saat ini, perasaan yang belum pernah sama sekali ia rasakan sebelumnya, begitu juga Lediya merasakan hal yang sama, perasaan aneh membuncah sempurna di dada keduanya.
-Hari ini, hanya hari ini biarkan aku egois sekali saja. (batin Tjhin).
Namun tiba-tiba bayangan wajah Jeje kekasih nya muncul, membuat nya kaget dan segera mendorong Lediya sehingga punggung wanita itu terhempas ke kursi mobil.
"Ouch.. aw".
Ya mungkin Lediya sudah mulai sedikit masuk kedalam hatinya, namun perasaan cintanya terhadap Jenifer kekasih nya masih begitu besar dihatinya.
-Maaf Diya, dihatiku cuma ada Jeje, hatiku tidak boleh goyah, aku tidak bisa mengecewakannya. (batin Tjhin).
Senyum diwajah pria itu memudar, wajah dan sifatnya kembali dingin, Tjhin pun segera melajukan kendaraan nya.
Lediya sungguh merasa heran dengan perubahan Tjhin, yang tadinya begitu hangat, namun hanya dalam beberapa menit kembali ke sifat dingin nya.
-Aneh, nih orang punya kepribadian ganda kali ya, bisa berubah secepat itu, maksudnya apa coba, dia yang tiba-tiba mencium dan memelukku, dia juga yang ngedorong aku menjauh, abis manis sepah di buang nih ceritanye, sialan nih laki, dikira aku wanita murahan apa, inget ini pelukan dan ciuman terakhir, untuk selanjutnya berani nyentuh, aku hajar pokoknya nya. (batin Lediya).
Lediya menatap Tjhin tajam.
"Dasar pria g*la, ge*blung, si*ting", ucapnya pelan namun masih bisa terdengar oleh Tjhin.
"Kau bilang aku apa hah?!".
Bersambung....
__ADS_1
Biar LidZ makin semangat nulis sama upnya, minta Likenya dong readers, vote dan koment nya juga ditunggu nih, berhubung LidZ tidak rutin upnya, kalau kalian suka, masukin ke favorit ya, biar kalian tahu saat LidZ update. thx🥰