Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Kesepakatan Tjhin & Lediya


__ADS_3

"Hari ini Ayah dan Ibu ku akan datang ke Indonesia, aku minta kamu datang kerumahku malam ini, dan pakailah cincin ini di jari manis mu".


Tjhin mengeluarkan sebuah kotak kecil yang berisi sebuah cincin bertakhta kan berlian yang sangat cantik dan mewah, sebenarnya cincin itu rencana akan dia berikan kepada Jeje saat dia melamar.


Lediya terbengong melihat Tjhin memberikan nya sebuah cincin berlian,


"Apa malam ini juga!, secepat itukah, dan mengapa Anda memberikan saya cincin semahal ini?", tanya Lediya tak percaya.


"Didepan orang tua ku, berpura-pura lah kita sudah berpacaran cukup lama, dan aku telah melamar mu, kalau ibuku bertanya bilang saja, aku melamar mu di Taman Hiburan, dengan 99 Rose, Oke", Tjhin menjelaskan.


"Waaah, anda sudah gila, kenapa aku harus melakukan itu, kalau ketahuan aku berbohong gimana?", tanya Lediya jengkel.


Karena berarti dia harus melakukan kebohongan besar terhadap calon mertua nya.


"Justru itu jangan sampai ketahuan, berakting lah dengan baik, kalau orang tua ku sampai mengetahui semuanya, aku akan menarik semua yang sudah aku investasi kan ke perusahaan ayahmu, Berhati-hatilah!", jawab Tjhin sembari mengancam.


"Anda benar-benar pria br*****k", ucap Lediya, matanya menatap tajam kearah Tjhin.


- bul**hit dengan wajah tampannya, rasanya ku ingin meninju dan membanting mu saat ini juga Lee Tjhin Won, tidak aku harus menahan nya, perusahaan ayahku memang sangat memerlukan kucuran dana dari nya. (batin Lediya berkata).


"Oke, malam ini aku akan menemui orang tua mu, setelah itu tepati janjimu untuk menemui ayahku besok, Deal?", ucap Lediya sambil mengulurkan tangan kanannya.


Tjhin membalas jabatan tangannya,


" Deal! ".


"Jhon kemari, bawa sekalian dress dan sepatu yang kita beli kemarin, untuk wanita ini pakai", perintah Tjhin.


Selang beberapa menit masuklah Jhon ke dalam restoran sambil membawa 2 paperbag di tangan nya.


"Pakailah dress dan sepatu ini untuk menemui orang tuaku malam ini, dan berdandanlah yang cantik, nanti malam Jhon akan menjemput mu, oke!", ucap Tjhin sambil memberikan 2 buah paperbag yang tadi di bawa Jhon.


"Jemput di bridalku saja jangan kerumah, ayahku belum mengetahui kesepakatan kita ini, nih masukan nomer ponsel mu dan juga Jhon asisten mu, nanti aku akan mengirim alamatnya ke kalian", ucap Lediya sambil menyodorkan ponselnya ke Tjhin.


Tjhin segera mengambil nya dan memberikan ke pada Jhon disamping nya, lalu Jhon memasukan nomernya dan Tjhin ke ponsel Lediya.


Setelah mereka selesai bersepakat, mereka kembali ke kesibukan nya masing-masing, Tjhin kembali ke kantornya, dan Lediya kembali ke Bridalnya.


Visual Cincin Lamaran Tjhin



Lediya tiba di Harley Bridal, setelah memarkirkan mobilnya Lediya terdiam sejenak, lalu menatap cincin dari Tjhin yang kini telah melingkar di jari manisnya, dia tak mengira akan jatuh cinta dan menikah dengan pria dingin yang tidak mencintai nya, bahkan harus mengikuti semua persyaratan konyolnya.


"Haaah, Cepat sekali, malam ini juga aku sudah harus menemui calon mertua ku, baru bersepakat saja dia sudah berbuat semena-mena, aku kan belum siap", Lediya mengeluh.


"Aku seorang Lediya gitu loh, yang selama ini menolak berbagai pria yang mendekatiku, bisa jatuh cinta pada pandangan pertama dengan seorang pria dingin, sombong, dan menyebalkan, s**l seperti nya aku kena karma, cih", ucap Lediya kesal sambil memukul-mukul stir didepan nya.

__ADS_1


Lama bergumul dalam mobil, Lediya pun keluar dari mobil sambil membawa paperbag pemberian Tjhin, dengan raut wajah yang masih kesal.


Saat masuk kedalam bridal, disitu sudah ada ke 3 rekannya bernama Indra bagian dari make up artis, Sari bagian gaun pengantin, dan Nikko bagian fotografer, sedang mengobrol santai, begitu melihat Lediya masuk kedalam, mereka pun segera menghampiri nya.


"Ih Lamborghini deh yeee, jam segini baru dateng, yee kemana ajose?", tanya Indra kepada Lediya dengan logat dan gaya b***i nya.


"Biasa abis ketemu Klien", jawab Lediya"


"Eh apose itu yang yee bawa Diya, gilingan barang mehong ntuh, sini Akika liat", ucap Indra mengambil paperbag ditangan Lediya dan segera membukanya.


"Gilingan ucul ih, yee beli berapose ini, pasti mehong?", tanya Indra penasaran.


"Gretong ndra", jawab Lediya.


"Wow, yang ngasih pasti tajir, tapi yee kan titan suka dress keles, yang ngasih siapose?", Indra bertanya lagi, Nikko dan Sari ikut mengangguk penasaran.


" Iya yang ngasih siapa Diya, masa gak tau selera berpakaian u, selama kita kerja sama gak pernah tuh liat u pake dress, u kan anti banget sama yang namanya dress dan rok", Sari menimpali.


"Makanya itu, aku bete banget, O ya ndra, nanti sore u make up in ai yang cantik ye, ai mau ketemu calon mertue",ucap Lediya santai.


"WHAAAT!", mereka bertiga kaget serempak.


"Astaga, kapan u pacaran nya Diya, kok kita pada gak tau, tiba-tiba udah mau ketemu camer aje u?", tanya Nikko penasaran


" Ho oh", Indra dan sari menimpali sembari duduk mendekati Lediya, meminta penjelasan.


Lediya pun membawa dress dan sepatu yang di buka Indra, dan melangkah masuk ke ruang kantornya.


" Si Diya, kenapose, titan biasanya die begindang?",tanya Indra heran.


"Apa jangan-jangan si Diya di jodohin kali ya, makanya dia bete bener", ucap Sari


"Iya Keles, eh akika udina lepra nih", ucap Indra.


"Haaa u kena sakit Lepra ndra?, ngapain masuk kerja kalau sakit u", Nikko buru-buru pindah ke sebelah Sari, takut tertular.


"Itu namanya si Indra udah Lapeeer Nik, u udh berapa lama sih temenan sama si Indra masih gak tau juga arti kata-katanya", jawab Sari sambil menepuk pundak Nikko.


"Dih mene ketehe, gw kan cowok tulen", jawab Nikko kesal.


"Udin ah, kita makan padang disindang, mursid, endess lagi, cus ah", ucap Indra sambil melangkah kan kakinya keluar.


"Sar, si Indra ngomong ape lagi dia? terjemahin ngapa", ucap Nikko bingung.


"Udin ah, nyok buruan nanti kita di tinggal si Indra, woi ndra tungguin kita napa", ucap Sari dan mereka berdua segera mengejar Indra.


Lediya kembali dengan kesibukan nya, Lediya mengambil 1 gaun pengantin design terbarunya, lalu di pasangkan ke manekin untuk di pajang, beberapa karyawan lainnya turut membantu.

__ADS_1


Visual Bridal Milik Lediya



Sementara itu Tjhin dan Jhon sedang mengendarai mobilnya menuju landasan Jet Pribadi nya, untuk menjemput ke dua orang tuanya.


Setelah 30 menit sampailah mereka dilandasan, pesawat Jet pribadi ke dua orang tuanya pun sudah mendarat, saat pintu jet terbuka turunlah 2 sosok yang sangat mengagumkan dan dicintai oleh Tjhin.


Ayah Tjhin bernama Lee Suk Ho sangat Tegap, Tinggi, biarpun rambutnya sudah mulai memutih, tapi masih kelihatan tampan, sedang kan Ibunda Tjhin Roro Almira seperti biasa selalu terlihat anggun dan sangat elegan.


"Ayah ibu, aku sangat merindukan kalian", Tjhin memeluk ke dua orang tuanya dengan sangat erat.


"Anak ibu makin tampan saja", ucap Almira, sambil memegang ke dua pipi Tjhin dengan lembut.


"Gimana kabarmu Tjhin, apakah persiapan peresmian taman hiburan, berjalan dengan baik?", tanya Suk Ho.


"Sudah 90% yah selesai", jawab Tjhin.


"Selamat datang om dan tante", sapa Jhon turut menghampiri mereka


"Hai, Jhon gimana kabarmu nak? pasti selama ini kamu kesulitan mengurus Tjhin", sapa Almira ibu Tjhin.


"Ya begitulah tante", jawab Jhon sambil melirik ke arah Tjhin dan terkekeh.


Tjhin melotot sambil menunjukkan kepalan tangan ke arahnya.


Jhon segera membukakan pintu mobil untuk Tjhin dan ke dua orang tuanya.


Setelah masuk ke dalam mobil mereka mulai berbincang.


"O ya Tjhin, malam ini kita kan akan makan malam bersama, kamu sudah undang calon menantu ibu kan?", tanya Almira.


"Mama tenang saja, Tjhin sudah menyuruh Jhon untuk menjemput nya nanti malam", jawab Tjhin.


"Ah akhirnya kita punya menantu juga ya ayah", ucap Almira tersenyum senang.


"Syukurlah Tjhin Akhirnya kamu sudah memberikan ibu mu menantu, kamu tau selama ini ayah dibikin sakit kepala setiap hari oleh ibumu, terus-terusan merengek ke ayah untuk segera mencarikan dan menjodohkan mu dengan putri-putri rekan ayah",ucap Lee Suk meledek istrinya yang saat ini kelihatan bahagia.


"Ih ngeledek aja kamu, bukannya kamu juga merasa senang, saat mengetahui Tjhin melamar seorang gadis, bahkan hari ini kau membangun kan ku pagi-pagi sekali, supaya kita segera berangkat, karena sudah gak sabar ingin melihat calon menantu mu", Jawab Almira sambil balik meledek suaminya.


"Ehem..hem", ayah Tjhin berdehem sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela.


Almira terkekeh-kekeh melihat sikap suaminya, begitu juga Jhon ikutan terkekeh. namun berbeda dengan Tjhin, dia menarik nafas panjang dan ada perasaan bersalah dalam hatinya karena telah membohongi ayah dan ibunya.


Bersambung...


Author : Bantu dukung LidZ ya dengan Like, Vote, Komen dan masukan ke Favorit kalian, semoga LidZ semakin baik dalam setiap episode-epidodenya ya. thanks😉

__ADS_1


__ADS_2