Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Bertemu Calon Mertua


__ADS_3

Hari sudah mulai sore, didalam ruang make up Indra sedang sibuk mendadani Lediya,


"Gimandose Diya, bagus kan kreasi rambut dan Make Up Akika", ucap Indra bangga.


"Yup, yei memang tidak pernah mengecewakan ndra", jawab Lediya sambil mengacungkan 2 jempolnya.


"Udin, cepetan sana pake dress nya Akika pengen liat", ucap Indra sambil mendorong badan Lediya supaya segera masuk ruang ganti.


" Eh aku juga pengen liat si Diya pake dress juga, perdana nih", ucap Sari sembari berlari dan berdiri di samping Indra, yang sedang menunggu di depan ruang ganti.


"Aku juga ngikut, pengen tau si Diya kalau pake dress tuh cocok apa malah jadi aneh", ucap Nikko nyusul lalu berdiri di samping Sari.


Tak lama keluar lah Lediya dari ruang ganti, sudah lengkap memakai dress, sepatu, dan tas tangan.


" Gilingan ", ~Indra


" Wow ", ~ Nikko


" Oh my God", ~sari


mereka bertiga tercengang melihat Lediya memakai dress, Sungguh terlihat sangat cantik mempesona, dress indah itu menunjukkan betapa indah kulit dan lekukan tubuh seorang Lediya.


Visual Mini Dress Lediya



"Kenapose yei, titan pernah pake dress, padahal cucok loh", ucap Indra.


"Beneran cakep u Diya pake dress ternyata, cocok banget, tunangan u selera fashion nya emang jempolan", ucap Sari.


"Noh liat ajose, si Nik ampe kagak ngedip", ucap Indra sambil mengibaskan tangannya didepan mata Nikko yang diam terpaku.


Tak lama Nikko pun tersadar dengan kibasan tangan Indra.


"Asli u cantik pake banget Diya, coba u dari dulu dandan begini, pasti udah gw ajak nikah u", Ledek Nikko, semuanya tergelak mendengar ucapan si Nik.


"Apaan sih kalian, ngeledek terus ih, mau di bugem mentah nih satu satu", ucap Lediya kesal, wajahnya memerah dan merasa malu, denger ledekan rekan kerjanya.


"Jengong dong ih, main Tempong aje yei, perempewi tuh kudu lembut dikit apose, kan makin ucul", ucap Indra sambil mencolek hidung mancung nya Lediya.


Tak lama salah satu karyawan Lediya mengetuk pintu lalu masuk ke ruang gaun.


"Permisi nona, ada seorang pria mencari anda dan sedang menunggu diluar", ucapnya.


" Oo Oke, aku keluar sekarang", jawabnya.


Lediya melangkah kan kakinya keluar dari ruangan dan di ikuti ke tiga rekannya, yang penasaran pengen liat seperti apa tunangan temannya ini.


"Eeeee eh Diya, itu pacar u ya, gilingan tampan bener, astaga bodynya itu ih akika gak kuat deh liatnya", ucap Indra menahan tangan kiri Lediya.


"Itu pacar u Diya, ketemu pangeran dimana u, kasih tau napa tips nya, biar aku kagak jomblo terus nih", ucap Sari sambil menahan tangan kanannya Lediya.


"Tampan juga sih, ya 11 12 lah sama gw", ucap Nikko sembari menaruh 2 jari di dagunya.


"Ih, yei ntuh jelong ya jelong ajose, kalian udin kayak bumi dan langit keles", ucap Indra ngeledek Nikko.


"S****n u, yang penting gw cowok tulen, gak kayak yei keles",ucap Nikko kesal dan balik ngeledek.

__ADS_1


"Udah ah, kenapa malah pada ribut sih, dia bukan tunangan aku, tapi asistennya, aku pergi dulu ya, hari ini pada pulang cepet sana, besok kan mesti pada bangun pagi-pagi ada prewed,


jangan sampai telat oke!", ucap Lediya.


" Iye... iye, bawel", jawab Indra, Sari, dan Nikko serempak.


"Liat dah, asistennya aja setampan itu gimana bossnya, kalau gitu aku mau ah deketin asisten nya aja", jawab Sari berharap.


"Idih yei ngarep ajose, mimpi keles, udin ah kita cus", ucap Indra sembari melangkah masuk.


"Sar coba u ngaca dulu noh di cermin, u mau sm tuh asisten, masalah nya dia mau kagak sama u", Ledek Nikko sembari berlari masuk karena Sari mengejarnya.


"S****n u Nik, jangan lari u", ucap Sari kesal sembari mengejar Nikko.


Jhon melihat Lediya keluar dari pintu , dia sangat terpukau dengan kecantikan Lediya, tanpa sadar jantung Jhon kembali berdetak kencang.


"Asisten Jhon, hello... hello", Lediya mengibaskan tangannya didepan Jhon.


"Ah ma..af nona, hari ini anda cantik sekali", jawab Jhon sembari membukakan pintu mobil belakang untuk Lediya.


"Terima Kasih Asisten Jhon, O ya panggil saja Diya, jangan nona, anda kan lebih tua dari saya", ucap Lediya.


"Baiklah Diya", ucap Jhon sembari menutup pintu mobil.


Selama perjalanan Jhon hanya terdiam, karena merasa canggung, Lediya memulai pembicaraan supaya bisa sedikit santai, karena perjalanan kerumah Tjhin cukup memakan waktu sekitar 45 menit.


" Asisten Jhon, aku ingin bertanya, bagaimana sifat ke dua orang tua Tjhin?", Lediya mulai berbicara.


"Oh Ayah dan Ibu Tjhin sangat baik, dan perhatian, mereka memiliki sifat dermawan, ramah, dan hangat", Jhon memberi penjelasan.


"Tjhin memang memiliki sifat dingin, tapi sebenarnya dia seorang pria yang malang, dia sangat baik dan romantis terhadap wanita yang di cintainya, dan juga setia, hanya saja ada beberapa faktor yang membuat dia berubah drastis", ucap Jhon.


"Kalau aku boleh tau, faktor apa yang membuat nya berubah, asisten Jhon?", tanya Lediya penasaran.


"haaah, wanita yang di cintainya dan juga cinta pertamanya meninggal, di saat dia ingin melamarnya, hanya itulah yang perlu kamu tau, jadi janganlah terlalu membencinya Diya", ucap Jhon.


"Anda memang sungguh asisten yang baik dan sangat setia kawan ya", Ucap Lediya memuji,


Setelah mendengar cerita Jhon soal Tjhin dan kekasih nya, ada sedikit perasaan kasihan dihati Lediya, kepada Tjhin.


Lalu mereka pun kembali terdiam, dan larut dalam pikirannya masing-masing, tak lama kemudian sampailah mereka di depan sebuah rumah besar yang sangat mewah.


Visual Rumah Keluarga Lee (Tjhin)



Security segera membuka gerbang saat melihat mobil yang Jhon kendarai, terlihat ada 4 security yang berjaga di gerbang utama. Jhon mengendarai mobil melewati pekarangan rumah, kanan kiri terdapat taman dan pepohonan yang dirawat dengan sangat baik.


-Ini rumah apa istana, pantas saja keluarga Lee termasuk dalam 5 pengusaha terkaya. (batin Lediya)


Jhon memberhentikan mobilnya persis didepan pintu utama rumah itu, lalu segera turun dan membukakan pintu belakang dimana Lediya berada.


Nyonya Kim dan beberapa pelayanan sudah berdiri didepan untuk menyambut kedatangan Lediya,


"Selamat Datang Nona Lediya, saya adalah bibi Kim, Kepala pelayan disini, Tuan Lee Suk dan Nyonya Almira sudah menunggu didalam bersama dengan tuan Tjhin, silakan nona mengikuti kami", sapa Nyonya Kim sembari membungkuk hormat bersama pelayan lainnya.


Bibi Kim mempersilakan Lediya untuk masuk kedalam dan mengikuti nya.

__ADS_1


"Baik bibi Kim, Terima Kasih", jawab Lediya.


Saat memasuki ruangan, pada bagian ruang tamu tersebut ada sofa yang mewah berwarna krem yang tertata rapi, desain interiornya juga mengagumkan terlihat dari aransemen warna yang kosisten, hiasan yang sangat bagus ada bagian dinding yang tersusun dari batuan marmer.


"Wah mewah sekali", Gumam Lediya.


Lediya melayangkan pandangan nya ke sekeliling rumah keluarga Lee, ia sungguh terpesona dengan kemewahan interior dan segala isi dalam rumah itu, yang bernilai mungkin ratusan juta bahkan milyaran rupiah.


Di ruang tamu, sudah menunggu Tjhin, dan ke dua orang tuanya, saat Lediya memasuki ruang tamu, terpukau lah mereka dengan penampilan Lediya, termasuk Tjhin dibuat tak berkedip.


"Selamat malam om dan tante", Lediya menyapa Camer nya.


Tjhin bangkit dari sofa dan menghampiri Lediya, dan memberi kan lengan kirinya,


Lediya melingkari tangan kanannya di lengan Tjhin, lalu mereka berdua melangkah menuju sofa menghampiri ke dua orang tua Tjhin, dan duduk bersebelahan.


"Om tante, perkenalkan nama saya Lediya Aurora Jap, panggil saja Diya", ucap Lediya memperkenalkan diri.


"Ibu gak nyangka kamu pintar dalam memilih pasangan Tjhin, sungguh gadis yang cantik, betul gak ayah", ucap Almira sembari menatap ke Lee Suk, lalu segera beranjak dan berpindah duduk disebelah Lediya.


"Kamu memang turunan ayah Tjhin, Ayah juga dulu pintar dalam mencari pasangan loh, makanya ayah bisa mendapatkan ibumu itu", canda Suk Ho sembari melirik ke Almira.


"Waktu itu ibu sedang hilaf aja, jadinya milih ayahmu Tjhin",Ledek Almira.


Semua tergelak dengan candaan Almira dan Lee Suk Ho, ke dua orang tua Tjhin memang ramah dan suka bercanda, karena itu mereka mudah akrab dengan siapa pun termasuk dengan para karyawan dan pelayannya, sedangkan Tjhin sifatnya bertolakan dengan orang tuanya.


"Diya, apa kesibukan mu saat ini nak?", tanya ayah Tjhin.


"Saya designer om, dan saat ini saya sedang mengelola, Harley Bridal dan Fotografer", jawab Lediya.


"Oh ya, kamu bukan saja cantik, tapi juga memiliki karier yang bagus, berarti suatu saat nanti kamu bisa membantu Tjhin mengurus semua perusahaan keluarga Lee", ucap ayah Tjhin sembari memuji.


"Sebisa mungkin saya pasti akan membantu Tjhin nanti Om", jawab Lediya sembari tersenyum.


"Panggil kita Ayah dan ibu saja sayang, bentar lagi kamu dan Tjhin kan menikah, O ya saya dan ayahnya Tjhin sudah putuskan kalian akan menikah 2 Minggu setelah peresmian dan pembukaan taman hiburan, mungkin lusa kami akan datang kerumah orang tuamu, untuk meminangmu secara resmi nak!", ucap Almira menjelaskan.


"Apa!, berarti sekitar 3 Minggu lagi tante?", tanya Lediya sambil terlonjak kaget.


"Kenapa kamu kaget sayang, kalian kan sudah lama berpacaran, lagipula Tjhin sudah melamar mu, sudah sewajarnya kita segera menggelar pernikahan, lagipula kami hanya berada disini selama 1 bulan sayang, jadi kami ingin menikah kan kalian terlebih dahulu, sebelum kami kembali ke K***a", Almira menjelaskan.


"Tjhin, memangnya kamu belum memberitahu kan ke Diya, rencana pernikahan kalian yang akan diadakan 3 Minggu lagi?", tanya ayah Tjhin.


"Belum Ayah, aku pikir akan memberitahu kannya hari ini, setelah kita makan malam", Jawab Tjhin dengan santainya.


Lediya menatap Tjhin dengan kesal, dia merasa diremehkan dengan pria dingin didepan nya ini.


-Dasar Tjhin G**a, kenapa dia main memutuskan sebelah pihak, tanpa memberitahu kan ku terlebih dahulu, lihat saja kau nanti. (Batin Lediya berkata).


Tak lama datanglah seorang pelayan dapur.


"Tuan dan Nyonya makan malam sudah siap, silakan menuju meja makan", ucap pelayan.


"Baiklah, soal pernikahan kalian nanti kita bahas lagi, mari kita makan malam dahulu", Ucap Suk Ho, sembari melangkah menuju ruang makan, kemudian di ikuti Almira, Tjhin, dan Lediya.


Bersambung...


Author : Terimakasih untuk semua Pembaca Novel toon, bantu dukung LidZ, dengan kasih Like, Vote, Koment, dan masukan ke Favorit kalian ya. Thanks😍

__ADS_1


__ADS_2