
"Tjhin... Tjhin bangunlah apa yang terjadi!".
Tubuh Tjhin terlihat sangat gelisah, ia terus mengigau tak jelas.
"Inikah yang dimaksud Jhon, dengan trauma nya sehingga dia harus minum obat setiap malam baru bisa tidur terlelap, tanpa bermimpi buruk, pasti dia begitu tersiksa dan sangat menderita menyaksikan kepergian kekasih nya yang mendadak, juga tepat didepan matanya".
Lediya pun mengingat saat masih kecil, setiap bermimpi buruk, ayahnya akan segera memeluk dan mengelus lembut punggung nya, dan itu membuat nya tenang.
"Apa aku juga melakukan seperti yang ayah lakukan, sepertinya patut dicoba, siapa tau berhasil".
Lediya mengangkat sedikit tubuh pria itu, dan memberikannya pelukan yang sangat erat, tangannya mengelus lembut punggung Tjhin.
"Jangan cemas, tak apa-apa kamu pasti bisa melewati nya, suatu saat nanti", ucap Lediya menenangkan.
Mendengar suara dan sentuhan lembut dipunggungnya, pria itupun perlahan membuka matanya, dirinya merasakan suatu kenyamanan yang selama ini belum pernah ia rasakan.
Desiran aneh dihatinya pun kembali muncul, perlahan tangan pria itu melingkari pinggang wanita tersebut dan memeluknya dengan erat.
Lediya tetap mengelus dengan lembut, sampai pria itupun kembali terlelap, nafasnya sudah mulai teratur, wanita itu pun meletakkan tubuh Tjhin perlahan diatas sofa, Lediya duduk di tepian sofa lalu fokus menatap wajah tampan dihadapannya.
-Tak disangka dia sangat tampan dan cukup manis saat tidur, kenapa saat bangun perkataan, juga tatapannya setajam silet. (batin Lediya).
Wanita itu terus menatap wajah sang pria yang terlelap, jari telunjuknya pun mulai menyelusuri hidung mancung pria itu, lalu lanjut menyusuri bibir seksi berwarna pink kemerahan Tjhin.
"Apakah menyenangkan?", tanya Tjhin.
Tiba-tiba pria itu membuka matanya, lalu bangun terduduk.
Lediya pun kaget, dan terjungkal, Bok**gnya pun jatuh menyentuh lantai.
Bruk!
"Aw... ".
Wanita itupun segera bangkit sembari mengelus-ngelus Bok**gnya, dan kembali duduk diatas sofa.
Tjhin terus menatap tajam Lediya, membuat wanita dihadapnya salah tingkah.
"Eh itu, tadi ada nyamuk di wajahmu, hehehe".
"Benarkah, di cottage mewah seperti ini ada nyamuk, dan hari masih siang?", Tjhin memicing kan matanya.
Lediya menelan salivanya gugup.
"Ka.. kalau be.. gitu, mungkin aku salah lihat, lanjutkan tidur mu, aku mau pergi membeli oleh-oleh untuk karyawan ku", jawab Lediya dengan terbata-bata.
__ADS_1
Lediya segera berlari menuju pintu.
"Tunggu, aku akan menemanimu".
"Hah, gak usah aku bisa pergi sendiri".
"Aku bilang tunggu, tidak ada bantahan!, orang suruhan ibu akan terus memantau kita, aku tidak mau, mereka melaporkan hal yang bisa membuat ibuku marah, karena membiarkan mu pergi sendiri, aku ganti baju sebentar!".
Tjhin pun beranjak pergi ke depan lemari dan mengambil kemeja lalu memakainya.
tok.. tok... tok
Mendengar ketukan dipintu, Lediya segera membukanya.
Terlihat Jhon berdiri didepannya, ditangannya terdapat beberapa papper bag.
"Tadi Tjhin menyuruhku, membeli beberapa stel baju untukmu, karena kau membawa sedikit baju katanya, ini ambillah".
"O iya, terimakasih banyak Jhon maaf merepotkan, masuklah... Tjhin sedang berganti pakaian", ucap Lediya.
Jhon pun masuk dan segera duduk di sofa, tak lama Tjhin pun keluar lalu berpapasan dengan Lediya.
"Oh Jhon sudah membawakan yang kupesan, pakailah salah satu baju itu, jangan bikin aku malu dengan memakai kaos dan celana yang kemarin".
"Emangnya kenapa, ini baru aku pakai sekali, dan menurutku masih bersih".
"Huh, baiklah suamiku".
Lediya pergi sembari menghentak kan kakinya dengan kesal.
Tjhin pun segera menghampiri Jhon,
"Kau mau pergi Tjhin?", tanya Jhon.
"Iya menemani Diya, untuk membeli oleh-oleh katanya".
"Wuih tumben , bukannya biasa kau malas menemani wanita berbelanja, karena akan sangat melelahkan, awal tujuan nya beli apa, tapi nanti yang dibeli apa, hahaha!".
"Ya mau gimana lagi, kau kan tahu orang suruhan ibu selalu berkeliaran memantau gerak gerik dirikku juga Diya, kemarin saja ibu sudah marah gara-gara aku tidak menemani nya ber jalan-jalan dipantai, sudahlah tidak perlu dibahas lagi", ucap Tjhin.
"O ya bagaimana urusan masalah staf yang salah melakukan dobel book tanggal, apa salah satu pengantin nya mau kita alihkan ke hotel lainnya?", tanya Tjhin.
"Haaaaah, ke dua pengantin itu tidak ada yang mau ngalah, mereka kekeuh tetap ingin merayakan resepsi di hotel kita yg di JK, kalau tidak mereka akan menuntut, karena staf kita yang melakukan kesalahan bukan mereka", sahut Jhon.
"Besok kita kembali ke JK, lusa suruh Nesya bikin jadwal pertemuan dengan ke dua belah pihak pengantin itu, biarkan aku yang berbicara dan membujuk mereka".
__ADS_1
Tak lama Lediya pun keluar dengan wajah cemberut, dengan pakaian yang tetap sama.
"Astaga, dari tadi kamu ngapain aja Diya, kenapa masih memakai baju yang sama?", tanya Tjhin kesal.
"Bolehkah aku pake baju ini saja, semua baju yang diberikan Jhon itu berupa dress dan terlalu seksi, aku tidak menyukainya, aku suka memakai celana, karena lebih leluasa, please", ucap Lediya memohon.
"Tidak bisa, istri seorang Tjhin, harus memakai pakaian yang pantas, baju itukan sudah kau pakai kemarin, gimana pandangan orang-orang yang melihatnya nanti, hari ini pantai sudah dibuka untuk umum, jadi jangan mempermalukan ku", Tjhin menegaskan.
"Tapi, aku benci memakai dress", sahut Lediya.
"Kau pakai baju yang Jhon berikan, atau tidak pergi sama sekali!", ancam Tjhin.
"Ayo Jhon, kita terlalu lama disini hanya untuk menunggu wanita lelet ini", ucap Tjhin ketus.
Jhon mengangguk kan kepalanya, lalu mereka berdua pun melangkah keluar pintu.
"Tu... tunggu, kalian mau meninggal kan ku sendirian?", tanya Lediya cemas.
" Aku tunggu kau di pantai, menyusul lah setelah kau mengganti pakaian itu".
Tjhin dan Jhon segera melangkah kan kakinya keluar, mereka berdua menyusuri pantai, lalu duduk di kursi yang sudah tersedia, hari ini pantai mulai rame, banyak pasangan dan juga rombongan yang mengenakan bikini, maupun outfit pantai, karena sudah mulai dibuka untuk umum.
Banyak para gadis-gadis yang mencoba menggoda dan menarik perhatian dua pria tampan yang sedang bersantai di kursi pantai kain payung Bali itu.
Betapa tampannya Tjhin yang memakai kacamata hitam, tubuh tegap nya dibalut kemeja berbahan tipis, sehingga saat angin laut menerpanya, otot-otot indah itu tercetak sempurna.
Begitu juga Jhon, memakai gabungan antara kemeja pantai dan celana jeans, gaya vintage tapi dengan sentuhan modern.
Tak lama terdengar bisikan, ocehan, juga siulan menggoda para kaum lelaki, yang berada di sekitar Tjhin dan Jhon.
"Wuih cewe... cewe, liat itu", ucap seorang pria.
"Busyet dah, bening bener tuh cewe", kata pria yang lainnya.
Sontak semua menoleh dan terpana, menatap perempuan cantik dengan topi pantai besar dikepalanya, kulit putih mulus terpapar sinar matahari, semua membuka mulutnya cukup lebar sama seperti matanya.
Wanita itu, menggunakan dress sabrina dengan model rok slit, yang memiliki celah memanjang hingga bagian paha, menampilkan sisi feminim, outfit pantai yang simpel namun elegan, sehingga mengundang mata siapa saja untuk melihat, sungguh wanita fashionable.
Kacamata hitam yang membalut mata wanita itu juga sangat pas membingkai wajahnya.
Wanita itu melambaikan tangan sambil tersenyum.
(Ayo siapa tuh....)
Bersambung.....
__ADS_1
Author : Maaf ya beberapa hari ini, LidZ demam jadi jarang update, harap maklum ya, nanti kalau sudah pulih LidZ usahain rutin lagi upnya. thx
Jangan lupa tinggal kan jejak Like, Vote, dan juga komennya ya, biar LidZ makin semangat nih, gratis kok jadi jangan pelit-pelit ya😉.