Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Lamaran


__ADS_3

Pagi hari di kediaman pak Hardian, terlihat kapten pelayanan dan pelayan catering Harley sedang sibuk mengatur dan menyiapkan prasmanan, sedangkan Diya sedang berada dikamarnya untuk berdandan.


Disitu sudah ada 3 rekan yang membantunya, Indra, Nikko,dan Sari, hari ini mereka akan kedatangan Tamu Istimewa yaitu ke dua orang tua Tjhin, mereka akan melakukan lamaran dan menentukan tanggal pernikahan Tjhin dan Diya.


Visual Rumah pak Hardian dan Lediya



"Kapten bagaimana persiapan nya, tidak ada kendala apapun kan?",ucap pak Hardian sedikit gugup.


Sebenarnya pak Hardian sudah sering menyiapkan acara lamaran dan nikahan orang lain, tetapi ini pertama kalinya dia menyiapkan acara lamaran untuk putrinya sendiri.


"Semua hampir selesai tuan, kami tinggal menata dessert saja", jawab kapten.


"Tolong di percepat kapten, keluarga pria sebentar lagi akan sampai di rumah ini", ucap Hardian.


"Baik tuan, saya segera pergi memeriksa",jawab kapten.


Tak lama Lediya pun dateng bersama ke 3 rekannya, menghampiri ayahnya bersiap-siap untuk menyambut kedatangan Tjhin dan keluarga nya.


" Wah anakku benar-benar cantik sekali, syukurlah nak akhirnya kau mendapatkan jodoh yang tak terduga,Ayah berharap kamu selalu berbahagia bersama nak Tjhin", ucap Hardian tersenyum hangat sembari membelai rambut Diya.


Tak lama terdengar mobil calon mempelai laki-laki datang beserta keluarga besarnya, membawa seserahan untuk melamar calon mempelai perempuan.


"Ayah seperti nya Tjhin dan keluarga nya sudah sampai", jawab Diya.


"Diya yang dilamar kenapose akika yang gugup ya", ucap Indra.


"Iye aku juga gugup pake banget nih, calonnya si Diya kayak gimana ya, belum pernah liat, eh tuh asisten ganteng nya udah nongol",ucap Sari sembari merapikan rambutnya, dan bergaya sok feminim.


" Ngarep aja u Sar, gw jamin pasti tuh asisten kagak bakalan ngeliat u, tampang begini apanya yang mau dilihat coba, hahaha", ucap Nikko tergelak.


"S****n u Nik, gini-gini dulu aku juga primadona waktu masih SMP",ucap Sari bangga.


" U mah bukan primadona tapi parabola kali", Nikko terkekeh.


"Udin ih, jengong berantem terus ye berdua, bisikan jatuh cintrong baru tau rasa", ucap Indra terkekeh.


"Idih, gw gitu loh, jatuh cinta sama Sari, biarpun didunia ini cuma ada 1 wanita dan itu cuma si Sari, lebih baik gw ngejomblo keles",ucap Nikko kesal.


"Eh, sapa juga yang mau sama u Nik, aku juga kagak bakalan jatuh cinta sama u, kalau bawa pacar tampang kayak Nikko gini, didepan teman mah malu-maluin aja, ngasal aja u ndra", ucap Sari kesal.


Indra pun pergi meninggalkan mereka berdua yang masih saja berantem kayak kucing dan anjing.

__ADS_1


Acara pembukaan pun dimulai, MC menyambut kedatangan rombongan Tjhin dan keluarga besarnya, dengan mengucapkan selamat datang, dan membacakan susunan acara, lalu salah satu perwakilan dari keluarga calon mempelai laki-laki menyampaikan lamarannya kepada pihak calon mempelai perempuan.


"Wow calonnya Diya kebangetan deh tampannya, wajah dan badannya udin kayak aktor Korea bo", ucap Indra, Diya cuma tersenyum.


"Bener-bener Sempurna, udah tampan, tubuh tinggi tegap, kaya, pengusaha sukses, masih banyak lagi dah kelebihannya, Wah, aku jadi iri sama si Diya", ucap Sari tercengang saat melihat sosok Tjhin.


Tak ketinggalan pelayan-pelayan wanita yang turut mempersiapkan acara lamaran itu, dibuat heboh dan ter bengong-bengong, saat sosok Tjhin berjalan melewati mereka, apalagi saat Tjhin melemparkan senyuman ke mereka semua.


"Kyaaa... kyaaa...", Para wanita yang hadir dan menyaksikannya,dibuat berteriak heboh.


-Cih,kalian tidak tahu kalau bukan karena demi perusahaan ayah, aku sama sekali tidak berniat menikahinya, karena Tjhin itu seorang pria serigala dan juga bermuka dua, aku tak tahu gimana nanti hidupku saat sudah menikah dengannya, mudah-mudahan aku tidak dibuatnya masuk RSJ. (batin Lediya)


Prosesi demi prosesi, dan sampai seserahan semua berjalan lancar, dan selesai dengan baik, semua keluarga besar, karyawan catering, MC, dll sudah pulang, tinggal lah Tjhin dan ke dua orang tuanya sedang duduk berbincang bersama pak Hardian dan Diya.


"Terima Kasih tuan Lee, dan nyonya Almira, karena telah menerima putri saya ini yang penuh banyak kekurangan, semoga Diya melakukan kewajiban nya nanti sebagai menantu yang baik dan istri yang selalu ada dan mendukung suaminya", ucap Hardian


"Amin, saya sangat senang memiliki menantu seperti Diya, justru saya berterima kasih padamu Hardian, karena telah membesarkan putrimu ini dengan baik",ucap Almira sembari mengelus pangkal rambut Diya.


"O ya Hardian saya dengar, saat ini perusahaan mu sedang mengalami kesulitan, benarkah?", tanya Lee Suk.


"Benar sekali, sejak COVID-19 melanda Indonesia, banyak calon pengantin, maupun perusahaan-perusahaan yang membatalkan acara mereka, sedangkan aku tidak bisa mengurangi ataupun memecat sebagian karyawan yang sudah lama bekerja dengan kami, bukan hanya saya saja semua yang bergerak dalam bidang jasa seperti saya ini terkena dampaknya, bahkan sudah banyak kami mengajukan proposal ke berbagai hotel dan gedung, tapi hasilnya nihil", ucap Hardian menjelaskan.


"Hmm, kau tak perlu khawatir Hardian sekarang kita adalah besan, keluarga Lee akan membantu mu melewati krisis ini, Tjhin sudah memberitahu kan kepadaku, setelah Tjhin dan Diya menikah, dia akan mengurus kerja sama dan akan berinvestasi di perusahaan mu, benarkan Tjhin?", ucap Lee Suk sambil menepuk pundak Hardian, sembari menatap ke arah Tjhin.


"Terimakasih banyak tuan", ucap Hardian.


"O ya, kita akan melaksanakan pernikahan, 2 Minggu setelah peresmian taman hiburan, di Hotel kami, gimana menurutmu Hardian?", tanya Lee Suk


"Tentu tuan, dari Dekorasi, MC, Fotografer, Bridal, dll biarlah saya dan Diya yang mengurus dan mempersiapkan nya, anda dan Tjhin tidak perlu khawatir ",ucap Hardian


"Sudah malam, sebaiknya kami pulang, kalian pasti sudah sangat lelah dengan segala persiapan lamaran, O ya Selasa kami ada peresmian dan pembukaan taman hiburan, saya harap kamu dan Diya bisa datang Hardian", ucap Lee Suk sambil memberikan undangan vip


"Oo baiklah, Selasa saya dan Diya pasti akan datang, terimakasih untuk undangan nya tuan", jawab Hardian.


" O ya Diya, besok senin kamu libur kan ya?", tanya Almira.


"Iya bu, besok aku libur", jawab Diya


" Kalau gitu, temani ibu berbelanja ya sayang, ibu ingin membeli baju, sepatu, dan tas untuk acara peresmian nanti, bisa kan?",ucap Almira dengan mata berbinar.


"Tentu bu, dengan senang hati, aku akan menemani ibu",ucap Diya tersenyum.


"Tjhin malam ini menginaplah disini, ayah ibu dan Jhon akan pulang",ucap Almira.

__ADS_1


" Apa!!!", teriak Tjhin dan Lediya serempak.


"loh kenapa, kalian kan sudah bertunangan dan melakukan lamaran, tidak masalah kalian tidur sekamar malam ini, kamu sekali-sekali harus tidur dan melihat kamar calon istrimu, dan mengetahui rumah yang ditinggali nya dari kecil seperti apa, nanti setelah menikah, Diyakan akan pindah kerumah kita, nanti tidak ada kesempatan lagi",Almira menjelaskan sembari tersenyum.


"Tapi bu, hmm ayah pasti tidak akan setuju kan Diya sekamar sama Tjhin, kita kan belum benar-benar resmi ya kan yah?", tanya Lediya berharap ayahnya menolak usulan Almira ibunya Tjhin.


"Hmmm, menurut ayah tidak masalah, yang dikatakan ibu Tjhin benar, ini saatnya kamu memperlihatkan kamar, dan rumah kamu tinggal selama ini, kepada calon suamimu", jawab Hardian.


"Ayaaah...", Lediya merajuk.


"Bu besok aku harus kerja, kemeja dan jasku ada dirumah, lain kali saja bu, saya ikut kalian pulang malam ini ya?", ucap Tjhin.


Tiba-tiba masuklah Jhon kedalam rumah Diya,


"Permisi tuan Tjhin, ini tas berisi pakaian tuan untuk malam ini dan besok", ucap Jhon.


"Ternyata kau bekerja sama dengan ibuku ya, awas kau Jhon", bisik Tjhin kesal, Jhon terkekeh-kekeh


" Nah, sudah tidak ada masalah lagi kan, kalau gitu ayah dan ibu mau pulang, ingat besok saat berangkat kerja, antarkan Diya kerumah kita dulu ya Tjhin, Bye sayang", ucap Almira dan mencium kening Tjhin dan Lediya.


"Kami pamit pulang dulu ya Hardian", ucap Lee Suk, Hardian Mengangguk dan mengantarkan ke dua orang tua Tjhin sampai kedepan pagar.


Tak lama Hardian pun sudah masuk kembali ke dalam rumah, dan melihat putri dan calon menantu nya masih berdiri mematung.


"Sekarang sebaiknya kalian berdua segera beristirahat, pasti kalian sangat lelah, naiklah", Hardian memberi perintah, sembari mendorong Tjhin dan Lediya naik ke atas sampai ke kamar.


Tjhin dan Lediya sudah berada di dalam kamar, duduklah mereka berdua, Lediya di pinggir ranjang dan Tjhin di sofa, mereka berdua merasa sangat canggung, ini pertama kalinya mereka tidur didalam 1 kamar.


Visual Badroom Lediya



Cukup lama mereka terdiam, dan larut dalam pikiran nya masing-masing,


"Kalau begitu aku mau mandi dulu",ucap Tjhin mencairkan suasana.


"A... apa maksud mu dengan mandi dulu, kau jangan berpikiran yang tidak-tidak ya", jawab Lediya gugup sembari menyilangkan ke dua tangan di dadanya.


"Hei, emangnya apa yang kau pikirkan, aku ingin mandi karena badanku sudah lengket, karena seharian melakukan prosesi lamaran",ucap Tjhin sembari melangkah kan kakinya menuju kamar mandi.


"Apa yang telah kupikir kan sih, dasar Diya bodoh", gumam Diya malu


Bersambung....

__ADS_1


Author : Bantu dukung LidZ ya, dengan Like, Vote, komen, dan masukan ke favorit, kalau kalian menyukai Novel pertama LidZ. Thanks 🥰


__ADS_2