
Setelah menyelesaikan makan siang, sebelum semuanya beranjak dari meja makan, Tjhin pun buka suara.
"Ayah, Diya, dan ibu, sepulang dari sini, ada hal penting yang perlu aku bicarakan, kalau tidak keberatan maukah, ayah dan Diya mampir sebentar kerumahku?".
"Oo tentu saja ayah tidak keberatan Tjhin, kebetulan ayah memang belum pernah kerumahmu, ayah sangat senang kau menyuruh ayah untuk mampir kerumah dimana nanti Diya akan tinggal", ucap Hardian tersenyum.
Diujung sana ada mata yang memandang tidak senang, tak tahan melihat keakraban Lediya dengan keluarga Lee, akhirnya Nesya dan Lily pun memberanikan diri menghampiri mereka.
"Hello Om dan tante apa kabar?", Nesya menyapa.
Nesya segera melingkarkan tangannya ke lengan Suk Ho ayah Tjhin dengan manja.
-Jaaah, ketemu si ular bludak lagi aja. (batin Lediya).
"Oo Nesya, kabar om dan tante baik-baik saja", jawab Almira.
"Kamu kesini dengan siapa, dimana ayahmu?", mata Suk Ho berkeliling melihat sekitar.
"Aku datang bersama supir dan ke 2 temanku Om, O ya kenalkan ini temanku namanya Lily, satunya lagi Miska cuma lagi ke toilet, ayah menyuruhku memberitahukan kepada Om, kalau ayah dan ibu minta maaf karena tidak bisa datang kesini, karena dadakan harus pergi keluar kota", Nesya menjelaskan dan Lily menunduk sopan.
Mata Lily tertuju kepada Jun sembari tersipu malu, ia mengedipkan sebelah matanya kepada pria tampan itu, Jun yang melihat hal itupun segera memalingkan wajahnya pura-pura tidak melihat.
"Ayahmu memang dari dulu pekerja keras, dan ibumu selalu setia mendampinginya, terimakasih Nesya sudah datang kesini menggantikan ayahmu", ucap Suk Ho,
Disambut dengan senyuman oleh Nesya.
"Om Tante aku boleh gabung gak duduk disini?", tanya Nesya lalu segera berjalan ke arah Tjhin.
"Ayah ibu, sebaiknya kita segera menuju panggung utama untuk sesi foto", jawab Tjhin dengan nada datar, dan segera beranjak pergi.
"Eh Tjhin tapi.... ", ucap Nesya terpotong karena Tjhin sudah berlalu pergi.
"Om lihat tuh Tjhin, selalu saja cuekin aku", Nesya menghampiri Suk Ho dan bergelayutan dengan manja.
"Kamu kan tau Tjhin seperti apa, jadi harap maklum ya nak, om sama tante juga harus segera melakukan sesi foto, nanti main-mainlah kerumah kalau ayahmu sudah kembali", Suk Ho tersenyum lalu segera beranjak pergi, disusul dengan Almira, Su Mi, Jun dan juga Hardian, terakhir Lediya juga beranjak untuk pergi, namun secepat kilat Nesya mencengkram lengannya,
"Kenapa kamu dan ayahmu bisa makan satu meja dengan keluarga Lee?", tanya Nesya
__ADS_1
"Itu bukan urusanmu", jawab Lediya sembari menghempaskan tangan Nesya, dan melangkah pergi namun Lily menghadang tepat di depannya.
"*Cuih, bi*sa-bisanya kau berbicara seperti itu kepada Nesya, apa kau masih merasa kekayaan keluargamu dan Nesya itu setara haaa, lihat betapa piciknya dirimu dan ayahmu dengan mendekati keluarga Lee pengusaha terkaya, dan pastinya ayahmu memohon belas kasihan mereka untuk membantu perusahaan kalian kan, dan kau sengaja ingin menggoda Lee Tjhin Won putra tunggal mereka, sungguh tidak punya harga diri", Sindir Lily.
"Plaaak", Lediya melayangkan tamparan kepada Lily.
"Beraninya Kau...!!", Lily tidak terima lalu balas ingin menampar Lediya, namun dengan cepat Lediya mencengkram dan memelintir lengannya.
"Ouch..aaaw... aw., sa..sakit, lepaskan aw.. Nesya tolongin gw".
Nesya pun segera mendekati Lediya untuk menolong Lily namun langkahnya terhenti saat mendengar perkataan Lediya.
"Kalau kau maju selangkah saja, jangan salahkan aku, kalau teman tersayangmu ini tidak akan bisa menggunakan tangannya selama sebulan", ancam Lediya lalu melepaskan cengkraman nya.
"Ku peringatankan pada kalian, jangan pernah mengusikku dan ayahku, karena kalau kalian melakukan itu, aku pastikan kalian akan membayarnya 3x lipat", Lediya pun segera pergi meninggalkan Nesya dan Lily.
"Aaarrggh, ingin rasanya kulumat bulat-bulat dirinya", ucap Lily dengan marah, sembari menghentakkan kaki kanannya ke lantai.
"Tenang Lily, lagian u cari gara-gara sama si Diya, u kan tau dari waktu dikampus kita tidak akan pernah bisa menang lawan si Diya, secara dia itu jago bela diri, buang-buang tenaga aja u", ucap Miska yang tiba-tiba udah ada di antara Lily dan Nesya.
"Yaelah, u tinggal panggil tukang pijit, minta diurut, gitu aja kok repot, kita pulang yuk udah sore nih, mami papi ku dari tadi udah teleponin terus suruh pulang", Miska segera beranjak pergi.
"S****n loh Miska, ngajakin gw ribut nih si anak manja", ucap Lily kesal.
-Tadinya aku lagi mikir gimana caranya nge bales perbuatan si Lily, eh ternyata udah Diya yang melakukan nya, rasain u Lily, aaah terimakasih Diya, u emang pantas disebut si pretty hero. (batin Miska).
"Udahlah Lily, nanti kita pikirkan cara ngebales si Diya, kalau secara fisik kita gak bisa kalahin dia, kita harus menggunakan otak kita, aku gak akan biarkan si Diya deket-deket sama Tjhin dan keluarganya, pokoknya kita balas perbuatan nya itu, dan tunggu waktu yang tepat", Nesya menyeringai licik.
Dipikirannya ia sudah mendapatkan ide untuk membalas Lediya.
"Woi cepetan, supir udah nungguin noh, lelet bener ih kalian", teriak Miska kesal.
"Iye... iye sabar bu, ini juga lagi jalan", jawab Lily, mereka mempercepat langkahnya lalu masuk ke dalam mobil, lalu mobil merekapun melaju pergi meninggalkan taman hiburan.
💖💖💖💖💖
Setelah selesai melakukan sesi foto, Tjhin dan keluarganya, juga Hardian dan Lediya pun, segera pulang menuju kediaman keluarga Lee tempat Tjhin tinggal, di ruang keluarga telah berkumpul, Tjhin, Suk Ho, Almira, Hardian, dan juga Lediya, sedangkan Su Mi dan Jun beristirahat dikamar yang telah di sediakan untuk mereka.
__ADS_1
"Ehem,ada hal penting apa yang ingin kamu bicarakan nak Tjhin", Hardian membuka pembicaraan.
"Begini ayah, dan juga ibu, aku ingin membicarakan soal pernikahanku dengan Diya, aku berencana mengadakan wedding private saja, yang cukup dihadiri keluarga", Tjhin menjelaskan.
"Apa!!, kau adalah anak tunggal dan pewaris utama keluarga Lee, tentu saja harus menggelar resepsi yang megah, dan mengundang para pejabat, pemegang saham, menteri, dll, bagaimana mungkin hanya dirayakan dengan wedding private, ibu tidak setuju!", Almira menolak dengan tegas.
"Tapi bu, aku melakukan ini untuk menghargai privasi Diya, supaya pekerjaannya juga tidak terganggu, lagi pula dengan kondisi pandemi saat ini, tidak memungkinkan untuk kita merayakan resepsi megah dan mengundang banyak orang", ucap Tjhin
-Ternyata kau memang sudah memiliki niat untuk menceraikan ku setelah kita menikah Tjhin, yah apalagi yang bisa diharapkan dari pria yang memang tidak pernah mencintaimu Diya, inilah kenyataan pahit yang harus kau terima. (batin Lediya).
"Ibu, aku setuju dengan Tjhin, lebih baik kita adakan wedding private saja, sebenarnya aku tidak suka terlalu diperhatikan orang lain, jadi lebih baik pernikahanku dan Tjhin tidak di publikasikan", ucap Lediya
"Tapi...., Suk Ho gimana menurutmu?", tanya Almira.
"Tjhin maupun Diya sudah dewasa Mira, apapun keputusan mereka, kita sebagai orang tua hanya perlu mengikutinya, karena yang menikah dan menjalankan bahtera rumah tangga kan mereka berdua", jawab Suk Ho.
"Hardian gimana denganmu?", tanya Almira.
Hardian menarik nafas panjang dan menghembuskan nya, lalu berkata.
"Kalau memang itu sudah keputusan Tjhin dan Diya, saya tentu saja harus menyetujuinya, sebelum memutuskan hal ini, mereka berdua pasti sudah mempertimbangankannya dengan baik",, jawab Hardian pasrah.
"Apa benar hanya itu alasan kalian memutuskan untuk tidak mempublikasikan, atau ada hal lain yang kalian sembunyikan dari kami?", Alamira menatap Tjhin dan Lediya bergantian.
"Tidak ada hal lain bu, itu aku lakukan untuk menghargai privasi Diya dan keluarganya, kalau sampai semua bahkan media tau, mereka pasti akan berpikir negatif tentang Diya, mereka akan menyangka kalau Diya menikahiku hanya untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya", Tjhin kembali menjelaskan.
-Persengkokolan kalian berdua memang hebat dalam membohongi orang tua sendiri, kalau bukan demi kebahagiaan Almira yang sudah terlanjur sangat menyukai Diya, aku lebih setuju Nesya yang menjadi pendamping Tjhin, hanya saja Almira tidak menyukainya karena Nesya memiliki sifat manja dan juga egois tingkat tinggi, tapi setidaknya Nesya bukanlah gadis pembohong seperti Diya. (batin Suk Ho).
"Haaaah, baiklah kalau kalian semua menyetujuinya, aku menolak pun percuma, disini hanya aku sendiri yang menentang keputusan itu, rencana kalian akan melangsungkan pernikahan dimana?", tanya Almira
"Aku sudah menyuruh Jhon, memesan tempat resepsi di Bali bu, juga penginapan untuk kita, dan jasa wo disana, jadi ayah dan Diya tidak perlu repot mengurusnya", ucap Tjhin.
"Jangan nak Tjhin, untuk segala persiapan resepsi disana serahkan pada ayah dan juga Diya, bagaimanapun kami keluarga mempelai wanita harus tetap ambil bagian dalam mengatur dan membiayainya, tidak mungkin kami hanya berpangku tangan", ucap Hardian.
"Baiklah terserah ayah saja, untuk resepsi kuserahkan konsep dan persiapannya kepada ayah dan Diya". ucap Tjhin
Bersambung....
__ADS_1