
"Woooi, wah cari mati lu ya, berani bener nyopet tas mbok Inah, belum pernah kena hajar cewe cakep yak",
teriak Lediya sambil berlari mengejar pemuda yang tergesa-gesa berlari menghindari nya.
Lediya berlari sekuat tenaga, loncat sana sini karena menghindari meja dan gerobak dalam pasar, dan semua melongok melihat seorang gadis mungil tapi dengan lincahnya meloncati setiap halangan yang berada didepannya, mau itu meja, gerobak sayur, bak sampah, sapi, kambing, dll, pokoknya semua dia loncantin dah๐ .
"Hiaaaaaat, gedbuuuk".
Lediya melayangkan tendangan persis di bagian belakang punggung pencopet itu sampai terjungkal ke depan dan menerjang gerobak sayur pasar.
gubraaaak...
"Cih, s**l lu",
pemuda copet itu bangun sambil m*****h ke tanah, dan segera menghampiri Lediya dan melayangkan pukulannya,
namun segera di tangkis dengan cepat.
Lalu Lediya memelintir lengan pencopet itu ke belakang, dan menendang bagian perutnya mengunakan lututnya, hingga badan pencopet itu mundur kebelakang, Lediya memutar badannya dan melompat tinggi sambil melayangkan tendangan tornado nya tepat di wajah pencopet itu.
"Rasakan ini, Hiaaaaat".
Buaaaak
Tendangan Lediya telak mengenai wajah pencopet naas itu, seketika tubuh pencopet itu gemetar kayak orang sakit ayan, dan pingsan.
Beberapa security penjaga pasar itu pun segera berlari mengamankan dan membopong si pencopet yang sudah tidak sadarkan diri itu dan membawa nya ke kantor keamanan.
Tak lama terdengar tepukan tangan dari semua orang-orang dipasar yang melihatnya, mereka berdecak kagum,
"plok... plok.. plok".
Author : Sadis bener neng diya, itu copet masih nafas kagak, tolong diceeek dulu neng๐คฃ.
"Aduuh n..non, ce..pe..t bener larinya", mbok Inah menghampiri Lediya dengan nafasnya tersengal-sengal hampir putus, karena ikutan lari mengejar nona mudanya.
"Jaaah lagian mbok Inah ngapain ikut-ikutan lari ngejar Diya, inget umur toh mbok... mbok, yuk kita langsung keliling belanja mbok, takut ayah nanti kelamaan nunggu kita", Lediya merangkul pundak mbok inah, dan beranjak pergi.
**flashback**
Pagi-pagi sekali Lediya sudah bangun, waktu baru menunjuk pukul 5 pagi, Lediya menuruni anak tangga dan segera menuju ke dapur untuk mengambil minum, di dapur ada si mbok Inah yang sudah berpakaian rapi.
"Pagi-pagi gini mau kemana mbok udh cantik?", tanya Lediya heran.
"Mbok mau ke pasar non, beli sayur dan daging buat sarapan pagi tuan sm non, persediaan udh pada abis", jawab mbok Inah dengan lembut.
"Oo klu gitu aku ikut ya mbok, soal nya bangun kepagian nih, jam kerja Diya kan siang jam 10, tungguin bentar ya mbok diya ganti baju dulu",
langsung berlari menaiki tangga untuk menuju kamarnya.
"Jangan lama-lama ya non, gak usah mandi dulu, semprot aja parfum non, nanti pulang dari pasar baru mandi, biar mbok gak kesiangan", menunjukkan wajah cemas takut kesiangan dan tuan Herdian keburu bangun.
__ADS_1
"Yaelaaah mbok, diya nanti bau dong, ya udah tenang aja pokoknya secepat the flash deh".
Setelah masuk dalam kamar, Diya segera menanggalkan piyamanya, dan mengganti nya dengan kaos dan celana jeans panjang,dan juga jaket, tidak lupa dengan semprotan parfum keseluruh tubuhnya dari ujung kepala sampe kaki.
Author : buju busyet daaah beneran kagak mandi dia, ude disikat belum tuh gigi neng, cantik cantik jorse ih neng diya๐.
Lediya dan mbok Inah sudah sampai di depan gerbang pasar.
"Mbok turun dulu ya tunggu di depan situ, diya mau parkir mobil sebentar", menunjuk toko barang pecah belah.
"Iya Non mbok tunggu disitu ya", berjalan lalu menunggu di depan toko pecah belah.
Lediya pun melihat parkiran yang kosong, dan segera mermakir mobilnya disitu, lalu segera membuka pintu mobil dan menguncinya.
Lediya segera menghampiri mbo Inah yang sudah menunggu didepan toko pecah belah, namun mendadak dia melihat ada pemuda berpakaian serba hitam mendekati mbok inah dari belakang.
Greeeep...
Seketika itu juga tas yang dibawa mbok Inah sudah berpindah tangan dan di bawa lari pemuda itu.
"Eeee co.. co.. peeet, lontoooong eh toloooong". teriak mbok inah.
Author : Dan akhirnya Cak Lontong pun dateng๐, kelanjutannya udah tau dong ya nasibnya tuh copet gimana, langsung kena sakit Ayan die, wkwkwk ๐คฃ.
***Flashback Off***
Sesampainya dirumah Lediya sudah melihat sang ayah tercintanya, namun dia melihat ke anehan dari sang ayah, tubuhnya bergemetar seperti orang linglung.
Tak terlihat senyuman hangat sang ayah seperti biasanya.
"Pagi Ayah, ada apa kok pagi ini ayah kelihatan kurang sehat", berlari memeluk Hardian ayahnya dengan erat dan penuh kecemasan.
Pak Hardian sedang berpikir sangat keras dan bingung harus berbuat apa, karena kejadian tabrak larinya yang merenggut nyawa seseorang itu terus berklebatan di pikiran nya, bahkan dia sampai tidak bisa tidur semalaman.
Begitu menyadari ada seseorang memeluk dari belakang, pak Hardian melonjak kaget sekaget kagetnya,
"Aaaaaa, maaf kan saya maaf", memejamkan mata seluruh badannya gemetar.
"Ayah ada apa, ini diya ayah", menunjukkan wajah ketakutan.
"O.. oh Diya, maaf nak, ayah cuma kaget dan terlalu lelah seperti nya, karena baru pulang dari luar kota kemarin".
Mata pak Hardian terdapat lingkaran hitam gelap, bibirnya pun pucat, seluruh tubuhnya gemetar, karena tidak tidur semalaman.
"Ayah, bener-bener gak apa-apa, mau Diya anterin ke dokter yah?, muka ayah pucat sekali", tanya Lediya mendekati ayahnya dengan penuh kecemasan.
Pak Hardian pun segera duduk di sofa, dan menunjukkan senyum hangatnya, dia tidak mau membuat anaknya lebih khwatir lagi, karena dia melihat anaknya sudah sangat ketakutan, dengan tingkahnya tadi.
"Ayah gak apa-apa sayang, hari ini ayah juga sudah ambil cuti, cukup istirahat hari ini dan besok ayah pasti segera pulih, dan kembali bekerja", pak Hardian mengenggam erat telapak tangan anak tercinta nya.
" Baiklah ayah".
__ADS_1
Diya mengangguk kan kepala nya, tanda mengerti.
"O ya, Diya abis dari mana sayang, kok baru kelihatan?" tanya pak Hardian mengalihkan pembicaraan, sembari menutupi kekhawatirannya dengan senyuman.
"Diya, dari pasar ayah, temenin mbok inah belanja sayur, Oo iya yah, masa tadi di pasar ada yang copet tas nya si mbok, terus diya langsung hajar aja tuh copet, terus diya di tepukin tangan sama orang sepasar loh yah", Lediya menjelaskan dengan perasaan bangga.
"Tapi itu pencopet gak kenapa-kenapa kan?, gak sampai masuk RS atau Kuburan?", ledek pak Hardian,
Ia berusaha bersikap seperti tidak terjadi apa-apa, walaupun hatinya masih getir dan takut, yang penting baginya, dia tidak mau membuat putri tercinta nya khawatir.
"Ih ayah jahat, masa yang di khawatir kan pencopet nya, bukan Diya", memanyunkan bibirnya.
Lediya mendekap tangan ayahnya manja, sambil tersenyum dan tertawa ceria.
"Yaah nak, tawa dan senyum mu inilah, yang selama ini memberikan kekuatan buat ayah, dan menghilang kan rasa lelah dan gelisah ayah, kamu adalah obat penghibur ayah putriku", gumamnya.
๐๐๐๐๐
Tentang Lediya Aurora Jap
Lediya adalah putri semata wayang nya pak Hardian Putra Jap, dan juga pimpinan dari Harley Bridal dan Fotografer.
Usianya sudah mencapai 25 tahun, dan belum menikah, jangankan menikah pacaran sekalipun belum pernah, bukan karena dia gak laku loh, banyak pria-pria muda dan tampan yang mengidolakannya dan cukup banyak pemuda-pemuda yang ingin mencari-cari perhatian dirinya, namun belum ada yang bisa meluluh lantakan hatinya.
Lediya seorang wanita yang Ceria, Baik, Lucu, dan juga rada tomboy, rok sepan/dress tidak ada dalam kamusnya.
memiliki tubuh tinggi semampai alias semeter tak sampai.
(thor : bercanda loh, jangan terlalu serius bacanya ih๐).
Lediya memiliki tubuh cukup mungil tinggi nya hanya 155cm, tapi memiliki kulit putih mulus.
Wajah nan cantik seperti dewi, bentuk tubuhnya Seksi bak gitar spanyol dan senyumannya bagai sang fajar menerangi bumi.
(thor : Ea.. ea, ayo yang cowo pikiran nya jangan melanglang buana kemane-mane ye๐).
Lediya mahir dalam segala jenis ketrampilan, terlihat lemah tapi jago bela diri, karena ayahnya sudah membekalinya dengan belajar bela diri dari ia berusia 5 tahun.
Hobby Lediya yaitu nonton Drakor alias drama Korea, termasuk cowok idamannya yah kayak Lee Jong Suk
Lee Min Ho
Lee Dong Wook
dan aktor-aktor ganteng Korea lainnya.
Author :
Hai..hai LidZ butuh saran-saran dari semua pembaca tercinta nih,
Karena ini baru Novel paling pertama LidZ, pasti banyak Kekurangan-kekurangan nya, dalam hal penulisan maupun kata-kata, dan paragraf, tolong bantu LidZ kasih masukan yang positif ya, supaya Novel LidZ bisa semakin baik dan terus berkembang didalam setiap episodenya.
__ADS_1
Thanks๐