
"Aku tidak apa-apa, lagipula percuma menjelaskan ke pria dingin dan tak berperasaan sepertimu, yang ada tensi darahku bisa naik", ucap Lediya kesal dan menghempaskan tangan Tjhin.
"Terserah kau mau jelaskan atau tidak, lagipula aku tak begitu peduli, kalau kau tetap berniat ingin memakai gaun sobek dan kotor itu, jangan salahkan, kalau aku menyeretmu sekarang juga keluar dari taman hiburan ini, daripada kau mempermalukan aku dan keluargaku", ancam Tjhin.
"Ye..ye..ye tuan muda Tjhin terhormat, kau lihat ini baik-baik", Lediya mengambil gunting dari dalam tasnya, dan segera merobek gaun panjang nya.
"Tu..tunggu, apa yang sedang kau lakukan, apa kau sadar kalau ini di taman hiburan, bukan dikamarmu, kau.. kau sungguh gadis g**a dan s*****g!", Tjhin semakin kesal dan malu dibuat nya.
"Kau bilang aku harus berpakaian yang pantas, aku sedang mengakalinya, bukalah jasmu dan tutupi aku", ucap Lediya santai.
"sreek...sret..sret...sreek".
Hal yang dilakukan Lediya bikin beberapa mata penasaran dan ingin menghampiri mereka berdua, namun Tjhin buru-buru membuka jasnya dan menutupinya, sembari memalingkan wajahnya,
"Berilah jarak Tjhin, atau jas dan tanganmu akan ikut tergunting".
"Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan gadis aneh, hentikan perbuatanmu, kau benar-benar sengaja ingin mempermalukanku haa!", Tjhin berbisik, tetap dengan posisi memalingkan wajahnya.
"Selesai, singkirkan jasmu", ucap Lediya
Tjhin menyingkirkan jasnya, dan berbalik melihat ke arah Lediya, gaun yang sobek dan kotor itu, telah disulap oleh Lediya menjadi mini dress yang cantik, hanya menggunakan sebuah gunting dan keahliannya.
Tjhin terbengong-bengong dibuat nya, Lediya segera menghampiri dan menepuk-nepuk pundak Tjhin.
"Kau lupa, kalau calon istrimu ini seorang desainer handal Tjhin", Lediya menyeringai.
Lediya melangkah pergi meninggalkan Tjhin yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya,
Setelah sadar Tjhin memberi seringai miring.
"Hebat juga kau Diya, baguslah semakin sulit musuh yang kuhadapi, akan semakin menarik".
"Rame sekali, Ibu duduk dimana sih, aduuh kaki ku makin sakit aja, gara-gara si pria tak berperasaan itu, menyeret ku seenaknya, sebaiknya aku duduk sebentar.
!", Lediya duduk dan memijat kakinya yang sakit.
Tanpa disadari ada sosok tampan datang menghampiri nya, yap itu si Park Jun Min.
"Hey nona, kita bertemu lagi sepertinya kita berjodoh nih, hehehe", Jun Min menghampiri dan duduk di sebelah Lediya.
"Eh kamu, pria yang tadi seenaknya menggendongku tanpa permisikan", ucap Lediya dengan nada ketus.
"Jutek bener, aku kan cuma ingin menolong, bagaimana keadaan kakimu?".
"Sudah mendingan, O ya terima kasih untuk bantuanmu tadi".
"U Welcome, O ya kita belum kenalan, perkenalkan namaku Park Jun Min, biasa dipanggil Jun", sembari mengulurkan tangan nya dan disambut dengan jabatan tangan oleh Lediya.
"Lediya Aurora Jap, panggil saja Diya".
"Nama yang cantik, seperti orangnya", goda Jun Min, dan hanya dibalas Lediya dengan senyuman.
"O ya aku pergi dulu ya", ucap Lediya
"Tunggu, boleh minta nomer ponselmu Diya?".
"Maaf, aku tidak suka memberi nomer ponselku ke sembarangan orang, apalagi baru ku kenal, permisi", jawab Lediya dengan nada ketus.
__ADS_1
Lediya segera melangkah pergi.
"Cukup tegas, aku suka tipe wanita seperti itu", gumam Jun lalu tersenyum.
Jun Min terus mengikuti Lediya yang sedang bingung mencari-cari kursinya,
"Kakimu masih sakitkan, gimana kalau aku gendong".
"Tidak terimakasih".
"Kalau begitu aku temani ya, kursimu dimana?".
Lediya berhenti dan berbalik dengan kesal, kaki Jun ngerem mendadak, dirinya hampir menabrak tubuh Lediya, mereka berdua saling bertatapan, Jun menelan kasar l***hnya jatungnya berdebar semakin kencang, terlihat wajah Lediya merah padam, tatapannya sangat tajam.
-Astaga tuh mata tajam bener setajam silet, tapi kenapa terlihat makin mempesona nih cewe. (Batin Jun).
"Bisa gak jangan ngikutin terus!!!, emang gak ada kerjaan lain apa, tunggu di bugem mentah dulu ya baru mau pergi", ucap Lediya.
-Nambah lagi aja pria s*****g sejenis Tjhin, bikin tensi darahku makin naik, rasanya kalau lagi gini pengen nyari samsak, apa nih cowo aku jadikan manusia samsak aja ya. (batin Lediya).
"Oo slow... slow my tiny pretty...", Jun belum selesai bicara, Lediya udah menyelanya.
"My tiny pretty, siapa yang kau maksud!seenaknya aja ganti-ganti nama orang, ganteng-ganteng tapi dodol", ucap Lediya kesal.
"hehehe, namaku Jun Min bukan dodol, kamu juga sama, suka ganti nama orang seenaknya, lagian aku bukan ngikutin kamu, aku mau ke kursi VIP, noh disitu", ucap Jun sambil menunjuk arah kursi depan.
Lediya memalingkan wajahnya ke arah kursi yang ditunjuk Jun,
kebetulan terlihat Almira dan Lee Suk Ho orang tua Tjhin, tiba-tiba wajah Lediya berubah jadi senang.
"Akhirnya ketemu juga, terima kasih ya Jun untuk petunjuk nya, bye", Lediya segera pergi meninggalkan Jun sembari melambaikan tangan dan tersenyum.
"Udah kayak bunglon aja nih cewe, bentar galak eh bentar ramah, udah mana senyumnya manis banget lagi, ah makin tergila-gila aku dibuatnya", gumam Jun lalu segera mengejar Lediya dan melangkah di belakang nya.
"Idih nih cowo masih aja ngikutin di belakang, bodo amatlah terserah yang penting udah ketemu tempat duduk dimana ibu berada", gumam Lediya sembari mempercepat langkahnya biarpun masih sedikit pincang.
Sesampainya Lediya segera menyapa calon mertuanya.
"Ibu ayah, Diya tadi kesulitan mencari tempat duduk VIP, pembukaan hari ini rame bener ya bu, kirain karena covid bakalan sedikit yang hadir",
"Iya sayang, karena peresmian dan pembukaan hari ini semua pengunjung diberi kebebasan bermain tanpa harus bayar", Almira menjelaskan.
" Tapi ibu lihat kamu kesulitan berjalan, dan kenapa kaki di perban Diya?", tanya Almira lagi dengan wajah khawatir
"Gak apa-apa kok bu, tadi hanya ada sedikit insiden saja, kalau di ceritakan sekarang bisa panjang, nanti saja ya bu", ucap Lediya.
Jun yang berada di belakang Lediya dari tadi sangat kaget mendengar Lediya memanggil paman dan bibinya dengan sebutan ayah dan ibu.
-Apa paman dan bibi mengadopsi my tiny pretty yah, merekakan tidak mempunyai seorang putri, baguslah aku bisa lebih mudah mendekatinya, ternyata kita ini berjodoh, hehehe. (batin Jun).
"Paman bibi", Jun menyapa mulutnya melengkung membentuk senyuman.
"Loh ayah ibu kenal dengan si do.... eh Jun maksud nya", tanya Lediya.
"Tentu Jun ini anak dari adiknya ayah, sepupunya Tjhin, dan Jun perkenalkan ini Lediya....". perkataan Almira terpotong dengan kedatangan Tjhin.
"Ayah Ibu sebaiknya kita segera duduk sebentar lagi acara pemotongan pita".
__ADS_1
"Tapi ibu belum selesai memperkenalkan Lediya ke bibi dan Jun".
"Nanti saja bu setelah acara selesai". ucap Tjhin.
semuanya duduk di kursi masing-masing, Jun memilih duduk persis di sebelah kiri Lediya dan Tjhin di sebelah kanan.
(Author : aduh asyiknya dipepet 2 Oppa tampan nih si Diya, jadi iri pengen dipepet juga😂).
Tak lama MC pun memanggil satu persatu nama keluarga Lee, dan beberapa pejabat penting termasuk presiden, Lee Suk Ho, Roro Almira, Lee Tjhin Won, Park Jun Min, Lee Su Mi, Menteri dan Presiden berdiri sejajar, didepan mereka terbentang pita merah yang cukup panjang, yang nantinya akan dipotong bersama.
MC pun memulai meneriakkan aba-aba, lalu pita pun dipotong bersama-sama, sorak sorai dan tepuk tangan memenuhi panggung utama, Taman Hiburan terbesar yang telah lama mereka nanti-nantikan kini sudah resmi di buka.
Kini semua telah berada di gedung utama taman hiburan, yang rencana akan dibuat untuk acara-acara penting seperti pernikahan, dan acara-acara lainnya, didalam gedung itu terdapat prasmanan dan dessert, juga beberapa meja bulat dan kursi untuk para tamu VIP dan para pejabat, untuk duduk menikmati makan siang.
Terlihat keluarga Lee, dan Lediya sedang menikmati makan siang dalam satu meja besar dan berbincang, seperti biasa Jun selalu memilih duduk di sebelah Lediya.
Su Mi yang dari sebelum pemotongan pita, sudah memperhatikan kelakuan putranya, yang terus mengikuti seorang gadis yang tidak dikenalnya itu sangat heran,
-ada apa dengan Jun, biasanya paling anti duduk dekat-dekat dengan seorang wanita, apalagi yang tidak dikenalnya, siapa sih wanita ini?. (batin Su Mi).
Karena penasaran akhirnya Su Mi bertanya dengan Almira.
"Kakak Ipar siapa wanita yang duduk diantara Tjhin dan Jun itu, sepertinya saya baru melihatnya".
"Ya ampun sampai lupa ngenalin Diya sama kalian, ini Lediya Aurora Jap calon istrinya Tjhin", jawab Almira.
"Uhuk... huk... uhuk", Jun tersedak, buru-buru dia mengambil air putih di sampingnya.
"Ca... calon is... istri Tjhin bi?", Jun tergagap, seketika terpancar kekecewaan di wajahnya.
"Iya calon istri Tjhin, nanti akan jadi sepupu iparmu". jawab Almira.
Jun tiba-tiba melepas sendoknya, sehingga terdengar dentingan sendok dan piring o berbenturan, semua memandang Jun dengan heran.
"hahaha, maaf jariku terpleset, aku mau ke toilet sebentar ya".
Jun segera beranjak dari duduknya dan segera melangkah ke Toilet, semua tergelak kecuali Tjhin dan Suk Ho tetap dengan wajah datarnya.
"Diya ayahmu kemana, dari tadi ibu tidak melihat nya?", tanya Almira sembari melihat ke sekeliling nya.
"O ya aku lupa sampaikan, nanti ayahku menyusul setelah selesai mengobrol dengan Om Micko katanya, mereka pasti lagi bernostalgia bu, makanya lama", Lediya tertawa renyah.
"Iya gak apa-apa sayang, yang penting kamu udah duluan dateng", jawab Almira,
" Hmm", Suk Ho Mengganggukkan kepalanya.
-Yaelah nih mertua cowo, ngomongnya irit bener, dari tadi perasaan kagak bersuara, pantesan si Tjhin dingin begitu dan tidak banyak bicara, emang dasar turunan. (batin Lediya).
Semua kembali fokus menikmati makanan yang sudah tersedia dipiring masing-masing.
Su Mi terdiam, keningnya mengerut, tanda sedang memikirkan sesuatu, lalu melirik ke arah Lediya yang sedang fokus dengan makanannya.
Di toilet Jun mencuci wajahnya, tangannya mengepal menahan emosinya.
"Kenapa...kenapa Tjhin selalu saja mendahuluiku, harta ibuku yang harusnya jatuh ke tanganku di wariskan kepadanya, sekarang wanita yang kusukaipun ternyata miliknya, kenapa aku selalu kalah selangkah dengan nya".
Bersambung....
__ADS_1
Author : Hey Readers, please Like, dan Vote nya dong, biar makin semangat nih bikin episode kelanjutannya, Hiks... please jangan jadi pembaca bayangan dong, yuk tunjukkan dengan komen yang bisa memberikan semangat untuk Author baru seperti saya🥰.