
Lediya pun menyelimuti tubuh Tjhin sampai ke dadanya, namun tanpa sadar Tjhin menarik tangannya, hingga membuat tubuh Lediya terjatuh di dada bidang suaminya itu.
"Bruk".
Tjhin mengeratkan pelukannya, dan tanpa sadar memanggil nama kekasih nya,
"Jeje... Jenifer".
"Jeje dan Jenifer, astaga apa itu nama kekasihnya Tjhin, tapi kok ada 2?", gumam Lediya heran.
Lediya memang tidak mengetahui siapa nama wanita yang dicintai Tjhin, hingga membuat sifat nya berubah drastis, karena saat di mobil waktu itu, Jhon tidak menyebutkan nama kekasih pria itu, dan Lediya juga memang tidak pernah bertanya, ia tidak mau tau kehidupan masa lalu suami pura-pura nya itu.
"Lepaskan!, aku bukan Jeje atau Jenifer, aku ini Lediya, bangun".
" Buk ".
"Ouch....".
Lediya memukul dada suaminya itu, sehingga ia bisa terlepas dari pelukan pria itu.
"Cih, kukira kau setia hanya dengan 1 wanita yang telah mengalami kecelakaan itu, tapi seperti nya kau menduakan mereka, jangan-jangan salah satu dari wanita itu meninggal karena menyaksikan mu berselingkuh, aku sungguh prihatin dengan wanita itu, ckckck", ucapnya sembari menggeleng kepalanya pelan.
Tjhin perlahan membuka matanya, karena masih dipengaruhi alkohol, ia masih salah mengira kalau Lediya ialah kekasih nya yang telah pergi meninggalkan dunia ini.
"Jeje...Jenifer, kenapa kau meninggalkan ku sayang, aku sangat mencintaimu", ucap Tjhin.
Tak lama keluarlah air mata membasahi pipi pria itu, ia kembali menarik Lediya dan memeluknya sangat erat, seolah tidak ingin sosok dihadapan nya ini, yang disangka kekasih nya menghilang dan pergi lagi meninggalkan nya.
"Jeje...Jenifer, aku sangat merindukan mu sayang, kembalilah".
Ada perasaan yang amat sakit dalam hati Lediya, karena suaminya terus menyebut dan menganggap dirinya wanita lain, namun apa daya ia memang bukan siapa-siapa bagi pria itu, akhirnya ia pun sadar, sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah bisa menggantikan sosok wanita yang seperti nya sudah terpahat dalam dilubuk hati suaminya.
Lediya pun menghembuskan nafas panjang, ia membiarkan Tjhin memeluknya erat, karena pria ini benar-benar tidak mau melepaskan nya bagaimana pun ia mencoba untuk berontak.
"Baiklah... baiklah, karena kau sedang mabuk, untuk malam ini silakan menganggap aku Jeje atau si Jenifer itu, tapi hanya sebentar ya", ucapnya pada pria yang belum sadar dari mabuknya itu.
"Cinta bertepuk sebelah tangan, memang sangat menyakitkan", gumam Lediya pasrah.
1 jam telah berlalu, posisi Lediya masih sama, dirinya masih berada di atas tubuh, dan pelukan suaminya itu.
"Seperti nya ia sudah tidur, aduh kakiku mulai keram, lebih baik aku segera bangkit, hmpf... hmpf, bukankah ia sudah tidur, kenapa pelukan nya masih se erat ini, hmpf....hmpf".
Lediya terus berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya perlahan, supaya tidak membangun kan suaminya, namun bukannya terlepas malah pelukan pria itu semakin erat dan hampir membuatnya sesak.
"Hah aku menyerah, Tjhin kau ini memang suami yang menyebalkan dan juga menyusahkan, besok pokoknya kau harus mentraktirku ke SPA".
Lediya pun berusaha berbaring disamping suaminya itu, ke dua kakinya ia naikkan ke atas ranjang, tubuhnya sudah berasa pegal dengan posisi kaki masih berpijak dilantai, sedangkan Tjhin tetap tidak mau melepaskan pelukannya, akhirnya wanita itupun tertidur dalam pelukan suaminya untuk pertama kalinya.
💖💖💖💖💖
__ADS_1
Sinar mentari pulau Dewata, menyinari jendela kamar sepasang pengantin baru itu, Lediya membuka matanya perlahan, dilihat Tjhin suaminya masih tertidur lelap, debaran jantungnya mulai tak beraturan, karena begitu terpesona dengan sosok tampan dihadapannya ini, tanpa sadar Lediya membelai lembut, hidung mancung, lalu berlanjut ke bibir seksi pria yang telah membuat nya jatuh cinta pada pandangan pertama itu.
"Kau sungguh tampan suamiku", ucapnya lirih.
Namun tiba-tiba Tjhin membuka matanya, sontak Lediya bergerak mundur, mencoba menjauh dari sosok suaminya itu, dengan berguling, hingga dirinya jatuh terjengkang di lantai.
" Bruuuk ".
" Ouch, aw... ".
Tjhin yang masih merasakan sedikit pusing dikepalanya itu, bangun dengan memegang kepalanya yang masih sedikit berputar-putar, ia tidak menyadari apa yang telah dilakukan Lediya padanya, sampai ia mendengar suara erangan kesakitan, buru-buru ia merangkak kesamping ranjang arah suara.
"Hey, sedang apa kau di lantai", tanya Tjhin heran.
"hahaha, pagi Tjhin", teriaknya sembari melambaikan telapak tangan nya.
Lediya segera berdiri berusaha menutupi rasa malunya, biarpun pinggulnya masih terasa sakit, namun ditahan nya.
"Sedang apa kau di bawah lantai?", Tjhin kembali bertanya.
"Oo itu, aku sedang mencari-cari kunciran rambutku yang terjatuh, jadi aku mencari dikolong ranjang ini", sahut Lediya berbohong.
"Cih aku kira kau sedang apa, tapi kenapa kudengar kau mengerang kesakitan?", tanya Tjhin lagi.
"Ehm, aku terjeduk ranjang tadi, O ya apa kau ingin mandi?", tanya Lediya mengalihkan pembicaraan.
"Dasar ceroboh, siapkan air hangat untukku mandi".
Lediya berjalan perlahan sembari tangannya memegang pinggul belakang nya, karena masih sakit akibat jatuh tadi, sedangkan Tjhin kembali berbaring untuk meredakan pusing dikepalanya akibat terlalu banyak minum wine semalam.
Di kamar mandi,
"Astaga, ini enggak bener, dasar Diya bodoh, bisa-bisanya kau ambil kesempatan disaat Tjhin tertidur, dengan membelai wajahnya, wah tingkat me*um ku udah akut sepertinya".
"Sekembalinya ke JK aku harus segera ke dokter, kalau diriku tidak mau disebut gadis me*um nanti, ckckck", ucap Lediya sembari memijat pelipis nya.
Setelah selesai menyiapkan air mandi hangat untuk suaminya itu, Lediya segera keluar untuk menyuruh Tjhin segera mandi.
Dilihat Tjhin suaminya itu masih berbaring di ranjang nya, dengan terus memijat dahinya.
"Apakah masih berasa pusing?", tanya Lediya.
"Hmm", jawab Tjhin singkat.
" Kata Jhon selama ini kau tidak pernah mau menyentuh alkohol, kecuali kau sudah benar-benar frustasi, boleh ku tau apa yang sangat membebani pikiran mu semalam?".
"Bukan urusanmu!", jawabnya ketus.
"Ouch...,kenapa kepala belakang ku ini serasa sakit, seperti ada benjolan", Tjhin meraba kepala belakang nya sembari meringis.
__ADS_1
-Mati aku, aduh cari alasan apa ya, kalau aku jujur, pasti aku habis dimaki olehnya, o ya biasa kalau orang mabukkan, saat bangun keesokan paginya dia tidak akan mengingatnya, oke aku karang aja sendiri, Jhon maafkan aku. (batin Lediya).
"Oo, sepertinya saat Jhon membawa mu kesini tanpa sengaja kepalamu terbentur pintu".
"Huh, dasar Jhon ceroboh, aku mau mandi, siapkan bajuku".
Tjhin bangkit dari ranjang dan melangkah menuju kamar mandi, sembari menyingkap baju yang menempel tubuhnya.
" Siapa yang menggantikan ku baju semalam?".
"I... itu ehem , aku terpaksa menggantikan bajumu, karena setelah meletakkan mu ke atas kasur, Jhon pergi begitu saja, ja...jadi ingat kau jangan berpikir kalau aku mencuri kesempatan untuk menyentuhmu saat kau mabuk ya, itu hanya bentuk rasa prihatinku kepadamu", jawabnya dengan gugup.
"Apa maksudmu, kau prihatin padaku?", tanya Tjhin dengan raut wajah kesal.
"Sebenernya sih, aku lebih prihatin dengan kekasih mu itu, mungkin ia bu*uh diri karena di duakan olehmu", ucap Lediya ngasal.
Raut Wajah Tjhin mulai merah padam, mendengar perkataan Lediya.
"JAGA UCAPAN MU, KALAU KAU TIDAK TAHU APA-APA TENTANGKU DAN KEKASIH KU!!!".
Tjhin begitu murka, ia mendorong kuat tubuh Lediya dengan telapak tangannya mencengkram kuat leher wanita itu.
"Eugh...hmpf... Tj... hin, le... pas... eugh!".
Lediya berusaha melepaskan lehernya dari cengkraman suaminya itu, ia berusaha memukul-mukul Tjhin sekuat tenaga nya, ia melihat mata suaminya itu tidak seperti biasanya, saat ini matanya seperti dibakar api dendam.
" Tj..Tjhin, Eugh... to... to... long hmpf ".
Nafas Lediya sudah terputus-putus.
Braaak...
"Tjhin hentikan, kau bisa membunuhnya!!!, teriak seseorang dari balik pintu.
Bersambung....
Readers tercayang,
mohon maaf ya, untuk beberapa Minggu ini mungkin LidZ akan update tidak sesuai jadwal biasanya setiap Senin, Rabu, Jumat lagi,
tapi diusahakan update seminggu 2-3 kali kok cuma harinya tidak dipastikan, jadi kalau kalian suka dengan novel LidZ masukan ke Favorit kalian, supaya tahu saat LidZ up.
Please Like... like
Please Vote... vote
Biar Lidz makin semangat nulis dan up nya nih.
Jangan lupa komen saran, dan masukan terbaiknya ya, biar novel LidZ makin keren dan bagus.
__ADS_1
Thanks 🥰