Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Terjebak Di Dasar Lubang


__ADS_3

"Ayah aku bersungguh-sungguh ingin bersama Tjhin, aku minta ayah merestui kami", ucap Lediya memohon.


"Apakah tekadmu benar-benar sudah bulat Diya, ingin menikah dengan putra dari keluarga Lee? asal kamu tahu pernikahan itu bukan hal yang mudah, terutama bila dijalankan oleh pasangan yang tidak saling mencintai, pada akhir nya akan melukai kalian berdua", Hardian menjelaskan.


"Ya ayah, Diya sudah memikirkannya dan memantapkan hati untuk menikahi Tjhin!", ucap Diya sembari memohon dan menggoyang kan lengan ayahnya.


Pak Hardian menatap dan menyelisik mata putrinya, untuk mencari-cari apa ada jejak kebohongan dimata putrinya, namun dia merasa kalau putrinya serius menyukai Tjhin.


"Baiklah nak, asalkan kalian sungguh saling mencintai, ayah juga tidak bisa berbuat apapun, yang ayah inginkan adalah melihat kebahagiaan mu Diya, ayah percaya padamu, kau tidak akan pernah membohongi ayah kan nak?", tanya pak Hardian, walaupun masih ada keraguan dalam hatinya.


"Ya ayah, Diya sungguh mencintai Tjhin", jawab Lediya sembari tersenyum.


"O ya ayah, besok malam suruh mbok Inah masak banyakan ya, bikin porsi untuk 4 orang, soalnya Tjhin dan Asisten nya akan makan malam bersama kita besok", ucap Lediya tertawa senang, biarpun hanya pura-pura.


"Oh ya, ayah tidak menyangka General Manager dan Asisten nya mau datang kerumah kita yang kecil ini, berarti besok ayah harus secepatnya menyelesaikan meeting dan pulang kerumah untuk menyambut mereka", ucap pak Hardian memaksakan senyum.


-Apakah benar mereka saling mencintai, atau putriku ini hanya berbohong demi menyelamatkan perusahaan, ah sudahlah aku percaya putriku tak akan pernah membohongi ku. (batin Pak Hardian).


Malam sudah semakin larut, Lediya dan pak Hardian pun kembali kekamarnya Masing-masing dan beristirahat.


Pertemuan


Pagi hari yang cerah, dengan matahari yang menerangi jendela kamar, Lediya terbangun sembari merenggangkan tubuhnya.


"Huah(menguap), nyenyak sekali tidurku semalam, mungkin karena terlalu banyak bersandiwara kemarin, mungkin suatu saat nanti aku bisa mendaftarkan diri jadi aktris",ucap Lediya terkekeh.


Lediya segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, selesai mandi, Lediya pun menuruni tangga.


Mbok Inah sedang sibuk didapur membuat sarapan pagi.


"Good Morning mbok, pagi ini kita sarapan apa nih harum sekali?", tanya Lediya sembari menghampiri mbo Inah.


"Mbok, masak nasi goreng sea food nih kesukaan non Diya", jawab mbok Inah dengan senyuman.


"Asyik, makasih mbok, hari ini aku memang harus makan banyak untuk memulihkan tenagaku yang terkuras kemarin", ucap Lediya.


Tak lama pak Hardian pun keluar dari kamarnya, dan menuruni tangga.


" Pagi ayah, gimana tidur nya semalam nyenyak gak yah?", tanya Lediya sembari melangkah menuju meja makan.


"Tentu ayah harus tidur nyenyak, karena hari ini ayah akan menghadiri, meeting penting", jawab Hardian, sembari duduk di meja makan.


"Silakan dinikmati tuan dan nona, mbok tinggal dulu ya, karena harus menyiangi sayur mayur untuk makan malam nanti",ucap mbok Inah dan kembali ke dapur.


"Hari ini kamu kelihatan ceria sekali Diya, apa karena Tjhin akan datang malam ini?", tanya Hardian.


"Tuh kan mulai deh ayah ngeledekin Diya", ucap Diya tersipu malu.


"Ayah tidak menyangka, di zaman modern gini, ternyata masih ada yang namanya cinta pada pandangan pertama, padahal selama ini kamu menolak semua pria yang mendekati mu, kenapa kamu bisa jatuh cinta dengan putra dari keluarga Lee, hanya dengan sekali pertemuan, ayah sungguh masih tak percaya ", ucap Hardian sembari mengelengkan kepala nya.


"Tuh kan ayah mulai lagi, ayah Diya beneran jatuh cinta sama Tjhin, jujur awalnya Diya bertemu dengannya dan merahasiakannya dari ayah, hanya ingin menegosiasikan persyaratan nya, tapi tak di sangka, Tjhin itu sungguh tipe pria yang memang Diya idam-idamkan selama ini", cerita Diya.


"Tapi apakah benar Tjhin juga merasakan hal yang sama dengan dirimu?", tanya Hardian tersenyum namun ada sedikit keraguan.


"I.. iya ayah, tentu saja Tjhin menyukaiku", jawab Diya sembari memaksakan senyum.


-Maaf ayah aku harus berbohong, Tjhin tidak pernah menyukaiku, demi ayah dan perusahaan apapun itu akan kulakukan, walaupun harus menikah dengan pria dingin, yang tidak mencintai ku. (batin Lediya)


"Syukurlah kalau memang kalian saling mencintai, ayah senang akhirnya kau menemukan jodohmu, Diya", ucap Hardian sembari membelai lembut pangkal kepala putrinya.


"Tentu dong ayah, jadi kalau Diya sudah menikah nanti ayah tidak perlu khawatir lagi, ada Tjhin yang akan menjagaku", ucap Diya.


-Cih, Tjhin menjagaku itu suatu hal yang mustahil, dia itu manusia srigala, yang bisa sewaktu-waktu mencabik-cabik diriku. (batin Diya).


"Baiklah, ayah sudah selesai makan, ayah berangkat kerja dulu ya, bye nak", ucap Hardian sembari mencium kening putrinya, dan melangkah keluar rumah.


Diya termenung di meja makan,


"Semakin hari aktingmu semakin baik Diya!, saat ini aku sudah semakin dalam jatuh ke dalam lubang kebohongan, dan tak ada seorang pun yang bisa menarik ku kembali dari lubang ini, ayah maafkan putrimu ini", gumam Diya, tak terasa air mata mengalir di pipinya.


Selesai makan Diya pun segera berangkat ke Bridal.

__ADS_1


"Mbok, Diya berangkat dulu yaaa, jangan lupa masak yang enak buat nanti malam, bye", ucap Diya.


Mbok Inah pun keluar dari dapur, " Hati-hati di jalan ya non", ucap mbok.


Sementara itu di kediaman keluarga Lee, Tjhin sedang duduk di ruang tamu, sembari melihat berkas-berkas di tangannya, datanglah Almira ibu Tjhin dan ikut duduk di sofa lalu Almira berkata.


"Tjhin kapan kamu ajak mantu ibu dateng lagi kesini, ibu ingin pergi belanja bersama Diya".


"Kalau weekend begini, Diya pasti sibuk bu, kan beda sama yang kerja kantoran", jawab Tjhin santai.


"Berarti ibu tidak bisa pergi belanja sama mantu ibu dong, padahal ibu ingin belanja baju dan sepatu buat acara peresmian Selasa nanti", ucap Almira dengan raut wajah kecewa.


"Segitu sukanya kah ibu dengan Diya?", tanya Tjhin.


"Tentu, Diya itu Imut, Cantik, dan sangat baik, Diya udah ibu anggap seperti putri ibu sendiri", Jawab Almira, terlihat kebahagiaan di wajahnya.


"Ibu, Tjhin ingin bertanya, ini cuma seandainya ya bu, setelah 1 tahun pernikahan ternyata Tjhin dan Diya tidak cocok, boleh kah aku menceraikan nya?", tanya Tjhin.


" Tidaaak!!!, di kamus keluarga ibu dan ayahmu tidak ada yang namanya perceraian, kalau kamu sudah menikahi Diya, selamanya kamu harus bertanggung jawab dengannya, apalagi kalau kalian sudah memiliki anak, itu tidak boleh terjadi!", ucap Almira tegas.


"Tapi bentar, kenapa kau bertanya seperti itu Tjhin, apa ada masalah dengan kalian berdua, atau Diya marah karena tiba-tiba keluarga kita langsung memutuskan kalian menikah 3 Minggu lagi, tanpa memberitahu nya, semalam kalian bertengkar ya karena masalah ini?", ucap Almira cemas.


Tjhin Melihat kecemasan di wajah ibunya,


"Ibu itu cuma seumpama,Tjhin hanya bercanda jangan di anggap serius, Tjhin dan Diya tidak bertengkar kok, kita tetap akan melangsungkan pernikahan sesuai tanggal yang ibu dan ayah sudah tentukan, malam ini aja Tjhin diundang ayahnya untuk makan malam dirumah Diya", ucap Tjhin dengan memaksa senyum.


"Oh ya, kalau begitu kamu malam ini kasih tau ke ayah Diya, besok ayah dan ibu akan kerumahnya untuk meminang putrinya secara resmi",ucap Almira.


"Iya bu, malam ini Tjhin akan memberitahu ayahnya Diya", jawab Tjhin.


-Bodoh, sepertinya aku telah salah mengambil keputusan untuk menikahi putri si pembunuh itu, awalnya aku ingin menjeratnya tapi malah aku yang terjerat perempuan g**a itu, cih. (batin Tjhin).


"Tjhin, biasanya kapan Diya libur?", tanya Almira.


-Mana ku tahu kapan perempuan itu libur, kita saja baru 2x bertemu, seperti nya aku harus menanyakan nya ke si Jhon, kalau aku sampai tidak tahu, ibu pasti curiga. (batin Tjhin)


Tjhin segera mengambil ponsel nya, dan mengechat Jhon.


Jhon : Setau aku senin, emg kenapa?


Tjhin : Ibu tanyain, ya udah nanti malam jangan lupa, temenin aku menemui pak Hardian ayah Diya!


Jhon : iye siap boss.


Tjhin pun mengakhiri chatnya dengan Jhon, dan menaruh ponselnya di sofa sebelah kanannya, dan lanjut melihat berkas-berkasnya.


"Tjhin kamu tuh kalau ibu bertanya bo segera di jawab, jangan main ponsel terus, kapan Diya libur?", tanya Almira lagi.


"Senin bu", jawab Tjhin


"Ok, kalau gitu kamu tanyakan ke Diya ya, bisa kah dia menemani ibu pergi belanja di hari senin nanti", ucap Almira.


"Minggu kan ayah ibu juga akan kerumah Diya, ibu beritahu saja ke Diya nya langsung", jawab Tjhin.


"O iya ibu lupa, baiklah biar ibu sendiri nanti yang bertanya kepada Diya", ucap Almira sembari tersenyum.


-Seharian yang ditanyain ibu cuma Diya dan Diya, sebenernya anaknya tuh aku apa si Diya sih. (batin Tjhin).


Malampun tiba, terlihat mbok Inah dan Diya sedang sibuk merapikan dan menyusun alat-alat makan, karena malam ini mereka akan kedatangan tamu penting yaitu Lee Tjhin Won General Manager sekaligus calon suaminya Diya.


Terdengar suara mobil pak Hardian memasuki halaman.


"Ayah udah pulang mbok, Diya bukakan pintu dulu ya buat ayah", ucap Diya sembari melangkahkan kakinya dan membuka pintu menyambut ayahnya.


Pak Hardian pun masuk kedalam rumah dan melihat meja makan sudah tertata rapi,


"Diya, Tjhin akan datang jam berapa?", tanya Hardian.


"Sekitar 30 menit lagi yah", jawab Lediya.


"Oh ya, kalau begitu ayah mandi dulu ya",ucap Hardian sembari berjalan menaiki tangga.

__ADS_1


Lediya mengangguk, dan kembali membantu mbok Inah, mempersiapkan dessert untuk makanan penutup nanti.


20 menit kemudian, pak Hardian sudah selesai membersihkan dirinya, dan segera turun untuk bersiap menyambut calon menantu nya.


"Apakah Tjhin sudah datang?", tanya Hardian.


"Bentar lagi yah", jawab Diya.


Tak lama terdengar suara pagar terbuka,


"Itu pasti Tjhin dan Asisten nya ayah, mereka sudah datang", ucap Diya.


"Mbok bukakan pintu dulu ya tuan", ucap mbok Inah.


" Gak usah mbok, biar saya aja yang bukain pintu, sekalian menyambut mereka ", jawab Hardian sedikit gugup,


Sebenarnya pak Hardian sangat senang sekali putrinya akan menikah dengan Tjhin, selain tampan Tjhin itu terbilang sangat sukses di usia nya yang masih terbilang muda, dan menantu idaman para mertua tentunya.


Saat membuka pintu Tjhin dan Jhon sudah berada dihadapan mereka.


"Silakan masuk nak Tjhin dan nak Jhon", ucap Hardian mempersilakan masuk.


"Terima Kasih", jawab Tjhin dan Jhon dan mereka berdua pun masuk.


"Hai sayang kamu udah dateng ya",ucap Diya lalu melingkar kan tangannya ke lengan Kanan Tjhin, Diya mulai berakting.


"Kamu ngapain sih bilang sayang sayang, mual tau dengernya", bisik Tjhin.


"Kita harus berakting mesra, biar ayahku tidak curiga", Diya balik berbisik.


"Mari kita makan malam terlebih dahulu, baru setelah itu kita akan berbincang, maaf ya menu yang kami siapkan hanya sederhana",ucap Hardian sembari mempersilakan Tjhin dan Jhon untuk duduk di meja makan.


"Terima Kasih Pak... aw..aw", ucapan Tjhin terpotong karena Lediya tiba-tiba mencubit pinggang nya,


"Panggil Ayah bukan pak", bisik Lediya.


"Anda tidak apa-apa nak Tjhin?", tanya Hardian.


"Gak apa-apa ayah", jawab Tjhin sambil mengusap-ngusap pinggang yang tadi di cubit Lediya.


Pak Hardian tersenyum mendengar Tjhin memanggilnya ayah.


Sedangkan Jhon hanya terkekeh, melihat Tjhin meringis kesakitan karena cubitan Lediya.


"Ini ikan asam pedas buatan mbok Inah yang tak tertandingi, cobalah sayang",ucap Diya sambil menyuapkannya ke mulut Tjhin,


Diya memilih potongan yang cukup besar, sebenarnya dia sengaja ingin membalas perbuatan Tjhin kepada nya kemarin.


" uhuk... uhuk... uhuk", Tjhin tersedak


"Oh kamu tersedak ya sayang, minumlah ini", ucap Lediya sembari menuangkan dan memenuhi air ke dalam mulut Tjhin dengan berlebihan, hingga Tjhin terbatuk-batuk.


"Gimana sayang udah lega kan", ucap Lediya lagi sambil menepuk-nepuk punggung Tjhin cukup keras, membuat ikan asam pedas dimulut Tjhin sedikit memuncrat keluar.


Tjhin cuma bisa tersenyum kencut sembari menatap Lediya dengan kesal.


-Cih, wanita gila lihat saja aku pasti akan membalas perbuatan mu hari ini. (batin Tjhin)


Di seberang meja, Jhon duduk dan makan dengan santainya, tapi sebenarnya dia sedang menahan tawa, melihat apa yang Lediya lakukan pada temannya itu.


Pak Hardian merasa senang melihat putrinya ternyata sangat akrab dengan Tjhin, seketika hatinya pun merasa tenang, dan percaya Tjhin pasti bisa menjaga putrinya dengan baik.


Bersambung....


Author : LidZ ingin memberikan pengumuman, untuk Novel LidZ ini akan update setiap hari,


Senin-Jumat pada pukul 9 malam.


Sabtu-Minggu pada pukul 10 malam.


Dukung terus LidZ ya, dengan memberikan saran, masukan melalui komen, supaya LidZ bisa memperbaiki setiap episode-episodenya sesuai dengan keinginan pembaca.

__ADS_1


jangan lupa Like, Vote, dan masukan ke favorit kalian. thanks 😍


__ADS_2