Cinta Berbuah Luka

Cinta Berbuah Luka
Siapa Pria itu Sebenarnya?


__ADS_3

Selesai membersihkan diri dan berpakaian, Lediyapun teringat sesuatu.


"O iya aku harus mencari tahu tentang pria yang menaruh obat bius itu ke staf-staf cottage, besok aku sudah kembali ke JK, hanya malam ini kesempatan ku untuk mencari tahu".


Lediya pun segera bersiap-siap,dan membawa beberapa pie susu juga kacang bali untuk dibagikan ke staf cottage, lalu segera melangkah pergi.


"Yang pertama aku harus tanyakan ke bagian room servis".


Setelah sampai ke bagian room servis, terdapat beberapa orang sedang duduk dan bercengkrama.


"Hallo semuanya, ini saya ingin memberikan kalian beberapa snack, sebagai ucapan terimakasih karena sudah membantu kelancaran persiapan pernikahan saya kemarin, boleh saya ikut duduk bersama kalian?".


" Oo tentu saja nyonya silakan, dan terimakasih banyak untuk camilannya", ucap salah satu staf pria.


"U welcome, kalian makanlah", ucap Lediya.


"Kami akan memakannya nanti nyonya", ucap staf wanita.


" Gak apa-apa, kita sama-sama makan, santai saja tak perlu kaku dengan saya, silakan ", ucap Lediya.


Tak lama suasana pun mencair, karena sifat ramah dan ceria Lediya, semua staf room servis menikmati camilan yang diberikan Lediya dan saling bersenda gurau, saat melihat para staf room servis mulai rileks denganya, wanita itu pun mulai mengorek informasi tentang pekerja freelance itu.


"Hmm, saya mau tanya tentang anak-anak freelance, biasa kalian tiap event menyewa berapa anak freelance?".


"Tidak banyak, hanya sekitar, 3- 5 orang", jawab salah satu staf.


"O apa kalian mengenal semua anak freelance yang kalian sewa itu?", tanya Lediya lagi.


"Tentu saja kami mengenal mereka semua, karena hanya sedikit", jawab staf yang lain sembari menikmati camilan pie.


"Oh ya, berarti kalian mengenal anak freelance yang bernama Tio? ".


" Tentu saja kami kenal, Tio itu sungguh kasihan baru berusia muda, tapi sudah menjadi anak yatim piatu, dan juga..... ".


Belum menyelesaikan pembicaraan nya, salah satu staf wanita menyadarinya, dan segera menendang kaki temannya, dan memelotot kan matanya.


" Dug".


"Aw sakit, kenapa kau menen... ".


" Maaf nyonya, teman saya ini kalau ngomong suka ngasal, kami tidak begitu mengenal freelance kami kok, karena mereka hanya bekerja pas event-event saja, kebanyakan anak rantau, setiap kami panggil, pasti selalu beda orang yang kerja freelance disini", ucap staf wanita.


Menyadari ternyata ia melakukan kesalahan, staf pria itu segera mengelak.


"I.. iya, maaf nyonya tadi saya terlalu menikmati camilan yang anda berikan, jadi suka berbicara kemana-mana", ucap staf pria itu.

__ADS_1


Terlihat keringat dingin mengucur di dahi staf itu, Lediya pun menatap curiga.


"Benarkah, tapi seperti nya kamu sangat mengenal staf bernama Tio itu?", tanya Lediya lagi.


Staf pria itu berkeringat, telapak tangan nya terus memegang lututnya dengan erat, tanda ia dilanda kecemasan, Lediya paham itu, pasti ada yang mengancam atau membayar mereka untuk bungkam.


" Nyonya, maaf kami harus kembali bekerja ", ucap staf lainnya.


-Aku yakin mereka pasti tidak akan bicara padaku, karena telah di bungkam oleh seseorang, apakah mungkin....?, siapa pria itu sebenarnya, sebaiknya aku harus mengecek CCTV itu sendiri. (batin Lediya).


"Wah sayang sekali, baiklah kalau begitu, silakan kalian lanjutkan pekerjaan kalian, saya akan kembali ke cottage saya".


Lediya pun segera meninggalkan ruangan staf room servis.


Skip


Didalam cottage Jhon,


"Tjhin kenapa kau selalu bertengkar dengan istrimu, tiap kali kalian bertengkar kau pasti ke cottage ku, aku ini butuh istirahat, seharian aku sibuk mengurus pekerjaan kantor, baru saja aku ingin meluruskan punggung ku sejenak, kau malah datang, ada apa lagi?", tanya Jhon kesal.


"Tidak apa-apa aku hanya kangen saja dengan sahabatku ini".


" Cih kangen?, kau tidak bisa membohongi ku sobat, apa yang ingin kau curhat kan?, langsung saja, biar aku bisa cepat beristirahat ", ucap Jhon.


"Aku bingung, perasaan aneh akan muncul setiap bersama Lediya, hatiku tiba-tiba melemah bila bersamanya, namun disaat aku lemah, wajah Jeje selalu muncul, sehingga membuat ku merasa bersalah, aku ingin membuat wanita itu takluk padaku, setelah berhasil, aku akan mengancam Hardian, untuk mengakui perbuatan nya, atau aku akan meninggalkan putrinya, sehingga demi putrinya ia akan menyerah kan dirinya sendiri, namun....".


"Malah kau yang ditaklukkan wanita itu", ledek Jhon.


"Siapa bilang aku takluk dengan wanita itu, aku hanya merasakan keanehan dalam diriku, mungkin karena aku ini pria normal, setiap hari sekamar dengan seorang wanita apalagi kami sah dimata agama dan negara, mungkin hanya ketertarikan sementara, aku akan pastikan setelah orang tuaku kembali ke K*r*a, kami akan pisah kamar, tidak akan ada cinta diantara kami".


"Loh kalian itu sudah suami istri, justru harus saling mencintai, kalau perlu lupakan balas dendam mu itu".


"Tidak, aku akan tetap membalaskan kematian Jeje, tidak akan aku biarkan pria itu berbahagia, aku akan memanfaatkan putrinya untuk membuat dirinya masuk penjara".


" Tjhin, bisakah kau melupakan semua itu, aku tau yang dilakukan pak Hardian itu salah, tapi kematian Jenifer itu sudah takdir nya, jangan pernah kau menyakiti wanita yang tidak bersalah, atau kau akan menyesalinya nanti saat kau mulai mencintai Lediya ".


" Huh, aku tidak akan pernah memberikan hatiku padanya, apalagi mencintai anak dari si pembunuh itu, dihatiku cuma ada Jeje".


"Apa kau yakin tidak akan pernah jatuh cinta pada istrimu itu?", ucap Jhon.


Tjhin diam sejenak, logikanya terus menyangkal, namun tidak tahu dengan hatinya.


"Sudahlah, aku numpang istirahat di sini, badanku lelah sekali karena menemani wanita itu berbelanja seharian".


Tak lama pria itupun tertidur.

__ADS_1


" Logika mu bisa menyangkal Tjhin, tapi hatimu tidak akan bisa menyangkal, kalau sebenarnya sedikit demi sedikit kau mulai masuk kedalam pesona seorang Lediya, itulah yang kulihat", gumam Jhon.


Terpampang senyum di wajah Jhon.


💖💖💖💖💖


Tok... tok.. tok


"Yes, pesanan ku sudah datang".


Lediya segera membuka pintu, menerima dan masuk membawa 5 bento pesanannya, ia memisahkan 3 untuk staf penjaga CCTV, dan 2 bento lagi untuk dirinya dan Tjhin.


Lediya mengganti pakaian dengan hoodie, celana panjang, dan sepatu kets, lalu melangkah pergi.


Sesampainya di ruang staf.


"Selamat malam bapak-bapak".


"Eh nona, ada yang bisa saya bantu?", ucap salah satu petugas.


"Hmm, bapak-bapak pasti sudah pada lapar, kebetulan saya bawakan makan malam, silakan dimakan pak".


"Tapi kami sedang bertugas nona, kami bisa makan nanti".


" Gak apa-apa bapak makan saja, biar saya yang jaga monitor CCTV ini, sementara kalian makan".


"Tapi nona, kami.... ".


" Gak apa-apa, saya ingin melihat bapak-bapak memakan habis makanan pemberian saya ini, soalnya besok saya dan suami sudah kembali ke JK, ini ucapan terimakasih saya, karena acara pernikahan kami berjalan lancar, silakan pak dimakan, saya akan bantu memantau monitor".


"Hmm baiklah, kami akan makan secepatnya, maaf sudah merepotkan nona, terima kasih banyak nona telah memperhatikan kami staf rendah ini", ucap salah satu petugas.


Tanpa curiga, mereka bertiga pun segera keluar ruangan, menuju ruang makan staf.


Setelah semua petugas keluar, Lediya pun segera memulai aksinya, segera mencari rekaman CCTV di hari pernikahan nya, namun tidak ditemukannya.


"Ini benar-benar aneh, mereka mempekerjakan freelance selama 3 hari, dan selama 3 hari itu tidak ada rekaman CCTV di semua cottage, apa Tjhin berkata jujur".


" Braaak".


Lediya menggebrak meja.


"Kebetulan yang tidak mungkin, apa ada yang menghapus nya?, siapa pria itu sebenarnya, kenapa dia tidak terdeteksi sama sekali?!".


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2