
5tahun berlalu.
"Darren, ayo sayang nanti kamu terlambat lho" Kayla terus mengejar Darren kesana kemari, tingkah anak bocah yang semakin hari menguji kesabaran Kayla itu tak ingin memakai seragamnya pagi itu.
Merasa lelah membuat Kayla menghentikan langkahnya menuju tepi kasur, rasanya semakin hari dunianya begitu berwarna dengan tawa suka cita Darren. Tak lama, Dirga yang sudah bersiap pergi masuk kedalam kamar untuk melihat Darren, betapa terkejutnya Dirga saat melihat Darren masih berlarian tanpa memakai seragam.
"Lho anak Papa belum siap nih" ucap Dirga sembari menghampiri Darren yang berlari ke arahnya. Darren begitu dekat dengan Dirga, bahkan kehadiran Kayla akan tergantikan jika Darren menempel terus menerus pada Dirga.
"Anak kamu gak mau pakaian seragamnya Mas, coba deh kamu bujuk" Pinta Kayla sambil menyerahkan seragam Darren pada Dirga.
Tak diduga Darren dengan suka cita memakai seragamnya saat Dirga memakaikannya. Kayla hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum, sebegitu dekatkah Darren sampai hal yang diminta oleh Dirga begitu mudah menurutinya?.
"Selesai. Anak Papa ganteng banget ya, hari ini sekolahnya harus pintar ya.. Gak boleh nangis apalagi sampai buat Bu guru sedih ok?" ucap Dirga pada Darren.
"Siap Pah. Pagi ini Papa antar aku kesekolah kan?" tanya Darren.
"Iya, pagi ini Papa yang antar. Sekarang kita sarapan dulu ya"
"Iya Pah"
"Oh iya sayang. Nanti siang Mas rencananya mau titip Darren ke Mama Andin, kamu gak keberatan kan?" Dirga bertanya pada Kayla.
"Kenapa dititip Mas?"
"Aku mau ngajak kamu ngedate"
Kayla tersenyum manis menatap Dirga, ternyata sampai sekarang Dirga masih begitu peduli tentang hubungan diantara mereka.
"Iya Mas aku gak keberatan ko. Tapi Mas, apa dikantor kamu gak sibuk?"
"Ada Anggara yang handle dulu, lagian juga Mas udah gak tega liat kamu hampir setiap hari kewalahan ngurusin Darren ,ya walaupun dibantu Sus Dita tapi Mas tau kamu butuh untuk menyenangkan diri kamu"
Kayla refleks menghampiri lalu memeluk Dirga.
"Makasih ya Mas, kamu masih seperti dulu tetap menyayangi aku"
"Iya sayang. Mas udah janji untuk terus membahagiakan kamu sama Darren. Mas akan berusaha membuat kamu dan Darren bahagia semampu Mas"
Kayla dan Dirga melupakan Darren dalam sekejap, dan tiba-tiba saja Darren menyentuh tangan Dirga tanda kehadirannya yang tak dianggap.
__ADS_1
"Papa lupa, ada anak ganteng disini" ucap Dirga.
"Maaf ya sayang, mama sampai lupa ada kamu" Kayla mengelus pipi Darren sembari membungkukkan tubuhnya.
"Kita sarapan yuk, biar disekolah nanti kamu kuat untuk main sama temen-teman"
"Iya Mah"
"Ayo Mas kita sarapan dulu" ajak Kayla.
"Iya sayang"
Selesai sarapan Kayla mengantar Darren dan Dirga didepan pintu, mereka berdua saling mencium mesra pipi Kayla sebagai tanda perpisahan. Kayla merasa bahagia mendapat hal itu dari dua lelaki tercintanya itu.
Lambaian tangan Kayla berakhir saat mobil yang dikendarai Dirga hilang dari pandangan. Kayla pun lalu bergegas masuk menuju kamar, entah kenapa Kayla merasa sepi tiba-tiba dalam hatinya. Semenjak lulus kuliah, Kayla memang tak bekerja atau melakukan apapun. Ia banyak menghabiskan waktu mengurusi Dirga terutama Darren, dengan hembusan nafas kasar akhirnya Kayla memutuskan untuk membuat Cake yang akan ia berikan pada Mama Adira. Rencananya Kayla ingin mengunjungi Mama Adira, karna akhir-akhir ini Kayla belum sempat menemui Mama Adira dan Papa Dito.
***
Sesampainya dirumah Mama Adira, Kayla bergegas masuk dan mencari keberadaanya Mama Adira. Kayla begitu merindukan Mama Adira, kesibukannya menjadi ibu rumah tangga membuat Kayla sedikit sulit untuk menemui Mama Amira seperti dulu. Mereka berdua pun saling berpelukan hangat tanda saling merindukan saat bertemu.
"Mama apa kabar? Maaf ya aku baru jenguk Mama. Papa mana Mah?"
"Mas Dirga dan Darren baik Mah, cuma ya begitu sekarang tuh Darren semakin aktif Mah. Kadang bikin cape tapi bikin aku juga bahagia"
"Itulah rasanya menjadi Ibu, mengurus anak memang gak mudah. Kamu harus banyak sabar ya, masa-masa seumuran Darren itu lagi butuh perhatian extra" Mama Adira memberi nasihat.
"Iya Mah. Oh iya, aku buat cake untuk Mama. Kebetulan aku buat pake resep baru hasil eksperimen aku" bangga Kayla menunjukan pada Mama Adira.
"Wah Mama jadi penasaran mau coba"
"Ayo Mah kita coba"
"Ayo"
Kayla dan Mama Amira menikmati obrolan berdua sambil menikmati cake buatan Kayla, Mama Adira benar-benar takjub dengan perubahan Kayla. Ternyata Kayla mempunyai bakat membuat Cake.
"Cake buatan kamu enak, Mamah gak nyangka lho kamu punya bakat seperti ini" puji Mama Adira.
"Makasih pujiannya Mah, aku juga gak tau nih jadi suka buat cake. Tapi Mah, kalau aku buka toko bakery gitu Mama setuju dukung aku gak?"
__ADS_1
"Mamah setuju. Mamah akan dukung apapun hal yang mau kamu lakuin, tapi apa kamu serius mau buka toko bakery?"
"Aku belum yakin sepenuhnya Mah, tapi aku tiba-tiba terpikirkan soal itu. Mamah tau kan, semenjak aku lulus kuliah kesibukan aku cuma mengurus Mas Dirga dan Darren. Aku mau cari kesibukan lain Mah, tapi aku juga belum bilang soal ini sama Mas Dirga.. Semoga aja Mas Dirga mendukung juga ya sama seperti Mama" harap Kayla.
"Mama yakin pasti Nak Dirga mendukung, tapi harus ingat ya. Kamu jangan sampai lupa kewajiban kamu mengurus suami dan anak kamu" Mama Amira mengingatkan.
"Iya Mah"
"Oh iya Kay, Darren pulang sekolah jam berapa?" tanya Mama Adira.
"Jam 10 Mah"
"Ini udah mau jam 10 lho, kamu gak jemput Darren?" Mama Adira melihat kearah jam dinding.
"Gak Mah, Darren dijemput Pak Danto. Hari ini Darren rencana mau aku titip dirumah Mama Andin, soalnya Mas Dirga ngajak aku pergi jalan berdua"
"Oh.. kenapa gak titip disini aja?"
"Kebetulan Mas Dirga mau ketemu sama Mama Andin juga Mah, jadi nanti sekalian ketemu Mama Andin pas jemput Darren. Mama kangen Darren ya, besok aku ajak Darren main kesini ya"
"Bener ya"
"Iya Mah"
Disela obrolan, Dirga tiba-tiba menelpon Kayla untuk mengajaknya pergi dari jam yang dijanjikan. Akhirnya Kayla berpamitan pada Mama Adira.
"Aku pergi dulu ya Mah"
"Iya, salam ya untuk Nak Dirga"
"Iya Mah, aku pergi"
"Iya"
Sepanjang jalan Kayla tak hentinya tersenyum bahagia karna akan merasakan lagi momen berdua bersama Dirga, dan sesampainya di mall Kayla bergegas masuk untuk menemui Dirga yang tengah menunggunya disebuah arena permainan.
"Mas Dirga mana ya" gumam Kayla mencari kesehatan arah saat tiba didepan arena permainan didalam mall.
Tanpa diduga seseorang menutup mata Kayla dari arah belakang, dengan refleks terkejut Kayla membalikkan tubuhnya untuk memastikan siapa yang melakukan hal itu padanya. Berapa terkejut dan tak percaya Kayla menatap seseorang itu yang berada dihadapannya sekarang.
__ADS_1
***