Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Berkumpul


__ADS_3

Seperti biasa dikala merasa sedih Kayla selalu pergi ketempat yang ia suka yaitu taman. Sambil duduk dibangku seorang diri Kayla menatap kerah orang-orang yang tengah bermain didekat danau. Sungguh rasanya membuat iri hati, disaat oranglain tertawa bahagia dihadapannya.


"Tuhan, sekarang aku harus bagaimana menghadapi Mas Dirga? jujur, aku sangat kecewa dengan keadaan ini. Tapi aku juga tak bisa membiarkan perasaan ini aku tahan seorang diri" batin Kayla sembari menangis tersedu-sedu menundukkan kepalanya.


Dikantor Dirga.


Dirga menatap kearah jendela kantor memandangi kehidupan jalan sambil memikirkan sesuatu. Sejujurnya Dirga merasa tak nyaman dengan hatinya saat ini, permasalahannya menyangkut tentang masalalu yang ia perbuat pada Irene seakan menjadi sebuah penyesalan yang tak ada habisnya. Bahkan saat ini Dirga tak tau harus berbuat apa, mengakui pada Kayla pasti akan butuh keberanian yang luar biasa.


Dirga tak bisa membayangkan jika Kayla sampai tau tentang hal ini, pasti perasaannya amat sangat terluka. Terlebih lagi yang Dirga takutkan adalah jika Kayla meninggalkannya karna merasa kecewa dan tak mampu menerima ini semua.


Lamunan Dirga terhenti kala Anggara datang masuk untuk menyerahkan dokumen yang harus Dirga tanda tangani. Dirga menghampiri Anggara sambil memasang wajah tak tenang memikirkan permasalahan yang terjadi.


"Kenapa? Lo keliatan gak tenang, apa Lo masih mikirin soal Irene?" tanya Anggara sembari duduk di sofa yang ada diruang kerja Dirga.


"Lebih tepatnya pikiran gue gak tenang sama Kayla Ga, gue gak tau apa yang harus gue bilang sama Kayla. Gue takut kalau Kayla tau semua ini, Kayla bakal tinggalin gue" Khawatir Dirga.


"Andai loe tau Dir, Kayla sebenernya udah tau semuanya. Tapi gue gak bisa bilang karna gue udah terlanjur janji sama Kayla" gumam batin Anggara.


"Ga, Lo kenapa kenapa ngelamun?" tanya Dirga melihat Anggara terdiam.


"Gak apa-apa.. Saran gue, lebih baik Lo bicara soal ini secepatnya sama Kayla. Soal tanggapan Kayla nanti itu biar jadi urusan belakang, yang terpenting Lo jujur dulu soal ini" saran Anggara.

__ADS_1


"Lo bener. Semoga semua tetap baik-baik aja ya"


"Lo harus yakin itu"


***


Anggara, Yasmin, Dania dan Darren sudah tiba terlebih dulu dirumah Papa Dito. Sebelumnya Kayla sempat menelpon Sus Dita untuk mengantarkan Darren kerumah Papa Dito karna ia masih ada urusan dengan perasaannya namun tak memberitahu alasan itu pada Sus Dita.


Kayla berdiri mematung ketika ia turun dari mobil sesampainya dirumah Papa Dito saat melihat Dirga, Begitpun sebaliknya. Mereka berdua saling menatap dengan pandangan mereka masing-masing dengan jarak berjauhan, saat itu rasanya situasi seperti asing. Tak ada kata yang keluar dari mulut mereka untuk saling berkata ataupun saling tersenyum.


Sadar tengah berada dirumah Papa Dito, membuat Kayla akhirnya mengalah untuk mencairkan situasi asing itu. Bukan karna Kayla sudah mampu melupakan permasalahannya, hanya saja ia tak ingin meluapkan rasa kecewanya itu ditempat yang salah saat ini.


"Mas baru sampai?" ucap Kayla.


"Iya, Mas baru sampai. Hari ini kenapa kamu gak angkat telpon Mas? Mas khawatir sama kamu"


"Dering telpon aku di silent Mas, jadi aku gak tau Mas telpon"


"Terus kenapa kamu gak telpon Mas balik?"


"Maaf Mas, aku tadi gak sempet. Tadi aku ada urusan"

__ADS_1


"Urusan apa?"


"Aku gak bisa kasih tau sekarang Mas. Ayo Masuk, Papa udah tunggu kita didalam" ajak Kayla pergi seorang diri meninggalkan Dirga.


Dirga mengikuti Kayla dari belakang, kenapa rasanya sikap Kayla begitu berbeda? apa ada yang salah? apa mungkin Kayla sedang datang bulan? pikir Dirga.


Kayla memasang wajah ceria dihadapan semua keluarganya termasuk Dirga. Kayla segaja menghilangkan rasa sedihnya karna tak ingin keluarganya khawatir. Berbeda dengan Anggara, ia melihat Kayla seakan berpura-pura merasa bahagia untuk menutupi lukanya.


"Aku bawa pizza nih untuk semuanya, kita makan yuk" ajak Kayla menunjukan pizza yang ia bawa.


"Wah, Dania suka pizza Tante.. Horeee Pizza" sorak Dania gembira.


"Yey Pizza...." Darren ikut bersorak.


Kayla tersenyum melihat tingkah Dania dan juga Darren.


Semua orang menikmati makanan dan juga saling berbincang termasuk Kayla yang saat itu juga tengah menyembunyikan lukanya. Namun pandangan Dirga tak bisa dibohongi Kayla yang terlihat ceria seakan terlihat seperti berpura-pura bahagia.


Sebenernya ada apa dengan Kayla? Dirga hafal betul rasa bahagia nyata yang selalu Kayla rasakan. Tapi saat ini, Kayla terlihat berbeda dari raut wajahnya ketika menatap wajahnya, apa Aku berbuat salah yang tak aku sadari? batin Dirga.


***

__ADS_1


__ADS_2