Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Bertemu Vano


__ADS_3

Setelah mengantar Mama Adira pulang, Kayla menyempatkan diri untuk pergi ketaman. Ditaman Kayla menatap sekeliling orang-orang yang tengah melakukan aktivitasnya, Bahkan Kayla sempat tersenyum manis menatap sekumpulan anak kecil yang tengah bermain. Namun tak disangka, seseorang tiba-tiba datang lalu duduk disamping Kayla tanpa meminta ijin terlebih dulu.


Kayla refleks menoleh kearah seseorang yang duduk disampingnya, dan betapa terkejutnya Kayla saat melihat seseorang itu yang ternyata seseorang yang pernah singgah dihatinya.


"Vano"


Vano tersenyum manis menatap Kayla.


"Apa kabar kamu?" tanya Vano spontan.


Kayla memalingkan wajah saat Vano bertanya. Jujur Kayla tak menyangka bisa bertemu dengan Vano saat ini ditempat yang selalu menjadi pelampiasan rasa sedihnya.


"Kabar aku baik" singkat Kayla memandang kearah lain.


"Aku pikir tempat ini bukan lagi tempat spesial kamu ketika kamu butuh waktu sendiri, tapi ternyata aku salah. Kamu masih gak berubah ya Kay, tapi kenapa kamu datang kesini? apa kamu lagi ngerasa sedih?" tebak Vano.


"Itu bukan urusan kamu. Ingat Van, sekarang kita punya kehidupan masing-masing jadi h hargai privasi kehidupan aku" pinta Kayla.


"Maaf, aku gak bermaksud untuk ikut campur. Hhm, Gimana kabar suami dan anak kamu?" Vano mengalihkan pembicaraan.


"Mereka baik. Gimana kabar Tiara sama anak kamu? kenapa kamu gak ajak mereka kesini, anak kecil kan paling suka main di taman"


Vano menundukkan kepalanya.


"Hubungan aku sama Tiara lagi gak baik Kay. Makanya, Kedatangan aku kesini karna aku mau merenung. Jujur, aku ngerasa, ternyata mencoba untuk mencintai oranglain itu sama sulitnya melupakan orang yang pernah kita cintai" ungkap Vano yang membuat Kayla tersindir.


"Seharusnya kamu lebih berusaha Van"


"Aku udah berusaha semampu aku Kay, aku bahkan mengalah untuk kebahagiaan oranglain. Tapi mungkin aku mulai menyerah sekarang, aku gak bisa terus menerus memasang topeng diwajah aku seakan-akan aku tulus mencintai Tiara dihadapan semua orang. Aku juga mau ngerasa bahagia dengan pilihan hidup aku sendiri. Apa aku salah?'


"Aku tau kamu kecewa dengan hidup kamu sekarang, tapi perlu kamu ingat. Ada anak kamu sekarang, apa kamu tega liat dia sedih karna perpisahan kamu sama Tiara? Aku bukan mau mengatur hidup kamu Van, tapi aku peduli sebagai seorang ibu dan juga seorang wanita. Mencintai orang yang bukan pilihan hati itu memang sulit, tapi setidaknya kamu bisa membuka hati kamu untuk orang itu. Kamu ini terlalu lama Van berdiam dalam cinta masalalu kamu makanya kamu gak bisa mencintai Tiara sampai saat ini"


Vano termenung mendengar ucapan Kayla. Apa sesulit itu melupakan cinta pertama? batin Vano.


Vano menatap sekilas Kayla yang tengah memandangi orang-orang disekelilingnya. Yang dikatakan Kayla memang benar, bertahan dengan cinta masalalu memang membuatnya sulit mencinta Tiara. Tapi mau bagaimana lagi, Vano tak bisa membohongi diri dan juga hatinya.

__ADS_1


"Kamu benar Kay. Aku memang terlalu meratapi perasaan aku. Aku sebenarnya juga mau mencintai Tiara, tapi aku bingung harus mulai darimana. Apalagi Mama aku menuntut aku untuk punya anak lagi, itu pasti akan sulit untuk aku mencintai Tiara secara perlahan" keluh Vano.


"Aku yakin kamu bisa Van. Percaya sama hati kamu, kalau kamu memaksakan diri untuk terlepas dari perasaan kamu dulu pasti perasaan itu akan hilang. Sama halnya dengan aku Van, dulu aku sempat mencintai kamu tapi nyatanya sekarang aku bisa mencintai suami aku" ucap Kayla.


"Semoga aku bisa kaya kamu ya. Bisa mencintai sosok yang menemani aku sekarang"


"Iya Van. Oh iya, kamu gak kerja?"


"Bolos" singkat Vano menjawab.


Kayla tertawa kecil mendengar ucapan Vano. Kayla melupakan jika Vano memiliki jabatan penting diperusahaan Milik keluarganya. Seandainya pun Vano bolos bekerja itu tak akan mempengaruhi posisinya.


Tak terasa waktu menjelang sore, Kayla berpamitan pada Vano untuk pulang terlebih dulu. Bukan tanpa alasan, Kayla harus segera sampai rumah sebelum Dirga.


"Mau aku antar pulang Kay?" Vano menawarkan.


"Engga perlu Van, aku bawa mobil sendiri ko. Aku pergi dulu ya" ucap Kayla terbangun dari duduknya.


"Hati-hati ya kamu"


"Bye"


Kayla perlahan pergi meninggalkan Vano seorang diri dibangku taman, Kayla yang tengah berjalan tiba-tiba teringat masalalunya saat masih mencintai Vano. Jujur, selintas Kayla memikirkan kembali jika ia menolak perjodohan dulu bersama Dirga, mungkin Kayla tak akan mengalami dilema pahit seperti ini dan mungkin ia akan bersama Vano tanpa harus merasakan ujian pernikahan sesulit ini.


"Sadar Kay, ingat itu masalalu. Kamu gak boleh menyesali hal apapun yang terjadi, semua udah jadi takdir hidup kamu" Kayla berusaha menyadarkan dirinya.


Tiba dirumah Kayla bergegas membersihkan diri lalu menyiapkan makan malam bersama Bi Sari dapur. Namun entah kenapa Kayla tiba-tiba merasakan pusing yang membuatnya hampir terjatuh, dengan panik Bi Sari lalu memanggil Andra untuk membantunya mengantar Kayla ke sofa ruang tamu.


Kayla berbaring lemas sambil memejamkan matanya. Bi Sari, Sus Dita dan Andra seakan terlihat panik dengan keadaan Kayla. Tak berselang lama Dirga datang dan terkejut melihat Kayla terbaring lemas diatas sofa.


"Bi, Bu Kayla kenapa?" tanya Dirga panik.


"Ibu tadi hampir terjatuh Tuan"


"Terjatuh kenapa?"

__ADS_1


"Saya kurang tau Tuan, tapi sebelumnya Ibu mengeluh kepalanya pusing"


Mendengar perbincangan membuat Kayla membuka mata dan mendidiknya dirinya.


"Sayang, kamu kenapa? kamu sakit?"


"Kepala aku pusing aja Mas, mungkin aku kurang istirahat"


"Kita ke kamar ya, Sini Mas gendong"


"Gak usah Mas, aku bisa jalan sendiri"


"Engga, pokoknya Mas gendong"


Tanpa perlawanan akhirnya Dirga menggendong Kayla, namun sebelum pergi menuju kamar Dirga meminta Bi Sari membuat minuman hangat untuk Kayla.


Dirga dengan lembut menidurkan Kayla dikasur. Sambil mengelus tangan, Dirga tak hentinya memandangi wajah Kayla. Ada rasa amat sangat bersalah dalam diri Dirga, pasti Kayla seperti ini karna permasalahan yang terjadi sebelumnya.


"Mas minta Dokter Vivi untuk periksa kamu ya"


"Engga usah Mas, aku cuma kurang istirahat aja Ko. Tidur sebentar juga pasti kembali pulih lagi, udah Mas gak perlu khawatir gitu"


"Mas gak mau kamu sakit sayang"


"Aku pasti kecapean aja. Udah sana Mas mandi, Mas baylu keringat kantor lho" ejek Kayla menghibur Dirga agar tak terlalu khawatir.


"ang Mas bau banget ya?"


"Iya"


"Ya udah Mas mandi dulu ya, kamu lanjutin istirahat kamu"


"Iya Mas"


***

__ADS_1


__ADS_2