Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Amarah Kayla


__ADS_3

Tak tega melihat kesedihan diraut wajah Yasmin, Kayla berinisiatif untuk menemui Anggara yang tengah berbincang bersama Dirga dan juga rekan yang diundang diacara pernikahan Dimas dan Kirana. Sebenarnya Kayla tak ingin mencampuri urusan rumahtangga Anggara dan Yasmin, hanya saja Kayla tak ingin permasalahan orang ketiga membuat sahabat dan Kakanya menjadi tak baik.


"Hai sayang, kenapa? kamu butuh sesuatu? mau makan? mau Mas ambilin? atau mau yang lain?" tanya Dirga saat datang menghampiri.


"Aku gak mau apa-apa Mas. Ka, aku boleh ngobrol sebentar sama Kaka gak?" tanya Kayla pada Anggara.


Anggara selintas melirik kearah Dirga.


"Boleh. Mau ngobrol dimana?"


"Disana" tunjuk Kayla mengarah ketempat yang sedikit menjauh dari keberadaan tamu undangan.


"Ok, ayo"


"Mas aku tinggal sebentar ya" pamit Kayla pada Dirga.


"Iya sayang"


Dirga mencoba menghargai permintaan berbicara dengan Anggara tanpanya, mungkin saja ada hal penting yang harus di bicarakan tanpanya.


"Sebenarnya ada apa kamu minta bicara berdua sama Kaka?" tanya Anggara.


"Ka, aku bukan mau mencampuri urusan rumah tangga Kaka sama Yasmin. Tapi ada hal yang mau aku tanya sama Kaka"


"Tanya soal apa?"


"Apa Kaka masih menjalin komunikasi sama Ka Bella? orang yang dulu punya tempat spesial dihati Kaka?"


"Kenapa kamu tiba-tiba bahas Bella?"

__ADS_1


"Jawab aku Ka" desak Kayla.


"Iya masih, tapi hanya sebatas komunikasi biasa aja gak ada yang lebih"


"Kaka yakin?"


"Kamu meragukan Kaka?"


"Ini bukan soal meragukan atau apapun Ka. Orang yang punya tempat spesial dihati itu gak mudah untuk dilupakan dibegitu aja, dan yang aku takutkan Kaka masih menyimpan rasa itu Sama Ka Bella"


"Apa Yasmin cerita soal masalalu Kaka sama kamu?" tanya Anggara tiba-tiba memastikan.


"Iya, Yasmin cerita soal itu. Aku bukan gak percaya sama Kaka ataupun menuduh Ka Bella untuk merusak rumahtangga Kaka, tapi percaya Ka sama aku. Perempuan mana pun itu gak akan sepenuhnya percaya ataupun menerima masalalu pasangannya begitu aja, Dan Yasmin ngerasa Kaka gak menghargai perasaan dia selama ini. Ok gak masalah Kaka menceritakan sosok Ka Bella sama Yasmin, tapi apa Kaka pernah pikir gimana perasaan dan pikiran Yasmin sama hal itu? apa Kaka gak takut Yasmin menuduh Kaka sewaktu-waktu menjalin hubungan lebih lagi sama Ka Bella?" cecar Kayla.


"Kay kenapa pikiran kamu bisa sejauh itu sih? selama ini Kaka juga menjelaskan bahkan terbuka tentang jalinan komunikasi Kaka sama Bella, gak ada ko yang Kaka tutupi"


"Iya tapi permasalahannya Kaka gak peka soal perasaan Yasmin. Kalau memang Kaka sayang, Kaka gak perlu menjalin komunikasi lagi sama Ka Bella dan menceritakan hal itu sama Yasmin. Yasmin gak menunjukan kecemburuan dan kemarahannya itu bukan berarti dia menerima, tapi dia menghargai Kaka sebagai suaminya. Dia mencoba percaya, tapi kalau semakin Kaka menunjukan komunikasi terus menerus sama Yasmin, itu akan menjadi sebuah tuduhan untuk Kaka sendiri. Jadi aku harap Kaka pikir ulang kembali menjalin komunikasi sama Ka Bella"


"Maaf kalau aku terkesan marah dan gak suka Ka, tapi ini perasaan yang Yasmin rasain juga sama Kaka. Jadi tolong ya, usahakan sejauh mungkin permasalahan yang menyangkut perasaan istri Kaka sendiri sama apapun yang membuatnya gak nyaman. Inget kata-kata aku ini Ka, aku cuma gak mau hubungan Kaka kedepannya menjadi rusak karna permasalahan masalalu"


Kayla berlalu pergi begitu saja meninggalkan Anggara. Jujur, Anggara memang tak mampu menjawab semua ucapan Kayla yang begitu membara padanya. Ia hanya mencoba mendengarkan dan mencari tau bagaimana perasaan Yamin yang diluapkan pada Kayla.


Setelah puas meluapkan apa yang ingin dikatakan pada Anggara, Kayla kembali duduk dikursi khusus keluarga sambil menghembuskan afas kesal. Entah kenapa, semenjak hamil Kayla memang begitu sering meluapkan amarahnya yang berlebih.


Huufhh........


"Mas, aku mau minum" pinta Kayla pada Dirga yang duduk disampingnya.


"Ini sayang" Dirga menyerahkan.

__ADS_1


"Aku haus Mas, dari tadi aku ngomong terus" keluh Kayla setelah menghabiskan minumannya.


"Memang tadi kamu ngobrol apa sama Anggara?"


"Aku habis marahin Ka Anggara Mas"


"Marahin apa?"


"Dia tuh nakal deh, masa menjalin komunikasi lagi sama Ka Bella terus diceritain pula lagi sosok Ka Bella sama Yasmin, kan itu bikin sesak dihati Yasmin Mas"


"Maksud kamu Bella yang dulu buat Anggara sebegitu cinta bahkan bersikap bucin sama dia?" tanya Dirga.


"Iya Mas. Aku tau kamu pasti tau sosok Ka Bella kan? Nah, tadi tuh Yasmin curhat tentang itu sama aku. Karna aku gak terima aku marahin aja Ka Anggara biar dia gak hubungi Ka Bella lagi"


"Sayang, seharusnya kamu gak perlu marah segitunya lho, gak ada salahnya kan menjalani komunikasi lagi sama orang. Kan sebagai manusia kita harus saling memaafkan dan juga melupakan kesalahan yang pernah terjadi dulu"


Mendengar ucapan Dirga seketika membuat Kayla menatap tajam Dirga.


"Maksud Mas apa ngomong gitu? Oh, Mas ngebela dan mendukung Ka Anggara menjalin komunikasi lagi sama Ka Bella gitu? aku sebagai adik berhak marah Mas, Yasmin itu sahabat sekaligus Kaka ipar aku, gak ada salahnya kan kalau aku marah sama Ka Anggara. Lagian kenapa Mas protes gitu? Apa karna Ka Anggara itu sahabat Mas, Mas jadi ngebela Ka Anggara?" Kayla mulai emosi.


"Sayang, bukan itu maksud Mas"


"Udah ah Mas sama pergi. Aku sekarang kesel, marah, kecewa dan gak suka liat muka Mas. Udah sana pergi" usir Kayla dengan paksa.


"Engga gitu sayang" rayu Dirga.


"Mau Mas yang pergi atau aku yang pergi?" ancam Kayla.


Tak ingin membuat Kayla semakin memuncak emosinya membuat Dirga mengalah dan pergi berlalu meninggalkan Kayal seorang diri. Mungkin Kayla tak bermaksud memarahinya atau bahkan mengusirnya, Dirga hanya mencoba memahami hormon Kayla yang sedang tak stabil semenjak hamil kedua ini.

__ADS_1


***


__ADS_2