
"Mas cuma menduga aja, sejujurnya sikap kamu sekarang Buat Mas bertanya-tanya. Takutnya kamu gak sadar kalau sekarang kamu lagi hamil" Dirga menjelaskan.
"Aku yakin aku gak hamil ko Mas. Kalau misalkan aku terlambat datang bulan pun pasti aku bakal cari tau. Tapi nyatanya jadwal datang bulan aku masih lusa kan, percaya sama aku Mas. Nafsu makan aku kaya gini pasti karna pengaruh vitamin dari Dokter Vivi" kekeh Kayla.
Tak ingin berdebat panjang akhirnya Dirga pasrah menerima penjelasan dan keyakinan Kayla.
"Ok, Mas percaya sama ucapan kamu" pasrah Dirga lalu melanjutkan makan.
Kayla menatap kearah Dirga yang terlihat seperti kecewa, entah Dirga berharap Kayla bisa hamil lagi atau tidak rasanya orang-orang sekelilingnya termasuk Dirga mengharapkan seperti itu. Bukan menolak doa atau harapan agar Kayla hamil kembali, hanya saja Kayla belum mampu merasakan hal itu kembali.
Pukul 10 malam Kayla tak bisa memejamkan matanya, Dirga yang tertidur disamping Kayla pun sudah terlelap tidur karna merasa lelah. Masih terpikirkan ucapan Dirga dan semua orang membuat Kayla bergegas melihat tanggal dikalender yang tersimpan diatas nakas.
Betapa terkejut dan tak menyangka, Kayla tak percaya dengan apa yang ia lihat. Tanggal yang seharusnya terjadwal datang bulan ternyata sudah terlewat 1 Minggu yang lalu, jujur Kayla tak menyadari hal itu. Tanpa berpikir panjang, Kayla bergegas mengambil alat testpack yang ia simpan dilaci nakas lalu pergi menuju kamar mandi.
Setelah menunggu beberapa menit, Kayla memberanikan diri untuk melihat hasil testpack yang ia pakai. Rasanya amat sangat gugup saat Kayla mulai melihat hasilnya.
Deg .......
Dua garis, ya hasil alat testpack itu menunjukan dua garis biru. Bagai mimpi, Kayla hanya bisa memandang alat itu dengan rasa tak percaya. Sungguh Kayla tak bisa mengutarakan apa yang ia rasakan saat ini, hal yang diharapkan semua orang benar terjadi. Entah harus bahagia atau bersedih Kayla tak tau harus bagaimana.
Tak ingin membenarkan hasil yang ia lihat, membuat Kayla menyembunyikan alat testpack itu terlebih dulu dari Dirga dan semua orang. Sebelum Kayla menyakini itu, ia ingin memastikan untuk memeriksakan diri ke Dokter Rani, Dokter kandungan yang dulu pernah menjadi Dokter Kandungan Darren.
***
Dikantor Dirga meminta Anggara untuk menemuinya di ruangan. Ada hal yang ingin Dirga utarakan pada Anggara tentang Kayla dan juga sikap Kayla yang sedikit berbeda akhir-akhir ini.
"Ada apa Lo minta gue datang?" tanya Anggara Sembari duduk dihadapan Dirga.
"Gue mau cerita soal Kayla"
"Kayla? kenapa? kalian lagi ada masalah?" tebak Anggara.
"Engga ada, gue cuma lagi heran sama sikap dan perubahan Kayla"
"Perubahan gimana?"
__ADS_1
"Akhir-akhir ini gue ngerasa ada yang beda dari Kayla, gue ngerasa kalau Kayla itu hamil" duga Dirga.
"Darimana Lo bisa menyimpulkan itu?"
"Belakangan ini nafsu makan Kayla tuh meningkat, belum lagi kemarin Kayla minta Mama Adira untuk buat Soto ayam, padahal Kayla itu kurang begitu suka. Gue jadi keinget sama kehamilan Darren dulu, Kayla selalu minta Mama Adira buat bikinin soto. Menurut Lo, apa Lo sepemikiran sama gue?"
"Gue sih gak bisa menyakini dugaan Lo, tapi apa Lo udah konfirmasi sama Kayla tentang ini?"
"Semalam gue sempet tanya tentang jadwal datang bulan dia, tapi dia tetep kekeh kalau dia itu gak hamil bahkan dia yakin kalau perubahan nafsu makan dia itu meningkat karna Vitamin yang dikasih Dokter Vivi"
"Mungkin yang dibilang Kayla itu bener Dir, ya gue juga bingung sih harus kasih pendapat gimana. Karna menurut gue, Kalau memang Kayla ngerasa dirinya gak hamil ya mungkin kenyataanya gitu. Gue percaya Dir, Kayla itu berpengalaman sebelumnya jadi kalau dia ngerasa hamil pun pasti dia bakal bilang sama Lo. Gue tau Lo berharap Kayla hamil lagi kan?"
"Jujur memang iya Ga, tapi selain gue yang mengharap itu keluarga gue maupun keluarga Lo juga mengharapkan yang sama. Tapi sejujurnya ada rasa sedikit kecewa sama Kayla Ga"
"Kecewa apa?"
"Gue ngerasa Kayla tuh menolak apa yang diharapkan, dengan penolakan dan keyakinan dia membuat gue berpikir Kalau Kayla tuh menghindari dirinya untuk hamil lagi"
"Gue rasa Kayla bukan menolak, tapi dia belum siap untuk menghadapi kehamilannya lagi. Lebih baik Lo sabar dan tetap menghargai keputusan Kayla, gue yakin kalau memang udah waktunya pasti Kayla bakal hamil lagi sesuai harapan Lo"
"Udah jangan terlalu dipikiran, gue balik kerja lagi ya" tepuk Anggara pada bahu Dirga.
"Ok"
***
Saat namanya dipanggil, Kayla lalu bergegas masuk diantar seorang suster yang membantu kedalam. Sejujurnya Kayla merasa begitu gugup bahkan merasa jantungnya berdegup kencang, namun Kayla mencoba untuk tenang menghadapi Dokter Rani yang mungkin saja akan terkejut dengan kedatangan Kayla.
"Siang Dok" sapa Kayla pada Dokter Rani yang tengah fokus pada laptopnya.
"Ibu Kayla, siang Bu. Silakan duduk" Dokter Vivi mempersilakan saat menyadari kehadiran Kayla.
"Saya tak menyangka ternyata nama pasien Kayla yang dimaksud itu ternyata Ibu Kayla, maaf karna ketidaktauan saya Bu. Seharusnya Ibu langsung saja menghubungi saya dan tidak perlu repot harus menunggu seperti ini"
"Tidak apa-apa Dokter, saya kesini juga tidak direncanakan"
__ADS_1
"Baik kalau begitu. Lalu apa yang mau ibu konsultasikan pada saya?" tanya Dokter Rani.
Kayla menceritakan semua yang terjadi padanya pada Dokter Rani termasuk tentang hasil dua garis ditestpack yang ia gunakan. Tanpa berlama Dokter Rani meminta Kayla untuk berbaring dan memeriksa bagian perut Kayla untuk memastikan Kehamilan Kayla.
Dokter Rani tersenyum senang memberitahu Kayla jika saat ini Kayla tengah mengandung janin yang berusia 2minggu. Entah harus bahagia atau tidak Kayla benar-benar tak tau harus bagaimana. Selesai memeriksa, Kayla pun kembali ke kursi untuk mendengarkan penjelasan Dokter Rani tentang pemeriksaan yang dilakukan.
"Dugaan Bu Kayla benar, Bu Kayla tengah hamil. Usia kandungan Bu Kayla saat ini sudah memasuki 2minggu dan juga Kandungan janinnya sangat sehat. Selamat ya Bu Kayla, akhirnya Darren bisa memiliki teman sekarang" ucap Selamat Dokter Rani.
"Iya Dok"
"Saya yakin, Tuan Dirga bahkan seluruh keluarga Mahendra dan keluarga Bu Kayla pasti akan sangat senang dengan kabar ini"
Kayla hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan Dokter Rani.
"Apa ada yang mau Bu Kayla tanyakan?"
"Tidak ada Dok, tapi apa boleh saya menghubungi Dokter jika saya ingin menanyakan sesuatu nantinya?" Kayla meminta ijin.
"Silakan Bu, saya akan menantikan itu"
"Terimakasih Dok"
"Kalau begitu saya akan tuliskan resep vitamin untuk Bu Kayla, jika ada keluhan atau ada yang Ibu rasakan Bu Kayla bisa menghubungi Saya"
"Iya Dok. Saya permisi ya Dok, terimakasih"
"Iya Bu, semoga Ibu dan kandungan Ibu sehat selalu"
"Iya Dok"
Kayla keluar dari ruangan pemeriksaan dengan sebuah kebingungan. Sambil terduduk dikursi menunggu resep vitamin untuknya Kayla pun menatap sebuah layar Tv yang tengah menampilkan Dirga tengah diwawancara oleh sebuah acara televisi.
"Apa penasaran dengan ekspresi kamu Mas, apa kamu akan bahagia dengan kehamilan aku ini?" batin Kayla menatap Dirga dari layar televisi.
***
__ADS_1