
Dirga masih saja berdiam diri tanpa berkata satu apapun dihadapan Kayla. Sampai selesai Menganti pakaian pun Dirga masih saja fokus pada dirinya. Tak ingin terus membiarkan Dirga marah, Kayla mencoba terlebih dulu mengajak Dirga untuk bicara .
"Mas, kamu masih marah sama aku ya. Aku bener-bener minta maaf ya, aku tau aku salah" ucap Kayla dihadapan Dirga.
"Kamu lebih baik tidur duluan, Mas ada kerjaan"
"Tapi Mas, ada hal yang mau aku bicarain dulu sama kamu" Kayla menahan Dirga.
"Soal apa? perasaan kamu? cukup ya Kay, Mas tuh cape dan banyak kerjaan kantor yang belum selesai. Aku tuh dirumah pengen diperlakukan baik sama kamu, tapi nyatanya kamu gak ngerti keinginan Aku"
"Kenapa Mas harus begini? apa hanya karna aku menolak, Mas harus marah sampai sejauh ini sama aku? kenapa Mas juga gak pikirin perasaan aku" Kayla berbalik emosi pada Dirga.
"Cukup. Mas lagi gak mau ribut ya sama kamu. Lebih sekarang kamu tidur, Mas mau tidur diruang kerja"
Dirga pergi berlalu keluar kamar dengan perasaan kesal. Sejujurnya Dirga pun tak ingin meluapkan amarah dan kecewanya pada Kayla tentang kebutuhan biologisnya yang tak terpenuhi, tapi sebenarnya bukan penolakan itu yang membuat Dirga kesal, permasalahan dikantor dengan pekerjaan yang belum terselesaikan membuat Dirga tak bisa mengontrol emosinya.
Dirga duduk terdiam bersandar disofa sambil menatap langit kamar. Rasa bersalah pada Kayla seakan membuat Dirga menyesali ucapan dan sikapnya pada Kayla. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini pikiran Dirga sedang tak baik dan membuatnya begitu sulit untuk memahami sikap Kayla.
***
Ketika menjelang pagi, Dirga masuk kedalam kamar untuk bersiap pergi. Hari itu Dirga tak pergi ke kantor, Dirga akan pergi bersama Anggara ke kota S. Kayla yang melihat Dirga memasukan pakaian kedalam koper bergegas menghampiri dan menanyakan hal yang Dirga lakukan.
"Mas mau kemana?"
"Mas mau pergi selama 2 hari, ada proyek yang harus Mas urus"
"Kenapa Mas gak bilang sama aku sebelumnya?" Kayla bertanya.
"Gak sempat. Mas pergi dulu"
Kayla mematung berdiri menatap Dirga sampai tak terlihat lagi. Apa Dirga tak menganggap Kayla lagi sampai harus melakukan hal seperti itu?
Kayla spontan menelpon Anggara untuk menanyakan hal yang dimaksud Dirga, Kayla benar-benar merasa penasaran apa Dirga memang pergi untuk perjalanan bisnis atau sekedar menghindarinya.
"Halo Ka"
"Iya Kay, kenapa? tumben pagi gini telpon?"
"Ada yang mau aku tanya sama Ka Anggara"
"Tanya apa?"
"Apa Kaka sama Mas Dirga hari ini ada perlahan bisnis selama 2 hari?" tanya Kayla.
"Iya Kay. Kenapa? Kamu gak percaya sama Dirga ya sampai tanya itu sama Kaka?"
__ADS_1
"Bukannya gak percaya Ka. Aku cuma mau pastiin aja"
"Apa kalian lagi berantem?" tebak Anggara.
"Cuma masalah kecil Ka. Oh iya, aku titip Mas Dirga ya. Tolong cek bawaan Mas Dirga yang gak sempat aku siapin, takutnya ada barang yang gak Mas Dirga bawa"
"Iya Kay"
"Terus tolong perhatiin makannya, jangan sampai telat atau lupa makan. Tolong kabarin aku soal Mas Dirga terus ya, aku khawatir sama Mas Dirga. Keliatannya Mas Dirga sering capek dan lelah akhir-akhir ini, Bisa kan Ka?"
"Iya Kay, kalau Kaka ada waktu luang Kaka kabarin kamu ya"
"Iya Ka. Hati-hati ya Ka, jaga kesehatan Kaka dan Mas Dirga Disana"
"Iya Kay"
"Sampai nanti Ka, Dah"
"Dah"
Kayla sejujurnya merasa malu harus meminta tolong pada Anggara. Bayangkan saja, sudah berumah tangga Kayla masih saja meminta pertolongan Anggara ketika tengah bermasalah dengan Dirga.Tapi mau bagaimana lagi, Anggara adalah sosok yang paling dekat dengan Dirga.
***
"Kalian ya, mentang-mentang suaminya pada gak ada pada santuy banget" ledek Kirana yang melihat Kayla dan Yasmin berbaring memainkan handphone masing-masing.
"Ini itu namanya 'Me time' tau" protes Yasmin.
"Inget masih ada anak woy, jangan sampai lupa tuh jemput anak sekolah nanti"
"Iya, bawel deh.. Gue udah tau jadwal jemput kali, lagian juga jam pulang anak gue masih lama ko"
"Gue mengingatkan aja kali"
"Iya, makasih" jawab Yasmin dengan wajah meledek.
"Kay, Lo ko diem terus sih dari tadi. Lo baik-baik aja kan?" tanya Kirana.
"Aku mau ngomong sesuatu sama kalian. Tapi aku minta kalian rahasiain dulu tentang ini ya" pinta Kayla.
Yasmin dan Kirana refleks duduk menghadap Kayla untuk mendengar ucapan yang akan Kayla utarakan.
"Apa yang mau kamu omongin Kay?" Yamin bertanya.
"Maaf kalau seandainya aku terlalu menutupi, tapi sekarang aku udah gak kuat untuk sembunyiin rahasia ini lagi"
__ADS_1
"Emang rahasia apaan Kay? jangan bilang Lo punya selingkuhan?" tebak Kirana yang mendapat tatapan sinis dari Yasmin.
"Lo kalau mau nebak kira-kira dong, masa Lo nuduh Kayla punya selingkuhan. Gak jelas nih isi kepala Lo" ejek Yasmin.
"Ya kan gue cuma nebak, lagian rahasia apa coba?" Kirana bingung.
"Ini bukan tentang selingkuhan Kiran, pokoknya intinya bukan soal orang ketiga" Kayla menegaskan.
"Terus apa dong?"
Kayla menghembuskan nafas Pelan.
"Aku sekarang lagi hamil" ucap Kayla.
Yasmin dan Kirana mencerna ucapan Kayla, dan sesaat kemudian mereka berdua bersorak tak menyangka.
"Serius Kay?" Kirana tak percaya.
"Iya Kiran, kehamilan aku berjalan mau 1 bulan"
"OMG, asli ini kabar yang membahagiakan dong Kay. Iya kan Yas"
"Iya Kay, ya ampun gak nyangka lho kmu bisa hamil lagi. Akhirnya Darren punya adik dan kita punya keponakan baru" Yasmin gembira.
"Selamat ya" ucap Yasmin dan Kirana bersamaan.
"Makasih ya. Maaf aku menutupi hal ini dari kalian" Kayla merasa tak enak.
"Gak masalah lah Kay. Oh iya tanggapan Ka Dirga gimana? Gue yakin pasti Ka Dirga seneng banget" Yakin Kirana.
Kayla terdiam mendengar tanya Kirana.
"Kay, kamu kenapa? seharusnya kamu seneng lho, ko kamu keliatan sedih" tanya Yasmin.
"Mas Dirga belum tau kabar ini, bahkan semua keluarga aku maupun Mas Dirga juga belum tau" jawab Kayla.
"Kenapa gak Lo kasih tau?"
"Tadinya aku mau Mas Dirga yang lebih tau dulu Kiran, tapi nyatanya ada masalah kecil yang buat aku belum punya kesempatan untuk bilang hal ini sama Mas Dirga"
"Apa kalian lagi berantem?" tebak Yasmin.
"Iya. Jujur aku sedih banget sekarang, aku cape harus menutupi ini. Jadi aku bilang sama kalian duluan deh" keluh Kayla.
***
__ADS_1