Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Berpamitan


__ADS_3

Kayla tiba dirumah tepat pukul 7malam. Perjalanan yang cukup lama karna kemacetan yang cukup parah membuat Kayla begitu lelah. Ketika memasuki rumah, Kayla terkejut saat mendapati Dirga tengah duduk seorang diri sembari menunggu kedatangannya disofa ruang keluarga. Tanpa ingin menyapa, Kayla berniat melanjutkan langkahnya menuju kamar. Namun panggilan Dirga membuat langkahnya terhenti begitu saja.


"Darimana aja kamu seharian ini?" tanya Dirga dengan serius. Tak ada yang salah Dirga menanyakan hal itu pada Kayla, karna itu adalah hak Dirga sebagai seorang suami.


Kayla tak tau harus menjawab apa, sebenernya ingin sekali berkata jujur dengan apa yang ia lakukan seharian itu.


"Aku ketemuan sama Kirana dan Dimas" jawab singkat Kayla tanpa membalikan tubuhnya kehadapan Dirga. Tapi Memang benar yang dikatakan Kayla, ia sempat bertemu dengan Kirana dan Dimas walau hanya sebentar.


"Kamu yakin? Bukannya kamu pergi kerumah Mama Andin" ucap Dirga membuat Kayla membalikan tubuhnya menghadap Dirga.


"Apa Mas sekarang mulai memantau kegiatan aku?" tuduh Kayla.


"Darren yang bilang. Mas gak pernah memantau kegiatan kamu, selama kita menikah Mas gak pernah ada niatan untuk lakuin hal itu. Mas cuma tanya, apa benar tadi kamu kerumah Mama Andin?"


Tak ingin penghuni rumah lain mendengar pembicaraannya membuat Kayla meminta Dirga untuk ikut dengannya menuju kamar. Didalam kamar Tanpa berbasa-basi, Kayla membalikan tubuhnya saat Dirga mengikutinya dari belakang.


"Apa kamu takut Mas, Mama mengetahui semuanya?" tanya Kayla memulai.

__ADS_1


"Dugaan kamu benar Mas. Aku memang menceritakan semua yang terjadi sama Mama. Aku ngerasa gak tau harus berbuat apa lagi Mas, aku cuma bisa mengungkapkan apa yang aku rasain sama orangtua kamu aja Mas. Aku gak kuat harus mendam ini sendirian, sekarang terserah Mas mau menilai aku buruk apapun itu aku gak peduli. Permasalahan yang terjadi kali ini bener-bener gak bisa aku terima begitu aja. Aku cuma perempuan biasa Mas, aku butuh pendengar dan aku juga butuh mengungkapkan apa yang aku rasain"


Tanpa terasa airmata Kayla terjatuh lagi dengan derasnya. Kayla benar-benar masih tak bisa menerima kenyataan pahit dalam hidupnya, walaupun Dirga hanya sebatas melakukan kesalahan tanpa perasaan tapi tetap saja semua itu menyakitkan perasaanya.


Melihat Kayla menangis membuat Dirga refleks memeluk Kayla dengan eratnya. Sungguh membuat hati pilu, sosok yang ia janjikan akan membahagiakannya seakan berbalik menjadi rasa sedih yang tak akan bisa hilang dalam sekejap waktu.


"Mas minta maaf sayang. Maaf" sesal Dirga mengulang kata maaf berkali-kali.


Tanpa menghiraukan ucapan Dirga, Kayla terus menangisi hal yang membuat terluka sampai saat ini. Sampai kapan Kayla bisa menerima semua ini? sungguh tak bisa Kayla tebak kapan waktu itu akan terjadi.


Kayla perlahan melepaskan pelukannya dari Dirga. Ia memandang wajah Dirga yang penuh dengan sesal, Kayla menyadari jika Dirga sebenarnya juga tak ingin hal ini terjadi. Tapi mau bagaimana lagi, Kayla terlanjur terluka karna hal itu.


Flashback On.


Kayla menyetujui bertemu dengan Irene disebuah Kafe dimall. Keduanya saling menatap serius, ada rasa bersalah Dimata Irene namun ada rasa terluka juga Dimata Kayla. Tak ingin berlama-lama saling terdiam, membuat Irene terlebih dulu memulai pembicaraan.


"Makasih ya kamu udah mau aku ajak ketemu" ucap Irene.

__ADS_1


"Iya Ka. Tapi untuk apa lagi Kaka meminta aku untuk ketemu?" tanya Kayla.


"Aku mau minta maaf untuk kesekian kalinya dan juga untuk berpamitan sama kamu Kay. Aku mau pergi ke London bersama suami aku dan juga Nadya. Aku juga udah berpamitan sama Dirga. Perlu kamu tau juga Kay, sejujurnya alasan aku untuk memberitahu tentang kejadian sebenarnya bukan karna aku ingin memiliki kehidupan bersama Dirga, tapi karna aku mau melepaskan rahasia yang aku pendam selama ini agar aku gak menyesal suatu hari nanti"


"Percaya sama aku, Dirga benar-benar mencintai kamu Kay. Aku hafal betul bagaimana Dirga jika mencintai seseorang dalam hidupnya, dan kamu adalah wanita paling spesial dihatinya. Sebelum berpamitan, Dirga banyak menceritakan tentang sosok kamu dan rasa cintanya sama kamu. Kalian berdua beruntung saling memilki dan mencintai, aku cuma berharap kamu terus berada disamping Dirga sampai kapanpun. Karna sebesar dan sejauh apapun permasalahan yang terjadi, hati dan jiwa Dirga tetap milik kamu" ucap Irene.


Kayla tersenyum kecil mendengar setiap kata yang Irene utarakan.


"Aku menghargai usaha Kaka untuk mengakui segalanya sama Mas Dirga dan juga aku. Aku tau itu gak mudah, apalagi Kaka harus menghidupi Nadya selama ini tanpa Mas Dirga tau. Jujur, aku masih berusaha untuk menerima semua ini Ka termasuk memperbaiki hubungan aku dengan Mas Dirga. Semenjak ada kejadian ini, aku bersikap dingin dan acuh tanpa memperdulikan perasaan Mas Dirga. Aku akui aku egois, aku hanya memikirkan perasaan aku sendiri. Tapi aku bisa apa Ka, disini aku juga punya perasaan dan juga seorang anak. Dan untuk mengembalikan keadaan seperti dulu butuh waktu untuk aku Ka" Kayla berucap.


"Aku paham Kay. Aku berdoa semoga hubungan kamu dan Dirga menjadi baik lagi. Maaf karna aku menggangu kebahagiaan kalian, aku benar-benar minta maaf. Senang bisa mengenal kamu Kay, kamu memang wanita baik dan juga dewasa. Dirga pantas dapatin kamu, sekarang aku bisa tenang karna sahabat terbaik aku bisa mendapat seorang wanita yang begitu sempurna menemani hidupnya. Terimakasih ya Kay untuk waktu kamu, aku bisa bernafas lega sekarang menghadapi kehidupan aku. Aku harap suatu hari nanti kita bisa berteman baik"


"Udah waktunya aku pergi. Semoga kita nanti bisa ketemu lagi ya Kay, aku pamit ya. Aku berpesan, tolong maafkan kesalahan Dirga. Dirga membutuhkan kamu Kay, jangan diamkan dan hiraukan dia lagi. Semakin kamu begitu semakin rasa bersalah menghantui Dirga sampai kapanpun. Aku titip Dirga ya Kay, cintai dia sama seperti dia mencintai kamu. Aku pergi ya"


Flashback Off


***

__ADS_1


__ADS_2