Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Rasa bahagia Rifky


__ADS_3

Ketika saling merasa bahagia tak terduga Rifky datang tiba-tiba, Mama Andin pun menyambut Rifky dengan sukacita. Tak ingin berlama-lama, Mama Andin dengan cepat memberitahu kabar bahagia itu pada Rifky. Sama halnya dengan Nindy dan juga Mama Andin, Rifky pun ikut terkejut dan bahagianya ketika mendengar kehamilan Nindy. Bagaimana tidak, selama 5 tahun ini Rifky dan Nindy begitu mengharapkan kehadiran buat hati dikeluarga kecil mereka. Dan pada akhirnya hari ini pun tiba, Rifky bisa mendengarkan kabar bahagia itu.


Karna rasa bahagia yang tak terkira Rifky refleks memeluk Nindy tanpa menyadari ada sosok Mama Andin dihadapan mereka. Tak ingin menganggu, Mama Andin dengan cepat keluar dari kamar.


"Sayang, makasih ya. Aku bener-bener bahagia sama kabar ini, akhirnya kita akan jadi orangtua" syukur Rifky melepas pelukannya.


"Iya Mas. Selamat ya, akhirnya penantian kamu selama ini terwujud"


"Ini penantian kita berdua sayang"


"Iya Mas"


"Pokoknya mulai sekarang kamu harus menjaga kandungan kamu. Terus Mas juga akan rekrut orang untuk bantu kamu dirumah, terus kamu juga gak boleh melakukan aktifitas berat apalagi melelahkan. dan Kamu juga harus menjaga makan kamu, pokoknya makanan itu harus sehat bergizi. Atau perlu kita beli rumah dekat Mama Andin supaya kamu bisa dipantau langsung sama Mama" celoteh Rifky yang mendapat senyuman dari Nindy.


"Mas, gak perlu sejauh itu deh. Kehamilan aku ini masih awal, aku bisa ko menjaga diri aku. Lagipula cukup ko kalau misalkan ada yang nemenin aku disini, kalaupun misalkan Mas mau beli rumah juga gak bisa secepat itu"


"Bener juga, Mas terlalu seneng sayang. Kalau gitu, Nanti kita adakan syukuran makan malam ya disini, Mas mau semua keluarga merasakan kebahagiaan kita'


"Iya Mas"


"Mas mau temui Mama dulu ya, kamu istirahat disini aja"


"Iya Mas"


Rifky menghampiri Mama Andin yang tengah sibuk dengan handphonenya.


"Mah" panggil Rifky sambil duduk disamping Mama Andin.


"Iya. Gimana Nindy? apa Nindy lagi istirahat sekarang?"


"Iyalah versi terbaru seru dan Mah. Makasih untuk kejadian hari ini ya Mah, aku bener-bener gak tau harus gimana kalau seandainya Mama gak ada untuk menolong Nindy. Aku begitu lalai sebagai suami, maaf ya Mah untuk kelalaian aku" Ucap Rifky merasa bersalah.


"Ini bukan salah kamu. Kamu sudah menunjukan sikap seorang suami yang baik untuk Nindy, kejadian hari ini diluar kendali kita jadi kamu jangan menganggap ini kelalaian kamu. Tapi kamu harus bersyukur Rif, ternyata kebahagian datang disaat yang tepat saat ini. Mama ucapin selamat ya untuk kamu, Mama berpesan jaga Nindy dan calon anak kalian dengan baik"


"Iya Mah"


"Mama pamit pulang dulu ya, tadi Mama udah siapain makan untuk Nindy nanti tolong kamu suruh Nindy makan ya dan minum Vitaminnya"


"Iya Mah"


"Mama pamit ya, titip pesan buat Nindy"


"Iya Mah, hati-hati dijalan"

__ADS_1


"Iya Rif"


***


Pagi hari Mama Andin sudah berkunjung kerumah Dirga bersama Papa Adnan dan juga Alvi. Karna hari itu hari libur mereka semua sengaja datang pagi karna ingin menikmati sarapan bersama dengan Kayla dan Dirga. Selain itu Mama Andin juga ingin menjenguk Kayla karna semalam Dirga memberitahu jika Kayla sedang merasa tak enak badan.


"Mama, Papa, Alvi udah datang?" ucap Dirga saat melihat Mama Andin, Papa Adnan dan Alvi dari arah tangga sambil datang menghampiri.


"Iya. Mama kamu nih gak sabar pengen ketemu Kayla. Terus sekarang Kayla mana? keadaannya baik-baik aja kan?" tanya Papa Adnan.


"Baik Pah. Kayla lagi bersiap diatas" jawab Dirga.


"Terus mana cucu kesayangan Mama?" Mama Andin mencari keberadaan Darren.


"Ada Mah, Darren lagi di kamarnya sama Sus Dita. Ayo Mah, Pah, Alvi duduk" pinta Dirga.


Mereka semua berkumpul terlebih dulu diruang keluarga sembari menunggu kehadiran Kayla dan juga Darren.


"Apa Kayla Sudah diperiksa Dokter Vivi Dir?" tanya Papa Adnan.


"Kayla menolak Pah. Mungkin Kayla kurang istirahat Pah, apalagi Mama dan Papa tau permasalahan yang terjadi kemarin, makanya sekarang Kayla jauh lebih baik"


"Permisi Tuan, Sarapan sudah siap" ucap Bi Sari datang menghampiri.


"Kita tunggu Kayla dan Darren dulu Dir" Mama Andin menahan.


"Pagi Mah, Pah, Alvi" sapa Kayla datang menghampiri.


"Hai sayang, Mama nunggu kamu lho dari tadi"


"Maaf ya Mah aku kelamaan ya"


"Engga apa-apa ko, Kamu udah sehat? semalam Dirga kabarin Mama kalau kamu lagi gak sehat"


"Aku udah sehat Mah, kemarin aku kurang istirahat aja"


"Syukur kalau gitu, Mama khawatir lho. Eh ada cucu Oma, ganteng banget sih pagi ini? gimana kabarnya cucu kesayangan Oma ini? baik kan?" tanya Oma pada Darren.


"Baik Oma. Kabar Oma baik juga kan?"


"Baik juga dong"


"Opa gak ditanya kabarnya nih?" sindir Papa Adnan.

__ADS_1


"Oh iya Darren lupa. Maaf ya, Kabar Opa gimana? baik juga kan?" tanya Darren dengan manis.


"Baik juga dong. Opa kangen Darren lho, nanti kita main ya"


"Siap Opa"


"Oh iya Mas Sarapannya udah siap kan?" tanya Kayla.


"Udah sayang"


"ayo Mah, Pah, Alvi kita sarapan dulu" ajak Kayla.


"Iya"


Ditengah menikmati sarapan bersama, dengan antusias Mama Andin memberitahu kabar kehamilan Nindy pada semua keluarga. Mereka semua merasa terkejut sekaligus bahagia dengan kehamilan Nindy.


"Mama serius sama ucapan Mama?" Kayla memastikan.


"Iya Kay. Maaf ya Mama terlambat bilang, sengaja mau kasih kejutan sama kalian"


"Aku seneng banget Mah dengernya, jadi kepengen ketemu sama Ka Nindy deh"


"Aku juga seneng Mah dengernya, akhirnya penantian Ka Nindy dan Rifky datang juga" ucap Dirga.


"Iya Dir. Kalian Doain terus ya kehamilan Ka Nindy semoga sehat dan lancar sampai lahiran"


"Iya Mah"


"Gimana tanggapan kamu Alvi? sebentar lagi kamu punya keponakan baru lho" goda Kayla.


"Alvi seneng Ka" singkat Alvi menjawab.


"Kamu ini ya udah mulai dewasa sekarang, apa karna kamu sebentar lagi jadi anak kuliahan ya makanya kamu sekarang jadi gak banyak bicara" Tambah Dirga menggoda.


"Gak juga Ka"


"Atau kamu lagi bersikap seperti itu karna kamu mulai puber ya" ledek Dirga.


"Mas, kamu ini ya. Udah ah, Alvi lanjutin sarapan kamu ya" ucap Kayla menengahi.


"Apa kamu emang mulai jatuh cinta sama perempuan Vi?" tanya Mama Andin penasaran. Jujur yang dikatakan Dirga benar, Alvi saat ini mulai berubah dengan sikapnya. Mungkin faktor usia yang mulai bertambah membuat Alvi menjadi lebih bijak dalam bersikap maupun berbicara.


Alvi menatap semua keluarga yang tengah melihatnya. Jujur ini adalah pertanyaan yang begitu sensitif yang tak ingin Alvi jawab begitu saja. Tapi bagaimana jika Alvi tak menjawabnya?.

__ADS_1


***


__ADS_2