Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Permintaan untuk Bercerai


__ADS_3

Dirga menceritakan semua yang terjadi sebenarnya pada Papa Dito secara detail tanpa terlewatkan apapun. Jujur, Dirga sebenarnya merasa takut dan juga merasa sangat bersalah dengan kesalahan yang terjadi dimasa lalu tanpa ia duga terjadi begitu saja. Dengan wajah tertunduk Dirga berharap semoga Papa Dito bisa menerima walau sejujurnya itu akan sulit diterima.


Setelah mendengar semua penjelasan dari Dirga, Papa Dito kembali meminum coffe miliknya dengan tangan yang sedikit bergetar. Bagaimana tidak, sebagai orangtua Papa Dito merasa amat sangat sakit hati jika hal yang begitu berat harus dialami oleh anaknya sendiri. Terlebih Kayla harus merasakan itu akibat perjodohan yang diminta sendiri oleh Papa Dito. Semakin mengingat hal itu semakin membuat Papa Dito menjadi semakin bersalah pada Kayla, akhirnya Papa Dito mengungkapkan sesuatu pada Dirga yang membuat Dirga tercengang mendengarnya.


"Papa mau Nak Dirga menceraikan Kayla" pinta Papa Dito dengan tegas.


Bagai tersambar petir, Dirga merasa amat terkejut dengan permintaan Papa Dito.


"Papa sudah memikirkan semua ini dengan matang sebelum Papa bertemu dengan Nak Dirga. Jujur, Papa tidak bisa menerima hal seperti ini. Papa akan mengurus Kayla dan juga Darren bersama Mama Amira, Papa tau keputusan Papa ini egois dan seakan menghak atas diri Kayla. Tapi Papa hanya mengingatkan Nak Dirga lagi, bahwa jika Nak Dirga menyakiti Kayla dengan terpaksa Papa akan mengambil Kayla dari hidup Nak Dirga. Dan karna kesakitan itu terjadi pada Kayla, Papa akan membawa Kayla dan juga Darren. Jadi tolong, segera ceraikan Kayla secepatnya"


"Papa pergi, tolong kabari Papa jika Nak Dirga sudah menyelesaikan persyaratan untuk menceraikan Kayla"


"Pah" Dirga reflek menahan tangan Papa Dito ketika Papa Dito hendak pergi.


"Tunggu Pah, Pah kita bisa perbaiki masalah ini Pah" mohon Dirga.


"Keputusan Papa sudah bulat. Tolong Nak Dirga hargai keputusan Papa"


Tanpa peduli dengan permohonan Dirga, Papa Dito berlalu pergi begitu saja. Dirga lalu kembali duduk sambil menghela nafas kasar, sekarang Dirga tak tau harus berbuat seperti apa agar Papa Dito bisa membatalkan keputusannya. Jujur, Dirga akui jika ia memang sudah mengecewakan Papa Dito. Tapi bagaimana lagi, semua sudah terjadi begitu saja.


Dirga kembali kekantor dengan perasaan bingung dan juga dilema. Apa yang harus ia lakukan sekarang, Dirga tak ingin melepaskan Kayla dan juga Darren. Baginya, Kayla dan Darren adalah harapan hidupnya. Tapi disisi lain, Papa Dito begitu kecewa dengan yang terjadi. Tuhan, apa yang harus aku lakukan sekarang? tolong beri aku jalan terbaik. Batin Dirga.


***

__ADS_1


Kayla merasa khawatir karna jam menunjukan pukul 8 malam Dirga masih saja belum menunjukan dirinya, hampir setengah jam Kayla mondar mandir kesana kemari sambil menelpon Dirga namun Dirga masih saja tak mengangkat telponnya.


Pukul 9malam akhirnya Dirga tiba dirumah, Kayla yang sudah menunggu dengan cepat menghampiri untuk sekedar memastikan Dirga baik-baik saja.


"Mas, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Kayla.


"Aku baik-baik aja sayang, kenapa? kamu khawatir ya?" goda Dirga.


"Iya, kamu gak kabarin aku dan juga gak angkat telpon aku. Aku khawatir, kamu kemana aja" omel Kayla.


"Handphone aku tadi di silent jadi aku gak sadar kamu telpon. Maaf ya"


"Lain kali jangan gitu lagi ya, aku khawatir lho. tadinya aku mau nyusul Mas ke kantor" ucap Kayla.


"Iya Mas. Mas ganti dulu sana, aku mau siapin makan" suruh Kayla.


"Iya sayang. Mas ke kamar dulu ya"


"Iya"


Kayla menatap Dirga yang tengah menyantap makan malamnya. Ada sebuah perasaan ganjal yang terlihat dari wajah Dirga, Kayla yakin ada sesuatu yang yang sedang Dirga pikirkan tapi Kayla tak tau itu. Selesai Dirga menikmati makan, Dirga mengajak Kayla ke kamar untuk sekedar mengobrol kecil disofa. Tak ingin melepaskan kesempatan itu, dengan berani Kayla menanyakan hal yang ingin ia ketahui, kali ini Kayla tak ingin Dirga merasakan hal seorang diri tanpa memberitahunya.


"Mas"

__ADS_1


"Iya"


"Apa ada yang kamu pikirin sekarang? aku ngerasa kamu lagi memikirkan sesuatu Mas, aku yakin pikiran itu bukan tentang pekerjaan kan?" tebak Kayla.


Dirga menatap Kayla, kali ini Kayla memang benar. Dirga memang tengah memikirkan sesuatu dan sesuatu itu bukan tentang pekerjaan.


"Kenapa kamu tiba-tiba menebak pikiran Mas begitu?" tanya Dirga.


"Aku tau kamu Mas, soal pekerjaan kamu bisa bersikap membedakan. Tapi kali ini aku bisa lihat kalau yang kamu pikirkan itu bukan Soal pekerjaan, cerita sama aku Mas. Sebenarnya apa yang kamu pikirin?"


"Ini bukan soal apa-apa, kamu gak usah terlalu khawatir sama Mas" Dirga menenangkan.


"Aku gak percaya Mas. Mas, aku ini istri kamu. Apa Kamu udah gak percaya dan gak mau berbagi cerita lagi sama aku?"


"Bukan gitu sayang"


"Makanya kamu cerita sama aku, aku gak bisa tenang lho liat wajah kamu yang seolah bingung karna sesuatu" desak Kayla.


Melihat wajah Kayla yang terus memohon akhirnya membuat Dirga luluh seketika, mungkin ini saatnya Dirga menceritakan yang terjadi soal keinginan Papa Dito yang memintanya untuk bercerai dengan Kayla.


Tapi apa Kayla akan membenci Papa Dito jika Dirga menceritakan yang sebenarnya? Jujur, ingin rasanya menyelesaikan hal ini dengan sendirinya tanpa harus Kayla tau, tapi bagaimanapun ini menyangkut Kayla. Tuhan, bagaimana ini? aku benar-benar merasa bingung dengan yang terjadi.


***

__ADS_1


__ADS_2