
Kayla mengalihkan pandangannya kearah Darren yang tengah menikmati makanannya. Kayla tak ingin melihat pandangan Vano yang tengah melihatnya. Berbeda dengan Vano, Vano masih tetap fokus pada Kayla walau ada Tiara dan anak disampingnya. Entah apa yang ada dibenak Vano.
"Hai lama gak ketemu ya, gak nyangka lho ketemu disini" ucap Tiara basa-basi pada Kayla, Yasmin dan Kirana. Entah apa yang membuat Tiara tiba-tiba datang menghampiri, seingatnya dulu Tiara hanya sibuk mengungkit soal Vano dihadapan mereka.
"Iya ya kita juga gak nyangka, padahal kita gak berharap ketemu juga lho" ketus Kirana sambil tersenyum sinis.
"Please deh, kenapa sih kalian masih aja sinis sama gue. Udah berlalu lho yang dulu, oh iya kita boleh gabung ga? ya sebagai tanda pertemanan gitu?" Tiara Menawarkan diri.
Dengan terpaksa Kirana menjawab dan menerima permintaan Tiara untuk bergabung dengan Kayla dan Yasmin. Kirana sebenarnya tak merasa suka dan nyaman dengan kehadiran Tiara, hanya saja Kirana lebih melihat pada sosok anak yang tengah berdiri sambil menatap kearah Darren dan juga Dania.
"Ayo sayang duduk" ajak Tiara pada Vano.
Kirana menatap sinis, untuk apa dia menunjukan hal seperti itu? ingin membuat Kayla cemburu dan merasa kalau dia sudah berhasil mendapatkan Vano.
"Gimana kabar kalian semua?" Tanya Vano memulai pembicaraan.
"Kabar kita semua baik Van. Anak kamu cantik ya" jawab Yasmin mewakili.
"Makasih Yasmin"
"Akhirnya aku bisa lihat kamu lagi Kay, aku seneng kamu terlihat bahagia dengan hidup kamu" batin Vano memandangi Kayla sekilas.
"Mah, aku mau ice cream" pinta Darren tiba-tiba melihat anak lain tengah memakan ice cream.
"Nanti ya sayang Mama beliin. Makanan kamu kan belum habis, habisin dulu ya" bujuk Kayla.
"Gak mau, Darren mau ice cream Mah"
"Darren, jadi anak baik dulu ya"
"Gak mau" kekeh Darren sembari menangis.
"Darren, tunggu ya Om beliin ice cream untuk kamu. Sebentar ya" ucap Vano spontan yang membuat semua mata menatapnya.
Kayla benar-benar merasa tak nyaman dengan sikap spontan Vano itu, Dengan terpaksa Kayla meminta maaf atas sikap Darren yang membuat Vano harus bersusah payah membelikan Darren ice cream.
"Tiara, maaf ya aku jadi buat repot Vano"
"Gak apa-apa Kay, gue ngerti ko. Keinginan anak kecil itu kadang memang susah dikendalikan, lagian juga gue punya anak ko jadi gue tau rasanya diposisi Lo" Tiara memaklumi.
__ADS_1
Kayla tersenyum menatap Tiara, apa Kayla tak salah dengar? kenapa sikap Tiara bisa berusaha seperti itu menanggapi hal seperti ini? apalagi ini menyangkut soal Vano.
Kirana dan Yasmin saling beradu tatap, kali ini sikap Vano seakan masih menunjukan hal sama, sama memperlihatkan perasaan yang sama seperti dulu. Tak lama Vano datang, Darren begitu bahagia saat Vano memberikannya ice cream padanya. Tak hanya Darren, Dania dan juga Fika anaknya juga dibelikan ice cream olehnya.
"Makasih Om" ucap Darren.
"Iya Darren"
"Makasih ya Vano, maaf ngerepotin" ucap Kayla.
"Gak masalah. Oh iya gimana kabar suami kamu?" tanya Vano.
"Baik Van"
"Salam ya. Lain kali kalau ada waktu aku mau undang kamu dan suami untuk makan malam. Ya sebagai tanda mempererat hubungan pertemanan dan pekerjaan juga"
"Iya Van nanti aku sampaikan ke suami aku"
Karna adanya kehadiran Tiara dan Vano membuat pembicaraan saat itu terasa canggung. Tak ingin terlalu lama merasakan situasi tak nyaman, membuat Kayla berpamitan pulang terlebih dulu dengan alasan jam pulang kantor Dirga akan segera tiba.
"Aku pamit pergi duluan ya, sebentar lagi jam pulang kantor suami aku" ucap Kayla.
"Gue juga nih, suami gue juga mau pulang sebentar lagi jadi gue harus sampai dirumah duluan" Yasmin ikut berpamitan.
"Iya.. hati-hati ya. Lain kali kita Adakan pertemuan lagi ya" pinta Vano.
"Iya Van, kita semua pamit ya. Dah Tir, Dah Fika" ucap Kirana mewakili bepamitan pada Vano, Tiara dan Fika.
Kayla, Yasmin dan Kirana terpaksa pergi karna tak ingin berlama-lama dalam kecanggungan. Dan saat mereka berada di mobil yang sama milik Kirana, mereka pun membahas pertemuan mereka bersama Tiara dan Vano tadi.
"Mimpi apa sih semalam, gak nyangka lho bisa ketemu sama cewe pamer itu lagi. Dunia memang sempitnya, masa harus pindah planet sih" celoteh Kirana.
"Udahlah Kiran, namanya juga masih tinggal di kota yang sama ya peluang ketemu juga pasti ada. Lagian aneh deh, kalian liat gak tatap Vano sama Kayla? mencurigakan gak sih?" ucap Yasmin.
"Bener tuh Yas yang Lo bilang, bukan mencurigakan lagi tapi memang terlihat jelas tau. Gue yakin, perasaan Vano pasti masih ada Kay buat Lo" yakin Kirana berucap sembari fokus menyetir.
"Kalian jangan pada sok tau deh. Lagian udah gak penting juga sih membahas itu, inget lho sekarang dihidup Vano ada anaknya. Kita harus berpikir positif aja, kalian gak kasian apa sama Tiara kalau mikir gitu terus" protes Kayla pada Kedua sahabatnya.
"Sorry Kay, cuma menebak-nebak aja" ucap Kirana.
__ADS_1
20menit berlalu akhirnya Kayla tiba dirumah, Kayla meminta Sus Dita untuk menidurkan Darren dilamarnya kara sepanjang jalan pulang Darren tertidur pulas mungkin terlalu lelah bermain bersama Dania.
Sebelum Dirga tiba, Kayla membersihkan dirinya terlebih dulu agar terlihat cantik dan wangi ketika menyambut Dirga. Selesai mempercantik diri, Kayla turun kebawah untuk menyiapkan Snack untuk Dirga ketika Dirga pulang nanti.
Tak disangka, sosok yang ditunggu datang. Sambil menyambut dengan senyuman, Kayla menghampiri Dirga untuk sekedar mencium tangan dan juga memeluk.
"Hai sayang, gimana hari ini jalan-jalannya sama Kirana, Yasmin" tanya Dirga sembari berjalan bersama Kayla menuju sofa.
"Seru Mas, mood aku jadi lebih baik. Oh iya, aku buat cemilan buat Mas"
"Oh iya, apa itu?"
"Brownis, kebetulan aku lagi kepengen itu. Beberapa hari ini kebayang terus, jadi aku buat deh, aneh ya aku kaya orang ngidam aja" ucap Kayla santai.
"Ngidam? apa jangan-jangan kamu ini.."
"Ih Mas nih jangan berpikir aneh-aneh deh. Ngidam emang harus berkaitan sama hamil apa? jangan ngarep ya aku belum siap hamil lagi, ingat lho aku dalam program KB" tegas Kayla.
"Yakin? tambah anak lebih seru lho sayang" goda Dirga.
"Engga ya, jangan mulai deh" kekeh Kayla menolak. Sejujurnya Dirga memang sudah menginginkan Kayla untuk hamil lagi tapi apadaya sampai saat ini Kayla memang belum mau untuk merasakan hamil kembali.
"Papa" seru Darren memanggil Dirga.
"Hai jagoan Papa" Dirga menyambut hangat pelukan Darren yang datang menghampirinya.
"Papa baru pulang?"
"Iya sayang. Oh iya, gimana tadi jalan-jalannya sama Mama? seru gak?"
"Seru Pah, Darren main sama Dania juga. Terus Darren juga dibeliin Ice cream lho Pah sama Om ganteng" cerita Darren.
"Om Ganteng?" Dirga mengulang ucapan Darren.
"Iya"
Dirga refleks mengarahkan pandangannya kearah Kayla saat Darren menyebut ada sosok lelaki yang membelikannya Ice cream dengan tatapan serius dan bertanya-tanya. Berbanding terbalik, Mendengar hal itu membuat Kayla seakan dilanda kebingungan seketika, apa perlu Mas Dirga tau tentang pertemuannya dengan Vano?.
***
__ADS_1