
"Eh tapi nih yah, menurut Lo Yas dia tuh masih berharap gak sih sama si Kayla.. Dulu kan diantara kita bertiga, surat cinta Kayla doang yang dibalas dia" ucap Kirana.
"Bener juga yah, apa jangan-jangan dia hadir kembali lagi karena merasa penasaran ya Kay sama kamu" goda Yasmin.
"Ih kalian berdua apaan sih, kalau Mas Dirga denger bisa cemburu lho" Kayla menakuti.
"Ka Dirga gak disini Woy, ya kali kalau kita gibah gini dikantor ya pasti Ka Dirga dengerlah. Oh iya, kalau nanti ada reuni gue jadi penasaran deh"
"Penasaran soal apaan" tanya Yasmin pada Kirana.
"Soal mantan dong. Gue jadi kepo deh kaya apa sih pasangan mereka sekarang tuh, gue jamin deh gak ada yang bis menandingi kecantikan gue" Kirana memuji diri.
"Memang Lo yakin bakal ada reuni?"
"Yakinlah Yas, Lo pasti ketinggalan info kan. Sebenernya, Minggu depan tuh bakal ada acara reuni angkatan kita. Gue lupa share deh sama kalian"
"Ko kamu bisa tau Kiran?" Kayla terheran.
"Ya pasti tau dong. Salah satu mantan gue kan dulu anggota osis, jadi gue dapet info dari dia"
"Jadi selama ini kamu diem-diem masih komunikasi sama Sandy?" tebak Kayla.
"Iya" singkat Kirana.
"Gue bilang Dimas lho, bakal ribut besar Lo nanti sama dia. Sandy kan saingannya Dimas waktu sekolah dulu" Yasmin mengancam.
"Iya juga ya Yas, wah bakal seru nih kalau sampai Dimas tau" Kayla menambahkan.
"Lo berdua ko gitu sih sama gue, gak usah bawa-bawa Dimas deh. Kalian tau kan sebentar lagi gue bakal satu atap dan satu ikatan suci sama dia. Jadi jangan kalian kacaukan hal itu, ngerti gak?" Kirana memperingati.
"Tadi kamu juga bawa-bawa Mas Dirga, sekarang aku bawa Dimas kenapa kamu lebih sewot sih. Aneh deh" Kayla tak terima.
"Iya nih, calon manten satu ini rada aneh emang" ejek Yasmin.
__ADS_1
"Ya tadi tuh gue becanda doang, menambah topik pembicaraan aja" alasan Kirana.
"Bisa aja nih bocah ngelesnya, mau jadi pelawak Lo" Yasmin semakin meledek.
"Ih Lo ya, ada apa sih hari ini sama Lo Yas. Dendam banget kayanya"
"Suka aja ngeledek" Yasmin tertawa.
"Udah ah, debat mulu deh. Gak bakal selesai nih sampai sore. Cepet habisin makanan kalian, sebentar lagi aku harus pulang nih" perintah Kayla .
"iya" jawab Kirana dan Yasmin bersamaan.
***
Ingin menyelesaikan kesalahpahaman tentang permasalahan yang terjadi tentang keluarganya membuat Kayla mengajak bertemu Papa Dito tanpa sepengetahuan Mama Amira. Kayla pun menunggu disebuah kafe kecil terdekat dengan toko Papa Dito, Kayla sengaja mengajak bertemu ditempat yang tak jauh dari toko Papa Dito, mengingat Papa Dito tak bisa meninggalkan toko terlalu lama.
"Kamu sudah nunggu lama?" ucap Papa Dito datang menghampiri
"Udah tadi ditoko. Kamu udah makan?"
"Udah Pah"
Kayla menghembuskan nafas tanda merasa bingung dengan apa yang akan diucapkan pada Papa Dito.
"Ada apa kamu meminta Papa ketemu disini? apa ini ada kaitannya dengan permintaan Papa pada Nak Dirga?" tebak Papa Dito.
Kayla menatap kearah Papa Dito.
"Benarkan yang diucapkan Papa?" tanya Papa Dito yang dijawab anggukan kecil oleh Kayla.
"Apa kamu bahagia Kay?" Lanjut Papa Dito bertanya.
"Kenapa Papa tanya itu?"
__ADS_1
"Papa mau tau. Akan lebih baik kamu jujur sama Papa tentang apa yang kamu rasain sekarang, dengan begitu Papa bisa memikirkan kembali ucapan Papa pada Nak Dirga"
"Pah, aku bukan mau membela ataupun merasa aku harus mempertahan semua yang aku miliki termasuk Darren tentang permasalahan masalalu yang terjadi sama Masa Dirga. Kalau boleh dikatakan jujur, aku sangat terluka bahkan merasa sakit hati. Tapi Pah, aku ini juga manusia biasa. Aku juga bisa berbuat salah ataupun melakukan kesalahan fatal yang bisa melukai perasaan orang lain"
"Papa tau kan? aku bisa mencintai Mas Dirga sekarang karna keinginan dan harapan Papa juga. Aku tau Papa merasa marah dan menyesali keinginan Papa yang begitu ego tanpa memikirkan perasaan aku diwaktu dulu. Tapi Pah, Aku minta jangan Papa salahkan ego Papa itu. Semua yang terjadi bagian dari takdir hidup aku Pah, apapun yang terjadi di masalalu Mas Dirga baik itu yang sengaja ataupun engga sengaja Mas Dirga lakuin aku harus terima itu. Papa selalu mengajarkan aku untuk menjadi orang yang baik kan? dan sekarang aku sedang berusaha untuk menjadi orang baik dengan memaafkan kesalahan suami aku yang sebenarnya butuh waktu untuk aku terima itu dengan lapang dada"
"Percaya sama aku Pah. Aku bahagia menikah dengan Mas Dirga. Aku percaya, permasalahan yang terjadi hanya sebuah batu loncatan aku untuk menjadi lebih baik menata hidup aku kedepannya Pah. Dan soal permintaan Papa yang meminta Mas Dirga untuk menceraikan aku, tolong Papa tarik lagi ucapan itu. Papa gak mau kan melihat aku menjadi seorang single parent?"
Papa Dito hanya bisa terdiam mendengar semua ucapan Kayla.
"Maafkan Papa Kay. Papa memang merasa bersalah sama kamu karna perjodohan itu yang membuat kamu harus merasakan hal pahit ini. Dulu Papa hanya mau kamu mendapat hidup yang lebih baik dan mendapatkan sosok lelaki yang bertanggung jawab, itu aja" ucap Papa Dito sembari menghapus airmatanya.
Kayla menggenggam tangan Papa Dito sambil tersenyum menatap. Ingin rasanya ikut menangis, tapi Kayla harus bersikap tegar dan kuat agar Papa Dito merasa tenang.
"Aku tau Papa sayang sama aku. Tapi Pah, jangan Papa menyesali hal lalu. Ingat, Papa punya Darren yang selalu Papa tunggu kehadirannya. Papa gak mau kan liat Darren sedih karna harus melihat aku dan Mas Dirga pisah? Papa terus doain aku ya, semoga permasalahan ini bisa menjadi pelajaran untuk pendewasaan aku sebagai seorang istri dan ibu. Papa juga bisa lihatkan sejauh dan sebesar apa Mas Dirga mencintai aku, jadi aku harap Papa selalu percaya dan yakin sama hal itu"
"Iya Kay. Maafkan emosi Papa ya, sebagai orangtua Papa hanya takut kamu ngerasa gak bahagia dengan pernikahan kamu ini"
"Iya Pah, aku bisa pahami itu ko. Semenjak aku menjadi orangtua, buat aku kebahagiaan seorang anak apalagi kesedihan anak itu adalah hal yang sangat terpikirkan. Mulai sekarang, Papa lupain hal yang terjadi sama rumah tangga aku ya. Ingat Pah, masih ada Mamah yang selalu berharap Papa yakin dengan keputusan Papa menjodohkan aku dengan Mas Dirga. Aku mau Papa tetap menyayangi Mas Dirga seperti biasanya, jadi tolong terima Mas Dirga apapun dengan masalalunya itu. Bisa kan Pah?"
"Iya Kay, Papa akan berusaha tetap sama memperlakukan Nak Dirga seperti biasanya"
"Makasih Pah. Sekarang aku antar Papa pulang ya. Sekalian aku mau ketemu Mama, tapi aku minta Papa jangan bahas ini sama Mama ya. Biar aku dan Mas Dirga yang menjelaskan itu semua" pinta Kayla.
"Iya Kay. Papa gak menyangka kamu bisa jauh lebih dewasa seperti ini. Papa merasa bangga karna bisa menjadikan kamu wanita kuat dan juga baik seperti ini. Terimakasih sudah mengajarkan Papa sebuah pendewasaan, semoga pernikahan kamu bisa jauh lebih bahagia dari sekarang" harap Papa Dito.
"Aamiin.. makasih Pah untuk doa Papa"
"Iya Kay"
Tiba dirumah Papa Dito, Kayla dengan antusias berlari menghampiri Mama Adira dengan memeluknya. Rasa Rindu yang tertahan akhirnya terbayar sudah dengan pelukan hangat yang diterima.
***
__ADS_1