
Yasmin dan Kirana tengah menikmati cemilan sembari menonton drama yang tengah mereka suka. Karna Dania masih bersekolah membuat Yasmin bisa leluasa menikmati momen 'me Time' bersama Kirana tanpa gangguan. Namun disela menonton, Kirana tiba-tiba membahasa soal sikap Kayla yang terlihat berbeda saat mereka bertemu tadi.
"Yas, lo hari ini ketemu Kayla gak?" tanya Kirana.
"Engga. Cuma tadi kita sempat telponan aja, kenapa emang?"
"Gue ngerasa ada yang aneh deh sama Kayla" Kirana memasang wajah curiga.
"Gue rasa yang aneh itu lo, bukan Kayla. Selama ini diantara kita kan yang punya gangguan keanehan itu cuma Lo doang" ejek Yasmin.
"Ih rese Lo, Gue serius nih. Gue ngerasa Kayla lagi ada masalah deh. Menurut Lo masalah apa ya, karna gue itu udah kenal Kayla cukup lama jadi gue tau tuh sikap dan ekspresi dia kalau lagi memikirkan sesuatu"
"Sikap sok tau dan kekepoan Lo tuh makin merajalela ya. Kiran, ini pelajaran ya buat Lo sebagai calon penganten ok.. loe tau kan? Kayla itu udah menikah, jadi masalah apapun yang lagi dia alami itu bukan hal yang pantas kita tau. Kita disini kan cuma sebagai sahabat pendengar yang dibutuhkan aja. Jadi kalaupun Kayla lagi ada masalah, ya udah kita gak bisa ikut campur. Apalagi kalau misalkan masalah itu menyangkut pernikahan Kayla, gak baik lho kalau kita mau tau itu" Yasmin menasehati.
"Iya sorry, gue cuma peduli aja sama Kayla. Tapi semoga aja pendapat gue salah, dan gue harap Kayla lagi gak ada masalah"
"Nah gitu doain aja yang baik. Udah ah lanjut nonton lagi, mumpung masih ada waktu nih. Soalnya bentar lagi waktunya gue jemput Dania"
"Iya. Eh gue ikut ya"
"Iya bawel ...."
Kirana tersenyum manis menatap Yasmin.
***
Kayla menarik nafas menahan airmatanya keluar. Rasa sakit teringat apa yang tengah dihadapinya membuat Kayla seakan tak mampu membendung kesedihan dihadapan Anggara, tapi Kayla berusaha menahan itu, mengingat jika tempat yang ia sedang kunjungi adalah tempat umum. Kayla tak ingin menarik perhatian orang-orang padanya dan menimbulkan persepsi yang tak baik jika Kayla meluapkan kesedihannya.
__ADS_1
"Kay, kamu baik-baik aja kan?" Anggara bertanya.
"Aku lagi gak baik Ka, terutama hati aku. Kak, aku mau Kaka jujur sama aku" lirih Kayla berucap.
"Jujur tentang apa? Kay, apa ada masalah? Cerita sama Kaka" desak Anggara.
"Apa Kaka tau yang terjadi diantara Mas Dirga dan Juga Ka Irene"
Anggara mematung memandangi Kayla tanpa berkata apapun. Anggara benar-benar terkejut dengan ucapan Kayla yang menyebut nama Irene dan juga Dirga.
Kayla tersenyum sinis menatap Anggara, sudah bisa Kayla duga Anggara pasti mengetahui Hal itu darinya selain Dirga dan juga Irene.
"Aku harus apa Ka? Aku tau Kaka juga tau hal itu kan? Selain Mas Dirga, Ka Irene dan Kaka, apa ada lagi yang tau hal ini?" tanya Kayla.
Anggara mencoba menahan tangisnya, jujur Anggara sebenarnya juga merasa sakit dengan apa yang terjadi pada Kayla. Anggara juga terpaksa menutupi hal itu dari Kayla, bukan karna Anggara tak peduli, hanya saja Anggara tak ingin Kayla terluka. Terlebih Kayla saat ini begitu menikmati kebahagiaan bersama Dirga dan Darren, tapi sekarang mau bagaimana lagi? Kayla terlanjur mengetahui segalanya.
"Apa Irene menemui kamu?"
"Iya Ka. Tadi pagi Ka Irene menemui aku. Dia menceritakan semuanya. Aku gak tau Ka harus bersikap dan berpikir seperti apa sekarang. Jujur aku kecewa dan terluka Ka. Tapi aku mau kejujuran Kaka, apa semua itu benar Ka?' Kayla memastikan.
"Kaka minta Maaf Kay. Semua yang terjadi dan yang kamu ketahui itu benar" jujur Anggara sembari menundukkan kepala.
"Sejak Kapan Kaka dan Mas Dirga tau soal ini?"
"1minggu yang lalu..Kay, Kaka gak membela Dirga ataupun memihak Irene. Kaka tau, masalalu itu benar-benar menyiksa perasaan kamu. Tapi kejadian itu benar-benar diluar kendali Dirga, bahkan Dirga pun menyesali hal itu. Dan Irene, pasti dia juga hancur dan harus bertanggung jawab sendiri dengan apa yang Dirga lakukan. Tapi Kay, Kaka juga gak bisa berbuat atau memperbaiki hal ini. Kaka tau Dirga memang salah, tapi ini bukan kemauan dia"
"Kaka, Irene dan Dirga memang berencana untuk memberitahu kamu. Tapi tanpa diduga, ternyata Irene lebih dulu melakukan itu. Maaf Kay, maaf karna Kaka dan Dirga menyembunyikan hal ini dari kamu" Sesal Anggara.
__ADS_1
"Apa ini Karma untuk Mas Dirga ya Ka? tapi kenapa aku harus ikut merasakan luka karma itu? selama ini, aku berusaha untuk menuruti keinginan Papa untuk menikah dengan Mas Dirga, tapi apa artinya ini? kalau nyatanya menuruti keinginan itu membuat aku terluka, lebih baik saat itu aku tetap dengan pendirian aku menolak perjodohan aku dan Mas Dirga" ucap Kayla menangis kecil.
Anggara refleks menghampiri dan duduk disamping Kayla untuk menenangkan.
"Kamu tenang ya, Kaka tau kamu sedih dan terluka. Tapi kamu harus berpikir jernih Kay sekarang, ingat ada Darren dihidup kamu. Kaka tau gak mudah juga untuk kamu menerima dan menghadapi ini semua. Tapi Kaka percaya, kamu kuat dan bisa melewati hal ini" Anggara memberi ketenangan.
Perlahan Kayla mulai bisa menenangkan dirinya, memang semua yang Kayla rasakan tak mudah diabaikan begitu saja saat ini. Tapi Kayla perlu membicarakan hal ini dengan Dirga, dan membicarakan itu butuh waktu yang tepat tanpa meluapkan emosi dengan perkataan yang tak berarah.
"Ka, tolong tetap rahasiakan pertemuan kita ini ya. Hal ini biar aku coba hadapi sendiri ke Mas Dirga. Aku juga minta, tolong jangan kasih tau Papa dan Mama dulu soal ini. Aku gak mau mereka sedih Ka sebelum aku menyelesaikan hal ini dengan Mas Dirga" pinta Kayla.
"Iya Kay"
"Oh iya Ka, nanti malam Kaka ajak Yasmin dan Dania makan malam dirumah Papa ya. Tadi soalnya aku terlanjur janji untuk mengajak kalian, Mas Dirga dan Darren makan malam dirumah Papa. Jangan sampai gak datang ya Ka, Papa tadi terlihat mengharap kedatangan kita"
"Iya Kay, Kaka akan ajak Yasmin dan Dania"
"Aku, pulang dulu ya Ka. Makasih udah luangin waktu untuk temui aku"
"Iya. Kaka antar pulang ya?"
"Gak usah Ka, aku bawa mobil. Aku pergi ya Ka"
"Iya"
Anggara terus memperhatikan Kayla sampai Kayla hilang dari pandangannya. Tak disangka, sosok adik yang selama ini selalu bersikap manja dan juga teman bercanda dengannya harus menghadapi cobaan yang begitu berat, tapi dilain sisi Anggara merasa bangga dengan Kayla, Kayla bisa bersikap dewasa dan tenang dalam menghadapi hal ini. Semoga aja semua akan baik dan permasalahan ini bisa berlalu secepatnya.
****
__ADS_1