Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Berkencan bersama Darren


__ADS_3

Kayla kembali kedalam mobil setelah selesai mengambil resep vitamin untuknya. Didalam mobil Kayla terus menatap foto USG yang menampilkan janin didalam rahimnya. Jujur saja sebenarnya Kayla merasa senang dengan hal itu, tapi disisi lain Kayla merasa tak siap dengan itu.


Tak diduga dering handphone Kayla berbunyi, Kayla pun bergegas mengambil handphone miliknya didalam tas. Kayla mematung menatap layar telponnya ketika yang menelponnya adalah Dirga. Ingin rasanya memberitahunya namun Kayla bingung darimana memulainya.


"Halo Mas" Kayla mengangkat telpon.


"Halo sayang, kamu dimana?"


"Aku lagi diluar Mas, maaf ya aku tadi belum sempat ijin sama kamu"


"Memangnya kamu ada keperluan apa keluar? ketemu Kirana sama Yasmin?" Tebak Dirga.


"Aku gak ketemu mereka Mas, aku cuma keluar beli cemilan aja soalnya cemilan Darren kebetulan dirumah habis" bohong Kayla.


"Oh, kenapa gak nyuruh Sus Dita atau orang rumah yang lain?"


"Aku lagi pengen keluar aja Mas jadi aku yang beli sekalian juga aku mau jemput Darren sekolah"


"Ya gak apa-apa, ya udah kamu hati-hati dijalannya ya. Kalau udah sampai rumah kabarin Mas"


"Iya Mas"


"Sampai ketemu dirumah sayang"


"Iya Mas"


Darren berlari cukup kencang saat Kayla datang untuk menjemputnya. Hari itu Kayla memang menjanjikan menjemput Darren untuk sekedar berkencan bersama lelaki ciliknya itu. Tanpa berlama Kayla pun mengajak Darren pergi berdua menikmati waktu bersama ditaman bermain.


Sesampai ditaman bermain, Kayla mengeluarkan alas dibawah pohon untuk ia duduki bersama Darren . Sambil menikmati siang yang cerah, Kayla pun menyimpan beberapa cemilan dan juga bekal makan siang yang sudah disiapkan Kayla dari rumah.


"Gimana Darren suka gak sama tempatnya?" tanya Kayla.


"Suka Mah, tapi kenapa cuma kita berdua aja Mah"


"Papa kan lagi kerja, kita gak bisa meminta Papa untuk menemani kita kapanpun yang kita mau. Darren harus paham ya, sekarang Darren makan siang dulu. Tadi Mama udah buatin Bento rice untuk kamu. Liat deh bentuknya, lucu kan?" Kayla menunjukan.


"Lucu Mah, aku makan ya"


"Iya sayang. Harus habis ya, nanti Mama sedih lho kalau Darren gak habis makannya"


"Siap Mah"

__ADS_1


Kayla begitu senang melihat Darren yang begitu tumbuh menjadi anak yang pintar dan juga begitu mengerti Kayla, melihat Darren tiba-tiba saja membuat Kayla teringat dengan janin yang ia kandung saat ini. Sebagai seorang Ibu Kayla sejujurnya takut tak bisa bersikap adil untuk Darren DNA juga adik ya kelak tapi mau bagaimanapun Kayla harus menghadapi hal yang sudah ditakdirkan untuknya.


"Oh iya Mah, tadi disekolah ada temen Darren yang cerita kalau dia punya adik baru. Terus dia cerita kalau dia itu seneng banget karna sekarang punya temen dirumah, aku jadi mau deh Mah punya adik" Darren bercerita.


"Emang Darren udah siap jadi Kaka?" tanya Kayla penasaran memancing perasaan Darren saya ini menyangkut tentang adik.


"Siap Mah. Biar dirumah aku juga jadi ada teman main, tapi Mah aku bingung gimana caranya ya supaya aku dapat Adik" Darren bertanya dengan polosnya.


"Dari Mama dong. Adik kamu nanti akan lahir dari rahim Mama, maksudnya tuh dari perut Mama" Kayla memberitahu.


"Perut Mama? Gimana bisa Mah?"


"Bisa sayang, wanita itu diciptakan salahsatunya untuk melahirkan anak. Tapi untuk lebih jauhnya Darren jangan tanya lagi ya, Mama bingung jelasinnya" ucap Kayla yang sejujurnya hampir tak bisa menjelaskan lebih pada Darren.


"Iya Mah. Tapi kapan ya aku punya adik?"


"Secepatnya. Darren berdoa terus ya semoga adik Darren selalu sehat terus"


"Iya Mah, emang sekarang adiknya ada diperut Mama?"


"Iya. Sebentar lagi Darren juga bakal punya adik"


"Hore... eh iya Mah, nanti selesai makan aku boleh main bola disana kan Mah?" tunjuk Darren.


"Hore....."


Darren begitu terlihat bahagia bisa bermain bola ditaman bersama teman barunya, Darren memiliki sikap Mudah akrab sama seperti Dirga dan hal itu membuat Darren bisa beradaptasi dengan siapapun.


Hari mulai gelap, Kayla mengajak Darren untuk pulang. Hari itu Darren benar-benar merasa bahagia bisa menikmati waktu berdua bersama Kayla. Sebenarnya Kayla memang sengaja mengajak Darren pergi berdua, Kayla hanya merasa ketika adik Darren lahir nanti pasti Kayla akan sulit menikmati waktu berdua bersama Darren seperti ini, karna itu mulai saat ini selama Kayla hamil Kayla akan berusaha untuk meluangkan waktu bersama dan menumpahkan kasih sayang Kayla sepenuhnya pada Darren.


***


Dirga terlebih dulu tiba dirumah, namun Dirga terheran karna hanya mendapati keheningan kala tak mendapati kehadiran Kayla dan Darren Yang selalu hadir saat dirinya tiba dirumah.


"Sayang, Darren" panggil Dirga.


Bi Sari datang menghampiri Dirga untuk memberitahu tentang Kayla dan juga Darren.


"Maaf Tuan, Ibu dan Nak Darren belum pulang Tuan"


Dirga melihat jam ditangannya yang menunjukan pukul 6 sore.

__ADS_1


"Mereka belum pulang Bi? memang mereka kemana?" tanya Dirga.


"Saya kurang tau Tuan"


"Ya sudah Bi, biar saya telpon ibu"


"Iya Tuan, Saya permisi"


"Iya"


Dirga menghubungi Kayla namun Kayla tak kunjung mengangkat telponnya. Rasa khawatir dan bingung membuat Dirga begitu tak tenang, tak biasanya Kayla pergi bersama Darren sampai malam seperti ini.


Hampir setengah Jam Dirga menunggu Kayla diteras rumah. Sambil berjalan kesana kemari Dirga terus mencoba menelpon Kayla, tak lama rasa khawatir itu pun akhirnya hilang kala melihat mobil Kayla datang. Dengan cepat Dirga pun menghampiri Kayla dan juga Darren yang saat itu turun dari mobil.


"Akhirnya kalian pulang, Mas khawatir lho. Kalian dari mana" tanya Dirga tanpa berbasa-basi.


"Aku sama Mama habis jalan-jalan ditaman Pah" jawab Darren.


"Iya Mas, tadi sepulang jemput Darren aku ajak Darren main ditaman. Maaf ya Mas aku lupa kabarin kamu" sesal Kayla.


"Iya, lain kali jangan begitu ya. Mas khawatir sama kamu dan Darren"


"Iya Mas"


"Ayo masuk" ajak Dirga pada Darren dan Kayla.


Selesai Membersihkan diri dan berganti pakaian, Dirga mengajak Kayla dan Darren untuk makan malam. Malam itu Dirga sudah menyiapkan makan malam yang ia sempat beli disalah satu restoran saat ia bertemu dengan Kline.


"Mas beli makanan ini semua?" tanya Kayla takjub melihat berbagai macam makanan diatas meja.


"Iya. Mas sengaja beli, soalnya tadi pagi Mas liat kamu kurang begitu nafsu makannya. Mas pikir mungkin kamu bosan sama masakan rumah jadi Mas beli makanan sebanyak ini untuk kamu dan Darren"


Kayla hanya tersenyum melihat Dirga yang berusaha memperhatikan dirinya. Tapi sebenarnya bukan karna masakan rumah yang Kayla tak suka, hanya saja hasil testpack semalam yang membuat nafsu makan Kayla terganggu.


"Kamu kenapa diem? gak suka ya sama makanan yang Mas beli?" duga Dirga.


"Engga ko Mas, aku suka. Makasih ya, padahal Mas gak perlu lho beli makanan sebanyak ini"


"Engga apa-apa sayang sesekali aja. Kita makan ya, pokoknya kamu harus makan yang banyak"


"Iya Mas"

__ADS_1


Kayla semakin dibuat bingung bagaimana cara mengutarakan yang sebenernya terjadi tentang kehamilannya pada Dirga. Kayla hanya sedikit merasa takut jika Dirga tak siap dengan kehamilannya, Dirga memang tak pernah memaksa ataupun meminta Kayla untuk hamil lagi walau kadang Kayla merasakan hal itu, tapi apalah Dirga akan seneng dengan hal itu?.


****


__ADS_2