Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Mengungkapkan


__ADS_3

Dirga tersenyum kecil menatap Kayla.


"Mas akan cerita sama kamu, tapi kamu janji jangan ada emosi, dendam, marah ataupun kecewa dengan apa yang Mas ceritakan kepada siapapun. Kamu janji?" ucap Dirga.


"Iya Mas"


"Tadi siang, Mas janji ketemu sama Papa Dito. Sebelumya, Mas memang punya perasaan yang mengganjal waktu terakhir Mas ketemu sama Papa. Mas yakin ada sesuatu yang Papa sembunyikan dengan tatapan bedanya itu sama Mas, dan ternyata dugaan Mas benar. Papa menyimpan sebuah rasa kecewa sama Mas"


"Rasa kecewa tentang apa Mas?" Kayla penasaran.


"Tentang masalalu Mas, kamu pasti mengerti dengan apa yang Mas maksud"


Kayla tertunduk lemas mendengar ucapan Dirga, bagaimana bisa Papa Dito mengetahui hal itu? sedangkan selama ini Kayla berusaha menutupi hal itu.


"Darimana Papa tau Mas? selama ini kan kita berusaha menutupi hal itu" tanya Kayla.


"Papa gak sengaja mendengar percakapan tentang itu lewat Anggara via telpon sayang. Saat itu, Papa juga langsung meminta penjelasan sama Anggara, dan dengan terpaksa Anggara menjelaskan tentang itu semua"


Kayla menatap kearah wajah Dirga.


"Aku mau Mas menjelaskan semuanya sama aku, jujur sama aku Mas. Perkataan apa yang membuat kamu sampai merasa bingung seperti itu Mas? tolong jawab pertanyaan aku Mas" Kayla memelas. Kayla yakin sekali jika ada ucapan Papa Dito yang membuat Dirga menjadi seperti itu.

__ADS_1


"Papa meminta aku menceraikan kamu" ucap lemas Dirga menunduk.


Seketika Kayla tak bisa membendung air matanya keluar, rasanya amat begitu tersiksa dengan permintaan Papa Dito. Melihat Kayla menangis, refleks Dirga memeluk Kayla dengan erat. Sungguh cobaan yang tak mudah dihadapi, selama ini Kayla selalu mengharapkan ada hal indah setelah kejadian menyakitkan itu datang. Tapi nyatanya sebuah permintaan mampu membangun luka kembali dihidup Kayla.


"Maaf ya, Mas minta maaf. Jangan pernah membenci atau marah dengan apa yang terjadi termasuk tentang permintaan Papa" ucap Dirga.


Tanpa menjawab sekata apapun Kayla hanya bisa menangis deras dipelukan Dirga. Setelah cukup lama menangis akhirnya Kayla bisa meredakan tangisannya. Tak tega melihat mata Kayla terlihat sembab membuat Dirga akhirnya mengajak Kayla untuk beristirahat, saat ini pembicaraan serius pun tak akan menumbuhkan jalan keluar untuk menghadapi permintaan Papa Dito.


Disaat terlelap, Kayla tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Dilihat, Dirga tengah tertidur pulas dihadapannya. Sambil menatap wajah Dirga, Kayla dengan perlahan memegang pipi Dirga dengan halus.


"Aku gak tau Mas harus menghadapi Papa seperti apa sekarang. Pasti Papa merasa amat sangat kecewa terutama merasa bersalah sama aku. Papa yang menjodohkan aku dengan kamu tapi Papa juga yang membuat luka dihidup aku dengan perjodohan yang Papa inginkan. Sejujurnya aku gak mau menyalahkan semua yang terjadi karna Papa Mas. Aku yakin, ini adalah bagian dari takdir hidup aku. Tapi gak bisa aku pungkiri, aku sebenarnya belum sepenuhnya mampu untuk menerima ini semua Mas" batin Kayla.


***


"Pah, apa Papa ada masalah ditoko? kenapa akhir-akhir ini Mama liat Papa sedikit berbeda. Cerita sama Mama Pah, ada apa?" tanya Mama Amira.


"Gak ada masalah ditoko Mah"


"Terus kenapa sikap Papa berbeda? apa ada masalah lain? Apa ini menyangkut sama Nak Dirga?" tiba-tiba Mama Amira berucap.


Papa Dito seketika menatap kearah wajah Mama Amira.

__ADS_1


"Kenapa Papa menatap Mama begitu? apa benar yang Mama bilang kalau ada hubungannya dengan Nak Dirga?" desak Mama Amira.


"Kenapa Mama harus menyangkut pautkan dengan Nak Dirga?"


"Karna Mama merasa sikap Papa berbeda sama Nak Dirga, apa ada masalah diantara kalian berdua? semenjak pertemuan pentas seni Darren kemarin, Mama merasa Papa begitu acuh dan seakan terkesan menghindari Nak Dirga. Kalau memang Papa merasa Nak Dirga ada yang salah harusnya Papa cerita sama Mama biar Mama gak bertanya-tanya seperti Ini"


Papa Dito hanya terdiam melihat Mama Amira yang tengah menatapnya juga. Apa harus Mama Amira tau dengan yang terjadi pada rumahtangga Dirga dan Kayla?.


"Pah, kenapa Papa diem aja. Sebenernya permasalahan apa Mah, ayo Pah cerita sama Mama" desak Mama Amira.


"Lebih baik Mama gak perlu tau Mah untuk saat ini. Biarkan Papa memikirkan hal ini sendiri dulu" ucap Papa Dito.


"Gak bisa Pah. Mama yakin, permasalahan ini pasti menyangkut dengan Kayla juga kan? Papa gak bisa bohongi Mama, Mama tau betul Papa seperti apa saat memikirkan sesuatu"


"Mah, Papa gak mau Mama jadi ikut memikirkan permasalahan ini. Tunggu saat semuanya tenang dan Papa bisa menemukan jalan terbaik"


"Apa sekarang Papa mulai gak percaya sama Mama? apa salahnya Pah Mama mengetahui hal yang ingin Mama tau"


"Iya Papa ngerti maksud Mama. Tapi sekarang bukan saatnya Mama tau, Papa gak mau kalau Mama nanti memikirkan ini terus-menerus"


"Terserah Papa. Mama masuk kamar dulu" pamit Mama Adira pergi.

__ADS_1


Papa Dito sebenarnya merasa bersalah harus menyembunyikan hal yang ia ketahui tentang permasalahan Diantara Dirga dan Kayla ada Mama Adira. Tapi tak ada maksud lain Papa Dito untuk menyembunyikan hal itu dari Mama Adira, Papa Dito hanya berpikir agar Mama Adira tak merasa terluka jika mengetahui yang sebenarnya terjadi.


***


__ADS_2