Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Mengetahui


__ADS_3

Sepanjang jalan pulang Dirga tak hentinya memikirkan pandangan Papa Dito padanya, sejujurnya bukan hanya pandangan Papa Dito saja yang membuat Dirga terpikirkan tapi tentang sikap Papa Dito yang sedikit berbeda dari biasanya. Jujur, perasaan Dirga amat sangat tak tenang akan hal itu. Apakah ada sesuatu yang terjadi Papa Dito? tapi apa itu?.


Sesampai dirumah, Dirga berpamitan pada Kayla untuk pergi menuju keruang kerjanya. Dirga beralasan ada pekerjaan yang harus ia siapkan untuk besok tapi nyatanya Dirga ingin menghubungi Papa Dito karna merasa penasaran dengan apa yang terjadi.


"Apa aku harus telpon Papa Dito sekarang?" tanya Dirga sambil menatap contact nomor Papa Dito di handphonenya.


Tak diduga saat Dirga berniat menelpon Papa Dito, sebuah pesan masuk dihandphonenya. Dengan cepat Dirga membuka pesan itu, dan betapa terkejutnya Dirga ternyata yang mengirim pesan itu ternyata Papa Dito.


"Besok kalau Nak Dirga ada waktu, tolong hubungi Papa. Ada hal yang ingin Papa bicarakan dengan Nak Dirga" singkat pesan Papa Dito.


Dirga mematung memikirkan pesan yang dikirimkan Papa Dito padanya. Ia begitu bingung dengan maksud pesan yang ia baca, apa yang akan dibicarakan Papa Dito padanya? rasanya perasaan Dirga tak tenang akan hal itu.


***


Ditengah menikmati sarapan pagi, Mama Adira yang melihat Papa Dito seperti memikirkan sesuatu tiba-tiba menanyakan apa yang sedang Papa Dito pikirkan. Namun tanya itu tak dijawab Papa Dito, Papa Dito hanya beralasan jika ia sedang memikirkan tentang penjualan toko yang sedikit menurun bulan ini.


"Papa gak perlu memikirkan hal itu, rejeki kan sudah ada yang mengatur. Yang terpenting itu Papa jaga selalu kesehatan Papa, Mama gak mau Papa sakit karna memikirkan hal ini""


"Iya Mah. Oh iya, Nanti siang Papa mau pergi sebentar. Mama tolong jaga toko sebentar ya" pinta Papa Dito.


"Memang Papa mau kemana?"


"Ada urusan sebentar, ada temen lama Papa yang mau ketemu"


"Iya Pah"

__ADS_1


Papa Dito sebenarnya merasa cukup bersalah harus berbohong pada Mama Adira tentang menemui teman lamanya. Sejujurnya yang akan Papa Dito temui adalah Dirga, ada sesuatu hal yang ingin Papa Dito ketahui sebenarnya tentang apa yang Papa Dito dengar. Tak ingin membuat Mama Adira ikut memikirkan membuat Papa Dito menahan itu terlebih dulu saat ini.


Dikediaman Kayla.


"Apa aku perlu bilang soal pesan Papa Dito sama Kayla?" tanya Dirga dalam hati memandang Kayla yang tengah menunggu Kayla memakaikan tas pada Darren ditengah rumah.


"Mas" panggil Kayla membuyarkan lamunan Dirga.


"Iya, kenapa sayang?" Dirga tiba-tiba refleks bertanya.


"Kamu melamun Mas? ini masih pagi lho. Kamu melamun apa sih?"


"Bukan apa-apa sayang, Mas cuma kepikiran sama kerjaan aja"


"Pasti pekerjaan Mas lagi banyak ya, semangat ya Mas"


"Oh iya, aku udah siapin makan siang untuk Mas. Nanti kalau mau makan, Mas minta orang pantry kantor untuk panasin ya" ucap Kayla.


"Iya sayang. Mas pergi ke kantor sekarang ya"


"Iya Mas"


"Darren, Papa pergi dulu ya. Darren belajar yang pintar ya disekolah" nasihat Dirga.


"Iya Pah" jawab Darren.

__ADS_1


"Aku pergi ya sayang" pamit Dirga sembari mengecup kening Kayla.


"Iya Mas hati-hati"


Setelah Dirga berlalu pergi, Kayla pun mengantar Darren menuju halaman depan rumah. Kayla memperhatikan Darren yang mulai masuk kedalam mobil bersama Sus Dita dan juga Andra. Ketika mobil yang dinaiki Darren mulai melaju, Kayla pun melambaikan tangan tanda menunjukan kepergian Darren menuju sekolah. Karna Darren dan Dirga sudah pergi, Kayla pun memutuskan kembali masuk kedalam rumah untuk bersiap, rencananya hari itu Kayla akan pergi bersama Kirana dan Yasmin.


***


Disebuah kafe siang itu, Papa Dito Sudah menanti kedatangan Dirga. Sambil menikmati secangkir coffe, Papa Dito sesekali menatap kearah jalan. Namun Tak berselang lama, akhirnya yang ditunggu pun datang. Papa Dito tersenyum kecil ketika menyambut kedatangan Dirga, berbeda dengan Dirga, ia sedikit canggung dengan senyuman kecil Papa Dito.


"Maaf Pah, Dirga terlambat tadi dijalan cukup macet"


"Iya. Maaf Papa jadi merepotkan Nak Dirga, Papa harap Papa tidak menggangu waktu sibuk Nak Dirga" ucap Papa Dito tak enak.


"Pekerjaan Dirga masih bisa dihandle Pah, jadi Papa gak perlu merasa gak enak. Tapi Pah, sebenarnya ada apa ya? apa ada yang Papa mau bahas sama Dirga Pah?"


Papa Dito menghela nafas.


"Begini Nak Dirga, beberapa hari yang lalu Papa tidak sengaja mendengar pembicaraan Anggara lewat telpon dengan seseorang. Pembicaraan itu menyangkut tentang Kayla dan juga Nak Dirga. Papa sempat meminta Anggara untuk menjelaskan tentang apa yang Papa dengar, jujur Papa penasaran dengan hal itu. Maka itu Papa meminta bertemu dengan Nak Dirga tanpa sepengetahuan Kayla maupun Mama Adira"


"Memangnya Papa ingin meminta penjelasan soal apa?" Dirga penasaran.


"Anggara sudah menceritakan semuanya. Papa yakin, Nak Dirga pasti mengerti kemana arah tujuan pembicaraan Papa. Sekarang Papa ingin bertanya, apa Kayla bisa menerima kehadiran sosok anak dari perempuan lain dihidupnya? jujur, pertama kali Papa mengetahui hal itu, hati Papa amat sakit. Papa gak bisa bayangkan betapa terluka dan sakitnya hati Kayla harus menghadapi kenyataan seperti itu" ucap Lirih Papa Dito sambil menahan airmata.


"Nak Dirga, tolong kasih Papa penjelasan. Kayla anak Papa, Papa tidak mau jika sampai Kayla berpura-pura bahagia dan bertahan hanya untuk mempertahankan rumah tangganya dengan sebuah kesedihan pahit seperti itu. Tolong jelaskan semuanya tanpa harus Nak Dirga sembunyikan apapun itu dari Papa" mohon Papa Dito.

__ADS_1


Dirga menatap mata Papa Dito yang begitu terlihat merasa sedih dengan yang terjadi diantaranya dan juga Kayla. Jika saja Dirga bisa membungkam permasalahan ini, rasanya Dirga ingin sekali melakukan itu agar Papa Dito tak mengetahuinya. Tapi mau bagaimana lagi, sejauh Dirga menyembunyikan dan menutupinya jika memang takdir mengharuskan Papa Dito mengetahui segala, mau tak mau Dirga harus menerima dan menghadapinya.


***


__ADS_2