
"Bi, Ibu kenapa?" Dirga terlihat panik melihat Kayla sudah tergeletak dilantai.
"Saya tidak tau Tuan, tiba-tiba saya sudah melihat Ibu pingsan" jawab Bi Sari gugup.
"Dir, bawa Kayla kekamar" perintah Mama Andin.
Dirga menidurkan Kayla diatas kasur. Rasa khawatir melihat Kayla seakan membuat Dirga merasa bersalah. Tak ingin terjadi apa-apa, Dirga dengan cepat menelpon Dokter Vivi untuk memeriksa Kayla. Dirga ingin memastikan ada apa dengan Kayla.
Semua keluarga menunggu diruang keluarga, mereka semua berharap dan berdoa semoga Kayla baik-baik saja. Dirga yang ikut menemani Kayla diperiksa oleh Dokter Vivi begitu gugup dan terlihat sangat khawatir.
Selesai Dokter Vivi memeriksa, Dirga langsung meminta penjelasan Dokter tentang keadaan Kayla. Melihat wajah panik dan khawatir Dirga membuat Dokter Vivi tersenyum kecil.
"Gimana kondisi istri saya Dok?"
"Saya yakin Tuan pasti merasa sangat khawatir dengan kondisi Bu Kayla, tapi Tuan tidak perlu khawatir. Bu Kayla dalam kondisi baik-baik saja. Faktor yang membuat Bu Kayla pingsan itu hanya karna kelelahan, mungkin akhir-akhir ini kegiatan Bu Kayla cukup banyak dan juga karna faktor kehamilan Bu Kayla yang masih sangat muda"
"Sebentar Dok? maksud Dokter kehamilan Istri saya itu apa ya?" Dirga tak mengerti. Wajar saja, Dirga memang bel mengetahui kehamilan Kayla.
"Apa Bu Kayla belum memberitahu Tuan?"
"Belum Dok, tolong jelaskan pada saya Dok" mohon Dirga.
"Baik Tuan. Saat ini Bu Kayla tengah mengandung anak Tuan, kandungan Bu Kayla sudah berjalan selama 3minggu. Saya kira Tuan sudah mengetahui hal itu, maaf karna saya tak memberitahu Tuan sebelumnya. Saya pikir mungkin Bu Kayla yang akan menyampaikan hal itu langsung" ucap Dokter Vivi.
"Tidak apa-apa Dok. Tapi bagaimana kondisi kehamilan istri saya?"
"Semua baik Tuan. Bu Kayla hanya kelelahan saja, tapi saya sudah siapkan Vitamin tambahan untuk Bu Kayla. Saya minta tolong Tuan dan juga semua keluarga untuk terus memperhatikan Bu Kayla"
"Baik Dok"
__ADS_1
"Saat ini biarkan saja Bu Kayla untuk beristirahat, jika ada sesuatu yang terjadi Tuan bisa langsung menghubungi saja"
"Iya Dok"
"Kalau begitu saja pamit Tuan, semoga Bu Kayla lekas kembali pulih"
"Terimakasih Dok"
"Sama-sama Tuan"
Dirga mengantarkan Dokter Vivi yang hendak pergi, Dirga sengaja mengantar keluar untuk sekalian memberitahu keluarganya tentang kehamilan Kayla. Sebenarnya Dirga ingin sekali menanyakan kehamilan Kayla pada Dokter Vivi, tapi akan lebih pasti jika menanyakan hal itu pada Kayla.
Setelah kepergian Dokter Vivi, Dirga bergegas menemui semua keluarganya. Sambil tersenyum bahagia Dirga menceritakan yang terjadi saat pemeriksaan Kayla.
"Kamu serius sama ucapan kamu Dir?" Mama Andin memastikan.
"Iya Mah. Selamat ya, kalian semua akan kehadiran anggota baru" ucap Dirga.
Dirga kembali masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan Kayla sambil membawa makanan. Tak disangka, ternyata Kayla sudah sadar dan tengah terduduk disandaran kasur. Dengan cepat, Dirga datang menghampiri untuk menanyakan kondisi Kayla.
"Kamu mau minum?" Dirga menawarkan.
"Iya Mas"
Dirga membantu Kayla untuk minum.
"Gimana kondisi kamu sayang?"
"Aku sekarang lebih baik Mas. Maaf ya, aku buat kalian semua khawatir"
__ADS_1
"Yang terpenting sekarang itu Kamu udah sadar. Kami semua memang khawatir sama kamu, tapi kami juga bersyukur dengan apa yang terjadi sama kamu. Kamu kenapa gak bilang sama Mas?" ucap Dirga yang membuat Kayla tak mengerti.
"Bilang apa Mas?"
"Tentang kehamilan kamu"
Kayla terdiam beberapa saat. Darimana Dirga tau hal itu?.
"Mas tau darimana?"
"Tadi Dokter Vivi memeriksa sekaligus kasih tau soal Ini sama Mas. Kamu kenapa harus tutupi ini sayang? apa kamu ngerasa belum siap?" tebak Dirga.
"Maaf Mas, aku gak bermaksud untuk tutupin kehamilan aku. Tapi memang aku belum ada kesempatan untuk kasih tau, apalagi keluarga kamu lagi bahagia sama kehamilan Ka Nindy Mas. Aku gak mau perhatian mereka jadi berkurang sama Ka Nindy, ditambah lagi kesalahan yang aku lakuin dan buat kamu marah. Maaf ya Mas"
"Kamu gak perlu minta maaf. Ini juga salah Mas, seharusnya Mas lebih bisa mengerti kamu. Mungkin karna pekerjaan kantor ngebuat Mas jadi marah sama sikap kamu. Tapi sekarang Mas ngerti, mungkin kamu menolak karna kehadiran calon anak kita dirahim kamu. Makasih ya sayang, Mas menganggap ini adalah kado terindah untuk Mas"
"Iya Mas. Sejujurnya aku sempat takut kalau Mas gak bisa terima dengan kehamilan aku ini"
"Mas malah menanti itu sayang. Mas sebenarnya mau bahas tentang adik untuk Darren, tapi Mas takut kamu belum siap untuk itu. Tapi sekarang nyatanya, Tuhan mengirim kepercayaan lagi sama kita secepat ini. Jujur, Mas bahagia banget"
Kayla tersenyum menatap Dirga.
"Sekarang kamu makan ya, terus minum vitamin. Mulai hari ini kamu gak boleh beraktivitas lebih, tadi Dokter Vivi bilang kamu pingsan karna kelelahan. Jadi mas gak mau hal ini terulang lagi, kamu ngerti kan?"
"Iya Mas"
"Sejujurnya Mas udah duga kalau sikap dan pola makan kamu yang beda, tapi kamu kekeh menolak kalau kamu hamil. Kali ini tebakan Mas bener kan, tenyata kamu beneran hamil" bangga Dirga.
"Iya, kali ini Mas tebakan Mas tepat" ledek Kayla menggoda Dirga.
__ADS_1
"Ya udah sekarang Mas suapin makan ya" Kayla mengangguk tawaran Dirga.
***