
"Karna hari ini libur, gimana kalau kita semua berkunjung ke apartemennya Ka Nindy. Ya sekalian kita kumpul keluarga dan juga kasih ucapan selamat untuk kehamilan Ka Nindy, pada setuju kan?" Tanya Kayla tiba-tiba mengalihkan pertanyaan Mama Andin pada Alvi.
"Ide kamu bagus sayang. Mama, Papa, Alvi juga setuju kan?" Dirga menambahkan bertanya.
"Mama setuju, Papa sama Alvi juga pasti setuju. Kalau gitu Gimana kalau selesai sarapan kita pergi? ya supaya waktu berkumpulnya lama" saran Mama Andin.
"Boleh Mah" Kayla mewakili.
"Kalau gitu semua habiskan dulu sarapannya" pinta Mama Andin.
Rifky dan Nindy begitu tak menduga akan kedatangan keluarga Papa Adnan. Kayla yang memang sudah lama tak bertemu Nindy begitu antusias dan bahagia bisa bertemu. Sama halnya dengan Nindy mereka berdua pun saling berpelukan.
"Aku kangen Kaka lho, lama kita gak ketemu" keluh Kayla.
"Iya ya, Kaka juga kangen kamu lho. Ayo semua duduk" Ajak Nindy diikuti semua keluarga duduk diatas sofa ruang keluarga
"Gimana kabar kalian semua?" tanya Rifky.
"Kami semua baik Rif. Selamat ya akhirnya perjuangan kamu sukses" Dirga memberi selamat.
"Iya Dir, makasih ya berkat doa kalian semu akhirnya Nindy sekarang hamil"
"Iya Rif. Papa sama Mama ikut senang dengar kabar ini, Papa minta tolong jaga Nindy dan juga anak kalian ya" pinta Papa Adnan.
"Iya Pah, aku akan berusaha menjaga mereka berdua dengan baik" jawab Rifky.
"Kaka juga harus jadi suami siaga ya, ingat lho menemani perjuangan Ibu Hamil itu gak gampang. Harus banyakin sabar, pengertian dan memaklumi yang seluas-luasnya terutama soal kemauannya tentang ngidam" ucap Kayla pada Rifky.
"Wah tantangan juga ya, tapi Kaka akan berusaha untuk lakuin itu"
"Harus dong"
"Kalau kamu butuh Konsul tentang menghadapi ibu hamil kamu bisa sharing sama aku Rif, Nanti kita bisa saling sharing karna selain itu menghadapi mood ibu hamil itu sebuah tantangan juga" Dirga berucap.
"Tanpa kamu bilang aku pasti bakal lakuin itu" balas Rifky menjawab dengan saling tertawa bersama Dirga.
"Ngomongin soal kehamilan Nindy, terus kapan kamu sama Kayla tambah momongan? kalian gak kepikiran untuk nambah personil lagi dirumah nih? ya biar rumah tambah rame terus Darren jadi punya teman, iya kan Darren. Darren mau punya adik kan?" Mama Andin menyindir.
"Aku belum kepikiran kesana Mah. Doain aja ya" ucap Kayla.
"Mama kepengen punya cucu banyak ya" tebak Dirga.
"Iya dong, semakin banyak cucu semakin rame. Liat deh cucu Oma Nani banyak kan? kalau kumpul seru banget, Mama tuh pengen kaya gitu. Iya kan Pah" Mama Andin mencari pembelaan.
"Iya Mah"
__ADS_1
"Papa nih cari aman ya, biar gak kena omel Mama" ledek Dirga yang dibalas tawa oleh semua keluarga.
Didapur, Kayla tengah membuat teh untuk keluarga. Tak diduga, Alvi datang menghadiri Kayla dengan menyapanya terlebih dulu. Alvi sengaja menghampiri Kayla karna ada yang ingin ia sampaikan.
"Kaka lagi buat apa?" tanya Alvi.
"Alvi, Kaka lagi buat teh? kamu mau teh? atau mau Kaka buatin jus?" Kayla menawarkan.
"Aku mau jus aja Ka"
"Ok, Kaka buatin ya"
"Kak" panggil Alvi pada Kayla yang tengah mengambil buah mangga dikulkas.
"Iya kenapa?" Kayla menatap Alvi.
"Apa ada yang mau kamu bilang sama Kaka?" tebak Kayla.
"Makasih ya untuk bantuannya tadi. Tentang masa puber aku tadi dihadapan Mama" ucap Alvi malu-malu.
Kayla tersenyum kecil sambil mengupas buah.
"Kalau boleh Kaka tau, apa kamu lagi suka sama seorang perempuan?"
"Ternyata kamu sudah besar ya. Vi, menyukai lawan jenis itu hak kamu ko. Mungkin tadi pertanyaan Mama dan Papa menyinggung kamu, tapi percaya deh. Orangtua itu bukannya mau melarang anaknya untuk jatuh cinta, tapi alangkah baiknya saat ini kamu fokus untuk belajar. Kamu punya cita-cita jadi arsitek kan? nah kamu fokuskan diri kamu untuk hal itu" Kayla menasehati.
"Iya Ka"
"Kaka minta kalau jangan terlalu berdiam diri ya, Ya Kaka sadar untuk seumuran kamu begini terutama seorang lelaki pasti agak sulit untuk mengungkapkan isi hatinya, tapi Kaka saranin Kamu sebisa mungkin belajar untuk terbuka sama Kaka-Kaka kamu. Pasti kamu malu kan kalau cerita sama Mama, Papa tentang apapun terutama soal cinta? Nah, makanya kamu harus berusaha untuk bisa bercerita sama Kaka-Kaka kamu, kamu paham kan?"
"Iya Ka. Makasih ya untuk nasihatnya"
"Iya Vi"
"Lagi pada ngobrolin apa nih?" tanya Dirga datang.
"Bukan apa-apa Mas, Mas tolong bawain teh ini ya" pinta Kayla.
"Iya. Ayo Vi bantu Kaka bawain teh" ajak Dirga.
"Iya Ka"
Setelah puas berkumpul dan bercengkerama bersama akhirnya semua keluarga berpamitan pulang pada Nindy dan juga Rifky. Karna arah pulang Dirga dan juga Mama Andin yang berbeda, merekapun memutuskan untuk pulang masing-masing dengan kendaraan yang mereka bawa.
Sepanjang diperjalanan pulang, Kayla yang tengah melihat kearah kaca mobil tiba-tiba meminta Dirga untuk mengentikan mobil. Dirga terheran dengan Kayla yang tak biasanya meminta jajanan pinggir jalan dengan antusiasnya.
__ADS_1
"Mas, aku mau Bakso" rengek Kayla.
"Bakso?"
"Iya. Kita turun beli ya, aku lagi kepengen nih" bujuk Kayla.
"Ya udah Mas yang beli ya, kamu tunggu di mobil sama Darren"
"Gak mau Mas, aku mau ikut turun. Aku mau makan langsung baksonya disini. Boleh ya?"
Tak ingin membuat Kayla kesal dengan tak dituruti permintaanya membuat Dirga akhirnya pasrah mengikuti kemauan Kayla.
"Wah, keliatan enak deh" ucap senang Kayla melihat semangkuk bakso dihadapannya.
"Kamu kenapa sih sayang? seneng banget kayanya bisa makan bakso" Dirga terheran.
"Iya Mas. Aku lagi kepengen banget soalnya, Ayo Darren baksonya dimakan"
"Iya Mah"
Dirga menghentikan tangan Kayla saat melihat Kayla menuangkan sambal beberapa sendok diatas baksonya. Melihat reaksi Dirga membuat Kayla sedikit kesal.
"Kenapa Mas?"
"Sayang, itu sambalnya kebanyakan. Nanti kamu pedesan" omel Dirga.
"Aku lagi pengen pedes Mas, lagian aku kuat ko" Kayla percaya diri.
"Gak boleh" tegas Dirga.
"Kali ini aja ko Mas, please ya boleh" Kayal memelas.
Melihat wajah Kayla yang memelas membuat Dirga tak tega.
"Ya udah, tapi sambalnya cukup segitu gak tambahan lagi"
"Iya Mas"
"Kalau kamu gak kuat sama pedasnya kamu berhenti makan ya"
"Iya"
Dirga merasa aneh dengan sikap Kayla kali ini. Tak biasanya dia memakan makanan pedas sesenang itu bahkan sampai menambah porsinya, apa yang terjadi dengan Kayla?.
***
__ADS_1