Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Antara pilihan


__ADS_3

"Aku mau Mas pergi dari hadapan aku sekarang" pinta Kayla sembari melepaskan diri dari pelukan Dirga.


Tanpa meminta penjelasan Kayla, Dirga perlahan melangkah pergi meninggalkan Kayla. Karna saat ini, Sejauh apapun Dirga memohon pasti tak akan Kayla hiraukan, karna perasaan sedih dan emosi Kayla sedang tak stabil. Mungkin dengan Berusaha mengalah dan memberi ruang untuk Kayla adalah cara tepat untuk menahan Kayla untuk tetap disampingnya.


Dirga terduduk menunduk diruang kerjanya, rasa sesal yang terjadi dimasa lalu seakan membuat Dirga mengacaukan kebahagiaannya sendiri bersama Kayla. Dirga amat begitu takut jika Kayla pergi meninggalkannya, bahkan membayangkan hal itu pun saja seakan membuat sesak didada.


Menjelang pagi, Dirga bergegas keluar dari ruang kerjanya. Hampir semalaman Dirga tak mampu untuk memejamkan matanya, bayangan wajah kesedihan Kayla seakan menjadi hal yang tak menenangkan bagi dirinya.


Perlahan Dirga membuka pintu kamar, dilihat Kayla masih memejamkan mata tidur seorang diri. Ingin rasa berlari menghampiri memeluk Kayla seperti yang sering dilakukannya dulu, tapi sekarang Dirga hanya bisa mengharapkan hal itu.


Tak ingin menganggu, Dirga bergegas membersihkan diri dan memakai pakaian kantornya. Dirga sengaja tak membangunkan dan berpamitan pada Kayla, Dirga tak ingin semakin Kayla sering melihatnya semakin Kayla merasa sedih dengan hal yang terjadi. Dirga hanya memberanikan diri menatap wajah Kayla dari dekat tanpa menyentuhnya.


"Maafin aku ya.. Maaf atas semua hal yang terjadi sampai membuat kamu terluka sejauh ini. Aku harap kamu akan tetap disamping aku sampai kapanpun, mungkin aku terbilang egois tanpa memikirkan perasaan kamu. Tapi aku benar-benar gak bisa hidup tanpa kamu Kay, kamu dan Darren segalanya buat aku" batin Dirga.


Dirga segera menghapus airmatanya yang terjatuh dipipinya, tak ingin Kayla menyadari kehadirannya membuat Dirga dengan cepat berlalu pergi keluar dari kamar. Namun tanpa disadari Dirga, Kayla sebenarnya mengetahui Dirga tengah menatapnya. Kayla berpura-pura tertidur karna tak ingin menangis lagi dihadapan Dirga, rasanya Kayla belum mampu untuk bersikap tegar dan bijak menghadapi semuanya.


Kayla mendudukan dirinya diatas kasur sembari menatap bingkai foto pernikahan dihadapannya. Apa yang harus Kayla hadapi sekarang? Tanpa terduga, seketika Kayla teringat dengan Darren. Dengan cepat Kayla bergegas keluar kamar untuk menghampiri Darren, Kayla tak ingin merasa Darren terabaikan karna perasaannya yang sedang sibuk pada hal yang terjadi.


Kayla bisa bernafas lega karna nyatanya Darren sedang bersiap untuk sarapan bersama Sus Dita. Kayla menghampiri Darren lalu mengecup kening Darren, rasanya begitu tenang bisa melihat Darren tersenyum menatapnya.


"Anak Mama lagi mau sarapan ya, Mama ikut sarapan juga ya" ucap Kayla mendudukan diri disamping Darren.


"Oh iya Bu, tadi bapak titip pesan, Ibu diminta meminum vitamin yang sudah disiapkan oleh dokter Vivi"


"Iya Sus, Sus ayo ikut sarapan sama kita" ajak Kayla.


"Terimakasih Bu, tapi saya sudah sarapan tadi bersama Bi Sari. Kalau begitu saya pamit ya Bu, mau bersiap untuk mengantar Darren"


"Iya Sus"


"Papa kemana Mah? udah pergi kekantor ya" tanya Darren.


"Iya sayang, Papa harus pergi pagi ke kantor soalnya ada rapat" bohong Kayla.


"Oh, padahal Darren mau kasih tau kabar lho sama Mama dan Papa"

__ADS_1


"Kabar apa?"


"Besok kan Darren tampil diacara pentas seni sekolah. Mama lupa ya"


"Mama gak lupa kok sayang. Besok Mama pasti datang untuk nonton Darren sama Sus Dita juga"


"Sama Papa juga Mah. Pokoknya Darren mau Papa ikut nonton juga" rengek Darren.


"Iya, nanti Mama bahas soal ini ya sama Papa. Tapi Darren harus bisa mengerti ya kalau misalkan Papa gak bisa ikut nonton Darren, ok sayang"


"Iya Mah"


"Aku harus gimana ya? kalau aku gak ajak Mas Dirga pasti Darren kecewa" batin Kayla.


***


Siang itu Kayak sengaja menjemput Darren disekolah. Kesan antusias dan bahagia sangat terlihat jelas diwajah Darren kala melihat Kayla, Kayla memang jarang mengantar Darren sekolah tapi untuk hari itu Kayla sengaja menjemput Darren karna ingin mengajaknya main bersama.


"Mama" sorak Darren berlari menghampiri.


"Happy Mah, tadi Darren juga latihan terakhir untuk tampil besok. Mama sama Papa jangan lupa datang ya buat liat Aku tampil"


"Iya sayang. Oh iya, Darren mau jalan-jalan gak? kita beli mainan, Darren udah lama kan gak jalan sama Mama. Gimana? Darren mau?"


"Mau Mah"


"Ok. Sus, kita mampir ke mall dulu ya sebelum pulang"


"Baik Bu"


"Let's go Darren" ajak Kayla.


Tiba di mall, Kayla terlebih dahulu mengajak Darren dan Sus Dita menikmati makan siang. Namun tak disangka, Kayla bertemu dengan Kirana dan Dimas yang tengah jalan berdua saat menuju tempat makan yang akan Kayla tuju. Kirana yang begitu mengagumi ketampanan Darren dengan antusias berlari menghampiri untuk sekedar mencubit gemas pipi Darren.


"Haloo keponakan Aunty yang tampan mempesona ini, apa kabar kamu. Ah Aunty seneng deh ketemu kamu disini" ucap Kirana.

__ADS_1


"Darren juga seneng ketemu Aunty Kiran"


"Aaahhh... so sweet banget kamu. Ih calon idaman wanita nih gede nanti. Kalau Aunty punya anak cewe nanti Aunty pengen bahkan mau maksa Tuhan untuk jodohin anak Aunty sama Darren" celoteh Kirana yang hanya mendapat senyuman dari wajah Darren.


"Kiran, kamu ini bikin Darren bingung deh. Darren, jangan dengerin ocehan Aunty Kiran ya" saran Dimas.


"Ih kamu nih, gak apa-apa kan kalau aku punya keinginan begitu. Kan memperbaiki keturunan"


"Kamu ini ya, walaupun begitu jangan membahas didepan Darren dong. Darren masih kecil, belum mengerti hal begitu"


Kayla dan Sus Dita tersenyum melihat perdebatan Kirana dan Dimas.


"Kalian lagi jalan berdua?" tanya Kayla memecah perdebatan Kirana dan Dimas.


"Eh Kayla, Sorry ya gue terlalu fokus sama perdebatan bareng Dimas. Iya nih, kita habis jalan berdua. Biasalah memanfaatkan momen berdua, dia kan si super sibuk jadi waktu kencannya tak berencana" sindir Kirana.


"Dimas kan sibuk untuk masadepan kamu juga Kiran, kamu harus memaklumi"


"Bener tuh yang dibilang Kayla, Aku sibuk juga demi kamu Dan masadepan kita" ucap Dimas.


"Iya ya deh, aku kalah disini kalau menyangkut soal masadepan. Oh iya, kalian cuma bertiga aja? Ka Dirga gak ikut?" tanya Kirana.


"Mas Dirga kan dikantor, jadi gak bisa nemenin"


"Oh. Kalian udah makan siang belum?"


"Belum Kiran, kebetulan kita juga mau makan siang. Kalian mau ikut gabung?" Kayla menawarkan.


"Gimana sayang, mau ikut gabung sama Kayla?" Tanya Kirana pada Dimas.


"Boleh, lebih seru juga kan makan sama-sama"


"Ya udah ayo" ajak Kayla.


Kayla, Darren, Sus Dita, Dimas Dan Kirana menikmati makan bersama sembari bercerita. Disela bercerita, Kayla bepamitan pada yang lain untuk pergi menuju toilet. Namun ada hal yang terjadi terlihat oleh pandangan Kayla, apa pertemuan itu sering terjadi dibelakangnya selama ini? Sekarang bagaimana Kayla harus bersikap? menerimanya atau melepasnya?.

__ADS_1


***


__ADS_2