
"Mau nambah lagi?" Dirga bertanya melihat Kayla yang sudah menghabiskan dua porsi mangkuk bakso.
"Engga Mas. Aku udah kenyang"
"Gimana Darren? enak gak? suka kan baksonya?" tanya Kayla pada Darren.
"Suka Mah"
"Apa ada yang mau kamu beli lagi sayang?" Dirga menawarkan.
"Emang boleh Mas?" Antusias Kayla.
"Boleh"
"Kalau gitu kau mau martabak coklat keju ya. Boleh kan?"
"Boleh, Mas beli dulu ya. Kamu sama Darren tunggu dimobilnya"
"Iya Mas"
Selesai membayar bakso dan juga membeli martabak untuk Kayla, Dirga melangkah masuk kedalam mobil. Kayla yang sudah menunggu Dirga didalam mobil seakan antusias gembira dengan apa yang Dirga bawa.
"Aromanya wangi banget, makasih ya Mas"
"Iya sayang. Sekarang kita pulang ya"
"Iya Mas"
Sesampai dirumah Dirga meminta Sus Sita untuk menidurkan Darren dikamarnya. Lain hal dengan Kayla, tanpa menganti pakaian terlebih dulu Kayla langsung pergi menuju meja makan untuk menyantap martabak yang ia inginkan. Sejujurnya sepanjang jalan Kayla tak sabar ingin memakannya namun Kayla menahannya sesampai dirumah.
Dirga mengikuti Kayla menuju meja makan, sebenarnya ada hal yang ingin Dirga tanyakan pada Kayla tentang perubahan pola makannya yang begitu berbeda akhir-akhir ini. Sambil menemani Kayla memakan martabaknya, Dirga memberanikan diri untuk bertanya
"Sayang"
"Iya Mas?"
"Apa kamu lagi suka banyak makan? sebelum pulang dirumah Ka Nindy kita makan lho, terus tadi kamu makan dua mangkuk bakso dan sekarang makan martabak. Kamu kuat makan itu semua dalam waktu yang gak lama?"
"Kuat Mas, aku gak tau deh akhir-akhir ini nafsu makan aku memang lagi meningkat Mas. Mungkin pengaruh vitamin yang dikasih Dokter Vivi deh, soal ya beberapa hari yang lalu aku sempat minta resep vitamin sama Dokter Vivi" Kayla menjelaskan.
"Oh pantes. Tapi jangan keseringan beli jajanan diluar ya" Dirga memperingati.
"Kenapa Mas? Mas ngerasa penjual pinggir jalan itu gak bersih ya?"
"Bukan"
"Apa Mas gak suka aku banyak makan?"
"Bukan juga"
__ADS_1
"Apa Mas mulai ilfeel karna aku sekarang banyak makan?"
"Bukan sayang"
"Atau Mas takut aku gendut karna makan terus?"
"Bukan"
"Terus apa? dari tadi Mas jadi bukan terus. Tau ah, aku jadi bete sama Mas. Aku mau ke kamar" Kesal Kayla berlalu pergi.
Dirga menatap kepergian Kayla, sikap Kayla sungguh sangat membingungkan.
***
Selesai menikmati sarapan, Kayla meminta ijin pada Dirga untuk pergi bersama Yasmin dan juga Kirana. Rencananya siang itu Kirana meminta Kayla dan juga Yasmin menemaninya mencari barang yang ia butuhkan.
"Memang kalian rencana pergi kemana?" tanya Dirga.
"Ke mall sih Mas, sekalian juga mau makan siang di sana. kenapa?"
"Gak apa-apa. Kabarin Mas ya kalau udah sampai sana"
"Iya Mas. Darren, nanti pulang sekolah Darren dijemput dulu sama Ka Andra dan Sus Dita ya. Mama hari ini mau temenin Aunty Kirana dulu jadi gak bisa ikut jemput, gak apa-apa kan?" tanya Kayla pada Darren.
"Iya Mah"
"Anak pintar" Kayla mengelus rambut Darren.
"Hai, maaf ya telat. Tadi dijalan lumanyan macet" Kayla meminta maaf.
"Iya. Kita juga baru sampai ko" jawab Yasmin.
"Kalian belum pesen makan?" tanya Kayla.
"Kita nunggu Lo kali, gak mungkin kan kita makan tanpa nunggu lho" ucap Kirana.
"Hhmm kalian so sweet sekali... sayang kalian" ungkap Kayla.
Kirana dan Yasmin termenung menatap makanan yang tersaji dimeja mereka. Bagaimana tidak, Kayla memesan beberapa makanan yang tak biasanya ia pesan sebanyak itu. Hal itu membuat keduanya merasa terkejut sekaligus heran.
"Kay, kamu gak salah pesan makanan buat diri kamu sebanyak itu?" Yamsin terheran.
"Engga.. Aku lagi laper banget Yas, daripada pesan lagi bikin nunggu lama mending aku pesen banyak sekalian kan?"
"Iya sih, tapi aneh aja kalau sebanyak itu Kay. Lo kerasukan mahkluk halus kah?" ledek Kirana.
"Jangan aneh-aneh deh. Mana ada makhluk halus doyan makanan ginian"
"Ada ko, mahkluk halus kelaparan"
__ADS_1
"Makin gak jelas deh kamu, mengada-ada tau gak. Udah ah makan yuk nanti keburu dingin"
Kirana dan Yasmin semakin dibuat terheran dengan Kayla yang bisa menghabiskan beberapa makanan dihadapannya. Entah apa yang merasuki Kayla bisa menghabiskan makanan sebanyak itu.
"Kay, yakin deh gue loe kerasukan jelmaan hantu kelaparan. Semua makanan yang Lo pesan habis tak tersisa begitu aja, Lo tuh kaya gak makan 1minggu tau gak? ajaib amat sih Lo" ucap Kirana.
"Aku juga gak tau Kiran, akhir-akhir ini nafsu makan aku tuh emang lagi meningkat. Apa mungkin pengaruh vitamin dari dokter kali ya?" Kayla mencari pembenaran.
"Bisa juga. Tapi masa sih sampai berlebihan gitu, aneh deh. Atau jangan-jangan.... " Yasmin menghentikan ucapannya.
"Hamil maksudnya?" Kayla menjawabnya.
Kayla tertawa lepas mendengar dugaan Yasmin, bagaimana bisa Yasmin menyimpulkan seperti itu.
"Ko Lo malah ketawa? gimana kalau bener Lo hamil?" Kirana mencoba menyakinkan Kayla.
"Gak mungkin deh Kiran, aku yakin ini pengaruh dari obat vitamin yang aku minum aja" kekeh Kayla.
"Kapam jadwal kamu datang bulan?" tanya Yasmin.
"Jadwalnya sih lusa, kenapa sih? kalian kaya kepengen banget aku kasih adik ke Darren " tuduh Kayla.
"Ya kalaupun Lo hamil dan kasih adik buat Darren kan gak apa-apa, itu artinya lo memberi teman buat Darren" Kirana berucap.
"Tapi aku belum siap Kiran. Kemarin aja keluarga Mas Dirga udah obrolin tentang ini sama aku dan Mas Dirga aja aku udah sewot dalam hati"
"Namanya juga orangtua Kay, mereka suka meminta yang terkadang kita belum sanggup untuk ngelakuinnya. Gak perlu terlalu jadi pikiran untuk kamu, aamiin aja doa mereka. Yang terpenting kamu gak menyakiti mereka dengan penolakan keras kamu" Yasmin membela Kayla.
"Nah kan yang dibilang Yasmin bener, makasih udah ngebela aku. Kamu mengerti perasaan aku sekali" Kayla terharu sambil memeluk Yasmin yang duduk disampingnya.
"Sama-sama"
"Ih dasar ya kalian adik-kaka ipar penuh drama" ledek Kirana.
"Sirik tuh" Kayla balik meledek.
"Hai sayang" sapa seseorang yang datang membuat Kayla dan Yasmin mengarahkan pandangannya bersamaan.
"Hai sayang, kamu udah dateng. Sini duduk" ucap Kirana pada Dimas. Dimas pun duduk disamping Kirana sambil menatap kearah Kayla dan Yasmin yang tengah menatapnya.
"Kalian kenapa liat gue begitu banget?" tanya Dimas.
"Kehadiran kamu disini untuk apa? bukannya kamu gak diundang gabung, Kiran jangan bilang kamu ngajak Dimas tanpa bilang sama kita" tuduh Kayla.
"Maaf ya guys, gue sengaja gak bilang kalian karna pasti nanti kalian protes" ucap Kirana sbil bersandar pada bahu Dimas.
"Dasar ya pasangan bucin, jaga jarak tuh mau nikah bentar lagi" ledek Yamsin.
"Ih apa sih Lo, sirik ya. Kasian suaminya kerja jadi ga ada sandaran" Kirana balik meledek.
__ADS_1
"Dimas" panggil seorang wanita menghampiri Dimas dan yang lainnya. Kira-kira siapa ya wanita itu?....
***