
"Aku boleh temui keluarga kita gak Mas?" tanya Kayla selesai disuapi oleh Dirga.
"Tapi kamu masih belum pulih sayang. Mas minta mereka semua kekamar aja ya?"
"Engga Mas, aku mau temui mereka semua di bawah. Aku gak mau mereka terlalu khawatir sama aku, lagian aku udah merasa baik ko"
"Kamu yakin?"
"Yakin Mas, lagian aku ini kan cuma kecapean bukannya harus bedrest dikasur Mas" kekeh Kayla menyakinkan Dirga.
"Ya udah tapi Mas gendong ya" Dirga memberi syarat.
"Tapi aku berat lho Mas"
"Yang lebih berat itu cinta Mas sama kamu" rayu Dirga yang membuat Kayla tersipu malu.
"Ih Mas apa sih, mulai deh godain aku"
"Emang bener ko"
"Udah ah, aku pengen ketemu sama keluarga kita. Ayo Mas" Paksa Kayla mengajak.
"Iya"
Kayla menghampiri semua keluarga yang tengah menikmati cemilan, mereka semua yang melihat Kayla pun dengan senang menyambut Kayla penuh suka cita. Kayla dan Dirga pun duduk berdampingan untuk bergabung bersama semua keluarga.
"Lho, kamu udah baikan memang? kenapa kamu gak istirahat aja Kay" ucap Mama Andin.
"Aku udah merasa baikan Mah. Maaf ya, aku buat semua jadi khawatir"
__ADS_1
"Kami memang khawatir, tapi kenapa kamu harus sembunyikan kehamilan kamu Kay?" tanya Mama Adira.
"Maaf, tadinya aku pikir aku mau Mas Dirga tau terlebih dulu. Tapi kenyataannya, malah aku membuat kalian khawatir sebelum aku kasih tau Yang sebenarnya"
"Ya sudah, yang berlalu biar berlalu. Yang terpenting kamu dan calon anak kamu sehat, Papa dan semuanya sangat senang dengan kehamilan kamu ini. Terimakasih ya untuk hadiah yang kamu berikan untuk Dirga, bukan hanya Dirga yang merasa ini hadiah tapi kamu semua juga" ucap Papa Adnan.
Kayla merasa lega dan juga bersyukur, ternyata keluarganya begitu menyambut bahagia kehamilannya.
Kayla pun menceritakan awal kehamilannya pada semua keluarga, Dirga yang sebenarnya begitu memendam keinginan Kayla hamil lagi selama ini begitu antusias mendengar bahkan selalu menunjukan senyuman bahagia di setiap kata yang terucap dari mulut Kayla.
***
Seminggu berlalu.
Hari ini adalah hari pernikahan Kirana dan juga Dimas. Yasmin dan Kayla yang sudah menemani Kirana sejak pagi dari mulai bermake up dan juga memakai gaun pengantin seakan merasa ikut gugup dengan apa yang Kirana rasakan.
"Loe jangan aneh deh, mana ada sih jantung keluar kalau rasa deg-degan loe tuh udah over limit. Udah deh, daripada Lo ngelantur mending sekarang Lo tarik nafas Pelan-pelan. Lo tenangin diri, lagian rasa tegang ini juga nanti bakal hilang" Yasmin menasehati.
"Iya Kiran, sekarang kamu fokus tenangin diri. Lagian sebentar lagi juga ijab kabulnya selesai" Kayla menambahkan.
Tak ingin menambah kegugupan, Kirana mencoba mengikuti ucapan Yasmin dan Kayla.
Setelah ijab kabul selesai diucapkan Dimas dan seluruh saksi mengucapkan kata SAH, akhirnya Kirana keluar untuk menghampiri Dimas diiringi Kayla dan Yamin.
Jujur saja, Kirana menahan tangis haru yang membuatnya benar-benar bahagia saat itu. Kayla dan Yasmin yang menyadari hal itu dan begitu merasa ikut bahagia mencoba memberi Kirana ketenangan.
Segala proses acara pun berlangsung dengan khidmat, Dimas dan Kirana pun akhirnya bisa berdiri ditempat pelaminan yang mereka impikan. Dari tempat yang tak jauh dari pelaminan, Yasmin dan Kayla merasa amat sangat tak menyangka melihat Dimas dan Kirana bersanding di pelaminan. Mengingat, Dimas dan Kirana adalah musuh bebuyutan sesama sekolah dulu, memang tak bisa disangka jika ternyata mereka ditakdirkan berjodoh saat ini.
"Gak nyangka ya, mereka beneran berjodoh" ucap Yasmin.
__ADS_1
"Iya. Tapi aku bersyukur Dimas menjadi pendamping untuk Kirana, kamu tau sendiri kan Yas, dari dulu yang mampu mengendalikan dan memahami Kirana itu cuma Dimas. Sekarang aku bisa tenang, Kirana udah dapat pendamping untuk hidupnya"
"Kamu bener Kay"
"Oh iya Kay, boleh aku tanya sesuatu gak sama kamu?" tanya Yasmin yang tiba-tiba membuat Kayla terdiam.
"Boleh dong. Memang kamu mau tanya soal apa?"
"Apa kamu tau tentang masalalu seseorang yang terindah buat Ka Anggara?"
"Kamu kenapa tanya itu Yas? apa ada seseorang dari masalalu Ka Anggara yang buat kamu gak nyaman?"
"Iya Kay. Mungkin aku terkesan kaya anak remaja yang lagi merasa cemburu, tapi jujur aku gak bisa menutupi hal itu sebagai seorang perempuan"
"Kalau boleh aku tau, kenapa kamu ngerasa cemburu? apa masalalu Ka Anggara itu hubungi Ka Anggara lagi?" tebak Kayla.
"Iya Kay. Bahkan Ka Anggara terang-terangan bahas tentang dia dihadapan aku, jujur aku ngerasa cemburu dan diacuhkan perasaan aku. Tapi Kay, aku gak salahkan kalau bersikap begitu?"
"Gak ada yang salah Ko. Hal kaya gitu bisa dirasain sama siapapun, termasuk kamu. Tapi bukannya aku membela Ka Anggara, mungkin Ka Anggara bermaksud menceritakan tentang dia supaya kamu gak salahpaham. Tapi semua balik lagi sama kamu, kamu percaya kan sama Ka Anggara?"
"Aku gak tau Kay, jujur aku bukan gak mau percaya sama Ka Anggara. Tapi aku ngerasa aku gak suka Ka Anggara bahas itu"
"Aku paham Yas maksud kamu, wajar ko kamu merasa gak suka, aku pun bakal bersikap begitu. Tapi aku harap kamu harus percaya sama Ka Anggara"
"Tapi Kay, apa kamu pernah tau dan kenal sama seseorang itu?"
Kayla terdiam mematung menatap Yasmin, Kayla hanya merasa tak tau harus berkata apa. Kayla sejujurnya memang mengenal sosok masalalu yang pernah menjadi sosok spesial untuk Anggara, tapi karna tak ingin menyakiti dan membuat Yasmin menjadi berpikir lebih jauh membuat Kayla menutupinya.
***
__ADS_1