Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Tangisan kekecewaan


__ADS_3

Semua berpamitan pulang meninggalkan rumah Mama Adira dan juga Papa Dito, sebenarnya ada rasa sedih dihati kecil kecil mereka harus merelakan kepergian keluarga Kayla dan Anggara. Mama Adira memang sempat meminta anak dan menantunya untuk menginap, namun penolakan halus diutarakan Kayla karna ada hal yang tak bisa membuatnya menginap malam itu dirumah Mama Adira.


"Lain kali kalian harus menginap ya dirumah Papa sama Mama" pinta Mama Adira.


"Iya Mah. Aku janji nanti aku akan menginap disini sama yang lainnya juga. Aku pamit ya Mah, nanti aku datang kesini lagi" ucap Kayla.


"Dirga juga pamit ya Mah, Pah"


"Aku sama Yasmin juga pamit ya..." Anggara ikut berpamitan.


"Iya, kalian semua hati-hati ya"


"Iya Pah" jawab serentak Kayla, Dirga, Anggara dan Yasmin.


Tiba dirumah, Dirga dan Kayla keluar dari mobil mereka masing secara bersamaan. Tanpa berucap apapun, Kayla bergegas mengajak Darren untuk segera masuk kedalam rumah. Tak ingin mendapat perlakuan dingin dari Kayla seperti itu membuat Dirga memberanikan diri untuk menghadiri Kayla.


Kayla yang tengah merapihkan barangnya dikamar tiba-tiba dihampiri Dirga, dengan tatapan dingin Kayla mengarahkan wajahnya pada Dirga. Sontak hal itu membuat Dirga semakin bertanya-tanya, sebenarnya ada apa dengan Kayla?.


"Sayang, sebenarnya kamu kenapa? belakangan ini sikap kamu kenapa dingin sama Mas? Apa Mas punya salah sama kamu? tolong bilang sama Mas" desak Dirga.


"Apa kepekaan Mas udah hilang sekarang?"


"Maksud kamu apa? apa kamu ada masalah? masalah apa? ayo cerita sama Mas"


Kayla tersenyum sinis mendengar tanya Dirga. Kali ini Dirga memang benar-benar tak menyadari kesalahan masalah yang timbul karenanya. Tak ingin memperpanjang penjelasan, Kayla mengambil sebuah surat kertas yang ia simpan didalam nakas, dengan amarah yang tak bisa terbendung lagi Kayla menyerahkan surat itu pada Dirga.


"Apa ini?" tanya Dirga.

__ADS_1


"Silakan Mas baca, nanti juga Mas bisa mengerti dan tau apa isi surat itu" ucap Kayla.


Dirga membaca isi surat itu dengan wajah terkejut, ia tak menduga isi surat yang ia baca ternyata tentang penjelasan bahwa ia ayah biologis dari seorang anak perempuan.


"Apa ada yang mau Mas jelasin sama aku soal surat itu?" Kayla bertanya.


Dirga mengarahkan wajahnya kearah lain dengan penuh penyesalan. Jika Kayla sudah menerima surat itu, berarti kenyataan yang terjadi sudah bisa dipastikan jika Kayla sudah mengetahui segalanya. Tak ada yang bisa Dirga hindari lagi saat ini, keadaan ini mau tak mau harus Dirga hadapi dan selesaikan terutama dengan Kayla.


"Mas minta maaf sayang" sesal Dirga menatap Kayla.


Tak bisa tertahan lagi, Kayla akhirnya meneteskan airmatanya. Berjuta hal bahagia yang pernah dirasakan bersama Dirga seakan melebur seketika dengan kenyataan pahit yang diterima saat ini, entah apa yang harus Kayla ungkapkan sekarang. Rasa Kecewa, sedih, terluka bahkan amarah seakan menyatu ketika menatap Dirga.


Dirga perlahan menghampiri Kayla untuk sekedar menenangkan dengan memeluknya, namun tak disangka Kayla menolak pelukan Dirga. Dirga sangat memahami, Kayla saat ini benar-benar marah dan kecewa padanya, bahkan untuk menjelaskan dan sekedar menenangkan pun seakan tak mampu diterima oleh Kayla.


"Mas tau kamu kecewa dan Marah dengan apa yang terjadi. Maaf karna harus memberi kamu luka sesakit ini, Mas benar-benar minta maaf" sesal Dirga.


Dirga refleks memeluk Kayla dengan eratnya. Kayla yang berusaha menolak seakan melemah dipelukan Dirga. Dua insan yang saling mencinta itu saling menangis bersama menyesali dengan keadaan yang terjadi. Tapi mau dikatakan apalagi, semua yang terjadi pasti sudah menjadi jalan takdir untuk mereka berdua hadapi.


Semakin lama tangisan Kayla semakin menjadi, luapan sedih yang ia tahan selama ini akhirnya membeludak seketika dipelukan Dirga. Dirga begitu terpukul dan menyalahkan dirinya atas kesedihan Kayla yang terluka karna kesalahan masalalunya.


"Mas minta maaf ya, maaf" sesal Dirga.


Tanpa menghiraukan ucapan Dirga, Kayla hanya fokus pada tangisnya luapan luka yang ia tahan selama ini seorang diri. Saat ini, ia hanya ingin menangis sepuasnya untuk sekedar meluapkan apa yang ia rasakan.


***


Yasmin terheran melihat Anggara yang tengah duduk seorang diri tanpa melakukan kegiatan apapun diruang kerjanya. Dengan penuh rasa penasaran, Yasmin menghampiri Anggara untuk sekedar mengetahui apa yang ia ingin ketahui. Karna tak biasanya Anggara melamun seperti itu, karna biasanya Anggara selalu menceritakan hal apapun padanya walaupun hal itu menyangkut tentang pekerjaannya.

__ADS_1


"Mas Angga" panggil Yasmin.


"Hai sayang, sini masuk"


"Kamu lagi apa Mas? Dari tadi aku liat, Mas melamun. Apa ada sesuatu yang Mas Angga pikirin?"


"Iya. Ini soal Kayla"


"Kayla? Kayla kenapa Mas?" tanya Yasmin.


Anggara menceritakan semua yang terjadi pada Yasmin. Bukan tanpa alasan, Yasmin sebagai Kaka ipar dan sahabat Kayla berhak tau dengan apa yang sedang Kayla hadapi. Dengan rasa tak percaya dan sedih, Yasmin seketika menangis dihadapan Anggara.


"Pasti sekarang Kayla ngerasa sedih Mas. Aku gak bisa bayangin hal sesakit ini harus Kayla alami. Selama ini aku mengganggap Kayla bahagia dengan hidupnya, tapi ternyata ada luka pedih yang harus dia terima saat ini" ungkap Yasmin.


"Kita berdoa yang terbaik untuk Kayla dan Dirga ya. Tadinya aku dan Dirga mau menyembunyikan hal ini sama Kayla, tapi mungkin takdir menginginkan Kayla mengetahui semuanya. Tapi setelah aku pikir, Mungkin akan lebih baik jika Kayla mengetahuinya sekarang daripada nanti, pasti luka yang Kayla rasakan akan jauh lebih sakit nantinya jika Kayla terlambat tau tentang semua ini"


"Kamu benar Mas. Pantas aja, aku ngerasa ada hal yang beda sama Kayla. Tapi aku gak berani untuk tanya itu, bahkan Kirana pun merasa ada hal yang beda sama Kayla"


"Ikatan persahabatan kalian pasti sangat erat. Tapi aku minta tolong jangan bahas hal ini tanpa Kayla yang membahas ya. Aku gak mau Kayla merasa privasi hidupnya harus banyak yang tau apalagi soal ini" pinta Anggara.


"Iya Mas. Terus gimana sama Ka Dirga?"


"Sampai saat ini Dirga masih belum tau kalau Kayla mengetahui semuanya. Aku gak bisa bayangin gimana hubungan mereka kedepannya karna hal ini"


"Keadaan perasaan kamu pasti sakit banget Kay sekarang, aku gak bisa bayangin betapa tegarnya kamu menutupi hal yang kamu alami dihadapan aku sama Kirana. Aku harap kamu bisa kuat menghadapi hal ini Kay" batin Yasmin.


***

__ADS_1


__ADS_2