
"Papa sama Kamu kenapa bisa bareng datangnya? kalian janjian ya?" tanya Mama Adira.
Kayla dan Papa Dito saling beradu tatap.
"Kebetulan ketemu didepan Mah" bohong Kayla.
"Oh... kebetulan banget lho kamu kesini Kay, Mama mau minta tolong sama kamu"
"Minta tolong apa Mah?"
"Tolong antar Mama kerumah Mama mertua kamu ya, Mama mau kasih cake coklat ini. Mama waktu itu udah janji mau kasih tapi belum sempet. Kamu mau kan antar Mama? kasian kalau minta antar Papa, Papa pasti cape habis jaga toko"
"Iya Mah, memang Mama mau kita pergi jam berapa?"
"Sekarang aja gimana? kamu capek gak?"
"Engga Mah. Tapi Papa gak apa-apa kita tinggal dirumah?"
"Gak apa-apa, kalian pergi aja. Papa titip salam untuk Papa dan Mama mertua kamu Kay" ucap Papa Dito.
"Iya Pah nanti aku sampaikan. Ayo Mah"
__ADS_1
"Ayo"
Sepanjang jalan menuju rumah Mama Andin, Kayla berusaha terlihat biasa tanpa memikirkan apapun yang terjadi. Kayla berusaha mengajak bicara Mama Adira dengan pembahasan soal Darren yang semakin pintar disekolah. Mama Adira begitu bahagia jika sudah membahas tentang cucu itu.
Tiba dirumah Mama Andin, Kayla dan juga Mama Adira disambut begitu hangat. Pertemuan itu begitu terkesan hangat karna sudah begitu lama Mama Andin tak bertemu dengan Mama Adira. Mereka bertiga saling bercerita suka cita sambil membahas tentang Darren, namun tiba-tiba ditengah pembicaraan Mama Andin mengungkit soal Dirga pada Mama Adira. Mama Adira begitu terkejut dan tak mengerti saat Mama Andin mengungkapkan rasa bersalahnya pada Mama Adira.
"Saya berharap semoga rumah tangga Kayla dan Dirga menjadi lebih harmonis dan bahagia ya Mba. Jujur, dengan permasalahan yang terjadi kemarin membuat saya menjadi khawatir dan takut akan sesuatu hal yang buruk. Tapi saya bersyukur ternyata Kayla mampu melewati hal itu walau saya tau itu pasti akan sulit" ungkap Mama Andin.
"Iya Mba" singkat Mama Adira.
Mama Adira mangarahkan pandangannya pada Kayla. Jujur, sebenarnya Mama Adira tak mengerti maksud ucapan Mama Andin. Ingin rasanya bertanya tentang apa yang dibicarakan Mama Andin, namun Mama Adira menahannya karna ia tak ingin terlihat seperti orangtua yang tak mengetahui apa-apa.
Kayla yang juga menatap Mama Adira begitu merasa bersalah karna sampai saat ini belum menceritakan apapun yang terjadi padanya dan juga Dirga. Ada rasa bersalah namun ada juga rasa ingin menyalahkan Mama Andin, seharusnya Mama Andin tak perlu membahas hal itu lagi. Memang Mama Andin tak sepenuhnya salah, karna ia tak tau jika Mama Adira belum mengetahuinya. Namun, permasalahan baru akan muncul. Kayla yakin, Mama Adira pasti akan menanyakan dan meminta penjelasan tentang maksud ucapan Mama Andin padanya.
"Mama pasti lagi bosan dirumah ya makanya minta mampir kesini?" Ucap Kayla berbasa-basi. Sebenarnya Kayla menyadari jika Mama Adira mengajaknya karna ingin menanyakan maksud dari ucapan Mama Andin.
"Mama tau kamu pasti hafal betul kenapa Mama tiba-tiba mengajak kamu kan? Jawab jujur Kay, sebenarnya hal apa yang engga Mama tau Soal kamu dan Nak Dirga? dan kenapa Mama Andin bisa tau sedangkan Mama engga tau apa-apa, apa serahasia itu sampai Mama harus terlambat untuk tau itu Kay?"
"Bukan begitu Mah. Aku minta maaf, tapi ini menyangkut persoalan Mas Dirga Mah. Mama Andin orang tua Mas Dirga, jadi hal yang aku temui untuk memastikan permasalahkan aku adalah Mama Andin" Kayla menjelaskan.
"Sebenarnya permasalah apa Kay? maaf bukan maksud Mama untuk ikut campur, tapi kalau misalkan Mama Andin tau permasalah rumah tangga kamu itu artinya permasalah itu bukan hal kecil. Kay, Mama gak mau sampai kamu harus memendam apa yang kamu rasain seorang diri"
__ADS_1
Tak ingin mengecewakan Mama Adira, akhirnya Kayla menceritakan yang sebenarnya terjadi padanya dan juga Dirga. Terkejut bahkan tak percaya seakan ditunjukan diwajah Mama Adira. Mama Adira tak menyangka, putri Yang selama ini begitu dicintainya harus merasakan hal pahit yang tak mudah diterima untuk seorang wanita manapun.
"Maaf ya Mah aku terlambat cerita soal ini sama Mama. Papa dan Ka Anggara juga udah tau itu Mah, maaf kalau kita selama ini menyembunyikan ini sama Mama" tunduk Kayla
Tak diduga Mama Adira menghampiri Kayla Lalu duduk disamping dan memeluk Kayla. Kehangatan pelukan seorang Ibu seakan Mampu membuat Kayla semakin tegar dan kuat. Tak ingin memperlihatkan kesedihan, Kayla dengan tegar menyemangati Mama Adira agar merasa tenang.
Mama Adira refleks menghapus air mata saat melepas pelukannya pada Kayla. Disisi lain Mama Adira merasa begitu tersayat hati dengan apa yang Kayla rasakan, namun disisi lain Mama Adira merasa bangga karna Kayla mampu melewati hal itu dengan dewasa dan juga bijak.
"Darimana kamu dapat kedewasaan ini Kay? jujur Mama gak akan sanggup kalau Mama ada diposisi kamu seperti ini? Tapi kamu terlihat begitu kuat" puji Mama Adira sambil mengelus rambut Kayla.
"Ini semua karna Mama juga. Mama pernah bilang kan, apapun yang terjadi dalam rumah tangga aku adalah pelajaran yang harus aku hadapi dengan bijak dan juga dewasa. Aku mencoba untuk itu Mah, memang berat bahkan sangat sangat berat Mah. Tapi aku berusaha menerima itu, mungkin terdengar bohong kalau aku baik-baik aja dengan semua ini, tapi aku berusaha harus terlihat baik didepan Darren Mah. Darren alasan lain aku kuat selain doa Mama, Papa dan juga Ka Anggara. Maaf ya kalau kalian harus ikut merasakan sedih aku ini juga"
"Kamu gak perlu merasa bersalah apalagi minta maaf. Gak ada manusia satu pun didunia ini yang mau memiliki sebuah rasa sedih dihidupnya. Mama yakin, Tuhan memilih untuk merasakan ini karna kamu kuat"
"Iya Mah, aku tau itu. Aku minta, Mama jangan membenci Mas Dirga ya" pinta Kayla.
"Kay, Mama percaya Nak Dirga anak yang baik. Mungkin akan terasa salah dan buruk menurut oranglain kalau belum mengenal Nak Dirga seutuhnya, tapi Mama yakin kalau Nak Dirga pun engga mau menerima masalalu seperti itu. Mama engga akan membenci Nak Dirga, mungkin Mama akan meminta Nak Dirga untuk terus semakin menjaga dan mencintai kamu dan Darren sampai kapanpun itu. Terimakasih ya karna kamu sudah kuat menerima cobaan ini" Mama Adira menguatkan.
"Iya Mah. Terus doakan aku ya, aku yakin Tuhan sedang mempersiapkan hal indah lain dihidup aku karena cobaan ini"
"Iya sayang, Mama bahkan Papa selalu mendoakan kamu dan juga Ka Anggara apapun itu yang terbaik untuk hidup kalian"
__ADS_1
Kayla tersenyum lega menatap Mama Adira, akhirnya ia bisa meluapkan apa yang terjadi pada Mama Adira. Jujur Kayla sempat takut jika Mama Adira akan membenci Mas Dirga tapi nyatanya Mama Adira bisa bersikap bijak dengan apa yang terjadi pada rumah tangga Kayla.
***