Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Marah yang berlanjut


__ADS_3

Anggara memberanikan diri datang menemui Yasmin Yang sedang berada dirumah Bu Tika. Anggara sangat yakin, Yasmin tak mungkin pergi ketempat lain selain kerumah keluarganya. Dengan mengatur nafas perlahan, Anggara memencet bel yang berada didekat pintu.


Nenek Amy terkejut dengan kedatangan Anggara saat membuka pintu. Nenek Amy tak menyangka akan kedatangan Anggara dengan tiba-tiba. Lain hal dengan Anggara, ia merasa takut sekaligus bingung menghadapi Nenek Amy. Bagaimana jika Nenek Amy memarahinya karna permasalahan yang terjadi.


"Nak Anggara, Ibu kira siapa yang datang. Ayo masuk" ajak Nenek Amy.


"Iya Bu"


Anggara mengikuti Nenek Amy masuk kedalam rumah sambil bersikap tenang. Bahkan sambil duduk dikursi pun Anggara mencoba mengendalikan dirinya untuk tetap berusaha mengendalikan dirinya bahwa sedang tak terjadi hal apapun dihadapan Nenek Amy.


"Gimana kabar Nenek?" tanya Anggara.


"Kabar Nenek baik, kabar Nak Anggara baik juga kan?"


"Baik Nek"


"Apa Nak Anggara mau jemput Yasmin sekarang? padahal bisa nanti aja lho pas Nak Anggara pulang kantor"


"Apa nenek gak tau soal permasalahan aku sama Yasmin ya" gumam Anggara.


"Nak Anggara" panggil Nenek menyadarkan lamunan.


"Iya Nek"


"Kenapa melamun?"


"Engga apa-apa Nek. Yasmin dimana ya Nek?" Anggara melihat kesekeliling untuk mengalihkan pertanyaan Nenek Amy.


"Yasmin kebetulan lagi main ditaman depan sama Dania. Kalau Nak Anggara mau menyusul silakan"


"Iya Nek, saya mau nyusul Yasmin ke taman. Saya permisi dulu ya Nek"


"Iya"


Anggara mendapati Yasmin tengah bermain bersama Dania. Senyuman bahagia terlintas dibibir Anggara kala melihat hal itu. Jujur saja, Anggara merasa bersalah selama ini. Ia merasa waktu bersama Yasmin dan Dania begitu sedikit bahkan Anggara banyak menghabiskan waktu dikantor dan juga urusan pekerjaannya.


Perlahan Anggara menghampiri Yasmin yang tengah duduk seorang diri dibangku taman sambil memandangi Dania yang tengah berlari bermain bersama teman barunya.

__ADS_1


Tanpa memberitahu kehadirannya, Anggara dengan tiba-tiba duduk disamping Yasmin. Sontak hal itu membuat Yasmin terkejut.


"Mas"


Anggara menatap kearah wajah Yasmin.


"Kamu kenapa bisa ada disini Mas?"


"Aku kesini mau temui kamu. Aku mau kita menyelesaikan masalah yang terjadi diantara kita berdua"


Yasmin tertawa sinis dengan ucapan Anggara.


"Kamu masih peduli sama rumahtangga kita Mas? terus selama ini perasaan peduli kamu kemana aja?" sinis Yasmin.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf. Mungkin aku terkesan gak memperdulikan perasaan marah dan gak suka kamu, tapi aku gak ada maksud untuk merusak rumahtangga kita dengan kehadiran Bella. Aku dan Bella gak punya hubungan lebih selain teman"


"Iya gak punya hubungan lebih dari teman, tapi kamu punya perasaan lebih kan sama dia?" tuduh Yasmin.


"Aku memang pernah punya perasaan lebih itu, tapi itu dulu. Sekarang perasaan aku cuma buat kamu dan juga Dania. Aku gak mungkin memilih dan menikahi orang yang gak mungkin aku cintai. Perasaan aku sekarang sepenuhnya untuk kamu, aku akan terima kemarahan kamu tentang ketidakpedulian aku sama perasaan cemburu dan marah kamu. Tapi tolong, percaya sama aku. Aku akan memperbaiki kesalahan aku tentang hal ini" sesal Anggara berucap.


"Mas, aku udah berulang kali menunjukan perasaan gak suka aku sama kamu. Tapi kenapa kesadaran kamu baru ada sekarang saat kepergian aku sama Dania? apa sesepele itu perasaan aku kamu anggap?"


"Dan itu kesalahan fatal kamu Mas. Jujur, aku ngerasa masih sakit Hati. Coba kamu pikir, Istri mana yang gak sakit hati dan berpikir jauh kalau kamu dengan beraninya menunjukan komunikasi kamu sama orang yang pernah kamu cintai dulu dihadapan aku. Sekarang kamu bisa aja bilang kamu udah gak punya perasaan apapun, tapi kita gak tau kedepannya Mas"


"Lebih baik sekarang Mas pergi, aku mau nenangin diri aku dulu sementara dirumah Ibu" usir Yasmin.


Anggara tak mampu berkata apapun lagi, sebenarnya ingin sekali menyelesaikan hal yang terjadi tapi mengingat ia sedang ditempat umum membuat Anggara mengurungkannya. Tanpa berpamitan pada Dania yang tengah sibuk bermain, Anggara pun berlalu pergi meninggalkan Yasmin ditaman.


Sebelum pergi, Anggara berpamitan lebih dulu pada Nenek Amy yang tengah menyapu diteras rumah.


"Nek..."


"Lho Nak Anggara sudah pulang, Yasmin sama Dania mana?"


"Mereka masih mau main ditaman Nek. Saya kesini mau pamit pulang sama Nenek"


Nenek Amy menghela nafas pelan

__ADS_1


"Apa Nak Anggara sedang sibuk sekarang?" tanya Nenek Amy tiba-tiba.


"Engga Nek, kebetulan hari ini saya cuti dari kantor"


"Apa kita bisa bicara sebentar?"


"Bisa Nek"


Anggara dan Nenek Amy duduk berhadapan dikursi teras rumah.


"Apa kalian berdua sedang ada masalah?" tebak Nenek Amy yang dimaksudkan padanya dan juga Yasmin.


Anggara refleks menatap wajah Nenek Amy.


"Maaf kalau Nenek lancang menanyakan ini. Nenek hanya berpikir begitu, karena dengan kedatangan Yasmin yang tiba-tiba membuat Nenek jadi berpikir seperti itu. Tapi Nenek harap itu hanya dugaan Nenek saja".


"Sejujurnya dugaan Nenek itu benar. Saya dan Yasmin memang sedang ada masalah"


"Nenek memang gak berhak untuk tau dan dan mencampuri permasalahan kalian berdua. Tapi Nenek harap kalian bisa menyelesaikan masalah itu dengan baik dan bijak. Maaf kalau sikap Yasmin pergi dari rumah seperti ini membuat Nak Anggara khawatir. Sikap dan pemikiran Yasmin mungkin belum sepenuhnya dewasa, Nenek harap Nak Anggara bisa memahami itu"


"Nenek juga bukan mau memihak pada Yasmin, tapi jika perasaan Yasmin masih belum mampu untuk menyelesaikan permasalahan kalian, ada baiknya untuk hati ini Yasmin menginap dirumah Nenek. Itupun kalau Nak Anggara mengijinkan. Nenek cuma gak mau, permasalahan itu semakin rumit kalau perasaan kalian masih belum sama-sama tenang"


"Saya mengijinkan Nek. Yang dibilang Nenek memang benar. Saat ini saya dan Yasmin memang membutuhkan waktu sendiri untuk memikirkan masalah yang terjadi. Maaf ya Nek harus merepotkan seperti ini. Jujur saya merasa malu dan belum bisa menjadi suami yang baik untuk Yasmin" tutur Anggara.


"Gak perlu merasa seperti itu, pernikahan itu kan tempat belajar yang gak pernah ada ujungnya. Sebagai manusia kita hanya perlu belajar dan memperbaiki yang terjadi agar lebih baik. Namanya juga pernikahan, pasti ada permasalahan yang terjadi. Tapi kalau kita bijak dan bisa menghadapinya bersama, Nenek yakin pasti kalian akan selalu bersama dan saling memahami"


"Terimakasih ya Nek untuk pengertian, nasihat dan juga kasih sayang Nenek. Semoga permasalahan yang terjadi bisa menjadi pembelajaran untuk saya dan Yasmin untuk kedepannya" harap Anggara.


"Aamiin..."


"Kalau begitu saya pamit pulang ya Nek, saya titip Yasmin dan juga Dania"


"Iya Nak Anggara. Nak Anggara gak perlu khawatir"


"Saya pamit pulang ya Nek"


"Iya, hati-hati Nak"

__ADS_1


"Iya Nek"


***


__ADS_2