
"Mama gak perlu khawatir, aku akan tetap bersama Mas Dirga" ucap Kayla menyakinkan Mama Andin.
Mendengar ucapan Kayla membuat Mama Andin terdiam dan menatap. Bagaimana bisa Kayla masih menerima keadaan ini dengan wajah tenang seperti itu? Semakin terpikirkan, semakin membuat Mama Andin menyayangi Kayla sebagai menantunya.
"Entah sejauh apa orangtua kamu mendidik kamu menjadi orang sebaik ini Kay. Jujur, gak mudah menerima semua ini. Tapi kamu masih mau bertahan bersama Dirga" ucap
"Mah, aku belajar dari Mama. Aku tau, kehadiran Ka Nindy saat itu juga gak mudah untuk Mama terima. Pasti ada alasan kuat saat itu kenapa Mama menerima Ka Nindy, dan aku juga mau seperti itu Ma. Aku tau Masalalu Mas Dirga membuat aku kecewa, tapi disisi lain aku juga harus memikirkan hidup aku dan juga Darren. Walau sebenarnya aku masih belum mampu untuk bersikap seperti biasa sama Mas Dirga setelah apa yang terjadi tapi aku mencoba berusaha untuk memaafkan hal itu. Maaf ya Mah kalau seandainya saat ini aku bersikap menjadi istri yang gak baik" lirih Kayla.
"Kamu itu istri yang sangat baik bahkan terlalu sangat baik. Dirga beruntung memilki istri seperti kamu. Kamu harus tau, Ini adalah cobaan untuk pernikahan kamu dan juga Dirga, Mama hanya berharap semoga kalian berdua bisa menyelesaikan dan menghadapi hal ini dengan bijak. Ingat, rasa cinta kalian itu kuat jadi apapun yang terjadi tetaplah saling berpegangan. Kamu ngerti kan Kay?"
"Iya Mah"
"Semua pasti akan berlalu. Mama percaya, kamu dan Dirga akan berhasil melewati rintangan pernikahan kalian ini" doa Mama Andin.
"Semoga ya Mah. Maaf ya aku jadi mengeluh masalah aku sama Mama. Mama jangan terlalu memikirkan hal ini ya, ini permasalahan aku dan Mas Dirga. Aku gak mau Mama jadi merasa sedih dan marah sama Mas Dirga"
"Gak perlu minta maaf, selagi kamu mau bercerita apapun Mama akan berusaha mendengarkan. Mama ini juga orangtua kamu, jadi jangan merasa sungkan. Mama juga sebenarnya marah dan kecewa dengan Dirga, tapi Mama juga gak mau kehilangan kamu. Maaf ya Mama terdengar egois"
"Gak Mah. Justru aku beruntung bisa punya Mama mertua sebaik Mama. Aku janji, aku gak akan meninggalkan Mama dan juga Mas Dirga"
"Terimakasih" ucap Mama Andin memegang tangan Kayla.
***
Sore itu Dirga pulang dari kantor tepat waktu. Hari itu Dirga tak merasa tenang pikirannya semenjak Kayla mengetahui segalanya jadi ia memutuskan untuk pulang cepat, dan setiba dirumah Dirga yang melihat Darren tengah bermain dengan Andra segera datang menghampiri.
"Hai Anak ganteng Papa, lagi main apa" sapa Dirga.
"Papa udah pulang? hore.... Darren lagi main perang robot sama Ka Andra Pah. Papa mau ikut main?" Darren menawarkan.
"Boleh, tapi Papa mandi dulu ya. Oh iya, Mama kemana?"
"Tadi Mama bilang Mama mau kerumah Oma Andin Pah"
"Kayla kerumah Mama? apa Kayla kesana berniat buat menceritakan yang terjadi sama Mama?" Tanya Dirga dalam pikirannya.
"Pah, Papa kenapa melamun?" Darren membuyarkan lamunan Dirga.
"Engga kok"
"Oh iya Pah, besok jangan lupa nonton aku tampil ya"
__ADS_1
"Tampil? Darren tampil disekolah?"
"Iya Pah. Mama belum kasih tau ya?"
"Mungkin Mama lupa bilang sama Papa" bohong Dirga. Dirga sejujurnya merasa tak tau dengan apa Darren ucapkan.
"Besok Papa datang kan? Oma Adira, Opa Dito, Opa Adnan, Oma Andin, Tante Nindy, Om Rifky sama Aunty Kirana juga ikut nonton terus Sus Dita sama Ka Andra juga mau nonton" Darren menyebutkan.
"Iya sayang, besok Papa datang buat nonton Darren"
"Janji ya"
"Iya. Darren, Kalau gitu Papa mau ganti baju dulu ya.. nanti kita main. Dra, tolong jaga Darren sebentar ya" pinta Dirga pada Andra.
"Baik Tuan"
***
Hampir Setengah jam Kirana menunggu kedatangan Dimas disebuah kafe tempat favorit mereka. Sambil menikmati minuman, pandangan Kirana tak sengaja melihat Kayla dengan seornah perempuan, Tanpa berniat menghampiri Kirana hanya memandangi mereka dari jarak tempat duduk yang cukup jauh dari keberadaannya.
Tak berselang lama akhirnya Dimas datang dengan tergesa-gesa, maklum saja. Keterlambatannya pasti mengundang Omelan panjang dari Kirana, sambil tersenyum manis Dimas merayu Kirana agar tak mengeluarkan amarahnya.
"Maaf ya sayang aku terlambat. Kerjaan aku baru selesai barusan" sesal Dimas memasang wajah memelas.
"Kali ini aku memaklumi. Lain kali jangan gitu ya, usahakan selesaikan pekerjaan kamu sebelum jam janjian ketemu kita"
"Iya sayang. Kamu udah pesan makan?"
"Belum. Aku nunggu kamu, aku mau makan bareng sama kamu"
"Hhmm.. So sweet banget pacar aku ini. Makin cantik deh" gemas Dimas mencubit kecil pipi Kirana.
"Es kulkas akhirnya mencair juga. Dulu kamu mana pernah lho muji aku yang ada malah ribut mulu" sindir Kirana.
"Dulu kan derajat pendingin kulkasnya paling full tapi sekarang sama kamu dibuat nol jadi cair deh"
"Ih apa sih .. Sayang"
"Kenapa?"
"Kamu liat kearah sana deh" pinta Kirana mengarahkan pandangannya pada sosok Kayla.
__ADS_1
"Itu kan Kayla. Sama siapa dia? temennya? kamu kenapa gak nyamperin mereka"
"Aku gak kenal siapa perempuan yang lagi sama Kayla, aku malah baru pertama kali liat. Aku tadinya mau samperin tapi takut ganggu, kalau diliat kayanya mereka lagi ngobrol serius deh" tebak Kirana.
"Ya udah kita jangan ganggu. Pesan makan yuk, aku laper nih"
"Iya"
Kayla menatap kepergian Irene yang mulai menjauh dari pandangannya. Tanpa ingin memikirkan ucapan Irene, Kayla melangkah pergi untuk pulang kerumah. Namun Kayla mendapati Kirana dan Dimas ditempat ia berada, tanpa pikir panjang Kayla pun datang menghampiri Dimas dan Kirana.
"Hai, gak nyangka deh ketemu kalian disini" ucap Kayla.
"Hai Kay, ayo duduk" ajak Dimas yang dituruti oleh Kayla.
"Kalian lagi ngedate dadakan ya" ledek Kayla.
"Ngeledek aja, udah tau kenyataannya gitu pake dibahas" oceh Kirana.
"Maaf, aku becanda Kiran"
"Oh iya Kay, Lo sendirian disini?" tanya Kirana.
"Iya, tadi aku baru selesai ketemu sama orang"
"Oh" singkat Kirana tak bertanya apapun lagi. Mungkin bukan saat yang tepat menanyakan sosok yang bersama Kayla, mengingat saat ini Dimas sedang berada disampingnya. Kayla pasti tak akan merasa nyaman jika membahas itu dihadapan Dimas.
"Kalian besok jadi nonton Darren kan?"
"Jadi dong, masa gue gak nonton keponakan tampan gue yang ketampanannya sangat membahana mengoncangkan dunia itu sih"
"Pujian kamu berlebihan banget sih sayang" komentar Dimas.
"Kenapa? kamu cemburu ya? ih masa cemburu sama anak 6tahun sih. Malu kamu, atau jangan-jangan kamu ngerasa ketampanannya kalah ya" ledek Kirana.
"Mulai tumbuh keributan nih. Udah ah, hal receh aja dihebohin kalian tuh.. Aku pamit pulang dulu ya, Darren pasti udah nunggu aku dirumah. Selamat ngedate.. jangan lupa besok ya.. Bye" pamit Kayla.
"Gak makan bareng kita dulu" ucap Kirana.
"Gak usah, duluan ya. Bye"
"Bye"
__ADS_1
***