
Siang itu dengan tiba-tiba Mama Adira meminta Papa Dito untuk menemani menemui Kayla. Perasaan seorang ibu yang tiba-tiba merasa sedih seakan menjadi tanda batin jika Kayla tengah merasa sedih. Papa Dito merasa terheran, bagaimana bisa Mama Adira merasakan hal seperti itu sedangkan kemarin Kayla terlihat ceria seperti biasa.
Tak ingin mengecewakan, Papa Dito akhirnya menemani Mama Adira untuk menemui Kayla. Sepanjang jalan pun Mama Adira merasa tak tenang, semenjak Kayla menceritakan kegelisahan kemarin Mama Adira semakin yakin jika perasaannya kali ini tak salah.
Sesampai dirumah Kayla, Sus Dita yang menyambut kedatangan Mama Adira dan Papa Dito mempersilahkan untuk menunggu Kayla diruang keluarga.
"Mah, apa Mama gak berlebihan datang kesini tiba-tiba?" tanya Papa Dito.
"Perasaan Mama beda Pah, Mama ngerasa kaya merasakan sesuatu yang Kayla rasain. Ikatan batin Ibu dan seorang anak itu kuat Pah, Mama yakin pasti Kayla lagi ngerasa gak baik"
"Papa tau ikatan batin Mama dan Kayla, tapi gimana kalau ternyata Kayla baik-baik aja?"
"Mama berharap begitu Pah, itu Kayla Pah" tunjuk Mama Adira saat melihat Kayla menghampiri mereka.
Kayla merubah sikap dan menutupi kesedihannya seketika dihadapan kedua orangtuanya, Ia tak ingin kesedihan dan permasalahan yang terjadi membuat orangtuanya ikut bersedih.
"Mama, Papa. Tumben kesini gak bilang" tanya Kayla sembari duduk disamping Mama Adira.
"Iya Kay, katanya Mama kangen sama kamu" jawab Papa Dito berbohong.
"Ya ampun Mah, baru kemarin lho kita ketemu" ucap Kayla.
"Iya Kay. Tapi kamu baik-baik aja kan?" Mama Adira bertanya tiba-tiba.
"Aku baik Mah. Mama gak perlu khawatirin aku, aku terlihat baik-baik aja kan?" Kayla menyakinkan Mama Adira. Kayla yakin Mama Adira datang menemuinya pasti karna merasakan kesedihan yang Kayla rasakan.
Entah kenapa Mama Adira tak percaya dengan ucapan Kayla, sambil tersenyum Mama Adira juga mengelus bahu Kayla dengan lembutnya.
"Kay, apa Nak Dirga belum pulang?" tanya Papa Dito memecah keheningan.
"Udah Pah, tapi Mas Dirga langsung pergi ke kantor karna ada rapat yang harus dihadiri"
"Begitu ya. Oh iya Mah, kebetulan Yasmin bertetangga dengan Kayla, gimana kalau kita sekalian jenguk Dania. Papa udah lama lho gak ketemu cucu cantik Papa" ajak Papa Dito.
"Iya Pah, tapi apa gak seharusnya kita telpon Yasmin dulu. Takutnya Yasmin gak dirumah"
"Yasmin ada dirumahnya Kok Mah, kebetulan tadi Yasmin telpon aku. Tapi kalau Dania pasti gak dirumah Pah, Dania kan sekolah sama seperti Darren" ucap Kayla.
__ADS_1
"Kamu benar juga. Padahal Papa kangen Dania" keluh Papa Dito.
Kayla tersentuh dengan kesedihan yang terpasang diwajah Papa Dito. Kayla benar-benar tak tega melihatnya, akhirnya karna ingin membahagiakan orangtuanya Kayla mengusulkan sesuatu yang membuat mereka tersenyum.
"Kamu serius Kay?" Papa Dito memastikan.
"Iya Pah, nanti malam aku akan ajak Yasmin, Ka Anggara, Mas Dirga, Darren dan Dania makan malam dirumah Papa"
"Papa tunggu ya kedatangan kalian, kalau gitu ayo Mah kita pulang. Eh, jangan pulang. Kita pergi supermarket dulu, kita beli bahan makanan untuk makan malam nanti" ucap bahagia Papa Dito.
"Iya Pah. Papa ini kaya anak kecil dikasih mainan deh senengnya" ledek Mama Adira.
"Mama nih, Papa gimana gak seneng. Cucu, anak dan menantu Papa kumpul dirumah. Kalau gitu Papa pulang dulu ya Kay. Ayo Mah"
"Iya Pah"
Papa Dito melangkah pergi terlebih dahulu meninggalkan Mama Adira.
"Kay, Mama pulang dulu ya. Mama mau kasih tau, apapun yang lagi kamu rasain jangan kamu pendam sendiri. Ingat, selain bahu Nak Dirga ada bahu Mama tempat kamu bersandar keluh kesah jadi apapun yang terjadi jangan merasa kamu sendirian" ucap Mama Adira.
Saat itu ingin rasanya Kayla menangis sejadi-jadinya dihadapan Mama Adira, tapi Kayla teringat jika ia tak ingin membebani pikiran dan juga perasaan orangtuanya.
"Mama pulang dulu ya, Mama tunggu kedatangan kalian nanti malam"
"Iya Mah"
Selepas kepergian Mama Adira dan Papa Dito, Kayla juga bersiap untuk pergi menemui Anggara Tanpa sepengetahuan siapapun. Kayla ingin memastikan yang terjadi pada Anggara, karna selain Anggara tak ada siapapun lagi yang mampu Kayla temui untuk mengetahui Yang sebenarnya.
***
Tak disangka saat Kayla hendak pergi Kirana datang tiba-tiba tanpa memberitahu, sontak hal itu membuat Kayla bingung. Bagaimana caranya agar menghindari Kirana untuk bertemu dengan Anggara?.
"Surprise" teriak Kirana dihadapan Kayla saat membuka pintu.
Kayla hanya memandang Kirana dengan datar, pasti kedatangan tanpa memberitahu karna ada alasan tertentu dan pasti alasan itu menyangkut Dimas.
"Hai calon saudara ipar, gimana? kaget gak sama kedatangan gue?"
__ADS_1
"Tumben datang tiba-tiba gini? pasti mau ngeluh nih" tebak Kayla tanpa berbasa-basi.
"Ah Lo tau aja sih. Buka praktek sana, Lo udah punya bakat tuh baca pikiran orang" canda Kirana yang hanya mendapat tanggapan senyuman Kayla.
"Lo kenapa sih? sehat kan? dari tadi gue ajak ngomong respon Lo biasa aja, sariawan Lo?" ledek Kirana.
"Aku gak lagi sariawan, tapi aku lagi buru-buru nih mau pergi"
"Pergi kemana? ko pergi sih, kan gue baru datang. Bukannya kabarin mau pergi" protes Kirana.
"Lha ko jadi kamu yang protes aku mau pergi. Lagian yang salah siapa coba? kamu kan? kenapa gak kabarin dulu mau kesini?"
"Ya kan tadinya mau kasih kejutan gitu. Tapi ya udahlah, kalau misalkan Lo pergi ada urusan penting, gue mau pergi aja kerumah tetangga sebelah" ucap Kirana yang dimaksud tetangga adalah Yasmin, karna rumah Yasmin bersebelahan dengan rumah Kayla.
"Maaf ya. Nanti kalau udah selesai sama urusan aku, aku bakal nyusul kerumah Yasmin"
"Ok deh. Kalau gitu gue pamit ya, Bye"
"Bye"
Setelah kepergian Kirana, Kayla bergegas masuk kedalam mobil menuju tempat yang ia bertemu dengan Anggara. Sesampai disana, Kayla mencari sosok Anggara namun Kayla tak menemukannya. Akhirnya Kayla memutuskan untuk menunggu Anggara sambil memesan minuman.
Berselang waktu berlalu, Anggara yang ditunggu datang seorang diri. Anggara mengembuskan nafas kasar saat duduk dihadapan Kayla, maklum saja Anggara terburu-buru datang karna tak ingin membuat Kayla menunggu lama.
"Maaf ya Kay nunggu lama"
"Gak apa Ka, ini minum Ka. Aku udah pesenin minum untuk Kaka. Maaf ya udah buat Kaka harus temuin aku begini" ucap Kayla sambil memberikan segelas minuman pada Anggara.
"Iya, maaf juga ya Kaka agak telat kesini soalnya tadi rapatnya baru selesai. Oh iya, kamu kenapa tiba-tiba ajak Kaka ketemuan disini? apa ada hal yang mau kamu bahas sama Kaka?" tanya Anggara.
"Iya Ka"
"Apa hal itu penting? karna Kaka ngerasa heran aja, kenapa harus ditutupi pertemuan kita ini dari siapapun termasuk Dirga" Anggara terheran.
"Karna hal ini menyangkut Mas Dirga Ka"
Anggara jelas dapat menangkap kesedihan diwajah Kayla saat mengucapkan soal Dirga. Entah apa sebenarnya yang tengah terjadi pada Kayla. Yang pasti, Anggara akan berusaha bersikap sebagai Kaka yang baik dan mencoba memberikan waktu luangnya untuk mendengarkan keluh Kayla. Karna kalau bukan padanya, Kayla tak mungkin menceritakan permasalahannya pada siapapun termasuk kepada orangtua mereka.
__ADS_1
***