
Kayla terus menatap kearah Dirga yang tengah bersama Irene. Sungguh pemandangan yang tak terduga, selama ini Kayla berharap ini hanya sebuah candaan Dirga untuk menguji cintanya namun nyatanya Dirga saat ini menguji kesetiaan dan juga pengertiannya. Tapi apa harus Dirga bertemu dengan Irene dibelakangnya? apa Dirga tak memikirkan jika saat ini Kayla akan melihatnya bersama Irene? sebenarnya Dirga memperjuangan dirinya untuk bertahan atau hanya meminta Kayla untuk bisa menerima semuanya?.
Jujur, jika memikirkan ego pasti Kayla tak sanggup menerima untuk semua ini. Tapi jika memang ini takdir yang harus ia hadapi, mau tak mau Kayla harus bisa melawan rasa sakitnya untuk mengahadapi apa yang terjadi.
"Aku tau Mas, ini semua bukan yang kamu mau. Tapi aku juga gak bisa memungkiri perasaan aku yang terluka dengan apa yang terjadi dengan masalalu kamu. Jujur, aku belum siap untuk menerima ada anak lain selain Darren dihidup kamu, bahkan aku gak tau harus melakukan cara apa untuk menjelaskan hal ini sama Darren nantinya. Aku hanya berharap, semoga tuhan bisa memperkuat perasaan dan kesetiaan aku untuk tetap berada disamping kamu" batin Kayla menatap ke arah Dirga.
Kayla berlalu pergi meninggalkan pandangan yang cukup menyentuh luka hatinya, bukan tentang rasa cemburu tentang pertemuan Dirga dan Irene. Hanya saja Kayla belum mampu menerima kehadiran Irene dihidup Dirga selain sebagai sahabat yang dikenalnya.
Kayla kembali bergabung bersama yang lainnya, Ia berusaha untuk menutupi luka hatinya melihat Dirga dan juga Irene. Tak ingin berlama-lama, Kayla mengajak Sus Dita dan Darren untuk pergi mencari mainan yang sudah Kayla janjikan pada Darren. Dengan antusias Darren segera mengajak Kayla pergi untuk mencari mainan ...
"Gimana sayang, Darren happy hari ini?" Tanya Kayla sembari melangkah keluar dari toko mainan.
"Seneng Mah, makasih ya udah beliin Darren mainan"
"Iya sayang. Oh iya, Mama rencananya habis ini mau kerumah Oma Andin. Darren mau ikut Mama atau pulang sama Sus Dita?"
"Kalau Darren pilih pulang boleh gak Mah? Darren capek, besok Darren juga harus tampil disekolah. Gak apa-apa kan gak ikut kerumah Oma?"
"Gak apa-apa sayang, Darren memang harus istirahat buat tampil besok. Kalau gitu Mama telpon Pa Danto ya untuk jemput Darren sama Sus Dita""
"Iya Mah"
"Sus, saya mau kerumah Mama dulu. Titip jaga Darren ya, saya gak akan lama Ko" perintah Kayla pada Sus Dita.
"Baik Bu"
__ADS_1
Setelah menunggu akhirnya Pa Danto datang, Darren dan Sus Dita pun berpamitan pulang pada Kayla. Kayla pun ikut pergi menuju rumah Mama Andin, Kayla sengaja ingin menemui Mama Andin karna ada hal yang ingin dibicarakan.
***
Mama Andin begitu antusias dengan kedatangan Kayla, karna tak disangka Kayla datang tiba-tiba tanpa mengabarinya. Mama Andin mengajak Kayla untuk duduk dan berbincang bersama, rasanya sudah lama tak berbincang berdua bersama.
"Kamu kenapa gak kabarin Mama, Mama siapin makanan spesial untuk kamu" ucap Mama Andin.
"Maaf Mah, aku lupa kabarin"
"Gimana kabar Kalian?"
"Kabar aku, Mas Dirga sama Darren baik Mah. Mama sama Papa juga baik kan?"
"Baik, sangat baik. Oh iya Darren gak kamu ajak?"
"Wah, Cucu Mama mau tampil. Mama sama Papa boleh nonton gak?" Tanya Mama Andin.
"Boleh Mah, aku juga memang berencana mengajak Mama, Papa, Mama Adira sama Papa Dito untuk nonton Darren besok"
"Mama jadi gak sabar mau nonton cucu Mama. Besok kamu kabarin Mama ya"
"Iya Mah"
Ekspresi wajah Kayla tiba-tiba berubah, niatnya untuk membicarakan permasalahannya hampir saja terlupakan. Mama Andin yang bisa menebak ada sesuatu hal yang salah dengan Kayla mencoba memberanikan diri untuk menanyakan hal itu pada Kayla.
__ADS_1
"Kay, apa ada sesuatu yang mau kamu bicarain sama Mama selain soal Darren?" tanya Mama Andin.
Kayla menghembuskan nafas pelan, sebenarnya ia tak ingin membahas hal yang terjadi pada Mama Andin, namun Kayla benar-benar tak tau harus bercerita pada siapa lagi selain pada Mama Andin yang begitu eratnya kaitannya sebagai orang yang melahirkan Dirga.
"Mah, apa Mas Dirga menceritakan sesuatu sama Mama?"
"Seingat Mama Dirga gak menceritakan apapun. Memang ada apa dengan kalian?"
Kayla menceritakan semua permasalahan yang terjadi bahkan menunjukan bukti yang ia punya pada Mama Andin. Rasa tak percaya, kecewa, marah menyelimuti perasaan Mama Andin mendengar cerita Kayla. Mama Andin tak menduga, Hal yang terjadi pada Papa Adnan kembali terulang dialami oleh Dirga.
Mama Andin refleks memeluk Kayla dengan erat, rasanya amat sangat bersalah jika Kayla harus merasakan apa yang dirasakan Mama Andin. Karna hati Kayla sudah merasa lelah dengan tangisan, Kayla pun menguatkan Mama Andin untuk tetap tenang menghadapi hal yang terjadi. Sambil melepas pelukan, Kayla menghapus airmata dipipi Mama Andin.
"Mama jangan nangis, aku nanti ikut nangis lagi lho" hibur Kayla.
"Mama gak nyangka Kay, ketakutan Mama akhirnya terjadi. Mama berharap hal ini gak pernah terjadi, tapi kenyataannya Dirga mengalami hal ini. Mama gak bisa terima Kay" sedih Mama Andin.
"Aku juga sebenarnya gak bisa terima hal ini Mah. Tapi hal udah ini terjadi, dan mungkin ini bagian dari takdir hidup aku dan Mas Dirga. Jujur aku sebenarnya juga kecewa Mah sama Mas Dirga, tapi disisi lain aku juga mencintai Mas Dirga Mah. Aku harus gimana?" keluh Kayla.
Mama Andin memeluk Kayla kembali. Dua wanita yang amat sangat disayangi oleh Dirga itu, saling menangis dipelukan satu sama lain.
"Lalu keputusan kamu bagaimana?" tanya Mama Andin tiba-tiba pada Kayla.
"Mama tau hati kamu terluka, karna Mama pun pernah merasakan diposisi kamu. Mama gak akan menahan atau melarang kamu dengan keputusan apapun yang kamu buat. Pasti gak mudah mengahapi hal ini, Mama tau itu. Mama akan menghargai semua keputusan kamu"
Kayla menatap wajah Mama Andin yang sebegitu amat sangat terpukul dengan apa yang dialami Dirga. Jika Kayla menambah rasa luka, pasti itu akan membuat Mama Andina semakin menyalahkan dirinya. Tapi bagaimana dengan keputusan yang harus Kayla buat? Sejauh apapun Kayla menyalahkan masalalu tetap saja hal itu sudah terjadi, lalu bagaimana sekarang? apa yang harus Kayla putuskan?.
__ADS_1
****