Cinta Dalam Perjodohan 2

Cinta Dalam Perjodohan 2
Kekhawatiran


__ADS_3

Suara dering pesan masuk membangunkan Kayla dari tidurnya, Kayla pun bergegas membuka handphonenya lalu membacanya. Kayla terperanjat bangun dari tempat tidurnya saat membaca pesan dihandphonenya. Sungguh Kayla tak menyangka akan menjadi rumit seperti ini.


Kayla terus berusaha menelpon Yasmin dengan rasa khawatir. Bagaimana tidak, Yasmin tak mengangkat telponnya dan itu membuat Kayla menjadi berpikir tanpa arah. Tak ingin berharap pada Yasmin, Kayla bergegas menelpon Kirana untuk menanyakan soal Yasmin.


"Halooo...." jawab Kirana mengakar telpon Kayla dengan lesu.


"Kiran, Yasmin ada hubungi kamu gak?" tanya Kayla tanpa berbasa-basi.


"Ya ampun Kay, Lo gak liat jam apa? ini masih pagi woy, kenapa sih mesti ganggu pengantin baru yang lagi tidur lelap" protes Kirana.


"Ya maaf, tapi Yasmin ada kabarin kamu gak?'


"Engga ada. Emang ada apa sih"


"Yasmin pergi dari rumah Kiran"


"Apa?" teriak Kirana spontan yang membuat Kayla menjauhkan handphone dari telinganya.


"Kay, Lo serius? gue sampe melek gini lho dengernya" Kirana tak percaya.


"Aku serius Kiran, aku baru baca pesan Yasmin barusan dan dia bilang dia pergi dari rumah karna berantem hebat sama Ka Anggara"


"Wah, ini gak bisa dibiarin. Dia kasih tau Lo gak kemana mau pergi?"


"Engga Kiran, kalau aku tau aku gak akan telpon kamu dadakan gini"


"Ya udah kita janjian ketemuan aja deh, kita cari Yasmin bareng-bareng"


"Ok, kabarin aku ya nanti"


"Ok"

__ADS_1


Kayla masih saja fokus menghubungi Yasmin, sampai ia tak menyadari jika Dirga masuk kedalam kamar membawa sarapan untuknya.


"Sayang, kamu udah bangun? Mas bawa sarapan nih untuk kamu" ucap Dirga sambil menghampiri.


"Sayang" panggil Dirga sekali lagi.


"Iya Mas, kenapa?" Kayla bertanya tak fokus.


"Kamu lagi apa sih? terus kenapa wajah kamu kaya bingung gitu? ada apa sayang" tanya Dirga.


"Ini lho Mas, Yasmin tadi kirim aku pesan. Dia bilang, dia pergi dari rumah sama Dania karna berantem hebat sama Ka Anggara"


"Kamu serius sayang?"


"Iya Mas, aku khawatir Mas. Aku dari tadi telpon tapi gak di angkat terus sama Yasmin"


"Kamu tenang ya. Mas gak mau hal ini menganggu kehamilan kamu, Mas akan cari tau keberadaan Yasmin. Yang penting sekarang, kamu fokus istirahat. Nanti Mas akan suruh orang untuk mengurus hal ini. Sekarang kamu sarapan dulu ya"


Kayla menunggu kedatangan Kirana dan Dimas disebuah kafe yang tak jauh dari rumahnya. Namun ada hal yang membuat Kayla tersenyum kecil melihat Kirana, kira-kira apa ya?.....


"Lo nunggu lama ya, maaf tadi macet dijalan" Kirana beralasan sambil duduk didepan Kayla.


Kayla menatap Kirana dan Dimas bergantian.


"Yakin kalian macet dijalan? aku rasa kalian macet diranjang deh" ejek Kayla.


"Ih apa sih Lo, bener ko tadi dijalan macet. Iya kan sayang" Kirana mencari pembenaran pada Dimas.


"Gak usah mengelak deh. Dari kondisi rambut masih basah gitu aja sudah jadi bukti kalau kemacetan itu terjadi karna urusan ranjang kan? ayo ngaku" Kayla semakin meledek.


Kirana tersenyum kecil tanda malu mengakui.

__ADS_1


"Dasar ya pengantin baru. Hati-hati tuh rambut rontok keramas tiap hari"


"Ih Lo ya, makin lama makin kaya Yasmin deh doyan ledek gue" keluh Kirana.


"Bakal sampai jam berapa nih bahas kaya gini, bukannya mau bahas soal Yasmin" Dimas mengeluarkan suara.


"Iya ya. Lo sih Kay pake bahas ginian. Terus sekarang kita bakal cari Yasmin kemana?"


"Mungkin kita cari kerumah Bu Tari dulu, siapa tau Yasmin disana" usul Kayla.


"Apa kalian gak berlebihan harus lakuin sejauh ini? Ya memang kalian itu sahabat Yasmin, dan kalian begitu peduli dan khawatir. Tapi saran aku nih ya, lebih baik kita biarkan Yasmin menata hatinya dulu. Seperti cerita Kayla sebelumnya kan, inti dari permasalahan Yasmin itu menyangkut dengan rumah tangganya. Jadi kita sebagai sahabat cuma bisa mendukung dan mendoakan dia yang terbaik. Aku yakin ko, dimanapun Yasmin berada dia pasti baik-baik aja" ucap Dimas.


"Yang dibilang Dimas ada benernya Kiran. Aku lupa, namanya permasalahan rumah tangga itu kan harus diselesaikan berdua terlebih dulu. Mungkin karna terlalu merasakan perasaan Yasmin sebagai perempuan aku jadi lupa sama hal itu" Kayla tersadar.


"Itu kamu tau Kay. Sekarang kita kasih Yamin waktu dulu ya, aku yakin ko nanti kalau perasaan Yasmin udah membaik pasti Yasmin bakal hubungi kalian" Dimas memberi ketenangan.


"Apa rumah tangga serimut ini ya. Sayang, kamu jangan sampai nyakitin aku ya" pinta Kirana pada Dimas.


"Iya sayang. Kamu juga jangan nyakitin aku ya" Dimas meminta balik pada Kirana.


"Iya sayang, aku gak akan nyakitin kamu"


"Apa sih ini, kalian lagi ngedrama nih? Gak usah sok pamer gitu deh, geli tau liatnya" protes Kayla.


"Iri ya Lo? Sana samperin suami Lo biar bisa ngerasain kemesraan" ejek Kirana.


"Kalian nih, lagi bahas hal serius masih sempetnya debat. Oh iya Kay, ngomong-ngomong gimana kehamilan kamu?" tanya Dimas mengalihkan debat diantara Kayla dna Kirana.


"Baik. Kenapa nih jadi bahas kehamilan aku? biar aku tebak, kamu udah kepengen Kirana hamil ya" goda Kayla.


Dimas tersenyum kecil tanda mengiyakan godaan Kayla. Berbeda dengan Kirana, ia hanya menatap Dimas yang terlihat sangat mengharapkan hal itu darinya.

__ADS_1


***


__ADS_2