Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 9 - kemarahan yeriko


__ADS_3

setelah nafas mereka stabil. juan beranjak bangkit , ia menggendong nata ke bath up. membukakan air hangat sampai dirasanya cukup. ia meneteskan aroma therapi didalam bathup


ia memijat tengkuk nata lembut. nata merasa nyaman . setelah menggosok punggung nata. ia malah merasa rindu pada milik nata. ia masuk ke bath up. nata melotot


"aku ingin lagi. janji , habis ini sudah" nata tak sempat menolak karena juan sudah menusuknya lagi dengan cepat. akhirnya ia hanya bs meracau dan berteriak


satu jam lebih mereka selesai mandi. nata merasa tulangnya mau rontok semua. bahkan bernafas pun ia kesulitan. wajahnya pucat sekali


juan menggendongnya ke kamar dan mendudukkannya di kursi meja rias lalu mengeringkan rambut indah nata.


mengambil pakaian kaus simple dan celana panjang buat gadisnya juan tak menandai lehernya tapi dari bahu sampai paha, penuh dengan stempell juan, setelah membantu memakaikan pakaiannya ia meminta maid mengambil sup burung walet buat gadisnya


gwen yang membuatkan langsung sup itu, dia tau putranya masih muda. menantu kecilnya takkan kuat menghadapi putranya. ia menambahkan semangkuk sup obat penambah gizi lainnya buat mantu kecilnya lalu meminta maid membawa kekamar juan.


nata segera menghabiskan dua mangkuk sup yang diberikan juan tanpa bicara sepatahpun. dia lelah sekali


juan mengantarnya ke ruang makan untuk makan bersama. ada yeriko, gwen, joycelyn disana menanti mereka


"duduklah sayang, kita makan malam dulu" ajak gwen


yeriko melihat menantu kecilnya pucat sekali. ia merasa kasihan. ia menatap tajam pada putranya. juan hanya memegang tengkuknya menghindari tatapan ayahnya


"makanlah dulu semua. nata makan yang banyak ya sayang, mimi memasak ini semua untukmu" ajak gwen. dia melihat menantunya pucat. ada rasa iba dihatinya.


setelah menghabiskan makan malam juan mengantar gadisnya pulang. nata diam saja tak bicara sampai rumah. ia tak punya tenaga lagi


"honey, aku mudah cemburu dan tak suka milikku didekati apalagi disentuh orang.. sejak hari ini kau adalah milikku.. apa kau paham sayang?" ucap juan saat mobilnua sudah berada didepan rumah nata. nata hanya diam


"terima kasih sudah mengantar" ucapnya lemah. ia segera masuk ke rumah meninggalkan juan. juan tersenyum


berbeda di mansion yeriko.


gwen masuk kekamar putranya menemukan noda darah diranjang putranya. dia segera melepaskan sprei putranya. rupanya yeriko berada di belakangnya sambil geleng kepala


saat gwen memasuki kamar mandi. masih ada bekas percintaan putranya dia memijat pelipisnya


"putra k****g a**r. entah apa yang terjadi dengan gadis kecil yang malang itu. mimi lihat dia pucat sekali" umpat yeriko


"pipi juga selalu beronde ronde, apalagi anak kita masih muda pi, maklumi saja" gwen membujuk suaminya


"tapi gadis itu anak baik baik mi, dia masih suci dihajar berulang kali oleh anak nakal itu, pipi tak bisa membayangkan nasibnya" yeriko pusink mendadak


"lama lama akan terbiasa pih" senyum gwen sambil memijat leher suaminya supaya tak marah lagi


"mereka harus segera menikah" ucap yeriko tegas, gwen mengangguk

__ADS_1


***


Minggu jam 10:00


zio dan juan memasuki kediaman sanjaya.


Dua bersaudari itu bergandengan tangan baru turun sampai anak tangga terakhir mau keluar rumah. mereka terkejut menatap dua pria itu. mereka segera memasang wajah datar


"Halo naya kalian mau kemana?" tanya juan ramah


"kami mau ke apotik sebentar" jawab naya datar


"Mau ngapain ke apotik" bisik zio sambil menatap tajam kearah naya dan menarik tangannya ke ruang keluarga


"aku merasa kesakitan. mau membeli salep yang aku check dari internet" jawab naya datar.


"ini" kata zio sambil menyerahkan salep kecil dari saku celananya.


naya menerima dan membacanya lalu menyimpan dalam saku. naya pun mengecek nama obat tadi diinternet.


"kau takut aku memberimu racun?" tanya zio datar


"bukan.. untuk apa kau meracuniku. aku takut tak ampuh malah tak bekerja maximal , menahan sakit semakin lama, aku memeriksa kandungannya" jawab naya tanpa menoleh


***


"Mau apa ke apotik?" tanya juan tajam , menarik nata ke sofa ruang tamu


"katakan mau apa ke apotik hah?" intonasi suara juan meninggi. nata gemetar , ia paling tak suka dibentak


"Pulanglah.. Jangan temui aku lagi" jawabnya gemetar. ia segera berdiri mau naik kekamarnya . Juan merasakan gadis kecil itu gemetar. ia menarik dan memeluknya


"Maafkan aku, aku tak bermaksud membentakmu, buat apa kau keapotik sayang?" bisik juan sambil memeluk nata , nata diam saja


"Kau mau beli pil KB?" tanya juan, nata menggeleng "jadi?"


"Aku merasa kesakitan, aku mau membeli obat" juan merasa bersalah. ia memeluk erat dan mengecup kening gadis itu


"kau pulanglah, aku sedang ingin sendiri" pinta nata. ia sakit hati dibentak juan tadi


"aku minta maaf tadi sudah menyakitimu, aku tak bermaksud begitu. aku janji takkan mengulangi lagi, aku tak akan meninggalkanmu, kau juga takkan pernah bisa meninggalkan aku" juan menghapus airmata gadis dipelukannya dengan tisue yang tersedia dimeja


"maafkan aku ya" nata mengangguk "sekali lagi kau membentakku, aku akan meninggalkanmu sampai kau tak mampu menemukanku" ucapnya dingin.


"baiklah maafkan aku.. aku takkan mengulanginya" ucap juan.

__ADS_1


"ayo kita ke apotik" ajak juan, nata mengangguk "aku bilang ojie dulu" juan mengangguk


"ojie aku pergi bersama ko juan, kau mau menitip?" tanya nata pada naya


"kalian pergilah, aku akan membawa naya makan siang" jawab zio. nata mengangguk


"jam 18 harus sudah disini, orangtua ada pertemuan" ucap zio. juan mengangguk


juan mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang menuju sebuah restoran makanan korea


"kau sudah sarapan sayang?" tanya juan


"tadi kami mau seklian sarapan dengan ojie, tapi kalian keburu datang" jawab nata datar


juan mengangguk, ia segera memesan beberapa makanan pada pelayan


"jangan pakai jahe dan daun bawang, aku dan saudara saudariku alergi" bisik nata


"pesanan kami jangan kena jahe dan daun bawang" juan membuat note pada pelayan. pelayan mencatat dan mengangguk


setelah makan. juan mengemudikan mobilnya menuju apartemennya.


"turunlah" ajak juan yang berdiri disamping pintu nata, nata segera turun. ia mengikuti juan yang sedang menggandengnya


setelah tiba disebuah unit, juan memasukkan pasword , mereka segera masuk ke apartemen mewah itu. juan menghidupkan lampu


"masuklah, aku mau ambil dokumen dan salep untukmu" juan menggandengnya ke lantai atas. ia membuka kamar utama. nata duduk diatas sofa. juan kekamar mandi menampung ai hangat.


"berendamlah, aku sudah meneteskan aroma therapi yang menghilangkan rasa sakitmu. berendam 20 menit lalu akan lebih relax. nanti tinggal dioles salep" kata juan. nata mengangguk dan masuk ke bath up


20 menit kemudian. dia keluar dari bath room


"masih sakit?" tanya juan


"ajaib, sudah reda. sisa sedikit saja" jawab nata heran.


"aku mendapat resep dari temanku di UK , jadi aku membelinya tadi sebelum ke rumahmu.. sudah hilang sakitnya?" tanya juan


"sedikit saja.. mungkin karena tak nyaman" jawab nata


"berbaringlah.. lepaskan celana panjangmu dulu, aku akan membantumu" pinta juan


"aku saja. mana salepnya. kau keluarlah dulu" jawab nata dengan wajah merona.


juan segera memeluknya "aku sudah melihat semua dan merasakannya, jangan malu, aku yang menyakitimu, biarlah aku bertanggung jawab mengobati" bisik juan

__ADS_1


__ADS_2