Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 38 - tiffani sakit


__ADS_3

Melihat Tiffani sudah tertidur, Axello yang daritadi memandangi wanitanya yang tampak semakin kurus itu segera bangkit dan membenahi diri untuk kembali ke mansionnya. ia menyempatkan diri mengecup keningnya sesaat. tapi terasa sangat panas sekali. axello memeriksa lehernya juga. sangat panas sekali.


Dia mengambil handuk kecil dan kekamar mandi mengambil air panas untuk mengompres tiffani. Tiff nampak gelisah dalam tidurnya


"Sayang.. kau kenapa?" bisik nya sambil mengecup keningnya


"Tas.. Tasku.. " axello mengambil tas tiff


"katakan apa yang kau cari?" tanyanya "aku akan mengambilkan untukmu"


"o-oobat.. oo-bat .. "


"kau tak bisa mengkonsumsi pill tidur ini lagi, berbahaya bagi kesehatanmu, demi melupakan aku, kau rela menelan pill ini daripada bersamaku humm" tanyanya


dirasa semakin demam, axello menelpon hans dan memintanya ke kamar ibunya. tiff memegangi perutnya sambil mengernyitkan keningnya


hans masuk memeriksa ibunya, ini ada peradangan di bagian perut, kita harus bawa ke rumah sakit. hans menelpon ken dan juan. mereka segera masuk ke kamar tiffani dan memeriksanya


mereka takjub melihat kamar mewah tiffani yang tergantung banyak poto axello dari muda sampai tua.


"jangan takjub dengan poto papi, ayo periksa mami" protes hans datar


ken segera memeriksa mertuanya. juan memegang nadinya .


"lambung akut ini, kita bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, sepertinya sudah meradang" kata ken


"tunggu. apa mami ada minum obat dalam jangka panjang?" tanya juan masih memegang denyut nadi mertuanya


"sejak muda tiap berselisih dengan papi, mami ketergantungan pill tidur dosis tinggi , tak jarang minum obat anti depresi juga" jawab axello sendu. juan dan ken terkejut.


"hans gendong mami dulu, juan siapkan mobil ya" hans segera meletakkan tangan dibawah leher dan lutut ibunya


"papi saja hans" axello mendorong bahu anaknya pelan. ia mengangkat wanita yang dia cintai menuju mobil. wanita ini jauh lebih ringan dari biasanya yang memang sudah ringan . hati axello terasa perih melihat tulang leher dan belikat istrinya bermunculan. pipi pun menjadi tirus. .


mereka berempat membawa tiff ke rumah sakit, ken segera melakukan pemeriksaan. juan dan hans serta ken menatap lama pada poto hasil pemeriksaan . mereka menghela nafas

__ADS_1


"lambung mami bocor, kita harus lakukan tindakan sekarang" lapor hans pada papinya. papinya mengangguk


mereka bertiga melakukan proses tindakan pada tiff, operasi dipimpin juan. operasi selama dua jam itu akhirnya berhasil diselesaikan juan


axello mengurus proses ruangan rawat inap. ia menghubungi pengawal wanita untuk membawa keperluan istrinya ke rumah sakit.


sekarang axello berada disamping tiff yang belum sadar diri dan masih menutup matanya di ruangan vip.


"sebenarnya ada apa papi dengan mami? maaf sebenarnya hans tak mau ikut campur tapi melihat keadaan seperti ini, hans perlu sedikit bertanya" kata hans


"mami ingin berpisah dengan papi" jawab axello, hans melotot, "dan papi setuju?" tanyanya hans. axello mengangguk. hans makin melotot


"bagaimana bisa pi?" tanya hans frustasi "mami tidak bahagia kalau ada papi, jadi papi memilih membiarkan mami bahagia dengan memenuhi kemauannya"


CINTA DAN LUKA SELALU BERSAHABAT NAK


"kalau mami bahagia tanpa papi, mami takkan menyiksa hidupnya seperti beberapa hari belakangan ini, sibuk kerja dan minum obat tidur demi melupakan papi , mami orang tertutup, ia takkan menceritakan kesedihannya pada siapapun. bahkan ia sepertinya takut kalau orang mengetahui perasaannya".


"hans kecewa sama papi. hans tau mami manja dan kekanakan pada papi. tapi itulah karakter mami. sebagai laki laki bukankah kewajiban papi memanjakan , menghibur , mempertahankan dan membahagiakan istri papi. mungkin suatu hari saat mami benar benar sudah tak ada disisi papi lagi. papi baru akan menyesalinya" hans pergi dengan sangat kecewa sekali pada papinya yang selama ini menjadi idolanya


tiff terlihat membuka matanya perlahan, wajahnya pucat, ia diam saja


"sayang kau sudah bangun?" tanya axello sambil mengelus puncak kepala tiff. tiff hanya diam


pesan dikirim axello kepada juan dan ken bahwa istrinya sudah siuman. mereka datang memeriksa kondisi tiff. juan menyuntikkan sesuatu kedalam infus. lalu memberikan pesan pada axello agar menjaga istrinya dengan baik. mereka segera pulang ke rumah mereka


"kau kembalilah, aku ingin sendirian" pinta tiff sambil memejamkan matanya


"aku akan disini menemanimu" jawabnya tenang "tidurlah aku menjagamu" tiff memejamkan matanya dan tidur kembali efek obat yang disuntikkan juan barusan


***


jam 12:00


axello melihat tiff membuka matanya, ia segera mengecup keningnya , lalu membuka kotak bubur bawaan pengawalnya. tiff makan beberapa suap lalu berhenti . axello memberikan obatnya. tiff kembali tidur lelap

__ADS_1


tak ada pengunjung dan tamu. sesuai perintah axello. jadi diruangan hanya ada mereka berdua


sore hari juan kendrick datang memeriksa tiff


"sore mi.. apa kabar?" sapa juan kendrick zio ramah, tiff hanya tersenyum pucat sambil mengangguk


"Ken juan.. mami belum bisa makan, dari pagi hanya tiga suap bubur aja , ada masalah apa ya?" tanya axello serius dengan wajah khawatir.


"apa bisa diberi vitamin penambah nafsu makan"


juan memeriksa nadi tiff , lalu tersenyum


"penyakit hati, mami minta disayang sama papi, jadi papi sayangilah mami supaya mami mau makan, juan hanya pandai merayu nata, tak pandai merayu mami pi hahaha" ken ikut tertawa


"juan kapan mami bisa pulang?" tanya tiff hampir tak terdengar


"kalau mami mau makan dan minum obat, tiga hari lagi mami bisa pulang" jawab juan masih penuh senyuman melihat mertuanya yang manja persis nata


"papi coba berikan sup obat atau susu sedikit sedikit supaya lambung mami terisi dan cepat pulih, tak harus bubur, orang sakit kalau bubur terus bisa bosan juga, tapi kasihnya pakai cinta" kata ken sambil menggoda axello


"nata dan mami sama manjanya, kalau sakit harus dirayu baru mau makan dan minum obat" jawab axello


hans masuk dan melihat keadaan maminya, ia tak mau bicara dengan axello. "mi.. mami gimana? mana yang sakit mi?" tiff hanya tersenyum kecut lalu menggeleng


"mami cepatlah sembuh, cucu mami sebentar lagi sebulanan, kasihan triple H kalau ga ada mami" pinta hans sedih, ia neneteskan airmata melihat kondisi ibunya . ia mengecup pipi tiff . tiff hanya mengangguk


"hans, mami sudah menuliskan wasiat di notaris, kalau terjadi apa apa dengan mami, carilah notaris kantor" kata tiff lirih dengan suara hampir tak terdengar


"kau tak akan kenapa kenapa, aku tak mengijinkan terjadi apa apa denganmu, sudah kukatakan sampai kapanpun kau tak bisa meninggalkanku meskipun oleh maut, kalau harus pergi, aku yang akan pergi duluan" tegas axello sambil memegangi jari tiff erat


tiga pemuda itu tau, papi mereka sangat mencintai mami mereka, cuma mereka belum berdamai dengan masa lalu mereka sehingga mereka sulit bersatu.


"hans kau masih marah dengan papi?" tanya axello . hans hanya diam saja


"mami jaga diri baik baik, besok hans datang lagi" hans mencium kening tiff lalu keluar ruangan

__ADS_1


__ADS_2