
"kau antar aku ke bandara, kisah kita sudah berakhir, aku ingin hidup baru bersama anakku, kau tak perlu merasa terbebani atas anakku, kau tak perlu bertanggung jawab" intonasi joyce mulai naik
"kisah siapa yang berakhir?" tanya hans
"kau dan aku" jawab joyce
"dengarkan aku hans, aku tak ingin memiliki hubungan denganmu lagi, pria egois yang kekanakan, kalau kau tak membiarkan aku pergi, dan memaksaku disini, aku akan menggugurkan anakku" teriak joyce
"kau berani menggugurkan anakku?" tanya hans tenang , ketenangannya membuat joyce ketakutan
"kalau kau berani menggugurkan anakku, aku bersumpah akan meratakan rumah sakit atau dokter yang menanganinya, aku akan membuatnya merasakan bagaimana penderitaan atas keberaniannya membunuh anak seorang hans flaminggo fernandez" kata hans dengan sangat tenang
"antar aku ke bandara" kata joyce dengan sangat dingin, hans diam saja mengemudikan mobilnya
"minggirlah aku mau muntah" hans langsung menepikan mobilnya dan berlari turun kearah pintu joyce
joyce segera turun mengeluarkan isi perutnya secara dadakan. hans memijat tengkuknya dengan rasa bersalah dihatinya. ia menyeka bibir joyce dengan tisue dan memberikan sebotol air mineral.
ia memeluk joyce dengan erat, tak peduli banyak orang melihat dipinggir jalan
"maafkan aku, maafkan aku" bisiknya
"joyce.. aku minta maaf atas sifatku yang egois dan kekanakan, aku cemburu saat melihatmu di mall bersama pria yang menatapmu penuh cint sehingga aku mengabaikanmu, aku benar minta maaf karena sikapku nenyakitimu, aku sangat mencintaimu sehingga api cemburu didadaku sulit sekali kukendalikan" bisiknya lagi
joyce malah terkejut, ternyata pria ini bersikap dingin bukan karena alexa yang nota benenya sedang di gebet oleh sahabat hans si Jericho tapi karena cemburu buta pada sahabatnya. ada kebahagiaan dihati joyce mengetahui hans cemburu yang membuktikan pria itu mencintainya. tapi ada juga rasa kesal karena pria ini sangat kekanakan. ingin sekali joyce menendang hans saat ini.
hans memasukkan joyce kembali ke mobil.
"Honey kau jangan marah dan mengumpatku lagi di hatimu, tiap kau marah, anak kita akan menghukummu, mereka tak suka daddy mereka dibenci mommy mereka" Kata hans lembut sambil mengelus dan mengecup perut joyce yang masih rata itu
joyce yang masih kesal berkata "antar aku ke bandara sekarang, masih ada waktu sejam" pintanya
"aku antar mengantarmu ke pelaminan bukan ke bandara" jawab hans.
"kau gila? aku tak mau menikah denganmu, kau lama hidup diluar sana. kau tau jelas kehidupan diluar negeri, kau tak perlu bertanggung jawab pada anakku . saat mereka lahir kau bisa melihat mereka kalau kau mau" ketus joyce
"kau mau makan rujak atau bubur?" tanya hans mengalihkan topik.
"kalau kau tak menjawabku, aku akan telepon pipi sekarang mengatakan kau hamil anakku" ancam hans, joyce langsung ciut
"udang bakar yang rasanya manis asam ditusuk pakai tusuk sate " jawab joyce ketus .
hans mengambil ponselnya "pi dimana cari udang bakar yang rasanya manis dan asam bukan asam manis pi , harus ditusuk pakai tusuk sate?" tanya hans pada axello, axello tertegun sesaat
"siapa yang mau?" tanyanya "Joyce pi" jawab hans. axello memijat pelipisnya
"Kau pergi ke jalan jawa, disana ada penjual udang bakar yang higienis, kau bisa memilih duduk didalam ruangan atau dipinggir jalan, sisanya papi akan minta laura kesana mengurusnya sampai bisa sama persis seperti permintaan joyce. kau cukup memesan minuman, sisanya akan disediakan laura nanti disana. tapi beri spasi waktu untuk laura bisa tiba" axello memutuskan sambungan teleponnya sepihak
__ADS_1
hans tersenyum, dia merasa menelpon orang yang tepat, selalu bisa diandalkan kapan saja. begitu pula axello yang baru memutuskan sambungan telepon, ia tersenyum akhirnya putranya yang mendiamkannya cukup lama mau menghubungi dan tetap mengandalkannya dalam banyak hal.
"sabar nak, sebentar lagi daddy akan memenuhi kemauanmu" kata hans sambil mengelus perut joyce, joyce merasakan kenyamanan luar biasa setelah dielus hans.
"ada lagi yang kalian mau nak? katakan pada mami ya" sambung hans yang masih bicara lada janinnya
"mau beli apalagi?" tanya hans
"asinan mangga banyak gulanya" jawab joyce. hans langsung memutar arah ke penjual asinan mangga setelah membeli pesanan joyce yang rada absurd itu, setelah membeli manisan ia mengemudikan mobilnya menuju jalan jawa.
tiba dijalan jawa, hans memesan minuman, tak lama udang bakar rasanya manis dan asam dihidangkan didepan joyce. joyce memesan sampai tiga porsi
"mau nasi?" tanya hans "tidak.. aku mual mencium bau nasi" jawab joyce
"aku mau kau mengupas kulitnya" kata joyce, hans segera mengupaskan kulit udangnya dan menyerahkan pada joyce. ia makan dengan lahap.
"aku mau dua porsi lagi, seporsi hanya lima ekor, aku masih lapar" hans pun memesan dua porsi lagi pada laura yang lagi lagi langsung di habiskan joyce saat makanan tiba
"adalagi yang kau inginkan?" tanya hans setelah joyce selesai makan. joyce mengangguk
"aku mau nasi goreng yang di buat papi" hans melotot ,
"papi tak bisa masak joyce" jawab hans.
"saya yang masak saja tuan muda" jawab laura menawarkan diri. hidung joyce mulai nemerah, dia sepertinya menahan tangis
hans mengambil ponselnya
📱"apa???" axello terkejut, tiffani sampai menoleh kearahnya "papi tak bisa masak hans"
📲"tapi joyce menangis pi" kata hans diseberang sana mulai frustasi karena joyce mulai menangis semakin kencang
📱" joyce nangis? tapi papi tak bisa masak, belilah saja hans" pinta axello
"kenapa?" tanya tiff penasaran.
"joyce mau makan nasi goreng tapi harus aku yang memasaknya" jawab axello datar. tiff melotot ,
"tapi apakah joyce hamil? permintaannya aneh aneh saja" batin tiff
"katakan ok, aku akan menyiapkan bahannya, dan mengajarimu" jawab tiff akhirnya
📱"baiklah, kau bawa joyce pulang kesini hans"
📲"jangan lupa rekam video saat papi memasaknya kata joyce pi" ucap hans tanpa dosa
📱"kau mau cari gara gara dengan papi atau bagaimana hans?" tanya axello datar
__ADS_1
📲"joyce maunya begitu pi" jawab hans polos
"kenapa lagi?" tanya tiff
"harus direkam video supaya bisa memastikan aku yang memasak" jawab axello datar,
tiff ingin terbahak bahak, tapi ia menahannya takut suaminya tak mau memasak buat joyce
"rekam ya rekam, sudahlah iyakan saja" jawab tiff
📱"ya kau pulanglah" jawab axello datar pada putranya, ia bersyukur istrinya mau bicara padanya lagi
tiff segera turun dari ranjang "kau pelanlah, kau masih sakit, apa yang kau kejar" tegur axello sambil memapah istrinya bangun dari ranjang
tiff menyediakan bahan nasi goreng, ia
-mencincang daging ayam
-mencincang bawang putih
-mengiris bawang merah
-memecahkan telur dan meletakkan di mangkuk kecil
-mengambil nasi putih dua porsi meletakkan dipiring
-menakar garam royco saus tiram meletakkannya di piring kecil
-menyediakan margarin tiga sendok dikuali
ia mengambil ponsel dan memasang posisi perekaman video lalu memanggil suaminya memulai memasak. ia memberi petunjuk dengan perlahan
akhirnya nasi goreng buatan suaminya jadi, rasanya lumayan enak batin tiff
"enak nasi gorengnya" puji tiff lalu mematikan tombol rekaman video
"ya demi cucuku yang sudah berjasa mendamaikan aku dengan anakku dan istriku" batin axello
tiba dimansion hans menelpon yeriko
📱"pi joyce tidak jadi ke paris, sekarang ada dimansion bersama mami tiffani dan papi lucas" lapor hans
📲 "baiklah, jangan ribut ribut, ada masalah selesaikan baik baik" ucap yeriko sambil tersenyum, lalu memutuskan sambungan telepon
ia tak benar mengurus keberangkatan joyce karena ia tau hans takkan membiarkan putrinya pergi, ia hanya ikut arus mengiyakan putrinya supaya putrinya tak merasa dia tak berpihak pada putrinya, sekarang masalah selesai ia hanya tersenyum
hans menyimpan ponsel dan masuk bersama joyce menuju ruang makan.
__ADS_1
"makanlah nak" kata axello dengan wajah datar, hans menahan tawanya melihat ayahnya masih memakai apron motif kelinci milik ibunya