
Diruang obgyn
Hinari meletakkan alat USG diatas perut naya yang sudah diolesi gel
Alfredo dan Evelyn memandang ke layar monitor tak berkedip
"Ini adalah janinnya, total ada tiga titik. bayinya ada tiga, usianya masih 4 minggu, kondisinya sehat. jangan sampai tertekan , stress, depresi" alfred dan evelyn mendelik. mereka bahagia sekali
"karena keluarga kami dan keluarga wijaya memiliki keturunan kembar, nanti aku membukakan resep vitamin dan obat mual, naya tidak mengalami mual tapi bisa disimpan sebagai cadangan. kalau ada mual baru diminum. lalu pastikan susu hamil diminum teratur untuk memenuhi nutrisi bayinya"
hinari menerangkan kepada naya dan mertuanya. mereka mengangguk. eve memeluk naya. ia bahagia sekali
setelah membersihkan perut naya, naya pun turun bergantian nata
nata naik ke brankar, setelah dioles gel, hinari meletakkan alat USG ke perut nata.
"Bayinya berusia 4 minggu, kondisinya sangat sehat. disini ada dua titik. menandakan bayinya twins. kembar dua. harap jaga kesehatan jangan stress dan tertekan apalagi depresi"
"nata sering mual dan muntah sampai tak bersisa. usahakan kembali makan lagi tiap muntah supaya asupan nutrisi terpenuhi bagi bayi. aku akan membukakan vitamin dan obat mual yang bisa diminum tiap kali mual"
"aku membuka resep susu bayi. belilah kemasan kecil dulu. kalau sudah cocok baru beli kemasan besar. kalau tidak cocok bisa cari rasa yang sesuai sampai cocok" gwen mengangguk
yeriko dan gwen bahagia sekali memiliki calon cucu kembar
nata sementara suka makan aneka udang dan tak bisa mencium nasi. bisa usahakan memakan sedikit sedikit dulu nasinya baru berhenti kalau sudah merasa mual
naya makanlah apa yang kau suka sepuasmu
makanan yang di hindarkan bumil
nenas, kerang, durian, kambing, makanan mentah, makanan setengah matang. semua wajib matang
enam orang itu mengangguk
mereka segera kembali ke OK. menemui ibu mereka
"Bagaimana?" tanya axello
"Mereka baik baik saja uncle.. nata positive hamil. bayinya ada dua. naya juga positive, bayinya ada tiga"
"tiff melotot. kalian lomba buka pabrik? kalian curi start duluan?" naya dan nata ketakutan melihat tatapan tiff
"tiffani, semua sudah terjadi, yang penting cucu kita sehat" bujuk alfredo dan yeriko . tiff hanya mengangguk sedih melihat dua putrinya menjadi nakal
"Sudahlah. mereka sudah menikah dan baru ini ketahuan hamil, asal cucu kita sehat" kata axello sambil memijat punggung tiff . yang lain setuju
"semoga anak nakal itu cepat bangun dan tau akan punya 5 keponakan baru" sedih tiff . axello hanya mengelus kepalanya
"naya nata pulanglah dulu bersama mertua kalian. mandi istirahat baru kembali. operasi akan lama. tak baik sedang hamil berdiri lama disini" tegas axello. mendengar intonasi axello. mereka hanya mengangguk.
"zera temani nona muda nata"
"zarah temani nona muda naya"
"Joyce sayang, kembalilah dulu, dandan yang cantik. supaya hans bangun melihatmu kondisi cantik" bujuk axello. joyce akhirnya mau pulang bersama orangtuanya
__ADS_1
***
Edward bersama istrinya hana datang membawa pakaian hans dan tiff.
hana bahkan membawakan sup obat buat axello dan tiffani demi menjaga stamina mereka. mereka segera menghabiskannya
operasi yang berlangsung 8 jam
dari jam 13:00 sampai jam 21:00
akhirnya berakhir dengan dimatikannya lampu warna merah di depan ruang operasi
Juan zio Ken keluar dengan sangat kelelahan
Axello tiff Nari nata naya alfred gwen evelyn yeriko edward hana joycelyn mengejar ke pintu
"bagaimana nak?" tanya mereka bersamaan
"Operasi sukses, hans selamat, tinggal menunggu bius habis akan segera siuman" jawab juan
"Juan memang benar dokter legenda, luar biasa perjuangannya membuat takjub, baru kali ini aku melihat langsung pekerjaannya" ucap ken
"Benar membuka mataku" sambung zio "operasi sesulit itu bisa dikerjakan sendirian, setelah operasi pertama terjadi pendarahan susulan. juan bahkan sudah siap menghadapinya"
"Puji Tuhan. Terima kasih Juan" Axello memeluknya erat "anakmu kembar tadi sudah USG saat daddynya berjuang didalam" bisik axello
"Terima kasih juga semua " axello memeluk ken dan zio bergantian
"anakmu kembar tiga dirahim istrimu nak" bisik axello
juan langsung berbalik memeluk istrinya "makasih sayang memberikan bayi kembar untukku, aku mencintaimu" juan memngecup wajah istrinya bertubi tubi
"kalau bukan juan, mungkin berat menyelamatkan hans" puji ken "benar luar biasa juan"
zio memeluk naya dan menciuminya "Puji Tuhan terima kasih sayang memberiku triplet" dia bahagia sekali
Axello memeluk tiff dan mengecup keningnya
"anak kita selamat, tunggu hukumanmu ya" bisiknya. tiff langsung mengangguk pasrah
***
Ayo kita ke ruang rawat inap ajak juan
"ah tidak .. kalian istirahat, mandi makan dulu, kalian sudah kelelahan tidak makan siang dan malam" tolak axello.
"kami akan ke kamar inap duluan" kalian istirahat ya
"honey aku bawa pakaian dan makanan" kata naya menunjukkan bungkusan
"Aku juga bawa punya bee" kata nata
"Ini pakaian dan makanan sayang" tunjuk nari
"kita keruanganku , ada kamar pribadi disana bisa mandi" ajak zio. mereka berenam langsung naik ke lift
__ADS_1
***
mereka semua berada di ruang rawat inap family suites RS Wijaya menunggui hans sadar. karena selain hubungan dengan zio, axello sendiri merupakan pemilik saham 50 persen di rs tersebut.
"anak nakal, cepatlah bangun, kau pingsan onty menjewer siapa" tetesan air mata hana mengenai pipi hans
sejak kecil hans sangat nakal, sama dengan hugo dan noel. mereka memang sangat kompak tapi suka berkelahi diluar sana.
kalau ada masalah yang ditimbulkan hans, misalnya memukuli anak orang sampai babak belur, hanna yang keluar membela hans swbab tiff sibuk bekerja dengan suaminya
"onty.. airmatamu asin sekali , bisa membangunkan orang pingsan" suara berat dan lirih terdengar, hana dan yang lainnya melotot, hanna langsung memukulinya , edward terbahak bahak
"kau anak nakal, kau tau onty mau mati mendengar kau terluka. onty tak bisa membelamu kali ini dari orang jahat" hana menangis tersedu sedu memeluk hans.
"mana ada orang sakit dipukuli onty" kata hans sambil meringis. edward masih tertawa
"hans bagaimana keadaanmu? mana yang sakit, bilang ke mami" kata tiff sambil menangis
"bilang ke dokter saja, bilang ke mami, mami bukan dokter" godanya, tiff langsung mencubit lengannya
"mana ada orang sakit dipukuli mi" hans meringis
"jagoan, kau sudah sembuh? cepat bangun kita hajar musuhmu" axello dan hans memberikan toast ala gank . hans mengangguk
"ahh uncle mereka berani main belakang, one by one ya pastilah dia yang di brankar ini" kata hans bercanda
juan ken zio nari naya nata masuk ke ruangan
"wah nyawamu ada extra. lain kali main tabrak tabrakan. aku akan memukulnu" cubit hinari , hans meringis
"kenapa wanita keluarga kita suka memukul huuu" kata hans
nata dan naya langsung mencubit kaki hans. hans berteriak kesakitan
"aduh biusnya sudah habis jangan dicubit lagi" teriak hans, smua tertawa
"hans dengarkan" axello membisikkan sesuatu ditelinga hans
"wow ketiga iparku terima kasih, kalian mengembalikan nyawaku, kalian yang terbaik" pujinya tulus "juan jadikan aku muridmu setelah ini" pintanya. juan tertawa
"aku menolongmu satu nyawa, Tuhan memberiku dua nyawa disini" kata juan memeluk istrinya . hans melotot
"wow selamat jadi calon daddy, kau hebat sekali tembak dapat dua, terima aku jadi muridmu juan" pekik hans. nata langsung mencubit kakinya kembali . hans berteriak kesakitan . smua tertawa
"aku membantumu , Tuhan memberiku tiga nyawa disini" zio mengelus perut istrinya.
"wah aku bangun dengan bahagia, kau lebih tokcer sekali tembak dapat 3 zio. aku bingung mau berguru pada ipar mana sekarang" naya kembali mencubit kaki hans. hanz berteriak
"aduuuhhh kalian senang sekali menyiksaku.. onty... lihatlah mereka" hans mengadu pada hana
"sudah sudah hans masih sakit, kalian jangan memukulinya lagi" hanna melerai, ia sakit hati kalau hans sakit
"aku menolongmu aku juga dapat 2 nyawa disini" ken mengelus perut istrinya . hans melotot
"astaga.. bahagianya aku. tak menyesal aku siuman dapat 7 keponakan.. selmat jiefu" teriak hans kegirangan. ken mengangguk
__ADS_1
"jangan banyak gerakan extreme nanti lukamu terbuka , Dewa pun tak dapat menolongmu bro.. tadi untung uncle axello naik helikopter turun diatas rumah sakit memberimu darah, dia bahkan belum istirahat sampai sekarang. kau jaga diri baik baik. hargai orang yang membantumu dan menyayangimu" tegur zio
tiff dan hans menatap axello. axello hanya tersenyum mengangguk