Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 18 - Donor darah membongkar rahasia masa lalu


__ADS_3

"Lucas hans kecelakaan lucas, kau harus menolongnya" tiff menangis.


"Apa? katakan pelan pelan ada apa?"


"Dia ditabrak lari oleh seseorang, sekarang kepalanya pendarahan. dia kehabisan banyak darah. zio dan lainnya akan melakukan operasi. tapi dia butuh darah"


"Aku butuh waktu untuk pulang. Aku usahakan cari pendonor"


"Sudah tidak sempat Lucas. Hans butuh golongan darah O resus negative sekarang juga. PMI dan lainnya tak ada stock darah langka ini, hanya kau yang memilikinya. Kau harus menolong hans lucas. dia putramu" tiff menangis histeris


"Apa?? Hans putraku?? kejam sekali kau merahasiakannya seumur hidup dariku fanny, dulu naya kecelakaan baru kau mau memberitauku, sekarang hans. berapa banyak lagi rahasia yang kau sembunyikan hah?" teriak axello


"Lucas kau jangan marah lucas. kau cepatlah pulang sebelum terlambat, kau tak bisa membiarkan putra kita pergi begitu saja. dokter bilang kesempatan berhasil hidupnya hanya 20% setelah operasi. Kau jangan membiarkan hans meninggal begitu saja. dia putra tunggalmu lucas" tiff menangis semakin kencang


"Naya nata sedang hamil, mereka tak bisa mendonorkan darah kepada hans lucas. kumohon kau tolonglah hans"


"Apa?? nata juga anakku?? sebenarnya berapa banyak rahasia kau simpan dariku fanny. kau kejam sekali fanny. aku memakai hidupku dan kukorbankan untukmu tapi kau begini padaku. teganya kau padaku dan anak anak"


"Lucas sudah tak keburu lucas. waktu tak cukup lagi" tiff masih histeris


axello membuka botol air mineral dan menyiram ke wajah dan kepalanya sesaat lalu mengusap kasar mukanya. setelah menghela nafas dan agak tenang. ia sadar tiff dan anaknya membutuhkannya. ia tak boleh menekan wanitanya lagi


"Lucas.. lucass" terdengar teriakan tiff


"Fanny dengarkan aku baik baik. kau hapus airmatamu. jangan menangis lagi. hans dan anak anak butuh kau. aku akan menutup teleponnya dan mencari cara segera tiba. kau tunggu aku. aku akan segera datang. bila kau tak bisa menghubungiku kau jangan takut. berarti aku diperjalanan. ingat kau harus kuat"


"aku menunggumu lucas"


telepon diputuskan. tiff segera mencuci wajahnya segera dan berusaha kuat dan kembali ke IGD


gwen memeluk hinaya dan evelyn memeluk hinaya


.


"Bagaimana zio?" tanya tiff dengan berusaha tegar


"Mami juan akan melakukan tindakan, berapapun peluang tetap akan juan coba meskipun hanya 1%, tak mungkin kita membiarkan hans pergi begitu saja.. sekarang juan menunggu donor darah, bila kita mendapatkannya, kita akan segera lakukan tindakan, waktu kita mendesak" kata juan.


"Darah akan segera tiba, kalian persiapkan semua prosedur operasi dan donor. agar pendonor tiba kalian bisa langsung mulai" ken zio juan mengangguk . tiff segera berdiri dipintu IGD. edward memeluknya

__ADS_1


"Lucas sudah datang?" bisiknya. tiff menatap abangnya .


"Aku tau semuanya, Kalau kau membutuhkan darah, sejak tadi kau sudah menghubungi rafael. melemparkan uang padanya. hamba uang seperti dia sudah pasti menyerahkan darahnya sampai kering" bisik edward


"Lucas bilang dia di kota J" tiff kembali menangis dipelukan abangnya


"Lucas pasti datang, matipun dia tetap datang demi putranya. aku mengenal sifatnya" jawab edward.


Axello berlari sangat kencang dari arah dalam rumah sakit. dari lift ia menuju ke IGD menemui zio juan ken. belasan pengawal ikut berlari dibelakangnya


Tiffany terbelalak, edward tersenyum


"Dia sudah datang, dia pasti datang, demi putranya" bisik edward takut didengar yang lain. tiff mengangguk


"Bagaimana keadaan hans?" tanya axello. hatinya berdenyut melihat putranya terbaring di brankar


"Hans mengalami benturan dikepala dan pendarahan hebat, dia kehabisan banyak darah. kami butuh pendonor saat ini juga dan segera lakukan tindakan. kans berhasil menyelamatkannya tidak sampai 20% tapi juan akan mencobanya. meskipun 1% juan akan berusaha. tak mungkin kita biarkan hans pergi begitu saja tanpa melakukan apa apa" jawab juan


"Operasi hari ini, dipimpin juan uncle" kata zio , dia spesialis bedah , legenda di New York dan RS ini.


axello memeluk juan. Nyawa Hans, Uncle titip. lakukan yang terbaik. dimana ruang donor. uncle sudah siap. Juan terkejut tapi segera meminta zio merespon


zio membawa axello ke ruang transfusi , hans di dorong ke OK. Juan turun tangan langsung menangani kasus ini .


15 menit kemudian dia agak tenang.


"Mike panggilkan Laura, zarah dan zerah kesini" mike asprinya segera mengangguk dan menjauh menghubungi seseorang


35 menit 3 wanita memakai blazer hitam dan celana bahan panjang warna hitam , bertubuh tinggi tegap memasuki koridor RS menghadap ke axello


Axello mulai memberi perintah:


- Zerah ambil dua kursi roda dan ajak nari membawa Nata dan Naya periksa ke obgyn


- Zarah pesankan makanan untuk semua keluarga disini dan pengawal


- Mike panggilkan david temani niko menyelidiki tabrak lari pagi ini, lalu minta tambahan pengawal menjaga hugo dan noel


- Laura kau temani nyonya disini

__ADS_1


"Fanny.. Hans sudah ditangani Juan dan lainnya, Hans putra yang hebat , dia akan baik baik saja. kau harus makan dan kuat supaya bisa menjaga anak anak" Tiff mengangguk, Axello memgecup keningnya


"Edward kembali dan istirahatlah, operasi akan berjalan lama, saat kembali bantu bawakan pakaian Tiffani dan Hans, jangan beri kabar buruk pada mama lauren, aku takut jantungnya tak kuat mendengar musibah" edward mengangguk dan memeluk axello


"Kau selalu terbaik sejak dulu bro" katanya pelan


"Terima kasih, Terima kasih juga sudah menjaga keluargaku sejak dulu" axello balas memeluknya


"Sudah kewajibanku sebagai abang dan uncle mereka, aku kembali, disini serahkan padamu" axello mengangguk


edward segera kembali pulang ke rumahnya. ia tak khawatir kedua putranya bekerja diluar kota karena axello akan menjaga putranya


Alfred, Yeriko ,Gwen dan evelyn menemani menantu mereka melakukan pemeriksaan ke dokter obgyn bersama hinari dan zerah


zarah kembali membawa makanan. lalu membagikan pada para pengawal dan memberikan pada tiffani


"makanlah.. kau harus makan sekarang" kata axello. "aku mau makan bersamamu" jawabnya. axello mengangguk. tiff makan dan menyuapi axello


zarah membawa makanan ke ruangan obgyn setelah menyerahkan sekotak makanan pada laura yang mengawal disamping tiff


"Oh Ya Mana Joycelyn?" tanya axello pada tiff setelah selesai makan


"Tadi aku melihatnya di IGD jongkok menangis, tapi sekarang tak tau dimana" jawab tiff, dia baru ingat


"Ayo kita cari" Mereka menuju ke IGD. terlihat gadis cantik itu jongkok menangis dipojokan . sangat menyedihkan. Tiff langsung memeluknya


"Sayang kau kenapa?" tanya tiff, gadis itu hanya menangis


"Ambil kursi roda" perintah axello pada laura , laura kembali membawa kursi roda. "Bantu naikkan nona joyce" tiff dan laura menaikan joyce duduk di kursi roda


"Dia shock melihat keadaan hans berdarah, kau peluklah dia" kata axello pada tiff. tiff berusaha menenangkan joyce yang dilupakan semua orang sejak tadi


axello tak berani gegabah karena tiff sangat pencemburu, ia tak mau ada masalah tak perlu disituasi genting saat ini. pikirannya penuh oleh putranya yang terbaring didalam sana


"Darah mi.. darah.. " joyce kembali menangis.


"sayang.. dengar.. hans sedang berjuang untuk hidup didalam sana.. kau harus semangat agar dia semangat sembuh menemui kita" akhirnya axello tak tega ia memeluk joyce


"huhuhu .. ko hans katanya 20% bisa hidup huhuhuhu" teriak joyce

__ADS_1


"ko juanmu dokter hebat, hans akan sembuh, percaya pada juan ya" axello menenangkannya. joyce merasakan pelukan hangat seorang ayah. dia mengangguk.


"sekarang tenanglah dan temani koko hans di luar ruangan operasi ya, dia akan segera bangun" ajak tiff. ia kasihan sekali melihat joyce seperti ini. laura mendorong kursi roda buat joyce ke depan OK


__ADS_2