Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat

Cinta Dan Luka Selalu Bersahabat
Bab 32 - tingginya langit dalamnya lautan


__ADS_3

jam 13:00


Tiffani menunggu hans di pintu kedatangan, ia meringis menahan perih di perutnya


"Nyonya besar, anda baik baik saja? anda terlambat makan lagi, dokter sudah mengingatkan jangan telat" tegur laura


"Mami.. mami baik baik saja? Makanlah sedikit makanan dulu mi" ucap joyce khawatir


"Aku tak apa, aku akan makan bersama hans setelah ini, aku merindukannya" jawab tiffani masih memegangi perutnya


akhirnya hans muncul bersama enam orang dibelakangnya, salah satunya niko, hans teelihat sangat tampan sekali. semua orang memperhatikannya


Hans segera memeluk tiffani dan joycelyn disana.


"Ayo kita makan dulu, mami sakit mag" ajak joyce. hans mengerutkan keningnya "Mami sakit? kenapa tak makan dulu tadi?"


"Mami tak apa.. ayo makan" ajak tiff, mukanya sudah pucat dan berkeringat dingin


Hans menggendong tiff ke mobil alphard yang menunggunya di loby


laura dan joyce ikut masuk ke mobil setelah tiff masuk. Hans masuk belakangan. Alphard segera berjalan ke RS Atmadajaya. Ken sudah menunggu di IGD


Tiba disana supir segera turun menggendong tiff masuk ke IGD. Tiff terkejut. daritadi kesakitan ia tak melihat wajah supirnya. ia menghirup aroma yang sangat di rindukannya dari dada pria yang menggendongnya. ia segera merebahkan dadanya disana


"Periksa lambungnya ken" perintah pria itu


"Ken beri injeksi ya pi" pria itu mengangguk


"Tidak. aku tak mau di suntik" tolak tiffani.


"Kau mau disuntik ken atau aku yang menyuntikmu dengan milikku disini?" ancam pria itu. tiff langsung mencebik


"Suntik ken" perintahnya, ken segera melakukan permintaan mertuanya


"Pelanlah ken, dia takut sakit"


"pi.. bahkan ken belum mulai" jawab ken datar, hans dan joyce terbahak bahak


"kau hati hatilah, jangan sampai ia kesakitan" tegur axello lagi


"astaga pi.. ken bahkan belum menyentuh kulit mami" wajah ken sudah seperti kanebo kering


"papi keluarlah supaya jiefu bisa kerja" ajak hans

__ADS_1


"Tidak, nanti mamimu kesakitan aku tak tau" hans memasang wajah datar


"Kalian keluarlah semua, biar aku bisa bekerja" tegur ken . perawat mengusir mereka semua keluar ruangan


"aduuuhh kau pelanlah ken... sakit sekali" axello kembali masuk ke dalam. hans menariknya


"Papi disini saja. nanti kalau sudah selesai, akan dipanggil jiefu" kata hans datar .


joyce dan laura tak kuat menahan tawanya lagi. axello terus berusaha mengintip


"Papi perhatian tapi hilang setengah tahun, mami kemarin bilang papi hilang karena sudah ada mami baru buat hans" axello langsung menoyor kening hans


"Sembarangan , papi kerja tau, papi nunggu ditelepon mami. tapi tak kunjung ditelepon. mami yang sudah punya papi baru buat kamu" dengus axello . hans dan joyce terbahak bahak


"Pi.. sudah selesai" kata ken


"Bagaimana keadaan mami, apa baik baik saja?"


"Mami jarang makan, mikirin papi bawain mami baru buat kami semua, gimana gak sakit" ledek ken


axello menoyor kepala ken "sembarangan, papi setia tau.. mami kalian yang mau cari papi baru buat kalian" tiff langsung melempar bantal pasien ke arah axello


mereka terbahak bahak bersama sama melihat pasangan paruh baya itu


"Terima kasih ken" ucao axello, dia kembali menggendong tiff ke mobil


Tiff duduk ditengah bersama joyce, hans mengemudi dan axello duduk didepan. laura berada dibelakang


"aku mau makan masakan minang" kata tiff


"itu pedas kau tak bisa memakannya"


"aku ingin itu lucas" rengeknya


"hans rumah makan minang" hans mengangguk


alphard berhenti di parkiran rumah makan minang. 6 mobil pengawal axello dan hans berada tak jauh dari mereka


beberapa mobil sport ikut parkir disana saat mobil hans berhenti


axello dan hans memakai kacamata hitam. axello segera menggandeng tiffani turun. joyce laura ikut turun. hans turun dari pintu kemudi dan berputar mau menjemput joyce. tiba tiba seorang pria menggoda joyce.


"Halo cantik.. boleh kenalan, mau kemana? ayo makan bersamaku" ajak pria itu kepada joyce. dia mau menggandeng tangan joyce di tepis laura

__ADS_1


"Tuan jaga sikap anda pada nona mudaku" tegur laura


Axello berbalik menonton drama sambil memeluk tiffani . ia memasang wajah datar


Hans menatap pria itu datar tanpa melepaskan kacamata hitamnya , dia memeluk joyce


"Apa bagusnya pengendara alphard, lebih baik kau bersamaku, kau bisa duduk di mobil sport" sambung pria berusia 20 an tahun itu. wajah joyce sangat datar


"Ayo kita masuk dear" ajak joyce sambil memegang dada hans dan mengelusnya sesaat. Hans tersenyum dan mengangguk


dua pasang beda generasi itu masuk ke pintu restoran minang diikuti laura


"Heii siapa yang mengijinkanmu masuk nona?" tanya pria itu menghalangi langkah hans dan joyce


"Kau tak tau tingginya langit dalamnya lautan?" tanya tiffani dingin , tiff melirik plat mobil bocah sombong itu


"AGH Andi Gautama Hartono?" kata tiff pada axello dan hans . mereka menyeringai


Tiffani mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang, "Kuberi waktu 15 menit kalau kau tidak tiba di Restoran Minang Simpang tujuh suprapto, besok kau tak perlu ke kantor lagi" tiff mematikan ponselnya , mengambil poto bocah itu dan mengirimkan pada orang yang dia telepon


"Ayo makan, lambung mami sakit dear" ajak joyce mengingatkan . mereka berempat langsung masuk diikuti laura


bocah itu tampak tak tau diri malah mengikuti mereka dan duduk di samping joycelyn


"Tuan kumohon menyingkirlah.. ini tempat umum, aku tak ingin berbuat kasar Tuan" pinta laura. Joyce langsung bangkit dan berdiri disamping hans


"Kenapa sih. tuanmu hanya mampu memakai mobil alphard dan menggaji pengawal wanita itupun hanya satu. tuanmu tak mampu membayar gaji pengawal pria? lebih baik kau ikut saja denganku"


bocah itu menyentuh bokong laura. laura langsung memelintir tangannya, tapi gerakan bocah itu lumayan gesit. laura mundur dua langkah


"pindah ke ruangan vip" ajak tiff malas meladeni bocah itu , hans axello joyce mengikuti tiff meninggalkan laura bertarung dengan bocah itu.


saat mendekati pintu vip. masuk empat pengawal bertubuh kekar mendekati laura. pengawal bocah itu rupanya


"lucas, laura..." tanya tiff


"lima orang itu tak bisa melawan laura mi, laura pasukan elite bawah tanah italia, pengawal bocah itu preman jalanan, 10 pengawalnya belum bisa melawan laura sendirian"


"Hans hanya takut rumah makan ini hancur, sebelum hancur kita pesan makanan dulu daripada tak kebagian makanan keburu berantakan semua" joyce tertawa


"Mami lihat dipintu ada 40 an pengawal kita, kalau mereka masuk. cukup buat meratakan gedung ini. semua pasukan elite bawah tanah" kata hans tertawa


"Tuan besar, bagaimana kalau tempat ini hancur?" tanya laura bingung.

__ADS_1


"Kau bertahanlah sampai hidangan kami tiba baru kau bertarung serius, nanti ayah anak itu akan membayar ganti rugi" jawab hans , joyce mencubit perutnya


__ADS_2