
Axello sempat menyerahkan dua buah koper kecil kepada zio dan juan untuk menyimpan hadiah mereka agar mereka leluasa melanjutkan acara tradisi mereka sampai selesai
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 16:00
acara tradisi selesai. para keluarga menikmati hidangan makanan mewah yang disediakan oleh hotel wijaya
Alfredo dan yeriko akhirnya paham kenapa acara diminta dilakukan tertutup, ternyata ada tamu agung dibalik keluarga Tiffany Sanjaya itu. Tapi mereka juga sudah membaca situasi tiffani akan mengembalikan uang mahar persyaratan pernikahan yang diminta. mereka sudah menyediakan hadiah lain untuk tiffany sanjaya
Axello adalah pria matang yang sudah memperhitungkan segalanya. dia telah memanggil pihak bank datang keacara untuk keempat mempelai menyimpan hadiah mereka di safety box demi keselamatan keempat mempelai.
Setelah acara tradisi selesai, pihak bank menerima penitipan harta keempat mempelai. setelah penandatangan dokumen. pihak bank segera kembali. mereka melanjutkan acara dengan berbahagia
"Dua gadis mungil itu sudah menikah, kau kapan?" tanya axello pada hans sambil menatapnya dalam
"Saat aku sudah menemukan jodohku" jawab hans sambil menggaruk kepalanya
"Adik Juan anak baik, kau tak berminat?" tanya axello. Tiff hanya menatap dua pria dihadapannya
"Come On uncle dia masih kecil, usianya 20 tahun, bahkan dia masih kuliah. Lagipula Mami tak kan setuju dia bukan dokter spesialis" Hans mengelak dengan nama ibunya
Axello menatap dalam kearah tiffani...
"Bukan urusanku, hei kau jangan bawa mami, itu rules untuk menantu laki laki, bukan menantu perempuan. Kau dokter, kau mampu menghidupinya" cebik tiff
"Kau harus segera menikah, uncle mau pensiun" ucapnya tegas. hans menatap ibunya dengan arti meminta tolong
"Ge Lucas .. masalah pernikahan biarlah hans menentukan. buat apa kau memaksanya" Jawab Tiffani pada axello , axello menatapnya tajam . Tiff langsung diam
"Lamarlah Joycelyn Florentina Wijaya untuk hans" perintah axello pada tiff, hans langsung melotot
"Uncle.. jangan seperti ini pada hans, hans bahkan tak mengenalnya" Mohon hans
"Kuberi waktu setahun untukmu menikahinya, gadis itu memilikk sifat dan karakter baik. dia sudah terbiasa dengan kesibukan dan sifat dingin lelaki. hidupnya sederhana dan tak banyak menuntut. Atau kau masih terpaku pada alexa?" tanya Axello. Hans langsung diam. tangannya mengepal. Nama palinh dia benci mulai disebut
"Bahkan dalam mimpi pun hans tak berpikir bersamanya, jadi jangan sebut namanya lagi. Hans akan menikahi Joycelyn sesuai permintaan uncle tahun depan" kata hans dingin. Axello mengangguk puas. langkahnya berhasil
jam 18:00
Acara selesai. tamu berpulangan. Oma Lauren pulang bersama putranya edward setelah menatap sinis pada Tiffany putrinya. Tiffany hanya menunduk sedih
"Hans pergilah temani ipar iparmu" perintah axello, hans segera beranjak menuruti perintah axello
"Kau kenapa humm? ibumu masih marah padaku?" tanya axello sambil memeluk tiffani saat ruangan sisa mereka berdua. Tiff meneteskan airmatanya
"Tenanglah ada aku disisimu, tak ada masalah yang tak terlewati, aku akan selalu menjagamu dan anak anak. Hatiku selalu sama sejak dulu, selalu mencintaimu" Bisik Axello. Tiff hanya diam
Axello mengambil ponselnya
"Hans..Atur makan malam di Restoran bawah dengan keluarga mempelai pria.. uncle mau makan malam bersama mereka" axello memutuskan sambungan telepon
"Jangan bersedih.. ayo kita tutup acara anak anak" Axello mengecup kening tiff dan menyeka air matanya
__ADS_1
****
Ruangan VVIP
Restoran Wijaya
Jam 19:00
Alfredo, Yeriko, Gwen, Evelyn, Hans, Kendrick, Hinari, Zio, Hinaya, Juan, Hinata, Joycelin, Tiffani, Axello, sikembar terlihat sudah berada di dua meja ruangan vip itu
Satu meja di isi
Kendrick, Zio, Juan, Hinari, Hinaya, Hinata dam kembar
Satu meja lainnya diisi
Alfredo, Yeriko, Hans, Axello, Tiffany, Joycelin, Evelyn, Gwen
Makanan mewah dihidangkan oleh pelayan kemeja mereka. mereka segera makan dengan hikmat.
Axello terlihat begitu berwibawa. Aura bersinar dari tubuhnya membuat dia terlihat berbeda meskipun di ruangan itu dipenuhi oleh para crazy rich
Acara makan malam selesai.
"Zio, Juan.. Besok Uncle mengundang beberapa kolega untuk makan siang jam 14:00 di Restoran AL Hotel. Uncle harap kalian berempat bisa hadir disana"
"Siap Uncle, kami akan hadir besok" jawab zio dan juan bersamaan
"Anak nakal, kau meledek kakak iparmu"
"Ampun mi.. aduh lepasin.. hans hanya bercanda" katanya memelas sambil memeluk tiff . tiff melepaskan jewerannya. hans langsung mengecup pipi ibunya
"Bila sudah selesai makan, kembalilah habiskan waktu kalian bersama" Perintah axello. semua mengangguk dan delapan orang itu segera berpamitan sampai tersisalah delapan orang di ruangan itu
"Apa ada yang ingin dibicarakan dengan kami Tuan Axello?" tanya Alfredo
"Kalian bisa menyebut nama saya saja supaya tidak terlalu formal" kata axello.
Alfredo dan Yeriko berpandangan . Pasalnya pria didepan mereka adalah orang terkaya nomor 1 di dunia. yang memiliki saham hampir setengah di dalam seluruh bisnis perusahaan mereka tanpa diketahui siapapun termasuk Tiff.
"Bagaimana ya" jawab alfredo kikuk
"Lakukan saja sesuai permintaannya Alfredo, biar semua nyaman" Kata Tiff. mereka mengangguk
"Saya berniat melamar Joycelyn untuk Hans, Agar mereka bisa menikah tahun depan. Apa pandangan Tuan Yeriko dan Nyonya Gwen?" Tanya axello .
ketujuh orang didepannya terkejut termasuk hans dan tiffani. tapi hans sudah lama dididik oleh axello, dia mampu mengendalikan dirinya, ia tampak santai dan biasa saja sambil tersenyum.
"Tahun ini Hans sedang sibuk di New York menyelesaikan beberapa tender disana, setelahnya Hans akan kembali ke Indonesia, Saya harap jika diperkenankan.. Hans diijinkan bertunangan dulu dengan Joycelyn" sambung axello
"Saya menganut paham modern, saya tidak menjalankan doktrin lama pada anak anak saya, dan mengijinkan anak saya memilih pasangan hidup mereka masing masing karena merekalah yang menjalaninya, saya akan meminta pendapat anak saya dulu Tuan, bilamana anak saya belum bersedia , saya harap tidak menjadi perselisihan diantara keluarga kita kelak" Jawab Yeriko bijak. axello mengangguk
__ADS_1
"Joyce bagaimana menurutmu?" tanya yeriko
Joyce yang ditatap hanya cengo, ia menatap hans sesaat. hans tersenyum padanya. ia menatap yeriko dan gwen yang menatap khawatir padanya. ia berpikir sesaat. pria disampingnya bukan kaleng kaleng. mapan, tampan, kaya, no scandal. di internet semua memasang namanya tapi tanpa wajah. kesuksesan pria ini jauh diatas keluarganya yang masih tahap terkaya tingkat nasional. bahkan harta seluruh keluarganya mungkin hanya beberapa persen dari harta pria yang akan melamarnya.
meskipun tak ada perasaan pada hans karena menikah tak menjadi target hidupnya selama ini, bahkan dia tak pernah menjalin kedekatan dengan pria manapun. tak ada salahnya menikah dengan pria tampan bertanggung jawab ini.
"Kenapa Joyce?" tanya joyce pada hans
"Karena kamu pilihan orangtuaku, orangtuaku pasti memilihkan gadis baik dan tak akan mencelakai aku, aku mau orangtuaku bahagia dan hidup tenang tanpa menghawatirkan aku" jawab hans simple
"Tapi kau tak mencintaiku, lagipula aku masih kuliah, pendidikanku bahkan belum selesai" sambung joyce
"Aku tak mencintaimu, tapi tak membencimu.. kau tinggi, cantik, beretika, dan terdidik baik. aku yakin waktu akan membuat perasaan itu tumbuh dalam hati kita" hans menjelaskan kembali
Joyce merasa alasan hans masuk akal "Baiklah aku setuju" jawabnya singkat
Yeriko, Gwen, Alfredo, Evelyn terkejut
"Kau sadar akan jawabanmu nak?" tanya gwen, joyce mengangguk
"Setelah kau menyetujui lamaran ini, kau sudah tak memiliki kebebasan remaja pada umunya, kau harus menjaga sikapmu, dan jauhi pria manapun karena kau sudah menjadi milik keluarga sandiago sampai hari pernikahanmu tiba" tegas yeriko
"Joyce tau pi.. seperti kata koko hans, dia tak mencintai dan tak membenci joyce.. joyce juga sama.. ko hans pria baik. menikah dengan pria baik tak ada ruginya juga" jawab joyce polos
"Bagiku pernikahan hanya sekali seumur hidup, aku tidak suka kegagalan, aku posesive dan tak suka milikku di dekati atau disentuh pria lain, itu adalah wajar karena aku memiliki harga diri sebagai seorang pria meskipun aku belum memiliki perasaan padamu, tapi aku akan berusaha menjalani pernikahan sampai akhir dengan penuh tanggung jawab, bila kau mau mundur.. aku pastikan tidak ada perselisihan dalam dua keluarga kira jika itu yang kau khawatirkan"
"Aku tak akan mundur" jawab joyce
Axello tersenyum puas mendengar jawaban hans dan joyce
"Baiklah kami menerima lamaran anda Tuan" jawab yeriko akhirnya
"Apa persyaratan yang harus kami penuhi dalam lamaran ini?" tanya axello pada yeriko
"Hanya perjanjian pra nikah sama berisi kensekuensi penghianatan dan KDRT sisanya tak perlu.. setelah mereka menikah mereka adalah suami istri apa yang mereka miliki adalah saling berbagi satu sama lain" jawab yeriko bijak
"Kami mengajukan pertunangan sabtu depan, apakah diperkenankan?" tanya axello. yeriko mengangguk
"tapi kami ingin acara pertunangan dihadiri beberapa keluarga inti saja. mengingat nama hans sedang menjadi trend topic dunia bisnis, sementara putri kami masih muda. bila diketahui publik bisa bisa putri kami jadi serangan paparazi atau drama scandal buatan dunia luar" pinta yeriko
axello menatap tiff. "Bagaimana menurutmu pertunangan tertutup untuk hans, sementara ia putra tunggal keluarga" tanya axello lembut.
"kau putuskan saja" jawab tiff
"baik sabtu depan jam 18:00 di AL hotel" putus axello, yeriko mengangguk .
Mereka saling berpelukan kecuali axello yang duduk dengan berwibawa . Acara makan malam bubar. keluarga wijaya kembali ke kamar mereka masing masing.
sebelum keluar ruangan, Alfredo menyerahkan dua buah kunci kamar president suites untuk Axello dan Hans
"Terima kasih" kata axello. alfredo mengangguk
__ADS_1