
di area lain
Zio menggandeng lengan naya menuju loby, mobil sudah menunggu mereka. zio membukakan pintu belakang agar naya duduk bersama ibunya. lalu zio berputar ke kursi pengemudi dan menjalankan mobilnya
"Ini Daddy dan momy ku, silahkan berkenalan naya" kata zio
"Selamat sore onty uncle, saya naya" kata naya menunduk hormat
"Sore naya. panggillah daddy saja seperti zio dan lainnya" jawab alfred sambil tersenyum
"Cantik sekali, sini momy lihat wajahmu nak, benar seperti barbie" wajah naya merona "terima kasih mom" jawabnya malu
mobil berhenti di parkiran restoran akasia, zio mengajak semua masuk ke ruangan VIP lalu memesan beberapa jenis hidangan
"Makanan apa yang kau sukai nak?" tanya mom eve
"Naya makan semuanya mom, tidak memilih kecuali jahe dan daun bawang itu karena alergi" jawab naya sopan sekali
alfredo dan evelyn senang dengan tata krama dan kelembutan gadis kecil didepan mereka, gadis ini nampak manja tapi mandiri , rendah hati dan pandai membawa diri karena didikan keluarga nya menunjukkan siapa dia
zio segera keluar ruangan dan berpesan jangan sampai ada jahe dan daun bawang dalam makanan yang dihidangkan nanti
tak lama makanan dihidangkan, mereka makan dengan tenang, semua gerakan naya tak luput dari pandangan keluarga wijaya.
"Nak sudah berapa lama kau bekerja di RS wijaya?" tanya mom eve "tiga setengah tahun mom, enam bulan lagi kontrak naya berakhir" jawabnya sopan
"momy sangat menyukaimu nak, sebaiknya kau jadi menantu momy saja. momy dirumah selalu kesepian dan tak ada yang menemani saat dad dan anak nakal ini sibuk bekerja, kau maukan menjadi menantu momy" eve mulai ngegas
"Ekmm.. mom.. naya dan ko zio tidak saling mengenal dan tidak dekat.. biar kami berteman saja ya mom" tolak naya halus
"setelah menikah kalian bisa tetap berteman dan saling mengenal, baru menjalani kehidupan berpacaran tanpa takut dosa karena sudah halal. dulu mom dan dad juga dijodohkan tanpa saling kenal. tapi kami bisa saling mengenal setelah menikah" eve tak mau melepaskan kesempatan
"zio adalah pria yang bertanggung jawab, dia akan membuatmu bahagia nak. jangan kecewakan harapan dad dan mom ya. minghu depan dad dan mom akan melamarmu pada orangtuamu" alfred ikut ngegas
"tapi.. dad mom" naya tak enak hati
"tak ada tapi.. aku menjanjikan kesetiaan dan akan berusaha membahagiakanmu sampai akhir sisa hidupku. kau sudah milikku sejak aku menyentuhmu" kata zio ambigu
naya, alfred, evelyn langsung melotot kearah zio
"apa maksudmu ko?" tanya naya dingin
"tak bisa. mereka harus segera dinikahkan. kau harus tanggung jawab zio" bentak alfred marah
"bukan begitu dad.." jawab naya
__ADS_1
"zio akan tanggung jawab mom dad" zio ikut ngegas
naya hanya pasrah didesak tiga orang didepannya
"minggu depan kami akan melamarmu nak, bersiaplah" naya hanya diam termangu lalu mengangguk pasrah
setelah makan malam, mereka mengantar hinaya kembali ke mansion sanjaya , setelah berpamitan pada 3 orang dihadapannya naya segera masuk kerumahnya dengan lemas. ia berpapasan dengan nata tak kalah lemas.
mereka pun masuk kekamar tanpa bersuara
***
Sabtu jam 06:00
meja makan keluarga sandiago hanya berisi tiffani, hinaya dan hinata . ken membawa anak istrinya pulang kerumah orangtuanya tiap akhir pekan
melihat dua putrinya yang pendiam, tiff merasa heran. setelah menghabiskan sarapannya tiff bertanya
"kenapa muka kalian seperti jeruk purut?" tanya tiff lembut
"besok orangtua zio/juan akan datang melamar" jawab naya dan nata bersamaan. lalu mereka saling mendelik
"lalu masalahnya dimana?" tanya tiff polos
"nata/naya tak mau menikah mi" jawab mereka kompak lagi
"kalian sudah cukup umur menikah.. tak perlu banyak pikiran, jalanilah dengan bahagia demi mami agar hati mami tenang" kata tiff lembut.
mendengar ucapan mami mereka yang menyimpan kesedihan , terpaksa keduanya mengangguk pasrah.
TIN TIN TIN
"uncle edward sudah datang menjemput mami, hari ini dari pagi sampai jam 11 ada baksos dengan keluarga Halim, Hadinata, atmadjaya dan sanjaya. acara dipimpin kendrick. mami berangkat dulu ya" tiff mengecup kening dua putrinya dengan kasih sayang . lalu beranjak kedepan rumah
dua gadis kecil itu lesu sekali.
"Ojie mau ke mall?" tanya nata yang paling benci mall. naya yang juga benci mall malah setuju. mungkin keduanya frustasi
"ini masih jam 7, mall buka jam 10, tadi kita cuma makan salad. sekarang kita mandi dulu. setelah mandi kita cari sarapan di jalan sudirman, baru kita ke mall" kata naya , nara mengangguk
***
Jam 08:15
dua gadis cantik mengenakan kaos putih lengan pendek berlogo tulisan gucci di dadanya, dengan celana jeans hitam diatas sejengkal diatas lutut, sepatu kets warna putih dan sebuah tas selempang mungil berlogo Lv berisi dompet dan ponsel mereka , bergabung di ruang tamu keluarga. rambut panjang hitam mengkilat mereka tergerai indah. tak lupa rolex pearlmaster bertengger dilengan mungil mereka. seperti dua gadis kembar.
__ADS_1
dua gadis itu terbahak bahak.
"kita seperti kembar tau" kata nata , naya mengangguk
naya mengeluarkan sebuah ferrari warna merah dari garasi. nata melotot. "kau bisa mebawanya ojie?" naya mengangguk "masuklah"
mobil meluncur ke jalan sudirman. setelah 30 menit perjalanan. mereka duduk di sebuah rumah makan penjual bubur.
"tolong dua bubur kodok tanpa jahe, daunbawang" kata naya "minumnya segelas teh manis dingin dan segelas es teh tawar" pelayan mencatat orderan dan segera pergi
mereka makan dengan tenang. setelah jam menunjukkan pukul 10:00 mereka berangkat ke AW mall.
"ayo kau mau beli apa?" tanya naya
"kita cari pita buat vannah dulu ayo" ajak nata, mereka memasuki toko pita dan memilih pita buat keponakan mereka , beberapa toko mereka masuki akhirnya tangan mereka membawa beberapa bungkusan
"kau hanya beli punya vannah, tak beli punya jovan" naya protes "ayo kita beli punya jovan" ajaknya
"belikan ipod saja, bisa dengar musik dan nonton video" saran nata, naya mengangguk. mereka menuju i-store , setelah memilih mereka segera membayar ke kasir
tak terasa sudah hampir dua jam mereka berkeliling mall
"ayo kau mau kemana lagi" tanya naya
"tak ada hahaha, aku hanya cuci mata. mana tau ketemu cowo ganteng" jawab nata bercanda , naya mencebik
"mana mungkin kau selera dengan cowo ganteng, kalau kau mau tiga tahun di london banyak yang antri tapi kau tolak semua" nata tertawa mendengar omelan kakaknya
"karena mereka bule, aku tak suka bule" jawab nata asal
"kenapa? bule kan tampan" naya penasaran
"bule sebesar gajah, aku sekecil semut. mau jadi apa kalau bersama bule?" kata nata terbahak bahak, naya ikut terbahak bahak
"Ko juan juga campuran bule , kau tak lihat posturnya seperti bule? tampan tinggi tegap?" tanya naya asal, nata langsung memasang wajah datar
"Aku ke mall justru menghilangkan dia dari bahan pikiranku, ojie malah menyebut namanya, ojie tak seru" nata merajuk
"memang dia tampan kan?" tanya naya polos
"ko zio juga tampan, tinggi , atletis dan mirip aktor bule" ledek nata. naya segera mengejarnya
"kau meledekku, awas kau ya" kata naya mengejar nata , mereka kejar kejaran sambil tertawa
mereka berdua jadi pusat perhatian pengunjung disana, banyak yang mengagumi kecantikan mereka berdua ditambah tubuh mereka benar sangat seksi sekali
__ADS_1
BRUGHHH
Nata menabrak sesuatu yang sangat keras. keningnya sakit sekali, ia sampai terhuyung dan terhempas. untung sebuah tangan besar memeluknya.