
"Ahhh mi.. lihat menantu mami yang cantik ini dia KDRT" hans mengadu, tiff tertawa
tiba tiba seorang pria memakai jas masuk ke restoran.
PLAKKKK
"Anak ku***g a**r. apa yang kau lakukan, kau menggertak siapa hah" bentak pria itu
"Cepat masuk dan makan dulu, nanti baru nonton drama" ajak axello mendorong tiff dan hans masuk
"Dad.. apa salahku dad. kenapa kau memukulku" bocah itu memegang pipinya
"Kau lihat keluar" tuan hartono menunjuk ke pintu kaca diluar "menurutmu kau bisa keluar dari ruangan ini hari ini hah?" bentaknya
bocah itu melotot, 4 pengawalnya langsung lari tapi ditahan pengawal diluar pintu. mereka segera masuk kembali
"Tuan Hartono.. Majikan saya Tuan Besar Axello Lucas Fernandez, Nyonya Besar Tiffani Sanjaya, Tuan Muda Hans Flaminggo sandiago, calon istrinya Nona Muda Joyceline Florentina Wijaya sedang makan di ruangan Vip itu" tunjuk laura
"Dramanya tolong tunda sebentar sampai nyonya besarku selesai makan ya, tadi beliau baru dari rumah sakit karena sakit lambung, Perbuatan anak anda menghina tuan muda saya sudah menunda jam makan nyonya besar selama 30 menit, saya tak yakin tuan besar saya akan memaafkan anda dan putra anda, jadi biarkan nyonya besar saya selesai makan dulu ya" sarkas laura
Dua pria beda generasi termasuk pengawalnya langsung berlutut gemetaran
"Tuan, berlututnya jangan kepada saya, nanti saja kalau majikan saya selesai makan" ledek laura
"Kalian minumlah dulu supaya ada tenaga untuk dihajar setelah ini" Laura memberikan empat botol air mineral pada empat pengawal tadi.
"Dan anda tuan hartono, duduklah dulu, nanti anda punya waktu sepanjang hari berlutut" Laura menyerahkan kursi pada Tuan Hartono
"Dan kau nak, aku salut nyalimu, tak ada lagi yang bisa kau hina sampai kau berani menghina putra semata wayang tuan axello" senyum laura
Tuan hartono hampir pingsan
"Sebenarnya apa yang kau ucapkan tadi hah?" bentak hartono pada anaknya , wajah anaknya pucat pasi sampai gemetaran. celananya basah . ia ngompol rupanya.
"dia tak mengucapkan apa apa, hanya meminta calon menantu tuan fernandez lebih baik mengikutinya yang naik mobil sport daripada mengikuti tuan muda kami yang hanya naik alphard" tuan hartono mengeluarkan sapu tangan dan menyeka keringat dingin di dahinya
"Dia juga bilang lebih baik calon menantu tuan fernandez mengikutinya yang mampu membayar pengawal pria daripada mengikuti tuan muda kami yang hanya mampu membayar seorang pengawal wanita sepertiku" ledek laura
"Kami baru saja menjemput tuan muda kami yang baru tiba dari new york di bandara , kalau bukan alphard, mobil keluarga apa yang bisa dipakai menjemput tuan muda kami nak?" sarkas laura pada bocah itu
__ADS_1
"Tuan besar sudah selesai makan, anda sudah bisa menemuinya" kata laura sambil menatap kode axello
Hartono menyeret putranya masuk ke ruangan vip, tercium bau pesink, joyce menutup hidungnya "bau apa ini"
"lapor nona muda, tuan muda hartono baru saja ngompol setelah mengetahui siapa majikan saya yang berada di ruangan vip ini" jawab laura serius. joyce hampir terbahak bahak. ia menutupi mulutnya. Tiff juga menahan tawanya
beda pula dengan axello, mukanya sangat menyeramkan
"apa yang mau kau katakan" tanya axello pada dua pria itu
"ambilkan STNK mobilmu dan tunjukkan pada putramu atas nama siapa mobil itu" perintah tiff, hartono segera keluar mengambil stnk mobil yang dipakai anaknya yang sedang berlutut itu
tak lama ia kembali membawa stnk dan menunjukkan pada putranya. putranya ngompol kedua kali. melihat nama disana
HANS FLAMINGGO SANDIAGO
"Bagaimana? kau masih mau membawa calon menantuku dengan mobil putraku?" ledek tiff, joyce tak bisa menahan tawanya lagi, ia tertawa keras. hans mengelus kepala gadisnya
"kumohon maafkan putraku, aku akan mendidiknya dengan baik tuan nyonya" hartono langsung berlutut
"terserahmu, mau di apakan" kata tiff pada hans . axello mengangguk pada hans
"Terima kasih atas kebaikan hati Tuan Muda, Terima Kasih" Hartono sampai berlutut dan menyeret anaknya "Cepat katakan terima kasih anak bodoh"
anak itu mengucapkan terima kasih sambil berlutut
"pulanglah, besok kau bisa mulai bekerja" perintah hans
"Mobilmu ditarik kantor" perintah axello, hartono mengangguk dan menyerahkan kunci pada laura
mereka segera berlalu pergi menghilang dari rumah makan
"Pi.. hans pulang dengan joyce ya. mau antar joyce pakai mobil sport bocah tadi hahaha" canda hans, axello mengangguk, hans mengambil kunci dan menarik joyce keluar
"Hans.." panggil tiff
"Kau mau apa? kau pulang denganku"ucap axello tajam.
Hans yang sempat berhenti langsung keluar meninggalkan dua orangtuanya yang lucu itu.
__ADS_1
"Laura kau masih tak mau ikut?" tanya hans, laura segera keluar mengikuti hans
"Kau tak menghubungiku sama sekali selama enam bulan, apa kau mau cari suami baru humm?? istri mana yang mengabaikan suaminya selama enam bulan, kau akan menerima hukumanmu setelah ini" bisik axello dengan suara serak. kuduk tiff langsung merinding
"Aku mau kembali ke mansionku, anak anak hamil tua semua, aku khawatir" kata tiffani, axello mengangguk dan memeluk pinggangnya menuju mobil buggati la voiture noire milik nya
setiba di mansion, hinari, hinaya, hinata memeluk axello dengan erat.
"ssstt nanti papi akan temani kalian, biar papi melepas rindu sama mami dulu, enam bulan tak bertemu, mami kalian sudah merajuk" bisik axello . ketiganya memberi jempol
axello langsung menarik tiffani kelantai atas menuju kamarnya
"Buat apa kau disini, aku hanya mandi sebentar, kau temani anak anak sana" ketus tiff
"Kenapa jadi kau yang marah padaku, harusnya aku yang marah padamu" bisik axello sambil memeluk wanitanya
"Aku merindukanmu sayang" lucas mengecup wanitanya mesra. dan mengangkatnya ke ranjang besar itu dan melepaskan semua kerinduan mereka
lima jam mereka melakukan tiga pertarungan bahkan sampai melewatkan makan malam mereka. "Dasar binatang buas" omel tiffani
"enam bulan baru buka puasa sayang" axello memeluknya dan mengecup pipinya
"kukira kau cari istri baru diluar sana" ketus tiffani
"tak ada yang bisa membuatku mereka, hanya kau yang aku inginkan dan rindukan" bisik axello sambil menjilat telinga wanitanya itu
"kukira kau yang cari suami baru" axello cemberut
"mana akau berani, aku takut kau menguburku hidup hidup" jawab tiff mencebik , axello masih cemberut
"Hanya kau yang aku mau suamiku, tak ada pria lain dihatiku, sebetapa aku membencimu, tetap hanya kau yang aku cintai" bisik tiff lalu mengecup rahang axello.
"kau mulai nakal ya.. " axello memeluknya dan menciuminya "tapi aku suka kalau kau nakal" bisiknya. mulai gerayangan
"sudah sudah, kau sudah menggempurku tiga babak, aku mau pingsan, sekarang ayo mandi dan turun, kita makan dulu. aku lapar, kau tau lambungku nyeri" tolak tiff .
"nanti malam aku mau dua babak lalu tidur sampai besok siang, enam bulan aku tak bisa tidur nyenyak tak memelukmu" jawab axello sambil kekamar mandi
"makan apa dia, bisa sekuat itu" gumam tiffani. ia bangkit mengambil pakaian axello di walk in closet dan pakaiannya sendiri lalu membuatkan kopi pahit buat suaminya
__ADS_1