
"Ka-kalau be-begitu.. kau berbaliklah dulu ko" pinta nata dengan wajah merona malu, juan mengalah.. dia segera berbalik
"katakan padaku kalau sudah selesai" kata juan, nata hanya diam
"sudah" kata nata, dia malu sekali
juan berbalik. ia melihat celana panjang dan segitiga sudah terlepas. nata malah menutupi tubuhnya dengan selimut. ia mengulum senyumnya
juan menyibakkan selimut bagian bawah dan melipat kedua lutut nata naik agak keatas dan membuka paha. tata menutup kembali selimutnya. juan gemas sekali dia tertawa
"bagaimana aku bisa melihat kalau kau menutupi terus hah?" dia menciumi pipi nata dan mencubit hidung mancung gadisnya
gadis itu memukuli dada juan, dia manja sekali. juan tertawa dan berbaring disamping nata sambil memeluknya.
"aku akan mengoleskan salepnya. kau jangan menutupi lagi" nata mengangguk. juan bangkit dan menyingkap selimut yang menutupi nata. menaikkan kaki dan membuka paha nata. nata langsung menutup pahanya karena malu.
"sayang jangan membuatku gemas, kau lucu sekali, kau menutupi kakimu, bagaimana aku mengobatimu?" juan kembali membuka kakinya.nata malah mengambil bantal menutupi wajahnya. juan tertawa lagi. ia memperhatikan sawah nata. sedikit menyingkap rumput halus disana dengan jarinya
nata terus berusaha menutup kembali pahanya karena kegelian . juan melihat denyutan disana. pikiran juan langsung melayang kemana mana. ia menutup pintu kamar dan mengaktifkan peredam suara. lalu kembali ke arah sawah nata mengecup sawah itu. lalu bermain main. nata meracau dengan wajah masih di tutupi bantal.
juan melepaskan pakaiannya sendiri sampai tuntas. ia kembali menciumi sawah nata. pekikan nata terdengar dan keluar cairan dari sana
juan segera naik dan menyusu. nata terkejut.
"jangan.. aku tak mau juan, menyingkirlah" mulutnya berkata menyingkir tapi tangannya menekan kepala juan yang masih menyusu. juan tersenyum
"sudah ko, oh sudah. oh berhentilah" pinta nata semakin erat menekan kepala juan. tanpa aba aba juan menusuk perlahan sampai kedasar. dan bergerak disana
"ko sudah ko. oh sudah ko, lebih cepat ko. oh cepat ko" racauannya sudah berubah. juan mempercepat tusukannya. dia menelungkupkan tubuh nata dan mengangkat pinggangnya sambil melipat lututnya dan kembali menusuk
"faster ko" teriak nata. "as you wish" jawab juan menuruti permintaan wanitanya. sejam lebih teeiakan nata terdengar
"aku tak mampu lagi"
"bersama sayang" jawab juan serak dan akhirnya mozarela ditumpahkan kedalam sawah nata saat terdengar teriakan nama mereka . keduanya ambruk seketika , juan pindah kesamping nata dan memeluknya erat
"terima kasih sayang, kau nikmat sekali" kecupan juan mendarat di kening nata.
nata masih belum bisa menyesuaikan nafasnya , juan menunggunya. sampai beberapa menit ia sudah bernafas normal
"kau menikmatinya sayang? aku mampu memuaskanmu?" bisik juan. nata mengangguk
"jawab aku, apakah kau puas?" bisik juan, nata langsung menyembunyikan wajahnya di dada juan . juan mengecup keningnya
"kau puas?" juan kembali menyusu,
"iya iya puas" jawab nata mendorong juan menjauh . ia lelah sekali
"kalau tadi lebih enak atau gaya tadi malam?" tanya juan , nata diam saja
"ini menyangkut hubungan dua orang, aku harus tau yang kau rasakan baru aku bisa memberimu yang terbaik, jawab aku sayang" tanya juan
"sama , dua dua enak" jawab nata malu
"kita coba gaya lain ya" juan mulai menyusu, nata melotot. tapi juan terlalu lihai, ia sungguh tak berdaya
setelah merasa pemanasan cukup, juan membalikkan nata duduk diatas. dia mengajari nata bergerak , nata cepat belajar. mereka bertarung cukup lama sampai terdengar teriakan
__ADS_1
"aku tak kuat juan" teriak nata
"bersama sayang" juan membalikkan nata dan menusuk cepat. akhirnya mozarela kembali tertuang disawah nata bersamaan teriakan mereka berdua
juan berbaring disamping nata menetralkan nafasnya sesaat. tak lama ia menampung air hangat dibath up. meneteskan aroma therapi yang di resepkan temannya agar nata lebih relax
ia keluar bathroom, menggendong nata dan meletakkan kedalam bathup. setelah berendam 20 menit tubuh nata kembali relax . ia menyudahi mandinya. juan menggendongnya ke meja rias dan mengeringkan rambutnya .
Drrrttt Drrrttt
ponsel juan berdering
"Halo mi.. juan di apartemen bersama nata"
"dasar anak nakal, nata anak baik yang masih gadis suci, jangan dihajar terus, kasihan nata, dia belum bisa menyesuaikan diri denganmu nak, mimi kasihan padanya" omel gwen diseberang sana
"ehmm iya mi" jawab juan sambil menggaruk tengkuknya
"tadi malam kau merusaknya, sekarang kau menggaulinya lagi, kau jagalah kesehatannya, mimi yang membereskan spreimu tadi malam jadi mimi tau"
"iya mi.. maaf" jaaab juan
"nanti malam mimi tiba jam 18:00 dirumah nata , mimi akan bawa sup obat untuk kesehatannya. kau juga tahan diri"
"baik mi. sampai ketemu nanti malam" juan memutuskan sambungan
"sini ku oleskan salepnya sayang" kata juan
kali ini juan beneran hanya mengoleskan salepny. rasa perih sudah langsung tak terasa disawah nata. ia merasa lega
"sudah enakan? masih sakit?" tanya nata
"kau puas sayang?" tanya juan. nata mengangguk malu
"aku lelah sekali, jangan lakukan lagi, tulangku mau remuk" jawab nata
"hanya belum terbiasa, makan yang banyak, minum vitamin, jaga kesehatan, kau akan bisa mengimbangiku, aku mencintaimu" juan mengecup kening nata. nata mengangguk
"ayo pulang" ajak juan "mimi tiba jam 18:00, kau bisa memasak? pipi suka sup iga sapi.. mimi suka udang saus telur asin"
"ayo kita pulang dan masak" ajak nata dengan wajah pucat
"pakailah sedikit lipstick, wajahmu pucat sekali, ini vitamin.. kau minumlah dulu" juan memberi pill dan air mineral pada nata dan mereka segera pulang
sampai mansion terlihat zio sedang menunggui naya memasak
"ojie masak apa?" tanya nata , ia terkejut melihat tengkuk naya
"naiklah ganti pakaianmu, tengkukmu ada stempel abang ipar, sebentar lagi tamu berdatangan" bisik nata, naya membeku. lalu lari keatas kamar mengganti pakaian dan turun lagi
nata menyiapkan masakan pesanan juan, dia menyisakan udang beserta bumbunya akan digoreng saat miminya tiba, setelah itu dia mandi dan berganti pakaian.
naya juga naik keatas membersihkan diri
kalian kalau membawa pakaian, mandilah dikamar tamu. tawar nata. zio ke mobil mengambil pakaiannya lalu menuju kamar tamu membersihkan diri. sementara juan merasa baru mandi, ia tak mandi lagi
***
__ADS_1
jam 17:30
mami tiff turun dari mobil uncle edward, nata menyambutnya.
"mami mandi dulu, orangtua zio juan akan datang tiga puluh menit lagi, mami bersiap siap dulu" kata tiff langsung naik keatas
nata kedapur menggoreng udang yang sudah dibumbui tadi dari luar terdengar suara tamu memasuki rumah. naya zio juan tiffani menyambut keempat orangtua mereka
tiffani segera mengajak tamunya makan malam ke ruang makan
maid membawakan nasi dan piring serta sendok garpu lalu membagikan pada para tamu
dimeja terhidang:
- sup iga sapi
- udang saus telur asin
- ikan gerapu stim ala hk
- ayam goreng cabe hijau
- tauge cah ikan asin
- brokoli cah udang
- kepiting lada hitam
"ayo makan jangan sungkan ya" ajak tiff
naya mengambilkan nasi dan makanan buat mami tiff dan buat zio. nata mengambilkan nasi dan lauk buat juan. kemudian mengambilkan sup iga dimangkuk dan membagikan kepada semua orang
baik alfred, evelyn, yeriko, gwen puas dengan semua kegiatan calon menantu mereka.
"Makanannya enak sekali, iga sapi tidak ada aroma amis dan benar gurih, kepiting lada hitamnya juga enak tak ada pahitnya sama sekali" puji yeriko
"udang saus telur asin sangat manis sewaktu di gigit, keasinan tepung luar seimbang dengan kemanisan udang. luar biasa" puji gwen
"gerapunya tak bau tanah sama sekali, kuahnya juga meresap sampai ke daging ikannya, manis asin terasa jelas dilidah" puji alfred
"ayah cabe hijau lembut sekali sampai ketulang, tidak keras sama sekali, aroma cabe hijau juga masuk kedaging, pedasnya pas" puji evelyn
"taugenya digigit juga kress segar, ikan asinnya masih gurih, luar biasa" puji gwen.
"brokoli juga garing digigit, udangnya sangat manis" puji evelyn
"mami tebak ya, sup iga sapi, udang telur asin, kepiting lada hitam, tauge ikan asin masakan nata ya?" tanya tiff. juan terbahak bahak
"ikan stim ala hongkong , brokoli, ayam cabe hijau, masakan naya ya?" ganti zio yang tertawa
para tamu mendelik.
"dua gadis kecil ini bisa memasak makanan senikmat ini?" tanya gwen
"masa nona sandiago bisa masak seenak ini?" tambah evelyn
"mereka sudah bisa memasak sejak remaja, karena lama hidup diluar tidak bisa selalu sesuai selera mereka saat homesick" jawab tiffany
__ADS_1
juan dan zio bangga sekali calon istri mereka mendapat pujian orangtua mereka . mereka hanya mengulum senyum