
"nanti singgah ke apotik, aku mau beli anti hamil, aku tak mau hamil diluar nikah" kata naya. wajah zio langsung dingin
"dad mom menantikan cucu. kita akan segera menikah. aku tak mau ada penundaan" tegasnya
"dad dan pipi saudara kembar. aku juga kembar, cuma saudara kembarku tidak bertahan. semoga bibitku juga kembar nantinya" kata zio mengelus perut naya, naya hanya memalingkan wajah.
"kalau kau tak membelikan pill penunda kehamilan. besok aku akan menolak lamaran" ancam naya
"jangan mengancamku, aku tak akan memaafkanmu kalau kau melakukannya" kata zio dengan suara sangat dingin dan menatap tajam pada naya. naya bergidik
"ayo kita segera makan malam" ajak zio sambil menggendong naya keluar dari bathroom
"pinjamkan conselor pada mom eve please" pinta naya
"apa itu conselor?" tanya zio
"pinjamkan saja" kata naya datar
zio mengambil ponselnya dan menelpon ibunya "mom punya conselor? zio bisa meminjamnya sebentar?" tanya zio "baiklah zio kekamar momy" zio memutuskan sambungan ponselnya. ia keluar kekamar ibunya setelah berpakaian rapi
"ini conselornya" kata evelyn "makasih mom" zio mengecup pipi ibunya lalu kembali kekamar
naya mengaplikasikan conselor di lehernya. tapi perbedaan warna kulit naya yang seputih susu dengan kulit eve yang putih agak exotic membuat warna conselor milik eve menjadi terlihat jelas perbedaannya di leher naya. jadilah leher naya belang belang. naya memasang wajah datar.
"buat apa di tutupi, biarkan saja. supaya orang tau kau milikku" tanya zio santai
"pinjamkan syal pada momy, mamiku akan membunuhku kalau melihat tandamu ini" zio segera menelpon mom eve kembali dan meminjam syal.
ternyata mom eve memberikan masker kain yang bisa menutupi leher sampai ke hidung
zio segera memberikan pada naya, naya segera mengenakan dilehernya
mereka turun ke lantai bawah dan bergabung di ruang makan , dimana alfredo dan evelyn sudah menunggu.
"makanlah yang banyak nak, supaya sehat selalu" kata evelyn lembut melihat wajah naya yang pucat
"terima kasih mom" jawab naya pelan
__ADS_1
selesai makan malam, naya berpamitan pada kedua orangtua zio. zio meminta supir menunggunya di rumah naya. dan zio mengemudikan mobil naya sampai ke rumahnya. ia takut naya merasa tak nyaman karena rasa sakit tadi.
"kau milikku. jaga sikapmu dan menjauhlah dari pria lain" tegas zio. naya malas meladeninya. ia memilih memejamkan mata karena badannya lelah sekali.
sepeninggal zio. eve kekamar zio untuk merapikan kamarnya. eve melihat bercak darah di sprei zio. ia pun memanggil suaminya. alfred hanya geleng geleng kepala sambil turun ke ruang keluarga. sementara evelyn segera mengganti sprei putra tunggalnya sambil tersenyum
"dasar anak nakal. takut sekali besok ditolak malah curi start duluan" batinnya
***
ditempat lain
Juan mengemudikan mobilnya sampai tiba di mansion ia memarkirkan mobil digarasi . joyce dan nata segera ikut turun.
"Pipi mimi.. kami pulang" teriak joyce dan juan dari luar
"kalian kira ini hutan ?" omel gwen dari sofa ruang keluarga.
"pi, mi, nata datang" sapa nata sopan. gwen dan yeriko tersenyum "akhirnya kau datang juga nak. mimi menunggumu dari minggu lalu" kata yeriko
"maaf pi mi.. hari biasa nata kerja" jawabnya sopan. dua orangtua itu mengangguk
"mandilah, habis dari keramaian ada banyak virus" kata gwen. joyce segera mencium ayahnya dan naik keatas. juan juga mengecup pipi ibunya dan menarik nata keatas . nata terlihat menolak.
"kau habis dari mall. kau mau bawa virus?" tanya juan. akhirnya nata ikut naik kelantai dua menuju kamar mewah juan.
nata segera duduk di sofa kamar itu. juan menariknya ke walk in closet .
"ini punyamu .. mimi yang menyediakan. minggu lalu mimi dan mom eve belanja pakaian kalian berdua , pilih pakaianmu sendiri disini" nata memilih sebuah gaun terusan simple dengan tali spagethy lalu mengambil pakaian dalamnya dilaci kecil
nata keluar dari walk in closet dan ke bath room membersihkan dirinya. tak sampai 15 menit ia keluar dalam keadaan segar. juan tak ada disana. nata duduk dimeja rias dan mengeringkan rambutnya. setelah rambutnya kering ia duduk disofa.
tak lama juan kembali, juan sudah rapi dengan kaus putih yang mencetak jelas roti sobeknya , ia memakai bawahan celana pendek diatas lutut warna hitam, jauh lebih muda daripada saat mengenakan pakaian resmi. ia mandi dikamar lain sepertinya. ditangannya membawa kotak p3k
ia meraih tangan nata dan mengoleskan salep pada tangannya yang lebam hasil cengkraman mantan tunangannya dimall tadi
"apakah sakit sekali?" tanya juan meringis melihat lebam ditangan nata , nata hanya mengangguk
"kalau tau begitu sakit, aku tadi pasti mematahkan tangannya" omel juan sambil mengoles dan meniup tangan nata
__ADS_1
wajah juan sangat dekat dengan hidung nata saat dia mengobati tangan nata, nata tak berani bergerak sama sekali. ia bisa mencium aroma tubuh juan yang baru mandi. tiba tiba terlintas ciuman juan dimall tadi, wajahnya merona merah
"kau mendengarku? loh kenapa wajahmu memerah? kau terpesona padaku?" goda juan semakin mendekatkan wajahnya pada nata.
nata memundurkan kepalanya sampai mentok di sandaran sofa. juan menatap bola mata nata. ia seperti tersihir melihat mata penuh luka itu. rasanya ingin mengobatinya. juan menarik nata kepelukannya . lalu menangkup pipinya.
juan mulai mel -umat lembut bibir mungil warna pink itu. juan menekan tengkuknya supaya mulut gadis itu terbuka. lidah juan mengabsen isi mulut nata. gadis itu diam saja memegang dada juan. juan tau itu pertama bagi gadis mungilnya. tak lama juan melepaskannya dan mengusap bibir kecil itu dengan ibu jarinya
juan kembali mel umat bibir gadisnya. "balas aku sayang" bisiknya, ia melingkarkan tangan nata ke lehernya, dan terus melanjutkan aksinya. nata mulai membalas dengan kaku. lama lama bibir juan dari lembut menjadi panas. nata membalas pelan. ia tak berpengalaman sama sekali jadinya kewalahan menghadapi juan
juan menggendong nata tanpa melepaskan paudannya dan merebahkan diranjang besar itu. tangannya sudah bermain di twin berukuran jumbo milik gadis kecilnya .
suara racauan terdengar dari mulut nata saat juan mulai menyusu. juan sungguh lihai sekali . membuat nata setengah sadar. apalagi saat juan mengecup sawah dibawah sana. racauan nata semakin tak jelas. juan tersenyum
puncak aksinya juan berusaha membobol gawang perlahan. beberapa kali gagal. nata mulai sadar dan menolak. meminta juan berhenti. tapi juan kembali menyusu membuat nata lupa diri lagi. tiga kali hentakan gawang pun bobol. terdengar teriakan nata. air mata nata menetes menahan rasa perih. darah segar mengalir disana.
"maafkan aku sayang.. maafkan aku. kau bisa menggigit atau memukulku kalau masih kesakitan. tapi setelah ini takkan sakit lagi. aku sangat mencintaimu" juan kembali mengecup bibir mungil itu dan mengabsen isi mulut gadisnya
juan merasa adiknya mendapat pijatan luar biasa di bawah sana. dia belum pernah merasakan kenikmatan seperti ini dari mantan tunangannya dulu sekalipun. karena hanya nata yang bersegel. dia tergila gila atas gadis kecil dibawahnya ini. bahagia dan bangga menjadi yang pertama bagi gadis kecilnya membuatnya tak mampu melepaskan diri dari gadis mungilnya
secara perlahan ia menusuk gadisnya sampai terdengar racauan tak jelas meneriakkan namanya. juan mulai menusuk semakin cepat. satu setengah jam berlalu juan dan nata meneriakkan nama mereka. mozarella juan tertanam di dalam rahim nata. juan ambruk seketika
air mata nata mengalir deras dipipinya
"terima kasih memberi kehormatanmu untukmu, aku akan bertanggung jawab. kita akan menikah segera. aku mencintaimu dan tak bisa lepas darimu. terima kasih sayang" ucap juan. nata hanya diam
juan membayangkan rasa nikmat yang barusan ia dapatkan dari gadis kecilnya. sungguh belum pernah ia rasakan dari wanita manapun sebelumnya. ia ingin mengulangi lagi.
adiknya kembali bangkit perkasa didalam sawah sana. juan mulai menusuk perlahan lahan sambil menyusu. nata melingkarkan tangan dileher juan. mulutnya meracau memanggil nama juan membuat juan makin bersemangat. juan menusuk makin cepat dan makin cepat. bukan racauan lagi yang terdengar dari mulut nata tapi teriakan memanggil nama juan.
juan sangat bahagia. ia memimpin permainan dengan lihai. sampai hampir dua jam
"aku tak kuat lagi juan" teriak nata
"bersama honey" jawab juan
mozarela kembali tertuang dirahim nata. juan ambruk seketika setelah masing masing berteriak nama mereka
"terima kasih sayang, terima kasih, sungguh sempit dan nikmat sayang, aku mencintaimu"
__ADS_1